- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
...
TS
rendyprasetyyo
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
Quote:
SELAMAT DATANG DI CERITA KITA UNTUK SELAMANYA SERIES.
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan
Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih
ini cerita sebelumnya:
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan

Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih

ini cerita sebelumnya:
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
Kedua, Bibi masih ada? masih. bibi selalu ada didalam hati dan sanubari gw jadi dia masih dapet porsi dicerita ini, gak besar-besar amat tapi cukup, kalian ngertilah maksud gw apa.
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah
Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.
------------------------------------
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah

Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.

------------------------------------
Quote:
-------------------------------------------------------------------------------
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
----------------------------------------------------
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK SUPAYA KITA BISA SALING KENAL


Polling
Poll ini sudah ditutup. - 8 suara
Perlu ditambah gak bre adegan BB17?
perlu
25%
sangat perlu
13%
bentar gw baca dulu
0%
sesempet yang nulis aja
63%
Diubah oleh rendyprasetyyo 08-07-2023 22:57
ugalugalih dan 33 lainnya memberi reputasi
34
135.2K
802
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendyprasetyyo
#719
Chapter 102
Khatmandu
H-2 kepulangan.
Gue pengen ulang semua dari awal lagi. Sebelum pergi ke Khatmandu gue belum pernah sekalipun keluar negri. Rencana sih ada tapi semua cuma sekedar rencana. Dulu di zaman-zaman kuliah, karena kebanyakan jumlah perempuan dibandingkan laki-laki yang otomatis bikin suasana “Rajin kuliah” kerasa banget,, pergi keluar negri masih jarang dilakuin pelajar-pelajar seusia gue karena waktu itu (mungkin juga berlaku sampe sekarang) kesibukan mahasiswa farmasi itu cuma ngelab dan ngelab sambil pacaran buat yang udah punya pacar.
Lepas dari bangku kuliah, ketika sedang sibuk mencari pekerjaan, gue juga gak kepikiran buat melanglang buana ke negeri orang walaupun bahasa inggris gue gak jelek-jelek amat. Seperti yang udah gue ceritain, selepas masa kuliah gw memasuki masa hiatus yang cukup lama, sendiri tanpa kontak dengan dunia luar, dan waktu itu gue cuma fokus ke hobi nulis yang sebenernya udah gue mulai dari masa-masa kuliah dulu. Gue gak tau kehidupan-kehidupan lain diluar sana karena waktu itu gue belum mengenal kehidupan ibukota, gue cuma anak kuliahan dari bandung yang mencoba mencari tempat buat mengaplikasikan ilmu gue.
Semenjak dapat pekerjaan, dan gue ketemu bibi, gue mulai kenal gimana rasanya jadi anak jakarta. Gue mulai aktif lagi di instagram, mulai aktif scroll-scroll feed ig walaupun waktu itu belum ada insta story dan aktifitas lain yang kesannya anak millenial banget. Gue juga mulai kenal trend travel ke luar negeri sejak bibi pergi jalan-jalan ke malaysia. Dan dalam proses adaptasi ini gue juga sadar kalau pergaulan gue ketinggalan jauh dibandingkan pergaulan temen-temen lain se-usia gue.
Dan setelahnya, bibi pergi, gue goyah, terus datang ajakan lisa untuk pergi ke khatmandu. Sekarang, setelah hampir 8 hari di Khatmandu, gue ngerasain kalau pergi jalan-jalan itu bukan masalah tempat tapi masalah dengan siapa kita menghabiskan waktu dan seberapa berkualitas aktifitas yang kita lakukan ditempat yang kita kunjungin. Maksud gue berkualitas yah jalan-jalan boleh, tapi makna dari jalan-jalan yang pengen lo dapet apa sebenernya? Sekedar jalan-jalan juga ke thamrin pulang kerja bisa disebut jalan-jalan.
Setelah tracking poonhill selesai, gue dan yang lain langsung balik ke pokhara. Sang pemilik penginapan masih menyambut dengan senyum ramah yang sama ketika kami berangkat 4 hari yang lalu. Lisa terlihat udah mendingan karena udah bisa buat gue dan yang lain bayar uang kas untuk 3 kali waktu demi melunasi pembayaran fee guide Bisman. Barang-barang yang dititip ke pemilik penginapan pun terlihat gak disentuh sama sekali. Dan seperti janji sang pemilik penginapan, malam harinya gue dan lisa dipertemukan dengan “love”, seorang cowok berambut gondrong tinggi (sekilas tampak tidak terurus dan mabuk) datang menghampiri gue dan lisa diteras penginapan di pokhara.
