Kaskus

Story

binarsenja701Avatar border
TS
binarsenja701
Sejarah jadi BUCIN
HELLO agan2 semua, perkenalkan gue orange, ya panggil aja gue gitu.

sebelumnya singkat aja tentang gue, biar kalian bisa membayangkan wajah nan biasa aja, kehidupan sehari2 gue.
gue adalah gadis cukup manis yang berumur 22 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai finance dan masih kuliah semester 5 (emang kuliahnya telat).
bagi gue, gue adalah gadis biasa saja, karna semua gue anggap biasa saja, jarang ada emosi yang gue sampaikan khususnya pada keluarga.

ya, gue rasa sebagian orang ada yang mengalami hal yang sama, disaat kita justru lebih tertutup sama keluarga sendiri, tapi justru terlihat sangat terbuka pada teman2 atau orang yang dianggap dekat (tapi percayalah, terkadang itu cuma klise). Sebagai insan biasa yang hidup di beberapa lingkungan berbeda gue pun secara gak sadar bisa menempatkan diri gue di setipa lingkungan ini dengan cara yang berbeda pula. ada kalanya gue jadi anak penurut, teman yang konyol dan gadis pemalu.

Oke, sebelum lanjut ke cerita inti, disini gue mau jelasin kalau tujuan gue nulis ini adalah untuk belajar berbagi cerita dan gue pribadi ingin punya rekam jejak tentang cerita yang selalu gue pendam beberapa tahun ini. oia, semua nama dan tempat memang sengaja gue samarkan,  dan yang gak kalah penting juga fyi aja, gue gak pernah nulis sebelumnya jadi ya maap2 aja ya, kalo tulisannya berantakan, tutur kata maupun bahasanya nggak banget, oke2..emoticon-Cendol Gan


Story ini dimulai ketika gue masuk SMP, gue masih lucu2 dan imut2nya banget waktu itu.
Gue masuk ke sekolah Islam favorit di kota Bogor, dan gue sangat suka karna sekolah gue jauh dari rumah, dan gue bisa naik angkot setiap hari dua kali sehari.

Setelah resmi dinyatakan sebagai siswi dari SMP tersebut, seperti biasa hari pertama masuk para anak baru sibuk mencari kelasnya masing-masing. Kebetulan gue ditempatin di kelas 7-A yang katanya isisnya terdiri dari anak2 dengan nilai yang cukup besar dibanding kelas lainnya. 
 Selama sekolah gue jatuh cinta banget sama sekolah ini, gue dapet temen2 yang baik dan kocak di kelas.
Cuma ada satu hal yang gue gak suka, yaitu  lorong kelas yang bikin bete. FYI kelas gue di lantai 2 dan paling pojok, gue harus lewatin 4 kelas untuk bisa sampai ke tangga tempat naik dan turunnya gue setiap hari. jadi kebayang dong, setipa hari waktu istirahat juga pulang gue layaknya ada di medan pertempuran, dengan sepuluh kelas yang masing2 bisa mencapai 40 orang satu kelasnya harus menuruni 1 tangga yang sama dan diwaktu yang bersamaan .emoticon-Ngamuk

***

Mungkin sekitar pertengahan semester gue jadi lebih bete sama lorong kelas ini, ya secuek2 nya gue, gue ttep bisa denger karena gue gak budeg.

jadi gan, sebagai anak kelas satu yang masih lutu2na , kita harus dihadapkan pada konflik percintaan dan gak nanggung2, ini ala2 BBF punya alias Korea2an gitu...

Tepat dua kelas setelah gue, yang berarti adanya di kelas 7-C terdapat segerombolan cowo2 yang selalu nongkrong di koridor, yang gue heran waktu itu tuh gue rasa umur kita sama, dan status kita juga sma sebagai ANAK BARU, tapi kok mereka senga bangettt ya (dalam hati tuh gue ngomelnya)

Awalnya gue gak engeuhh mereka siapa, tapi karena yang gue bilang tadi, gue cuek bukan budeg jadi lama2 gue tau, kalau mereka itu kumpulan dari anak2 kelas satu yang katanya keren2 dan cakep pada masanya.
kalo kalian pernah nonton drama korea BBF atau drama Taiwan Meteor Garden, nahh nahhh macam itu mereka.
bayangin dongg mereka masih kelas satu, tapi gue yakin satu sekolah gaada cewe yang gak tau mereka, saking dahsyatnya tuhh..
 selama gue lewat baik pergi jajan, pulang jajan, bahkan saat pulang gue selalu lewatin gerombolan mereka, kesel gak tuhh mereka berasa koridor punya pribadi kali ya. Dan hal yang tambah bikin gue gak abis pikir adalah, sering kali gue liat ada teman sebaya, sampe kaka kelas yang nyamperin mereka buat kasih hadiah, coklat or apapun yang gue gak tau juga isinya apa karna dibungkus pake kado atau kotak cantik  
emoticon-Cape deeehh
dan gak sengaja gue liat pemandangan yang bikin gue jadi sebel sama salah satu dari mereka, sebut saja dia BIRU...


