- Beranda
- Stories from the Heart
KISAH CINTA REMAJA - IT'S ME
...
TS
TwinkleLittleSt
KISAH CINTA REMAJA - IT'S ME

Quote:
Judul
It's Me
Penulis
Jihanpooh-TwinkleLittleSt
Genre
Teenlit,Drama,Romance,Fiksi
It's Me
Penulis
Jihanpooh-TwinkleLittleSt
Genre
Teenlit,Drama,Romance,Fiksi
Ane baru pertama kali nulis cerita nih gann, jadi maafin kalo kalimatnya masih kaku
Tapi coba dibaca dulu siapa tau suka hehe. Kalo suka jangan lupa di share yaa biar makin banyak yang baca ane makin rajin update ceritanyee.Klik (show) untuk lihat Sinopsis ceritanya gannπ

Spoiler for Sinopsis:
Quote:
Sinopsis
Farah Luviq artis yang sedang naik daun, anak konglomerat yang cantik, muda, dan cerdas. Akan tetapi kehidupannya tidak sesempurna dirinya. Dia mengalami kecelakaan tabrak lari 2 tahun silam yang berhasil menghapus sebagian memori ingatannya. Dia tidak mengingat dengan jelas peristiwa kecelakaan yang di alaminya sehingga membuat dia di 'hantui' mimpi buruk di setiap malam. Seolah-olah mimpinya ingin memberitahu 'wajah asli' sang pelaku.
Bukan hanya tentang detail peristiwa kecelakaan yang dia lupakan. Dia juga lupa akan kenangan tentang 'Cinta Pertama' yang membuat masa putih abu-abu (SMA) dirinya menjadi indah dan tentang 'alasan' mengapa dia bisa menjadi seorang artis padahal dia selalu mengejar mimpinya menjadi komikus saat masih duduk di bangku sekolah.
Tetapi sejak dia bertemu dengan bodyguardsatu ini, ntah mengapa perlahan ingatannya kembali.
***
Farah Luviq artis yang sedang naik daun, anak konglomerat yang cantik, muda, dan cerdas. Akan tetapi kehidupannya tidak sesempurna dirinya. Dia mengalami kecelakaan tabrak lari 2 tahun silam yang berhasil menghapus sebagian memori ingatannya. Dia tidak mengingat dengan jelas peristiwa kecelakaan yang di alaminya sehingga membuat dia di 'hantui' mimpi buruk di setiap malam. Seolah-olah mimpinya ingin memberitahu 'wajah asli' sang pelaku.
Bukan hanya tentang detail peristiwa kecelakaan yang dia lupakan. Dia juga lupa akan kenangan tentang 'Cinta Pertama' yang membuat masa putih abu-abu (SMA) dirinya menjadi indah dan tentang 'alasan' mengapa dia bisa menjadi seorang artis padahal dia selalu mengejar mimpinya menjadi komikus saat masih duduk di bangku sekolah.
Tetapi sejak dia bertemu dengan bodyguardsatu ini, ntah mengapa perlahan ingatannya kembali.
***
Penasaran?
Silahkan membaca! Enjoy!
IT'S ME
Quote:



Quote:
P.S
Lagi proses revisi ulang.
Lagi proses revisi ulang.
Diubah oleh TwinkleLittleSt 23-01-2020 21:52
tien212700 dan 8 lainnya memberi reputasi
9
3.1K
Kutip
15
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThreadβ’52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
TwinkleLittleSt
#10
It's Me - Part 02
Quote:
Part 2 : Arnold

BRAK!
"Bawa ke gudang timur ya!"
"Angkat bagian sana, truk ke tiga udah datang, ayo cepetan!"
Kebisingan di pagi hari sudah terjadi di gudang semen dekat bandara. Para kuli yang sudah berdatangan sejak fajar, mulai bekerja memindahkan berbagai macam kantong bahan baku untuk pembuatan semen dari truk ke gudang-gudang ataupun sebaliknya memindahkan hasil semen ke truk.
Kuli angkut barang merupakan pekerjaan yang berat dengan upah yang sedikit. Walaupun begitu, yang penting halal dan tidak menjadi pengangguran. Itulah menurut pendapat Arnold, pria tampan yang selalu tetap semangat bekerja di usia muda.
Arnold Wuldevson, nama panjangnya. Dia sedang cuti semester karena tidak ada biaya untuk lanjut kuliah. Sejak 2 tahun terakhir dia memutuskan untuk mengambil pekerjaan ini setelah setahun menjadi pengangguran. Walaupun awalnya terasa sangat berat, sekarang dia sudah mulai terbiasa. Mau tidak mau, pikirnya.
π§π»: "Gudang semen udah..." gumam Leo, salah satu kuli angkut barang.