“Hi guys” sang pengginapan menyapa gue sambil duduk dikursi tunggal teras. “ i heard you have done your tracking today, it was fun?”
“Ya, a little bit fun, but i felt a little bit afraid too” lisa menjawab. “I am soryy, you are love? Why did you call yourself that? Huftt, The whole tracking things is just unforgetable for me”
“Do you believe there will always be a spritual spirit like ghost even in this place?” gue menyambung perkataan lisa. “Because we both have seen, i would rather call it ghost because it felt so real, not only in jakarta but also in our way to ghandruk”
“Thats a hard question” love menjawab. “I have gone for a many many places in the world, alone. And same as you, i always questioning myself ‘what did i search for? Why i do this travel things?’ and everytime my heart feel uncomfort i always see things that i dont want to see, everytime always, until i got to this place and i find peace. Now i want to share a question for both of you, what did you think life is? Is life has a meaning for you or you just dont know what is life?”
“What is life for me?” gue menjawab. Lisa tampak bingung dengan pertanyaan yang diberikan love dan tampak penasaran karena love tidak menjawab pertanyaan dia tentang nama panggilannya. “I never think that before, i just work everyday sometimes write too, and thats my life.”
“Ya me too” lisa menjawab singkat. “Its a simple question but quite hard to find the answer. Its make me feel like living a bad life after all.”
“Honestly guys, i dont even know the answer” love menjawab sambil menyeruput minuman yang dia bawa sebelumnya, dari baunya gue perkirakan kalau itu anggur. “For me life is about love. Its only about how we appreciate each other because i felt that humanity is only about that. We are gonna gone, leaving all of this behind after all. So without anget and negative feeling, we can life in peace, spreading love everywhere we want and...”
“So that the reason why people call you love” gw menyambung perkataan love yang keliatan menguap dan tertidur setelah sebelumnya meminum sesuatu dari gelasnya. “Keliatan gak waras sih, tapi yang diomongin dia bener lis”
“Yes” love tiba-tiba terbangun dan menyambung perkataan gue. “I think i am gonna sleep now. You guys come from Indonesia? I must visit that place sometimes. If you need just knock at my door. If not because the fucking old man ask me to come here...”
“No its not problem” gue menjawab perkataan love. “Have a nice sleep then”
Gak ada yang bisa deket dan saling kenal tentang kehidupan masing-masing cuma dari obrolan 5 menit tentang arti hidup, begitulah gambaran dari hasil obrolan ringan gue dan lisa bersama love malam setelah sampai di pokhara. Gue dapat satu hal dari obrolan ini tentang mencari arti hidup dan tentang menyebar kebaikan. Nasihatnya simpel dan sering gue denger, tapi ngedenger nasihat ini dari orang setengah mabok yang katanya udah datang ke banyak tempat malah ngasih gue cara pandang tentang hidup yang baru.
Pagi harinya perjalanan pulang dari pokhara menuju khatmandu juga gak terlalu banyak drama. Lisa yang gak seantusias sebelumnya sekarang memilih duduk berdua vivi dan gue harus duduk berdampingan dengan penduduk lokal terpisah dari budi karena tidak tersedia bangku kosong untuk dua orang. Selama 8 jam gue merenungi apa tujuan gw sebenernya dan apa tujuan gue datang ke nepal udah tercapai, hasilnya negatif, yang artinya gue belum dapet apa-apa selama 8 hari di nepal. Momen perenungan panjang, sambil memegang topeng kecoklatan yang gue dapet dari kampung tibet, mulai dari mendarat di bandara, keliling pokhara, tracking di poonhill, sampai akhirnya kembali ke khatmandu saat ini masih menyisakan beberapa pertanyaan dalam benak gue tentang “arti ketenangan” yang jadi tujuan gue dateng di negara ini.
Ntah lah, mungkin ketenangan hidup itu cuma ilusi, maksudnya gak ada satu orang pun didunia ini yang bisa hidup dengan tenang, bebas dari masalah, segala keinginan terpenuhi, bahagia selamnya, dan segala hal positif lain kecuali lu ada garis keturunan langsung dengan ratu inggris atau pemimpin dunia lain. Tapi ya hidup sebagai orang terkenal bakal sangat mengancam privasi juga dan itu momok paling menakutkannya. See, hidup tenang itu ilusi, tujuan gue dateng ke negara ini buat mencari ketenangan itu cuma khayalan gue, lisa, dan yang lain.
Atau mungkin gue dan yang lain memang belum mengunjungi tempat tenang yang ada di khatmandu? Tempat tenang lain yang punya arti tenang yang beda dengan dengan arti tenang sewaktu gue mengunjungi world peace pagoda?
