Kaskus

Story

kaliankenalsayaAvatar border
TS
kaliankenalsaya
SELASA KLIWON
Selamat datang di Thread pertama saya. Silahkan di Nikmati cerita ber-genre horror yg saya suguhkan. Mohon maaf cerita akan saya post ulang dan di buat index demi kenyamanan para pembaca sekalian. Mudah-mudahan terhibur dengan cerita yg saya suguhkan. Silahkan di nantikan kelanjutan cerita yg saya buat. Terima kasih.

Quote:
Diubah oleh kaliankenalsaya 15-08-2019 22:02
wanitatangguh93Avatar border
bukhoriganAvatar border
evywahyuniAvatar border
evywahyuni dan 14 lainnya memberi reputasi
15
9.3K
51
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33.1KThread•55.1KAnggota
Tampilkan semua post
kaliankenalsayaAvatar border
TS
kaliankenalsaya
#2
CHAPTER 2
Bermandikan peluh sehabis berlarian membuat Emely kehausan, jalan beraspal yang di kelilingi pepohonan besar, terdapat bayang-bayang dedaunan dan rantingnya yang bergoyang kesana kemari tertiup angin menghiasi aspal hitam menambah kesan redup di suasana yang sedang terik, di pinggir jalan di atas kerikil-kerikil, Emely duduk berselonjor sambil menyeka keringat di dahi. Cuaca sangat terik pada siang ini, padahal sudah memasuki musim penghujan. tapi, tak ada tanda bahwa langit akan menurunkan butiran-butiran air ke bumi.

"Harusnya sekalian aku tonjok saja lelaki sialan tadi. Seenaknya! Belum puas aku lempar buah sukun ke mulutnya. Laki-laki bermulut karet! Sudah salah malah panggil pasukan buat mengejar ku, mungkin ini yg di sebut perempuan KW" keluh emely.

Emely, Gadis berusia 18 tahunan. Bertubuh molek, Berambut panjang pirang dengan sedikit cabang di ujungnya. Bermata bulat dan hidung kecil namun pesek. memiliki bibir kecil dan lancip dan kulit kuning langsat yg menunjang penampilan Ayu nya, Emely tinggal di sebuah desa, dekat dengan persawahan yg luas. Tinggal bersama kedua orang tua dan 1 adik laki-laki nya. Kegiatan Emely sehari-hari setelah lulus dari sekolah menengah, hanyalah membantu Ayahnya ke kebun menanam dan mengolah berbagai sayur-mayur yg nanti nya akan di jual kepada para penjual di pasar.

"Emely, mbo' kamu tu kerja di perindustrian. Lumayan kan banyak teman, banyak kenalan, punya gaji, bonusnya siapa tau bisa ketemu jodo"

Ealah pak'e , Aku gak mau, aku mau jadi bos, gak mau jadi babu orang, maju sedikit dong hidup tuh! ketus Emely

Jadi bos kok ngikut-ngikut ke kebon! bos nya siapa? Kebo? he? Ledek bapak emely

Wes to, Aku gak mau debat, pokok nya aku mau punya usaha! besok aku bisa sukses pak'e sama buk'e pasti tak buat bahagia. dan satu lagi! aku bukan bos'e Kebo! Huh, emange aku opo!

Emely mengumpulkan beberapa lusin kubis yg telah dipetik ke dalam keranjang. Hasil panen sore ini cukup banyak. Kubis akan di bawa pulang, dan siap di ambil oleh pemesan sebelumnya esok pagi. Dalam perjalanan pulang, suhu udaha semakin menurun beberapa derajat mampu membuat tangan dan telapak kaki sedingin es.

Emely terlalut dalam lamunan nya sendiri, Sepeda motor butut milik Ayahnya sudah berjalan beberapa meter di depan. Dia termenung beberapa saat, sampai emely tersadar, Ada bebauan aneh yg mengganggu penciumannya.

"Kok bau menyan ya, sopo to maghrib-maghrib mbakar menyan?"

Emely melempar pandangan ke segala arah sambil mencocokan arah penciuman nya. Berada di jalan tengah hutan membuat emely sedikit kesulitan menetapkan asal bau menyan tersebut. Sampai ketika Emely dapat mencocokan penciuman nya, ia melempar pandang yg jauh ke dalam hutan. Di balik pohon besar itu, ia melihat suatu yg tersembul. Wadah yg terbuat dari sayatan bambu berwarna coklat dengan buah-buahan di atasnya.

"Apa itu? Kenapa aku baru lihat?"

