- Beranda
- Stories from the Heart
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
...
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/20/10668384_20200520011303.jpg)
Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.
Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.
Spoiler for INDEX:
Spoiler for "You":
Spoiler for MULUSTRASI:
Spoiler for Peraturan:
Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.
Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
468.1K
4.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yanagi92055
#18
Respon Aneh
Akhirnya rangkaian ospek fakultas berakhir dan Zalina terpilih sebagai peserta ospek terbaik. Kenapa terbaik? Karena memang anak ini mempersiapkan dengan baik semua yang diminta oleh panitia, menjalani dengan baik rangkaian ospeknya, dan tentu saja, ramah terhadap kakak senior. Efek dari sini adalah, ada beberapa senior cewek yang nggak suka. Normal lah ya, ngiri sama cewek kece yang baru masuk ke kampus dan bisa menarik perhatian para senior cowok yang mungkin aja ada yang disukai senior cewek kan.
“Gimana rasanya jadi peserta terbaik?” tanya ane ke Zalina
“Biasa aja nggak ada yang spesial.” Jawabnya santai.
“Serius lo? kan seru tau lo jadi makin terkenal deh seantero fakultas.” Tanya ane lagi.
“Percuma, adanya nanti gue bisa di teken sama senior-senior cewek kali.” Jawab dia.
“Iya juga sih, tapi tenang aja Lin, gue siap jagain lo kok kalau ada yang coba ganggu lo.” Tawar ane, sekalian modus.
“Makasih Ja, tapi kayaknya gue ngerasa aman-aman aja kok, banyak senior yang baik juga sama gue.” Sahut dia lagi.
“Ya seenggaknya kalau ada gue, gue bisa memastikan lo aman, the real aman. Hehehe.”
“iya, makasih. Lo selalu baik sama gue Ja. Hhm…tapi, apa lo kayak gini juga ke cewek lain Ja?” Tanyanya yang mengagetkan ane.
“Namanya juga teman Lin, kalau ada kesusahan ya gue coba bantuin. Gue berusaha baik ke siapapun Lin.” Jawab ane.
“Oh gitu ya, berarti posisi gue sama aja kayak orang lain yang lo perlakukan sama baiknya ya Ja?” Tanya dia lagi.
“Hmm…eeeh, gimana ya? Gue emang mencoba baik sama semua orang Lin. Tapi lo beda.” Jawab ane sambil kebingungan.
“Beda gimana Ja? Katanya lo perlakukan hal yang sama untuk semua orang.” Kata dia.
“Ya beda Lin, lebih spesial aja. Hehe.” Kata ane lagi.
“Kok gue nggak ngerasa lo spesialin?” Tanya dia lagi.
Mampus. Ane bingung harus jawab apa ini.
“Hmm, nggak berasa ya? mau gue bikin yang lebih berasa biar lo ngeh nggak?” Tanya ane.
“Mau nggak ya? terserah lo, senyaman lo aja.” Kata dia lagi, seperti biasa, membuat seolah seperti teka teki.
Sejurus kemudian ane mengambil tangan kanan dia, dan ane cium punggung tangannya.
“Udah lebih berasa?” tanya ane.
Dia hanya diam saja, ekspresinya datar. Dia berjalan meninggalkan ane, menuju ke kostannya. Ane ikuti dibelakangnya, sambil ane panggil-panggil sembari meminta maaf berkali-kali karena lancang, tapi dia hanya diam saja. Begitu terus ane seperti orang bodoh yang lagi ngemis cinta ke cewek populer di angkatan ane. Banyak yang melihat kejadian itu, sehingga banyak pula omongan yang menghina tapi tidak sedikit pula yang mendukung.
Sesampainya dikostannya, dia masih diam saja. Kostannya itu berbentuk kamar-kamar, khusus perempuan tapi agak bebas karena tidak ada penjaganya. Terdiri dari dua lantai dengan total kamar 30. Bentuknya kayak SD Negeri gitu gan sis bangunannya. Sepertinya kostan ini masih baru, kurang lebih mungkin baru setahunan berdiri. Kamar dia tidak pakai AC, melainkan kipas angin, kamar mandi berbagi. Para pria pengunjung biasanya duduk diteras depan kamar, sembari menunggu untuk dipanggil kedalam kamar, mungkin mau terima jatah kali ya. hahaha. Banyak cewek-cewek alim (kelihatannya) yang berkerudung kost disini. Tapi kalau urusan pacaran, bisa dikompromiin lah. Haha. Sama-sama tahu aja generasi muda jaman sekarang.
“Lo ngapain ngikutin gue sampai sini?” Tanya Zalina datar.
“Ya lo nggak ngomong apapun daritadi. Gue ngerasa bersalah dan udah berusaha minta maaf tapi lo cuekin Lin.” Jawab ane.
“Norak lo!” Kata Zalina lalu masuk kedalam kamar dengan sedikit membanting pintu.
Ane cuma bisa diam kemudian meninggalkan kostannya. Kostan ane dan dia sangat jauh, dan ketika itu ane tidak membawa uang sama sekali dari habis acara puncak ospek, jadilah ane jalan lumayan jauh, pakaian culun dan kumel, plus hati yang nggak jelas ini. Ane bertanya-tanya, ini anak sebenarnya senang nggak sih diperlakukan spesial oleh ane? Kurang apa ane, semua ane lakukan demi dia. Bahkan ane kalo lagi ngelawak aja dia ketawa juga kok. Tapi kalau kami sedang ngobrol berdua, dia lebih kayak orang nggak semangat, kadang jutek banget, walaupun kadang ceria juga. Ah memang misterius anak ini. Tapi justru itu yang bikin ane penasaran.