Besok pagi, setelah bebrapa jam yang lalu gue dan yang lain akhirnya sampai ke khatmandu lagi, lisa sudah berencana untuk mengunjungi beberapa kuil yang ada dikhatmandu termasuk kuil yang dijadikan tempat syuting dokter strange. Gak cuma satu atau dua kuil, jumlah kuil yang bakal dikunjungin itu ada 5 dan semua tersebar di dalam kota khatmandu.
Dan semoga disalah satu kuil ada orang yang bisa menjelaskan apa arti mencari ketenangan hidup ke lisa, gue, vivi, dan budi.
Khatmandu
H-2 kepulangan.
Gue pengen ulang semua dari awal lagi. Sebelum pergi ke Khatmandu gue belum pernah sekalipun keluar negri. Rencana sih ada tapi semua cuma sekedar rencana. Dulu di zaman-zaman kuliah, karena kebanyakan jumlah perempuan dibandingkan laki-laki yang otomatis bikin suasana “Rajin kuliah” kerasa banget,, pergi keluar negri masih jarang dilakuin pelajar-pelajar seusia gue karena waktu itu (mungkin juga berlaku sampe sekarang) kesibukan mahasiswa farmasi itu cuma ngelab dan ngelab sambil pacaran buat yang udah punya pacar.
Lepas dari bangku kuliah, ketika sedang sibuk mencari pekerjaan, gue juga gak kepikiran buat melanglang buana ke negeri orang walaupun bahasa inggris gue gak jelek-jelek amat. Seperti yang udah gue ceritain, selepas masa kuliah gw memasuki masa hiatus yang cukup lama, sendiri tanpa kontak dengan dunia luar, dan waktu itu gue cuma fokus ke hobi nulis yang sebenernya udah gue mulai dari masa-masa kuliah dulu. Gue gak tau kehidupan-kehidupan lain diluar sana karena waktu itu gue belum mengenal kehidupan ibukota, gue cuma anak kuliahan dari bandung yang mencoba mencari tempat buat mengaplikasikan ilmu gue.
Semenjak dapat pekerjaan, dan gue ketemu bibi, gue mulai kenal gimana rasanya jadi anak jakarta. Gue mulai aktif lagi di instagram, mulai aktif scroll-scroll feed ig walaupun waktu itu belum ada insta story dan aktifitas lain yang kesannya anak millenial banget. Gue juga mulai kenal trend travel ke luar negeri sejak bibi pergi jalan-jalan ke malaysia. Dan dalam proses adaptasi ini gue juga sadar kalau pergaulan gue ketinggalan jauh dibandingkan pergaulan temen-temen lain se-usia gue.
Dan setelahnya, bibi pergi, gue goyah, terus datang ajakan lisa untuk pergi ke khatmandu. Sekarang, setelah hampir 8 hari di Khatmandu, gue ngerasain kalau pergi jalan-jalan itu bukan masalah tempat tapi masalah dengan siapa kita menghabiskan waktu dan seberapa berkualitas aktifitas yang kita lakukan ditempat yang kita kunjungin. Maksud gue berkualitas yah jalan-jalan boleh, tapi makna dari jalan-jalan yang pengen lo dapet apa sebenernya? Sekedar jalan-jalan juga ke thamrin pulang kerja bisa disebut jalan-jalan.
Setelah tracking poonhill selesai, gue dan yang lain langsung balik ke pokhara. Sang pemilik penginapan masih menyambut dengan senyum ramah yang sama ketika kami berangkat 4 hari yang lalu. Lisa terlihat udah mendingan karena udah bisa buat gue dan yang lain bayar uang kas untuk 3 kali waktu demi melunasi pembayaran fee guide Bisman. Barang-barang yang dititip ke pemilik penginapan pun terlihat gak disentuh sama sekali. Dan seperti janji sang pemilik penginapan, malam harinya gue dan lisa dipertemukan dengan “love”, seorang cowok berambut gondrong tinggi (sekilas tampak tidak terurus dan mabuk) datang menghampiri gue dan lisa diteras penginapan di pokhara.
“Hi guys” sang pengginapan menyapa gue sambil duduk dikursi tunggal teras. “ i heard you have done your tracking today, it was fun?”
“Ya, a little bit fun, but i felt a little bit afraid too” lisa menjawab. “I am soryy, you are love? Why did you call yourself that? Huftt, The whole tracking things is just unforgetable for me”
“Do you believe there will always be a spritual spirit like ghost even in this place?” gue menyambung perkataan lisa. “Because we both have seen, i would rather call it ghost because it felt so real, not only in jakarta but also in our way to ghandruk”
“Thats a hard question” love menjawab. “I have gone for a many many places in the world, alone. And same as you, i always questioning myself ‘what did i search for? Why i do this travel things?’ and everytime my heart feel uncomfort i always see things that i dont want to see, everytime always, until i got to this place and i find peace. Now i want to share a question for both of you, what did you think life is? Is life has a meaning for you or you just dont know what is life?”
