Si Nita mana ya?? Kok dalam 1 minggu ini tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Dia teman baik dan sohibku, wajahnya cantik rupawan hidungnya mancung bak wajah orang timur tengah.
Dia temanku 1 kelas semenjak menginjak kelas satu SMPN 1 Kota Kediri, dan kita sekarang sudah naik kelas 3.
Biasanya kita ngobrol bareng dalam kelas dan bercanda bareng, ternyata Dia absen dari kelas. Tak dinyana ternyata Dia sakit usus buntu, dan harus operasi dan bedrest selama 1 minggu.
Setelah Dia masuk, ya biasa kita ngobrol biasa. Namun tidak seperti biasanya, perasaanku yang campur aduk antara kasihan karena Dia sakit dan saya terlalu memperdulikannya.
Dia bilang. "Mi, Aku jadian sama Ginting... Udah jalan 1 minggu ini setelah aku sakit.."
"Aku juga sudah suka padanya sejak lama, baru dalam kesempatan ini Dia nembak Aku..."
Waktu itu Saya cuma mendengarkan saja celotehan dari Dia, namun rasanya masih biasa saja mengingat kita teman baik dan 1 kelas sama Dia.
Kebetulan si Ginting juga 1 kelas sama kita, dan mereka jadian lalu berpacaran di kelas maupun di luar sekolah.
Lama-lama timbul perasaan ingin melindungi, ingin merasakan apa yang Ginting rasakan, terutama ingin merasakan apa yang namanya pacaran atas dasar suka sama suka.
Ini awal dari Neraka dalam kelas bagi saya sampai kelas 2 SMU.
Tiap hari bertemu, perasaan ini semakin menggelora mengebu-gebu membesar dan menjadi-jadi. Kenapa mulai muncul rasa cemburu ya...
2 bulan kemudian entah kenapa hubungan mereka renggang, dan mungkin ini kesempatanku untuk mendekati si Nita.
Namun apalah daya, namanya orang jatuh cinta merasa fall in love. Serasa jatuh, yang awalnya perkasa jadi loyo. Pandai omong pun lidah jadi kelu, Aku pun tidak bisa berbuat apa-apa kala itu.
Saya sudah berusaha PEDEKATE istilahnya mulai dari ngobrol biasa hingga telfon kerumahnya.
Karena dahulu kala masih ngetren yang namanya WARTEL, maka saya mencoba menghubungi si Dia melalui telf koin.
Saya bikin list pertanyaan dulu sebelum telf, saya catat :
- Lagi ngapain?
- Belum ngantuk ya?
- Ortu kamu dimana skrg?
- Besok ada ulangan nggak?
- DLL
( mungkin dulu saking bingungnya mw membicarakan apa di telf akhirnya bikin semacam to do list itu biat lancar ngobrolnya wkwkwkwk)
Akhirnya suatu saat mencurahkan isi hati ke teman paling dekat di kelas namanya
Bagus.
"Bro... Aku lagi suka sama seseorang. Kamu jangan kaget ya, aku cuma ingin minta solusi gimana caranya agar bisa dekat sama Dia..."
"Mau ngomong pun Aku nggak bisa, selalu merasa salah tingkah didepannya"
"Awakmu seneng karo Nita to???" Ujar Bagus.
(apakah kamu suka sama Nita)
"Kok awakmu ngerti Bro?" Jawabku.
"Yo ngertilah, Aku kancamu akdewe nyang ngendi-ngendi mesti bebarengan. Lungguhmu sak mejo karo Aku, yo Aku ngerti karaktermu Kepriye." Kata Bagus.
(Ya ngertilah, Aku temanmu Kita kemana-mana mesti bersama. Dudukmu juga 1 meja sama Aku, ya Aku tahu karaktermu itu gimana)
" Yo wes, ngene... Nek awakmu arep nembak si Nita. Tak Kancani Rapopo, d ngarep toilet cewek wae."
(yaudah gini, kalau kamu mau nembak si Nita. Aku temanin nggak masalah, nanti nembaknya di depan toilet wanita saja)
"Iyo Bro, tolong temanin ya." Jawabku
Selang 2 hari kemudian, kita pun bertemu. Saya, Bagus dan Nita di depan toilet wanita.
" Ada apa Mi, kok mau nemuin Aku didepan toilet wanita?" Tanya Nita.
Saya pun benar-benar tidak mampu menjawab kala itu hanya diam mematung dan tentunya salah tingkah tingkah juga.
"Piye mi?? Ndang ngomong kono. Ono uneg-uneg ndang diomongke. Ndak nyesel ora ngomong, areke yo durung ngerti perasaanmu." Kata Bagus.
(Gimana Mi, ayo cepet ngomong. Ada ganjalam di hati cepet dibicarakan, daripada nyesel nggak nomong. Orangnya juga belum mengerti perasaanmu)
Saya pun tetap diam seribu bahasa, lidah rasanya kelu nggak tahu apa yang mau diutarakan.
"Yo wes nek ra gelem ngomong, aku wae sing ngomong." Kata Bagus.
"Nit, iki lho si Ami seneng lan ngesir awakmu. Deweke bingung arep ngutarakke piye perasaane, awakmu gelem ra dadian kro Ami? "
(Nit, ini si Ami senang dan naksir sama kamu. Dia bingung mau mengutarakan bagaimana perasaannya, kamu mau nggak jadian sama Ami)
Sunyi sejenak... Lalu si Nita menjawab.
" Aku mau jawab tapi jangan sekarang ya, 3 hari lagi jawabannya...."
"Yo wes, piye Mi???" Tanya Bagus kepadaku.
Aku cuma bisa tersenyum aja waktu itu.