TS
stef.mjz
Thread Khusus Peserta COC SF Poetry Kaskus 2019

Info, syarat ketentuan, juri, hadiah / reward, donatur silahkan menuju thread ini: [COC] Kompetisi Menulis Prosa dan Puisi SF Poetry Kaskus 2019 https://kask.us/iClJP
GENERAL RULES Thread Khusus Postingan Peserta Lomba COC SF Poetry Kaskus 2019
Quote:

Quote:

Wahai Kaskuser yang merangkap sebagai Buciners dan Perangkai Kata-kata
Bebaskan dirimu dari jeratan yang mengikat
Dan menumpahkannya dalam gelora puisi dan prosa
SEMANGAT BERTEMPUR!
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!
Sekali mencintaimu, akan berlaku selamanya ~
Diubah oleh stef.mjz 10-08-2019 16:24
User telah dihapus dan 25 lainnya memberi reputasi
26
16K
119
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.8KAnggota
Tampilkan semua post
muttou
#12
@muttou --Terbebas Kata

Do’a, hanya itu yang kau punya. Pagi-senja, siang-malam; kau memanjat pohon harapan. Tertatih-tatih. Orang-orang sekitarmu hidup, tapi bagimu mereka belulang yang kebetulan bergerak.
Apa yang kau panjat? Harapan? “Melupakan cantik!” Lugas kau berkata. Tapi, kau tak bisa sangkal; bibirmu bergetar.
Apakah cantik musuhmu? Kau jelas menyemai dendam. Membara. Panas!
Kau sadar, cantik tak bakal dilupakan. Orang-orang sekitarmu kau anggap belulang berbunyi, tapi mereka selalu ingat, ada cantik di hidup. Cantik, cantik selalu bakal berjodoh denganmu. Kau wanita, wanita itu cantik.
“Jijik!”Katamu.
Setiap kata rupa suara, aksara, merujuk cantik pasti kau kutuk. Sebengis apa cantik padamu?
Ah, do’a. Kau selalu saja bilang hanya do’a yang kau punya. Orang-orang sekitarmu hidup, tapi bagimu mereka belulang busuk. Tak ada harapan di mata mereka. Kau selalu memanjat harap, sendirian. Terlunta-lunta di kegelapan asa.
“Perih!” Kau maki rasamu sendiri.
Satu malam di temaram hati, kau berhasil mencapai ujung pohon. Pohon di mana do'amu kau panjat. Do’amu sampai di pucuk. Kau memetik sebuah saja buah bahagia. Senyummu merekah. Indah!
Kau, wanita bermata satu, terbebas bui kata. Sekarang … sirna sudah dendam di dada. Matamu berlinang, tenang ...
… itu, setelah kupinang. “Kamu cantik, bolehkah aku menikahimu?”
Bumi Pertiwi, 8/8/2019
Diubah oleh muttou 08-08-2019 23:01
erina79purba dan 23 lainnya memberi reputasi
24