π§π»: "Untuk hari ini cuman ke gudang semen dan toko-toko beras." sambungnya sambil melihat daftar angkutanhari ini.
π§π»: "Oi Dev, mau berangkat sekarang atau mau istirahat dulu?" tanya Leo menepuk pundak Arnold yang berada di sampingnya.
π§π»: "Sekarang aja. Tinggal yang terakhir juga." jawab Arnold beranjak dari kursi dan segera menuju ke truk yang berukuran cukup besar. Truk itu membawa berkantong-kantong beras yang akan dikirim ke toko-toko beras di pusat kota.
π§π»: "Okay, ayo!" sahut Leo menyusul Arnold.
Leonard Luthfi sahabat Arnold sejak kecil. Leo dan Arnold dulu bertetangga, ayah Arnold dan ayah Leo juga bersahabat dari saat kuliah. Jadi hubungan keluarga mereka berdua sudah sangat erat. Walaupun terkadang bertengkar untuk hal sepeleh. Akan tetapi, tidak ada yang mereka tidak ketahui satu sama lain dari hal kecil hingga hal besar.
*****
Truk yang di tumpangi oleh Arnold dan Leo menuju ke pusat kota, butuh waktu satu jam untuk sampai ke pusat kota dari bandara, namun karna terjebak macet yang panjang, perjalanan ini menjadi 3 jam.
Dengan wajah penat Arnold dan Leo memindahkan beras dari truk ke toko-toko. Sesampainya di toko terakhir dekat gedung salah satu stasiun TV terkenal, Arnold dan Leo memutuskan untuk istirahat sejenak sebelum kembali ke kosan.
π§π»: "Seinget gua ada warung sekitar sini. Gua mau beli minum dulu bentar. Lu tunggu disini." ucap Leo yang mulai berjalan mencari warung untuk membeli minum.
π§π»: "Gua cola ya." pesan Arnold dan hanya di balas anggukan dari Leo.
*****
Leo melangkahkan kakinya menuju ke warung di sebrang jalan gedung stasiun TV. Dengan wajah tersenyum dan perasaan bangga karna bisa menemukan warung yang terakhir kali dia kunjungi beberapa tahun lalu.
π§π»: "Cola dua, bang." pesan Leo.
π§: "Oke, tunggu." jawab si abang pemilik warung.
Selagi menunggu pesanan datang, mata Leo menyapu pandangannya ke sekitar. Dilihatnya anak-anak remaja sedang 'heboh' berbincang, entah apa yang mereka bicarakan sampai membuat kebisingan di warung kecil ini.
π§π»: "Wew. Bukannya maenan anak jaman sekarang Cafe ya. Tumben pada ke warung nongkinya." gumam Leo yang heran melihat remaja yang sebaya dengannya ataupun lebih muda darinya sedang santai-santaian di warung bukannya di cafe yang biasa menjadi 'tempat para remaja berkumpul'.
π§π»: "Udah di renovasi juga sih warungnya." sambung Leo sambil menengok ke atas. Mengingat langit-langit warung ini yang dulunya cuman berupa kayu-kayu tua yang bisa roboh kapan saja hujan lebat datang.
π§: "Iya Alhamdulillah." ucap abang warung yang tiba-tiba nongol sambil membawa sekotak dus cola.
π§: "Dua cola 12 ribu, dek." sambungnya sambil menyodorkan dua kaleng cola ke Leo.
Leo meraba-raba saku celananya, mencari uang untuk membayar dua cola. Di dapatkannya uang recehan, dia berikan ke abang warung dengan ragu-ragu.
π§π»: "Gapapa kan bang recehan?"
π§: "Gapapa. Yang namanya uang tetep saya terima, dek. Makasih ya."
π§π»: "Iya, Makasih juga bang. Saya permisi dulu." ucap Leo pamit, membalikkan badannya dan mulai melangkah keluar warung.
π§: "Eh tunggu bentar, dek." tahan abang pemilik warung.
π§π»: "Hm, ya?"
π§: "Ini, tadi saya beli nasi bungkus dua. Untuk saya sama adek saya makan siang ini. Tapi dia bilang udah makan di sekolah, jadi saya kasih kamu aja ya." ucap abang warung sambil menyodorkan nasi bungkus ke Leo.
Dengan perasaan senang dan kaget Leo menerima nasi bungkus itu dan segera berterimakasih.
π§π»: "Wah bang, Makasih banyak. Tau banget saya lagi laper. Semoga makin laris warungnya, bang. Aamiin." ucap Leo mendoakan.
π§: "Aamiin." Abang pemilik warung ikut tersenyum senang. Memang dari awal Leo melihat abang ini selalu tersenyum terus menerus. Entah warung ramai yang membuat dia begitu merasa bahagia hari ini atau karena ada 'hal lain'.
