Kaskus

Story

yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis 


Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]


Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.

Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.


Spoiler for INDEX:


Spoiler for "You":



Spoiler for MULUSTRASI:


Spoiler for Peraturan:


Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.


Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis


Quote:


Quote:


Quote:

Quote:

Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
xxxochezxxxAvatar border
DayatMadridistaAvatar border
ezzasukeAvatar border
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
468.2K
4.3K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
yanagi92055Avatar border
TS
yanagi92055
#80
Kasihan Anin
“Nin, Anin.” Teriak ane memanggil Anin.

“Eh Ija, kok lo malam-malam masih keliaran aja, nyari mangsa?” Kata Anin.

“Dih, harusnya gue yang nanya lo kenapa jam segini masih diluar. Darimana lo?” tanya ane lagi.

“Gue habis dari kostan temen sejurusan gue.” Ujarnya datar.

“Gue anter deh ke kostan lo ya, kan masih lumayan jauh dari sini, mumpung gue bawa motor nih.” Tawar ane.

“Yaudah deh boleh, lumayan jadi ada temannya gue balik.” Katanya.

Lalu Anin menaiki motor. Dia berjalan agak pincang. Ane mulai melajukan motor menuju ke kostan Anin, entah kenapa ane kepingin mengantar Anin cepat sampai dikostannya, nggak pingin nanya-nanya banyak. Tadinya.

Sesampainya didepan gerbang kost, Anin menawarkan ane untuk masuk sebentar. Ane awalnya menolak karena nggak enak motor ini adalah motor pinjaman, takutnya pemiliknya nyariin dan membuat susah kalau dia mau pakai. Tapi karena Anin memohon dan mukanya lucu banget alias cipokable, ane luluh. Hahaha. Gobl*k. Anin menyuruh ane langsung masuk saja. Tetapi ketika ane berjalan dikoridor sebelum sampai kamarnya, ada beberapa kali ane mendengar suara desahan dan lenguhan pria dan wanita bergantian. Ini pasti nontonnya JAV, berisik soalnya. Buset, kaya lagi jalan-jalan di lokalisasi ini. Hahaha.

“Ambil aja ya minumannya. Tapi tau deh ada apa itu disitu.” Katanya menunjuk kulkas kecilnya.

“Oke deh, gue ambil ya Nin.” Kata ane dan dibalas anggukan oleh Anin.

Ane akhirnya mengambil lemon tea. Tumben banget soalnya ada lemon tea disini. Biasanya minuman berkarbonasi ataupun sesekali terselip minuman beralkohol. Ane minum dan berasa segar sekali ketika itu. Anin masih dikamar mandi. Agak lama, hampir 21.30 waktu itu, akhirnya ane berinisiatif mengetuk pintu kamar mandi.

“Nin lo nggak apa-apa? Lama banget lo dikamar mandi? Boker apa gimana?” kata ane.

“Nggak apa-apa. Tunggu sebentar lagi ya.” katanya dari dalam.

Tidak lama kemudian, Anin keluar, dia sudah memakai tanktop, kali ini warnanya abu-abu, dan tanpa bra seperti biasa. Yang berbeda adalah dia tidak memakai celana, alias celana dalam saja warna biru tua, bertuliskan PINK disekitar karetnya. Victoria’s Secret nih kayaknya. Hahaha. Gila, sempaknya aja mahal banget, apalagi outfitnya kalau dihitung semuanya. Ane Cuma diam saja memandangi tubuhnya. Cantik banget ini anak, apalagi rambut sebahunya benar-benar bikin dia makin manis. Tinggi dia kayaknya sekitar 170 cm, soalnya nggak beda jauh sama ane, dan lebih tinggi dari Zalina. Kakinya jenjang, kulitnya nggak terlalu putih tapi kelihatan banget perawatannya, kinclong gan sis. Ane juga mendapati dipinggul sebelah kanannya ada tato, tapi ane nggak jelas melihatnya karena kamar dia ini remang-remang banget. Oh iya, kalau gan sis tahu salah satu anggota (atau mantan anggota) JKT48 yang namanya Beby Cesara, nah mukanya Anin ini kurang lebihnya kayak gitu, tapi lebih lokal karena kulitnya nggak putih.

“Kenapa lo? nafsu liat gue?” katanya membuyarkan lamunan.

“Eh, nggak kok. Gue cuma lagi merasakan enaknya lemon tea ini.” Kata ane asal.

“Itu kan yang biasa ada di Alf*, nggak istimewa juga kali. Hahaha. Alesan aja lo.” ledek dia.

“Eh Nin, lo darimana tadi?” kata ane mengalihkan pembicaraan.

“Gue dari kostan teman gue, sejurusan. Cowok.” Katanya.

“Oh, ngerjain tugas apa gimana?” tanya ane.

