Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#141
Apa..,!?

Bukan tanya atau meminta, namun.. sebuah kesadaran akan banyak hal yang memang nggak semua bisa di rengkuh. Dan tak semua 'apa' bisa sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Otak hanya akan jadi otak disaat masih bekerja, hati akan bernama hati jika masih bisa peduli. Namun, hari ini.. apa uang gw miliki seperti maya. Gw.. gamang diantara kepekatan 'apa', sampai suatu ketika.. gw nggak tau lagi harus apa.

Mentok, gw akan melakukan apa yang sekiranya gw ingin lakukan. Memag nggak populis, tapi.. itulah gw. Seongok daging yang terpaksa berdiri diantara tulang penyanga. Tak tentu teraliri ruh, dan tak tentu.. ruh itu membuat tubuh menjadi tampak seperti sosok kebanyakan.

Yang gw sadari, kadang.. gw seperti samudra.. tak peduli dengan asupan apa, tetap akan gw olah diantara jenuh dan dilema. Yang pasti, muaranya kepada kebisingan otak. Kerasnya hati, dan banyak hidup diantara gelapnya gemerlap kehidupan.

Masih..

Dan masih banyak hal yang belum gw pahami, akan sekata 'apa' yang sampai di sini untuk apa?

Sering, gw terjaga dengan ribuan hal yang hilir mudik tanpa pernah tanya untuk apa?

Macam sekarang, gw sekedar duduk. Okelah gw masih larut diantara dunia, namun.. sisi gw yang lain bertanya ini apa?

Sebuah dimensi yang butuh dijelaskan lebih rinci.

Ribut..

Ribut bagi gw adalah saat, banyak hal berkelindan dan bertentangan di otak, tanpa gw harus apa dan bagaimana. Apakah, memang ada kepala-kepala macam ini?

Entahlah,

Gw mau istirahat šŸ˜‘

Memang, diri gw berkata seperti itu, berharap.. alam bawah sadar gw merespon, buat rangsangan kantuk. Tapi, semua itu seperti surga. Hanya sebatas tempat dan harapan tuk keadaan nyata yang tak pernah kita haraokan sesulit ini, meski sebatas harap hadirnya seberkas rasa kantuk.

Gw terus bertanya, meski tak pernah ada rupa pun suara gw harus apa? bukan gw harus bagaimana.

Sruput..

Kembali, gw menengak minuman yang semakin kesini semakin dingin. Dan ya, otak gw tersentil oleh gelas akan siapa yang bawa ini gelas ke meja gw.

Dia,

Dia yang kini terlelap di sofa.

Ya, malam ini gw bukanlah manusia yang sepi diartian nggak ada siapa-siapa. Nyatanya.

Tapi, gw ada tempat untuk melemparkan penat.

Dengan berat hati, gw berdiri. Cus ke sofa depan perapian. Ia, masih lelap dengan wajah yang sebagian tertutup selimut. Nah gw, macam ayah yang mau membopong putrinya disaat putrinya tidur di tempat yang nggak tepat.

Ia sadar,

Em.. kakK, iss

Memang, gw berhati badak kalau sudah seperti ini. Bodo amat adalah makom yang tak pernah gw inginkan, namun.. kadang mencairkan suasana.

dingin.., aku ikut tidur.

Sini 😊

Kak..

Ya,

Lagi 😚


Dan malam pun bergejolak kembali, berawal dari dingin yang kian menghangat, beserta drama tuk mencapai singasana kemanusiawian.

Ia yang berdesis dan ia yang membuat naluri gw kian menajam.

Cinta, kadang gw terlintas sekata itu. Namun, bodo amat adalah kalimat mujarab untuk membunuh segala 'apa'.

Sungguh, cengkraman apa yang sehangat ini. Memang, bercerita sama. Hanya beda di sensasi dan tempat belaka.

Amarah adalah satu diantara ribuan penyebab tuk mulustrasi? šŸ˜…..

Mentok tak ada tempat buat berkata, kadang.. setelah keluar timbul rasa lega.

kak.. cepet,

Untuk kesekian kalinya pinta itu terdengar, hingga jeda dan terus berlanjut untuk jeda-jeda selanjutnya.

Ia yang hanya segumpal daging, dan gw juga sebatas daging kering. Berdua, bercengkrama dengan narasi yang sama.

...

Denting, bergerak dengan sangat bijak. Membiarkan kita terlelap diantara ketidak butuh-an sekata tanya 'kenapa?'. Cukup terima, nikmati.. dan syukuri.

Dalam dekapan itu, malam yang dingin terasa hangat. Damai.. seolah tak ada sekar dan kesakitan atas nama kepicikan dunia.

Berdua diantara denting dan berdua seolah tanpa apa. Ia.. kembali lelap di pelukan yang hangat.

Mungkin, malaikat akan iri.. melihat anak adam yang barusaja bernarasi, namun sayang.. mata malaikat sebagaimana imaji manusia, terhalang selimut tuk sekedar memandang jari-jemari antara dua makhluk yang bertalian erat.

Tak peduli jari tangan atau jari kaki, paha pun tak pernah menarasikan aku ingin jauh, tidak.

Cukup, lututku berada di dalam belakang lututnya. Sementara yang lain, adalah kata yang tak pernah bisa di narasikan.

šŸ’
yusufchauza
tikusil
ariid
ariid dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
Ā© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.