“Gimana rasanya jadi peserta terbaik?” tanya ane ke Zalina
“Biasa aja nggak ada yang spesial.” Jawabnya santai.
“Serius lo? kan seru tau lo jadi makin terkenal deh seantero fakultas.” Tanya ane lagi.
“Percuma, adanya nanti gue bisa di teken sama senior-senior cewek kali.” Jawab dia.
“Iya juga sih, tapi tenang aja Lin, gue siap jagain lo kok kalau ada yang coba ganggu lo.” Tawar ane, sekalian modus.
“Makasih Ja, tapi kayaknya gue ngerasa aman-aman aja kok, banyak senior yang baik juga sama gue.” Sahut dia lagi.
“Ya seenggaknya kalau ada gue, gue bisa memastikan lo aman, the real aman. Hehehe.”
“iya, makasih. Lo selalu baik sama gue Ja. Hhm…tapi, apa lo kayak gini juga ke cewek lain Ja?” Tanyanya yang mengagetkan ane.
“Namanya juga teman Lin, kalau ada kesusahan ya gue coba bantuin. Gue berusaha baik ke siapapun Lin.” Jawab ane.
“Oh gitu ya, berarti posisi gue sama aja kayak orang lain yang lo perlakukan sama baiknya ya Ja?” Tanya dia lagi.
“Hmm…eeeh, gimana ya? Gue emang mencoba baik sama semua orang Lin. Tapi lo beda.” Jawab ane sambil kebingungan.
“Beda gimana Ja? Katanya lo perlakukan hal yang sama untuk semua orang.” Kata dia.
“Ya beda Lin, lebih spesial aja. Hehe.” Kata ane lagi.
“Kok gue nggak ngerasa lo spesialin?” Tanya dia lagi.
Mampus. Ane bingung harus jawab apa ini.
“Hmm, nggak berasa ya? mau gue bikin yang lebih berasa biar lo ngeh nggak?” Tanya ane.
“Mau nggak ya? terserah lo, senyaman lo aja.” Kata dia lagi, seperti biasa, membuat seolah seperti teka teki.
Sejurus kemudian ane mengambil tangan kanan dia, dan ane cium punggung tangannya.
“Udah lebih berasa?” tanya ane.
Dia hanya diam saja, ekspresinya datar. Dia berjalan meninggalkan ane, menuju ke kostannya. Ane ikuti dibelakangnya, sambil ane panggil-panggil sembari meminta maaf berkali-kali karena lancang, tapi dia hanya diam saja. Begitu terus ane seperti orang bodoh yang lagi ngemis cinta ke cewek populer di angkatan ane. Banyak yang melihat kejadian itu, sehingga banyak pula omongan yang menghina tapi tidak sedikit pula yang mendukung.
Sesampainya dikostannya, dia masih diam saja. Kostannya itu berbentuk kamar-kamar, khusus perempuan tapi agak bebas karena tidak ada penjaganya. Terdiri dari dua lantai dengan total kamar 30. Bentuknya kayak SD Negeri gitu gan sis bangunannya. Sepertinya kostan ini masih baru, kurang lebih mungkin baru setahunan berdiri. Kamar dia tidak pakai AC, melainkan kipas angin, kamar mandi berbagi. Para pria pengunjung biasanya duduk diteras depan kamar, sembari menunggu untuk dipanggil kedalam kamar, mungkin mau terima jatah kali ya. hahaha. Banyak cewek-cewek alim (kelihatannya) yang berkerudung kost disini. Tapi kalau urusan pacaran, bisa dikompromiin lah. Haha. Sama-sama tahu aja generasi muda jaman sekarang.
“Lo ngapain ngikutin gue sampai sini?” Tanya Zalina datar.
“Ya lo nggak ngomong apapun daritadi. Gue ngerasa bersalah dan udah berusaha minta maaf tapi lo cuekin Lin.” Jawab ane.
“Norak lo!” Kata Zalina lalu masuk kedalam kamar dengan sedikit membanting pintu.
Ane cuma bisa diam kemudian meninggalkan kostannya. Kostan ane dan dia sangat jauh, dan ketika itu ane tidak membawa uang sama sekali dari habis acara puncak ospek, jadilah ane jalan lumayan jauh, pakaian culun dan kumel, plus hati yang nggak jelas ini. Ane bertanya-tanya, ini anak sebenarnya senang nggak sih diperlakukan spesial oleh ane? Kurang apa ane, semua ane lakukan demi dia. Bahkan ane kalo lagi ngelawak aja dia ketawa juga kok. Tapi kalau kami sedang ngobrol berdua, dia lebih kayak orang nggak semangat, kadang jutek banget, walaupun kadang ceria juga. Ah memang misterius anak ini. Tapi justru itu yang bikin ane penasaran.
Diubah oleh yanagi92055 15-08-2019 05:56
itkgid dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Zalina, 95% mirip Tala Ashe
Anin, 85% mirip Beby Cesara
Keket, 95% mirip, ane nggak kenal siapa ini, nemu di google
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043503.jpg)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043009.jpg)
Mulustrasi Ara, waktu masih SMA, 96% mirip![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/12/10668384_201909120424500824.png)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/13/10668384_201909130223080915.png)
serta apresiasi cendol