“Tugas palelo, gue….gue dikerjain Ja.” Jawabnya.

“Oh, lo kena prank. Haha. Kok bisa sih?” lanjut ane.

“iiiih, bukan. Gue dikerjain, Ja. Gue marah banget karena itu.”

“Sebentar, lo dikerjain gimana nih maksudnya?”

“Gue dipake…….” Ujarnya lirih.

Kayak petir disiang bolong, padahal sudah malam, ane sangat kaget mendengar ini. Mau marah tapi ane nggak bisa. Entah kenapa. Anak secantik ini dikerjain anjir, kemarin-kemarin aja dia nawarin tok*t ke ane aja ane nggak ambil, sekarang malah diginiin. Bangs*t juga nih teman-temannya. Anin ini kuliahnya eksakta murni, jadi ane berpikir malah dia yang kayak cewek binal, karena biasanya orang-orang di jurusan eksak murni cupu-cupu dan taat beragama. Setidaknya mindset ane seperti itu.

“Dipake gimana Nin, coba ceritain ke gue.” Tawar ane.

Dia langsung duduk dikasur, disebelah ane, dan menempelkan kepalanya ke ujung bahu sebelah kanan ane, tangannya memeluk badan ane, dan mulai berbicara.

“Gue awalnya emang ada tugas kelompok di Lab yang harus selesai dalam beberapa hari lagi, tugasnya sendiri udah dari dua minggu lalu, bikin percampuran senyawa gitu lah. Lo pasti nggak ngerti. Nah teman-teman gue ini, campuran cewek dan cowok, kan pada pintar-pintar banget, plus anaknya asyik, jarang kan di jurusan gue yang model begini, jadi ya gue cocok lah sama mereka ini. Pokoknya kita klop banget lah. Kemana-mana bareng, sampai akhirnya entah kenapa mereka kayak kesetanan pas kumpul di kostan tadi.” kata Anin menjelaskan.

“Ehmmm, pelajaran favorit gue Kimia baidewei waktu SMA Nin. Kostannya dimana emang?” tanya ane.

“Haha. Seriusan lo senang kimia? tampang lo nggak ada tampang orang pintar Ja." kata dia meledek.

"Kearah kota, bukan kostan sih, itu rumah salah satu saudara teman gue, kebetulan rumah itu kosong jadi ditempatin sama teman gue. Jadi ya bebas tanpa aturan apapun.” Lanjut Anin.

“Wah enak dong, bisa bebas ngapain aja.” Kata ane berusaha menghibur tapi gagal.

“Iya, bahkan mereka bisa bikin Lab kecil di lantai 2 rumah itu. Keren banget deh pokoknya, semua difasilitasi. Tapi justru itu brengseknya. Mereka jadi bikin percobaan – percobaan yang ujung-ujungnya malah dicobakan ke gue sama teman gue yang cewek satu lagi. Kurang ajar banget.” Katanya.

“Emang lo dikasih apaan?” tanya ane.

“Lo tau kan istilah feromone? Nah mereka bikin semacam itu, tapi yang lebih strong. Jadi gue sama teman gue malah jadi horny parah dan itu berhasil menurut mereka.” Kata Anin.

Kalau yang nggak tahu feromone itu apa, silakan googling dulu ya.

“Bangs*t! caranya nggak etis banget ini anj*ng. pintar tapi pada licik.” kata ane mulai emosi dan masih nggak percaya apa yang terjadi.

“Kok lo marah sih, Ja? Lo nggak terima emang? Wah asik nih gue dapat perhatian dari lo. hehe.” Katanya, nadanya terlihat seperti hanya menghibur diri.

“Nggak, gue nggak suka aja caranya kayak gini. Cowok itu perlu ada usaha yang nggak curang gitu lah.”

Ane marah gan sis, bukan karena suka Anin, tapi caranya nggak etis banget itu teman-temannya.

“Gue mau ceritain tapi gue malu banget Ja sama lo.”

“Ceritain aja biar lo lega.” Kata ane sambil melihat ke jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 22.00.

“Jadi, dalam keadaan horny parah itu, gue masih tersadar Ja, entah kenapa. Gue masih bisa membedakan mereka semua. Tapi bawaannya dipikiran gue maunya begituan melulu, teman gue pun sama. Akhirnya gue entah pikirannya gimana buka-buka baju gue sendiri, sampai akhirnya gue polosan aja dihadapan mereka semua, kami berlima, 3 orang cowo dan 2 cewek. kayak stripper gue Ja.”

Ane terus mendengarkan cerita Anin ini. Kasihan sekali ini anak ini. Tapi entah kenapa ane hanya diam saja walaupun emosi.

“Terus entah gimana, anak-anak cowok bertiga itu duduk disofa berjejer. Gue yang udah polosan sementara teman gue masih pakai dalaman, melorotin celana anak-anak itu. Aduh gue malu ceritanya.”