“What is life for me?” gue menjawab. Lisa tampak bingung dengan pertanyaan yang diberikan love dan tampak penasaran karena love tidak menjawab pertanyaan dia tentang nama panggilannya. “I never think that before, i just work everyday sometimes write too, and thats my life.”
“Ya me too” lisa menjawab singkat. “Its a simple question but quite hard to find the answer. Its make me feel like living a bad life after all.”
“Honestly guys, i dont even know the answer” love menjawab sambil menyeruput minuman yang dia bawa sebelumnya, dari baunya gue perkirakan kalau itu anggur. “For me life is about love. Its only about how we appreciate each other because i felt that humanity is only about that. We are gonna gone, leaving all of this behind after all. So without anget and negative feeling, we can life in peace, spreading love everywhere we want and...”
“So that the reason why people call you love” gw menyambung perkataan love yang keliatan menguap dan tertidur setelah sebelumnya meminum sesuatu dari gelasnya. “Keliatan gak waras sih, tapi yang diomongin dia bener lis”
“Yes” love tiba-tiba terbangun dan menyambung perkataan gue. “I think i am gonna sleep now. You guys come from Indonesia? I must visit that place sometimes. If you need just knock at my door. If not because the fucking old man ask me to come here...”
“No its not problem” gue menjawab perkataan love. “Have a nice sleep then”
Gak ada yang bisa deket dan saling kenal tentang kehidupan masing-masing cuma dari obrolan 5 menit tentang arti hidup, begitulah gambaran dari hasil obrolan ringan gue dan lisa bersama love malam setelah sampai di pokhara. Gue dapat satu hal dari obrolan ini tentang mencari arti hidup dan tentang menyebar kebaikan. Nasihatnya simpel dan sering gue denger, tapi ngedenger nasihat ini dari orang setengah mabok yang katanya udah datang ke banyak tempat malah ngasih gue cara pandang tentang hidup yang baru.
Pagi harinya perjalanan pulang dari pokhara menuju khatmandu juga gak terlalu banyak drama. Lisa yang gak seantusias sebelumnya sekarang memilih duduk berdua vivi dan gue harus duduk berdampingan dengan penduduk lokal terpisah dari budi karena tidak tersedia bangku kosong untuk dua orang. Selama 8 jam gue merenungi apa tujuan gw sebenernya dan apa tujuan gue datang ke nepal udah tercapai, hasilnya negatif, yang artinya gue belum dapet apa-apa selama 8 hari di nepal. Momen perenungan panjang, sambil memegang topeng kecoklatan yang gue dapet dari kampung tibet, mulai dari mendarat di bandara, keliling pokhara, tracking di poonhill, sampai akhirnya kembali ke khatmandu saat ini masih menyisakan beberapa pertanyaan dalam benak gue tentang “arti ketenangan” yang jadi tujuan gue dateng di negara ini.
Ntah lah, mungkin ketenangan hidup itu cuma ilusi, maksudnya gak ada satu orang pun didunia ini yang bisa hidup dengan tenang, bebas dari masalah, segala keinginan terpenuhi, bahagia selamnya, dan segala hal positif lain kecuali lu ada garis keturunan langsung dengan ratu inggris atau pemimpin dunia lain. Tapi ya hidup sebagai orang terkenal bakal sangat mengancam privasi juga dan itu momok paling menakutkannya. See, hidup tenang itu ilusi, tujuan gue dateng ke negara ini buat mencari ketenangan itu cuma khayalan gue, lisa, dan yang lain.
Atau mungkin gue dan yang lain memang belum mengunjungi tempat tenang yang ada di khatmandu? Tempat tenang lain yang punya arti tenang yang beda dengan dengan arti tenang sewaktu gue mengunjungi world peace pagoda?
Besok pagi, setelah bebrapa jam yang lalu gue dan yang lain akhirnya sampai ke khatmandu lagi, lisa sudah berencana untuk mengunjungi beberapa kuil yang ada dikhatmandu termasuk kuil yang dijadikan tempat syuting dokter strange. Gak cuma satu atau dua kuil, jumlah kuil yang bakal dikunjungin itu ada 5 dan semua tersebar di dalam kota khatmandu.
Dan semoga disalah satu kuil ada orang yang bisa menjelaskan apa arti mencari ketenangan hidup ke lisa, gue, vivi, dan budi.
regmekujo dan rendicf memberi reputasi
2
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/16/6035474_202005160112400749.png)
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]