Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#118
Gw terlelep diantara drama kehidupan yang datar.

***

..keadaan terasa hening, tak ada kehidupan yang riuh seperti biasanya. Hanya angin, dan hamparan ilalang yang telah menguning. Aku.. sendirian diantara kemayaan. Namun, indra penciumanku kian kesini kian menguat, antara aroma busuk dan anyir entah apa. Sedangkan di benakku yang lain, semacam aku pernah singgah dan melihat tragedi berdarah di wilayah ini. Yang kini tinggal semak belukar, ilalang dan duri.

Tak ada jalan disini, hanya saja.. aku bisa teleportasi antara sini yang ku pijak dengan sana yang ku inginkan.

Masih tak ada tanda-tanda kehidupan. Meski itu seekor belalang. Gersang.

Di lain sisi, alam bawah sadarku terus berkecamuk, bergeming, nyaring.. sedang tubuhku mengigil ngeri.

Apalagi, bau anyir laksana udara yang membuat apa saja jadi engan tuk bergerak. Ia memilih diam, bersembunyi.. atau terlanjur bergerak tuk di bantai.

Sampai detik ini aku masih bertanya-tanya, 'apa sebenarnya yang terjadi?' Hingga, tak satu daun pun berani bergerak?. Apakah kebebasan diantara cakrawala dan angin sudah dikebiri?. Takut sedemikian takut atau apa?

Sekali lagi, pertanyaan seperti itu kadang lebih mengerikan daripada siksa neraka-pun. Lagipula, neraka juga masih katanya, lain tragedi di sini, nyata.

Aku.. masih diantara hening, ilalang dan semburat kuning kemerah-merahan, pertanda malam akan datang.

Belum juga gelap, jeritan demi jeritan kian menyakitkan kemanusiaan, anyir kian anyir yang terus aku rasakan.

Dan satu yang nggak bisa aku jelaskan, kenapa.. di benakku tergambar manusia bermuka garang, sedang tertawa kemenangan, picik dan aura matanya yanh kian culas. Sedang di tangan kananya menunjuk-nunjuk, atau sebagai simbol sesuatu yang nggak bisa di sebutkan.

Aku.. melayang diantara drama, kepicikan.. mereka yang disebut penghuni bumi. Sedangkan mereka yang tak kasat mata, jijik lebih jijik melihat kelakuan sebagian dari mereka yang bergelar yang paling sempurna.

Dengan berat hati, aku memalingkan diri, berharap apa yang menjadi darah daging ini tak disusupi bayangan masalalu yang memilukan. Memang, aku bukan generasi itu, namun.. karunia Robb menghantarkanku kepada kilas balik yang membuatku bungkam.

Dalam diam yang berkepanjangan, aku bertanya, 'kenapa dengan mereka?' 'Apakah kejailiahan fersi agraris sebiadab ini?'

Sungguh, aku tak sampai kalau disuruh mengunyah tragedi.

Hingga detik ini, sebagian masih dikebiri, di tutup-tutupi, hingga.. menjadikan momok yang teramat mengerikan tuk sekedar di sebut dedemit sekalipun.


Laahpp..

Sekilat cahaya gelap membutakanku, namun aku masih dalam keadaan sadar yang utuh. Aku yang nyata berkata '..aku sedang mimpi' dan di kesadaranku yang lain, menyuruhku menyelesaiakan apa yang sudah aku selami. Tak peduli akan terpotong, melompat-lompat, aku yang sadar menyukai sensasi kengerian ini, meski di dunia mimpi..
phekbie
yusufchauza
tikusil
tikusil dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.