  1. Bagian 1

  1. Bagian 2
Diubah oleh binarsenja701 30-07-2019 11:55
sakty.77Avatar border
KarlindaAvatar border
anasabilaAvatar border
anasabila dan 5 lainnya memberi reputasi
6
1.4K
12
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
binarsenja701Avatar border
TS
binarsenja701
#8
HALO gan and sis, sorry banget baru bisa lanjutin thread ini karena kesibukan kuliAh dan kerjaan baru gue yang segudang..emoticon-Sorry

***

Seakan masih segar dalam ingatan gue, gimana cara gue memandang kesal ke arah si Biru, gak ada perasaan kesal berlebih sampai di titik benci sama dia, tapi lebih ke gak ngertian gue tentang jalan pikiran juga tingkahnya yang merasa berdeda dan lebih baik dari yang lain (walaupun iya sih).

Masih di kelas 1, dan kelas gue sama dia kebetulan punya jadwal olahraga yang sama di hari rabu, meski jamnya berbeda, kelas gue sebelum istirahat sementara kelasnya si Biru setelah jam istirahat.
Sebenernya gue gak punya satu pelajaran khusus yang gue suka, buat gue semuanya tergantung mood sama gurunya siapa, tapi sebagian teman wanita gue suka pelajaran olahraga, yahh bukan apa-apa si karena gurunya juga mungkin yang bikin mereka seneng.
seperti pada sekolah lain, umumnya guru olahraga cenderung lebih gagah, tampan, dan muda (biarpun gak semuanya begitu loh yaa, kan rata2 aja)
Sebut saja beliau Bapak Ramdan (sedikit tentang beliau pak Ramdan ini asik orangnya walaupun pendiam tapi gak bikin takut, kadang lucu, kadang tegas, tapi ya asik aja gitu gampang mau ijin sakitnya hehe) sampai kadang hal ini dimanfaatkan oleh siswa.

**

Hari itu.. hari rabu yang berarti jadwal kita berolahraga. kelas gue selesai merampungkan mata pelajaran ini dengan baik sehingga mendapat hadiah bisa jajan 10 menit lebih awal.
Selesai ganti baju, gue sama tmen2 guepun bergegas ke kantin dengan harapan besar belum banyak siswa yang datang sehingga gak ngantri dan kehabisan jajanan. waktu itu gue makan di kantin semangkuk indomie soto dengan extra cabai dan sawi hijau, rasanya nikmat banget ditemaini milo dingin sembari menikmati kemenangan dari pada pejuang makanan di depan gue yang masih ngantri desak2an emoticon-Ngakak

setelah habis gue langsung balik ke kelas dan pasti harus lewatin para kamfret lagi.

sisa waktu istirahat kurang dari 5 menit lagi, dan anak-anak 7 C sudah ramai memenuhi lapangan. Tapi dari kejauhan ko gue kaya liat si kamfret dan ternyata emang bener itu si Biru yang berdiri menghadap lapangan sembari memerhatikan temannya aja.
mungkin lagi sakit (pikir gue).
Sesampainya di kelas kita cuma diberi tugas dan langsung ditinggal karena gurunya ada urusan mendadak. Asyeekk dong yakann ini yang didambakan para murid biar bisa main di waktunya belajar.

Mulailah masing-masing kelompok gosip berkumpul.

" eh tadi kamu liat si Biru gak di atas? dia gak ikut olahraga tau" info arlin memulai percakapan
" oia? kenapa emang lin? tanya sintya penasaran
" denger-denger si gamau ikut karena takut item katanya"

Damnnn.. Takut ITEMMMM gila dongg kayaknya bakal lebih masuk akal kalo dia bilang dia itu vampir. Yadongg situ lupa hidup di negara tropis yang cuma punya dua musimemoticon-Sundul
makin gak abis pikir aja gue sama dia

**
Hari itu terasa cepat sekali berlalu, gak kerasa tenggteng tonggtengg sudah berbunyi lagi.

cepat-cepatlah gue and friend's keluar kelas menghindari masa di tangga

tiba- tiba saat melewati para kamfret..

" hai orange.. " sapa anjar sambil mesem2
eaa eaa eaaa riuh teman2 kamfretnya yang lain

gue bener2 maluu gue gak nyangka gue bakal jadi bahan cengan mereka , punya dosa apa gue di masa kecil sampe jadi bahan gosip, karena semenjak hari itu mereka lebih gencar buat cengin gue sama si anjay itu sehingga gue punya trauma sendiri kalo lewat situ dan jajanpun lebih banyak nitip walaupun jadinya gak bisa jajan yang bikin kenyang kaya mie atau nasduk karena pasti ngerepotin temen gue banget. Alhasil gue cuma bisa menyantap risoles, bakwan, atau sosis yang mudah dibawa.

Hal ini berlangsung lumayan lama beberapa bulan sampai akhirnya mereka yang cape sendiri karena sama sekali gak gue gubris, gue cuma lewat sambil nunduk pegang tas atau lengan temen gue aja.

Sampai semuanya mulai berubah di tahun kedua..
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.