“Lanjutin aja nggak usah malu Nin sama gue.” Kata ane.

Seru juga nih kaya diceritain stensilan via live podcast. Wkwkwk.

“Iya, terus kita ngisepin “barang”nya anak-anak itu, gantian, berasa digilir gue Ja.” Katanya sambil mulai menitikkan air mata.

Ane langsung buru-buru ngelus rambut dia, maksudnya biar dia tenang dan ngerasa nyaman.

“Kita lahap banget Ja ngisepinnya, gantian, bahkan sampai gue pegangin dua sekaligus buat diemut gantian. Gue mau nolak tapi otak gue nggak mau berhenti mengarahkan badan gue untuk kayak gitu. Kami yang cewek berdua juga disuruh cium-ciuman sama ngelakuin adegan kayak l*sbi gitu didepan mereka. Di grepein udah pasti Ja.” Katanya, kali ini sudah menangis betulan dia.

Ane berikan dia keleluasaan untuk meluk ane, jika dia mau. Dan dia mau.

“Masih mau lanjut cerita nggak Nin? Kalau lo nggak mau juga nggak apa-apa.” Kata ane sok pahlawan.

“Klimaksnya gue disuruh nungging berdampingan sama teman gue Ja, dan kita dihajar dari belakang. Bukan dilubang yang seharusnya, tapi dipantat Ja. Sakit banget Ja. Padahal sebelumnya gue arahkan ke lubang yang semestinya, tapi merekanya ngarahin kepantat gue. Mereka kayaknya udah pakai semacam pelumas gitu Ja, tapi kayak nggak berpengaruh. Makanya gue jalan rada pincang, karena gue dihajar bolak balik sama mereka, full dipantat doang, karena mereka takut kelepasan kalau masuk dilubang yang seharusnya. Itu juga sebabnya gue dikamar mandi lama tadi Ja. Sakitnya amit-amit Ja. Bahkan sampai sekarang masih sangat terasa.” Jelas Anin.

Ane merasakan hawa panas ditubuh ane. Gila anak-anak ini. Ane sedih sekaligus marah. Ane mungkin pikirannya kotor, tapi nggak sekotor kayak gini. Ini parah banget sih. Nggak nyangka anak-anak pintar ternyata otaknya sekotor ini. Kok berasa adegan gangbang. Untung saja ketika itu teknologi HP belum secanggih sekarang kameranya, kalau sudah, mungkin video dan foto Anin serta temannya sudah nangkring di forum-forum lendir.

“Gue malu Ja, gue berasa kotor banget jadi cewek Ja. Apalagi ternyata teman gue itu masih perawan. Mungkin perawannya aman, tapi traumanya Ja. Gue nggak ngerti lagi Ja. Gue marah banget dan gue nggak mau lagi lihat muka mereka, tapi nggak mungkin. 4 tahun kedepan gue akan terus bersama mereka. Akhirnya kayak kecapean gue ketiduran dan bangun-bangun udah larut, gue kesal dan akhirnya pulang sendiri, padahal mereka mau antar.” Katanya sambil sesenggukan.

“Udah cukup ya Nin. Jangan cerita lagi. Gue sakit banget dengarnya Nin.” Kata ane sambil menenangkan Anin.

Lalu, ane mengeluarkan beberapa kata mutiara yang entah kenapa bisa keluar dari mulut ane, yang bisa menenangkannya dan menaikkan moralnya, minimal membuat dia nggak sedih lagi. Tapi ane yang malah makin merasa sakit. Perasaan ane campur aduk ketika itu. Setelahnya, Anin meminta untuk dipeluk, walaupun berat hati, ane lakuin. Kami pelukan cukup lama. Sehabis itu ane pamitan, Anin mengucapkan terima kasih ke ane berulang kali karena sudah menemaninya bercerita, dan bahkan bisa mengembalikan moodnya yang sudah hancur hari ini. Dia bisa tertawa lagi sebelum ane pulang. Kasihan sekali Anin.

Wow, what a day! Siangnya dapat kejutan diiluar dugaan bareng Zalina, ane merawanin dia, dan melepas keperjakaan ane. Eh malamnya malah dapat cerita stensilan brengsek dan bikin ane marah serta emosi banget yang disampaikan Anin. Ane juga berpikir sehabis dengar ceritanya itu, Anin berarti udah nggak perawan ya? Pemikiran ane waktu masih agak lempeng, walaupun tidak mempermasalahkan masih perawan atau nggak, tapi tetap saja waktu itu masih agak asing mendengar istilah “sudah nggak perawan”.
Diubah oleh yanagi92055 16-08-2019 12:09
hendra024
itkgid
ezrawatung
ezrawatung dan 30 lainnya memberi reputasi
31
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.