Dua langkah emely memasuki bibir hutan, tanpa sengaja menginjak batang pohon berukuran sedang yg basah hampir membuat nya tergelincir ke belakang. Belum habis rasa terkejutnya, emely tersentak kaget, karena di samping nya sudah terdapat bapaknya yg menahan agar emely tak terjatuh.

"Di panggil-panggil malah masuk kesini. ngapain kamu! bahaya! gak boleh dekat-dekat sajen itu!"

"Engga pak'e tadi aku nyium bau menyan maka nya aku kemari, pak'e emang kenapa benda sajen itu ga boleh di deketin, aku mau tau, lagian cuma lihat-lihat saja kok pak'e"

"Wes, gak usah penasaran sama benda itu. Gak boleh lama-lama dalam hutan menjelang malam begini. Gak baik. Ayo pulang, nak!"

***

Ke esokan pagi nya, Emely seorang diri berangkat menuju pasar mengantar kubis pesanan pelanggan. Dalam perjalanan, mengendarai sepesa motor butut memang butuh kesabaran, terlebih jika jalanan menanjak dengan curam. Jika tidak berjalan menggunakan teknik Zig-zag membawa beban berat di belakang, dapat dipastikan, motor yg di kendarai Emely akan merosot lagi kebawah.

"Aduh, Ampun. Kalau bukan demi bantu Bapak ibuk, aku malas pergi ke pasar, apalagi sudah 2 kali motor ku terjun mundur karena kubis ini terlalu banyak, dan motor butut ini kekurangan tenaga. Masa' sama kuda, hebatan kuda. Tau gitu, Aku pinjam kuda tetangga. Ya ampun, Kapan aku jadi orang kaya!"

Sesampai nya di pasar, Emely memarkir motor nya dan mengambil keranjang yg sengaja di tumpuk di pinggir jalan, keranjang yg terbuat dari anyaman bambu khusus di sediakan untuk pedagang oleh warga setempat. Emely mengambil beberapa kubis dan mengangkut nya ke lapak langganan nya. Dalam perjalanan menuju lapak langganan nya, Emely berjumpa dengan beberapa orang yg dia kenal dengan baik. Sebagian dari mereka juga langganan sayuran dengan Emely.

"Wah, ada yg habis terjun mundur ni di tikungan tadi, hahaha" celoteh salah satu pelanggan Emely, Mas Irman.

"Kalau tau aku terjun mundur, kenapa gak di tolong, Mas Irman. kan capek nahan-nahan motor! huh!"

"Biarin aja, Mau liat, Cewe tukang ribut kaya kamu, Setangguh apa! hehehe"

---

Setelah bolak-balik sampai 4 kali menyelesaikan pekerjaannya. Emely kembali ke parkiran. Dalam Perjalanan menuju parkiran, Emely di kejutkan dengan kehadiran seorang pria. Pria berwajah bulat, hidung mancung dan pipi tembam. Serta tubuh yg tegap.

"Ada apa?"

Yg ditanya hanya diam. Emely, Berkali-kali mengulang pertanyaan nya. Tapi tetap, pria ini hanya diam, dengan senyuman menawan di bibirnya.

"Kalau gak ada perlu, saya pergi ya" Emely segera berlalu dan pergi.

Pria itu melihat emely berlalu, dengan senyuman lebar. Mata yg berbinar. Seperti memiliki ketertarikan sendiri, Pria itu mengejar Emely, dan menghampiri nya lagi.

"Emely!"

Yang di panggil, hanya bengong.

Saya, Girwanda. Salam kenal. Lain waktu, Saya mau berkunjung ke rumah mu. Sampai jumpa lagi.

Yang di ajak bicara, Hanya Bingung.

"Sejak kapan aku kenalan? kenapa dia bisa tau nama ku? Laki-laki aneh!"


***


Malam semakin sepi dan larut, Langit gelap tanpa bulan, suara lolongan anjing bersahut-sahutan, di atas jalanan berbatu, terlihat seorang wanita tanpa alas kaki, berjubah hitam, berjalan di jalan gelap dan sepi. Tanpa arah, tanpa tujuan. Mengikuti arah suara panggilan yg lirih namun jelas..

"Kemari.. Kemari.. Pengantin ku.."
"Kemari.. Malam akan jadi saksi.. kamu jadi milikku.."
Diubah oleh kaliankenalsaya 06-08-2019 19:55
dupa.fair
pulaukapok
pulaukapok dan dupa.fair memberi reputasi
2
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.