- Beranda
- Stories from the Heart
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
...
TS
yanagi92055
Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]
Selamat Datang di Thread Ane Gan/Sis
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/20/10668384_20200520011303.jpg)
Kali ini ane ingin sekali bercerita tentang seluk beluk perjalanan cinta ane yang mana sudah lama banget mau ane ceritakan, karena ane cukup mual juga kalau memendam kisah-kisah ini terlalu lama, ada yang mengganjal dihati, hitung-hitung sebagai penebusan dosa..hehe.. Mohon maaf juga sebelumnya karena ane masih nubie, mohon bimbingannya ya gan sis agar trit menjadi lebih menarik untuk dibaca.
Terima kasih Gan Sis telah mendukung dan membaca Trit ini sehingga bisa menjadi HT di bidang STORY. Semoga kedepannya ane selalu bisa memperbaiki tulisan ini dengan baik sehingga semakin enak dibaca.
Spoiler for INDEX:
Spoiler for "You":
Spoiler for MULUSTRASI:
Spoiler for Peraturan:
Selamat membaca kisah ane yang menurut ane seru ini ya gan/sis.
Menurut ane, lagu ini kurang lebih mewakili diri ane di masa lalu gan sis
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Diubah oleh yanagi92055 20-05-2020 13:13
ezzasuke dan 114 lainnya memberi reputasi
107
467.5K
4.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
yanagi92055
#11
Awal Kehidupan Kampus_Part 1
Orientasi mahasiswa baru telah berlalu, dan ane baru mengenal beberapa orang dikampus. Ane berkenalan dengan orang yang bernama Tanto. Tanto ini berasal dari Bekasi. Orangnya kalem, religius, tapi kalau diajak rusak juga mau kadang-kadang. Tanto ini ternyata setelah ane tahu satu jurusan sama ane. Kami akhirnya bersama-sama mempersiapkan segala urusan ospek yang melelahkan, dari mulai sekampus, kemudian ospek fakultas dan berakhir pada ospek jurusan yang memakan waktu sangat lama.
Pada ospek fakultas ini, para mahasiswa dari beragam jurusan di fakultas ane dicampur jadi beberapa regu. Tujuannya jelas, untuk mengenal satu sama lain agar satu fakultas bisa menjadi kompak. Bullshit. Satu regu itu ada 20 orang. Ane kebetulan juga satu regu sama si Tanto ini. Kebetulan yang mengasyikkan ya. Selama persiapan ospek fakultas ini ane kemanapun bareng sama si Tanto. Kostan ane awalnya berbeda dengannya, tapi pada semester genap dia pindah ke kostan ane.
Regu ane terdapat 8 orang perempuan muda, ada yang pakai jilbab, ada yang rambutnya tergerai, ada yang pakai ikatan keatas, ada pula yang bondol. Sepertinya ane kurang beruntung karena angkatan ane seperti kekurangan perempuan-perempuan bening yang sesuai selera ane, atau karena fakultasnya bukan ekonomi atau manajemen jadi pada kurang oke, kecuali satu orang. Namanya Zalina. Cewek keturunan arab dan madura yang ternyata rumahnya tidak jauh dari rumah ane. Searah jalannya dengan ane kalau mau ke kampus.
Pada satu momen persiapan, ane berinisiatif untuk berkenalan dengan Zalina. Ane curhat dulu sama Tanto soal ini. Dasarnya orang culun, dia cuma iya-iya saja ketika ane curhatin.
"To, tau Zalina nggak lo?" Kata ane.
"Oh si Arab?" Cetus dia.
"Iya, dia. Siapa lagi." Lanjut ane.
"Mau ngapain? Kenalan? Ntar juga kenal, kan kita satu regu cuy." Ujar dia santai.
"Yeh, nggak gitu, gue mau sekalian pdkt To sama dia. Cocok ga kira-kira To?" Kata ane dengan pedenya.
"Gobl*k lo. Nggak ngaca muka lo kaya beruk begitu mau deketin cewek incaran kakak-kakak senior kita." Ledek Tanto.
"Dih si a*ji*g, ngapain jadi ngatain gue lo? Namanya juga gue mau usaha, mana tahu beruntung. Kalau beruntung, gue bakal terkenal seantero fakultas To. Hahaha." Kata ane masih kepedean.
"Gue sih terserah lo aja Ja, asal nanti kalau lo ditolak mentah-mentah jangan nangis-nangis ke gue lo ya. Hahaha." Kata Tanto kembali meledek ane.
"Bangke lo To. Iya, gue buktiin To ke lo nanti. Sepanjang hidup gue sampai sekarang, gue belum pernah ditolak cuy. Dulu aja pertama kali gue pacaran gue yang ditembak sama cewek." Ujar ane bangga.
"Oh iya? Sok ganteng lo a*j*ng! Tapi keren juga lo kalo emang benar begitu. Bagi-bagi resepnya lah Ja ke gue." Kata Tanto.
"Beres To, gue pasti ajarin lo dan kasih tips-tipsnya, mudah kok, asal lo pede dan yakin sama potensi diri lo. Gue ga ganteng-ganteng amat plus otak pas-pasan aja bisa, masa lo yang gantengan sama lebih pintar dari gue nggak bisa." Kata ane memuji Tanto.
"Lah emang iya ya? Kok nggak ngeh gue?" Lanjut Tanto.
"Makanya 18 tahun jangan dipake kencing doang tu barang, gobl*k lo ah. Hahaha." Kata ane lagi.
Beberapa hari jelang persiapan dan bahan-bahan serta barang yang harus dipersiapkan sudah dibeli, ane akhirnya memberanikan diri untuk menegur Zalina.
"Hai..." Sapa ane.
"Eh Izy kan?" Sahut Zalina kemudian.
Ane kaget. Dia sudah tahu nama ane. Senang lah pastinya.
"Gue Zalina, dulu sekolah di SMA .. Jakarta. Lo dekat kan dari sekolah gue rumahnya." Lanjut Zalina.
Wow. Makin terkejut lah ane. Dia bahkan sampai tahu rumah ane loh. Gila nih. Hahahaha. Berasa menang banyak ane gan sis.
"Iya kok lo tau?" Jawab ane singkat.
"Iya, gue dapat data-data anak-anak regu kita dari kakak senior yang jadi panitia, terus gue coba baca satu-satu, eh ternyata ada yang alamatnya dekat dengan sekolah gue." Ucap Zalina santai.
"Haha. Kirain lo cari tahu banget tentang gue, Zal. Eh gue panggil lo gitu, apa gimana?" Kata ane.
"Panggil aja Lina. Gue mau lebih kenal teman-teman seregu gue, biar nanti kalau kerjasama enak." Kata dia lagi sambil masih mengurus barang-barangnya di kantin fakultas tanpa melihat ke ane.
Ane langsung merasa kecewa, karena ternyata dia nggak kepoin ane gan sis. Kepedean banget lah ini. Oh iya, ane sedikit kasih deskripsinya si Zalina ini ya. Nama dia cuma satu kata itu doang, Zalina. Muka dia kaya artis-artis timur tengah gitu gan sis, mirip banget sama seleb hollywood Tala Ashe, hidung mancung, rambutnya sebahu, selalu dikuncir keatas dan agak kemerahan, matanya bulat agak kecoklatan, bentuk mukanya agak lonjong dan tirus seperti ane. Tingginya kurang lebih 160-an cm. Anaknya charming banget, sehingga yang melihat dia pun pasti gampang suka dengan dia. Dia anaknya cuek banget. Apa adanya. Pintar? Ya sudah pasti.
Tugas-tugas bodoh ospek mulai membanjiri kehidupan awal di kampus. Sembari mengikuti kuliah, malamnya kami maba-maba ini seperti dikerjai untuk mengurus hal-hal nggak penting atas nama orientasi mahasiswa. Suatu kebodohan menurut ane. Tapi positifnya adalah, ane jadi lebih banyak peluang untuk berinteraksi dengan Zalina. Zalina adalah sekretaris regu, sementara ane adalah ketuanya, ini dipilih berdasarkan kesepakatan seluruh anggota regu. So, bisa ketebak kan? Interaksi ane dan Zalina jadi semakin banyak dan intens.
Pada ospek fakultas ini, para mahasiswa dari beragam jurusan di fakultas ane dicampur jadi beberapa regu. Tujuannya jelas, untuk mengenal satu sama lain agar satu fakultas bisa menjadi kompak. Bullshit. Satu regu itu ada 20 orang. Ane kebetulan juga satu regu sama si Tanto ini. Kebetulan yang mengasyikkan ya. Selama persiapan ospek fakultas ini ane kemanapun bareng sama si Tanto. Kostan ane awalnya berbeda dengannya, tapi pada semester genap dia pindah ke kostan ane.
Regu ane terdapat 8 orang perempuan muda, ada yang pakai jilbab, ada yang rambutnya tergerai, ada yang pakai ikatan keatas, ada pula yang bondol. Sepertinya ane kurang beruntung karena angkatan ane seperti kekurangan perempuan-perempuan bening yang sesuai selera ane, atau karena fakultasnya bukan ekonomi atau manajemen jadi pada kurang oke, kecuali satu orang. Namanya Zalina. Cewek keturunan arab dan madura yang ternyata rumahnya tidak jauh dari rumah ane. Searah jalannya dengan ane kalau mau ke kampus.
Pada satu momen persiapan, ane berinisiatif untuk berkenalan dengan Zalina. Ane curhat dulu sama Tanto soal ini. Dasarnya orang culun, dia cuma iya-iya saja ketika ane curhatin.
"To, tau Zalina nggak lo?" Kata ane.
"Oh si Arab?" Cetus dia.
"Iya, dia. Siapa lagi." Lanjut ane.
"Mau ngapain? Kenalan? Ntar juga kenal, kan kita satu regu cuy." Ujar dia santai.
"Yeh, nggak gitu, gue mau sekalian pdkt To sama dia. Cocok ga kira-kira To?" Kata ane dengan pedenya.
"Gobl*k lo. Nggak ngaca muka lo kaya beruk begitu mau deketin cewek incaran kakak-kakak senior kita." Ledek Tanto.
"Dih si a*ji*g, ngapain jadi ngatain gue lo? Namanya juga gue mau usaha, mana tahu beruntung. Kalau beruntung, gue bakal terkenal seantero fakultas To. Hahaha." Kata ane masih kepedean.
"Gue sih terserah lo aja Ja, asal nanti kalau lo ditolak mentah-mentah jangan nangis-nangis ke gue lo ya. Hahaha." Kata Tanto kembali meledek ane.
"Bangke lo To. Iya, gue buktiin To ke lo nanti. Sepanjang hidup gue sampai sekarang, gue belum pernah ditolak cuy. Dulu aja pertama kali gue pacaran gue yang ditembak sama cewek." Ujar ane bangga.
"Oh iya? Sok ganteng lo a*j*ng! Tapi keren juga lo kalo emang benar begitu. Bagi-bagi resepnya lah Ja ke gue." Kata Tanto.
"Beres To, gue pasti ajarin lo dan kasih tips-tipsnya, mudah kok, asal lo pede dan yakin sama potensi diri lo. Gue ga ganteng-ganteng amat plus otak pas-pasan aja bisa, masa lo yang gantengan sama lebih pintar dari gue nggak bisa." Kata ane memuji Tanto.
"Lah emang iya ya? Kok nggak ngeh gue?" Lanjut Tanto.
"Makanya 18 tahun jangan dipake kencing doang tu barang, gobl*k lo ah. Hahaha." Kata ane lagi.
Beberapa hari jelang persiapan dan bahan-bahan serta barang yang harus dipersiapkan sudah dibeli, ane akhirnya memberanikan diri untuk menegur Zalina.
"Hai..." Sapa ane.
"Eh Izy kan?" Sahut Zalina kemudian.
Ane kaget. Dia sudah tahu nama ane. Senang lah pastinya.
"Gue Zalina, dulu sekolah di SMA .. Jakarta. Lo dekat kan dari sekolah gue rumahnya." Lanjut Zalina.
Wow. Makin terkejut lah ane. Dia bahkan sampai tahu rumah ane loh. Gila nih. Hahahaha. Berasa menang banyak ane gan sis.
"Iya kok lo tau?" Jawab ane singkat.
"Iya, gue dapat data-data anak-anak regu kita dari kakak senior yang jadi panitia, terus gue coba baca satu-satu, eh ternyata ada yang alamatnya dekat dengan sekolah gue." Ucap Zalina santai.
"Haha. Kirain lo cari tahu banget tentang gue, Zal. Eh gue panggil lo gitu, apa gimana?" Kata ane.
"Panggil aja Lina. Gue mau lebih kenal teman-teman seregu gue, biar nanti kalau kerjasama enak." Kata dia lagi sambil masih mengurus barang-barangnya di kantin fakultas tanpa melihat ke ane.
Ane langsung merasa kecewa, karena ternyata dia nggak kepoin ane gan sis. Kepedean banget lah ini. Oh iya, ane sedikit kasih deskripsinya si Zalina ini ya. Nama dia cuma satu kata itu doang, Zalina. Muka dia kaya artis-artis timur tengah gitu gan sis, mirip banget sama seleb hollywood Tala Ashe, hidung mancung, rambutnya sebahu, selalu dikuncir keatas dan agak kemerahan, matanya bulat agak kecoklatan, bentuk mukanya agak lonjong dan tirus seperti ane. Tingginya kurang lebih 160-an cm. Anaknya charming banget, sehingga yang melihat dia pun pasti gampang suka dengan dia. Dia anaknya cuek banget. Apa adanya. Pintar? Ya sudah pasti.
Tugas-tugas bodoh ospek mulai membanjiri kehidupan awal di kampus. Sembari mengikuti kuliah, malamnya kami maba-maba ini seperti dikerjai untuk mengurus hal-hal nggak penting atas nama orientasi mahasiswa. Suatu kebodohan menurut ane. Tapi positifnya adalah, ane jadi lebih banyak peluang untuk berinteraksi dengan Zalina. Zalina adalah sekretaris regu, sementara ane adalah ketuanya, ini dipilih berdasarkan kesepakatan seluruh anggota regu. So, bisa ketebak kan? Interaksi ane dan Zalina jadi semakin banyak dan intens.
Diubah oleh yanagi92055 23-08-2019 18:30
itkgid dan 22 lainnya memberi reputasi
23
Zalina, 95% mirip Tala Ashe
Anin, 85% mirip Beby Cesara
Keket, 95% mirip, ane nggak kenal siapa ini, nemu di google
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043503.jpg)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/08/30/10668384_20190830043009.jpg)
Mulustrasi Ara, waktu masih SMA, 96% mirip![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/12/10668384_201909120424500824.png)
![Muara Sebuah Pencarian [TRUE STORY] [18+]](https://s.kaskus.id/images/2019/09/13/10668384_201909130223080915.png)
serta apresiasi cendol