π§: "Saya mau berbagi kebahagiaan saya hari ini. Selain warung lagi ramai, ada artis favorit saya juga tadi nongol hehe." ucap abang warung, seolah-olah mendengar pertanyaan di benak Leo.
π§π»: "Artis? Seriusan,bang?" tanya Leo penasaran dan heran. Abang pemilik warung mengangguk dengan senyuman lebar.
*****
Leo keluar dari warung setelah berbincang sebentar dengan sang pemilik warung, mengobrol tentang artis yang datang ke warung tersebut.
Dia mulai melangkahkan kakinya untuk kembali ke toko beras yang berada di belakang gedung stasiun TV. Namun ketika dia baru mengambil beberapa langkah, sorot matanya menangkap 'seseorang' yang dia kenal. Itu membuat Leo menghentikan langkah kakinya sejenak lalu mulai berlari kecil ke arah orang tersebut.
π§π»: "Om Ocom?"
*****
Arnold sedang memijit pelan kepalanya, pusing. Mungkin karena dia belum sarapan tadi pagi. Beras di kosannya tinggal sedikit, hanya cukup untuk satu porsi. Dia sengaja berbohong kepada Leo bahwa dia sudah sarapan, agar Leo bisa menghabiskan sisa beras itu sendirian.
π§π»: "Ayah marah banget ya? Maaf ya Ayah hehe."
π¨πΌ: "Berhenti panggil gue Ayah. Gue bukan bapa lo."
Arnold mendengar suara wanita dan pria sedang adu mulut. Dia menoleh ke kanan kiri mencari sumber suara tersebut. Setelah beberapa menit akhirnya dia sadar kalau sumber suara itu berasal dari gedung stasiun TV. Toko beras terakhir ini berada tepat di belakang gedung. Jadi wajar saja Arnold bisa mendengarnya walaupun tidak terlalu jelas karena terhalang tembok tinggi.
π§π»: "Siapa sih berantem bikin gua tambah pusing aja dengernya." ucap Arnold, kesal.
Tapi karena dia penasaran dan bosan, iseng dia melangkahkan kakinya mendekati tembok. Arnold juga menempelkan telinganya ke tembok untuk mendengar lebih jelas.
π§π»: "Gue pukul."
π¨πΌ: "Emang bisa? Enak kalo lu bisa bela diri. Ini apaan. Kurus kering. Sekali bacok hilang dah tuh nyawa."
π§π»: "Ih gila omongan cowonya jahat banget."
komentar Arnold.
π§π»: "Eh bentar. Kenapa gue jadi nguping?" tanya Arnold pada dirinya sendiri. Dia menjauhkan telinganya dari tembok. Kemudian diam sejenak merenung.
π§π»: "Gapapa deh. Denger dikit lagi aja." sambungnya sambil kembali menempelkan telinga ke tembok.
Semakin dia mengamati percakapan kedua orang di balik tembok itu dia semakin penasaran dengan sosok di balik suara-suara tersebut. Kenapa suara cewenya terasa familiar,batinnya.
*****
Selesai berbicara dengan para kru, Aldo menghampiri vending machine dan membeli beberapa kaleng minuman untuk dirinya, Berlina dan Farah. Kemudian dia menuju ke Lobby untuk menemui mereka berdua.
Langkah Aldo terhenti saat melihat Farah sedang menunggu sendirian di Lobby. Dia merasa canggung, tapi dia membulatkan tekad bahwa ini kesempatan yang bagus untuk meminta maaf karena sepertinya Farah sudah terlihat tenang.
Two messages from Jordan
π¦: Farah
π¦: Kamu udah selesai blm syutingnya?
π§π»: Udah. Knp?
π¦: Abis zuhur ada waktu kosong? Kalo ada, ayo temenin aku makan siang.
π¦: Kamu udah selesai blm syutingnya?
π§π»: Udah. Knp?
π¦: Abis zuhur ada waktu kosong? Kalo ada, ayo temenin aku makan siang.
Farah sedang duduk santai di lobbysambil menunggu Berlina yang sedang membuang bom di toilet. Dia lagi chatting dengan Jordan. Jordan mengajaknya untuk makan siang bersama. Farah mau saja, asalkan Aldo mengizinkan.
π¨πΌ: "Oi, tangkap ya." ucap Aldo langsung melempar minuman kaleng ke arah Farah. Farah sedikit terkejut tapi berhasil menangkapnya dengan sigap.
π§π»: "Soda? Gue gabisa minum soda."
π¨πΌ: "Yang ini punya lu." Tiba-tiba saja Aldo sudah duduk di sebelahnya dan menempelkan minuman kaleng yang dingin di pipi Farah.
π§π»: "Aghh dingin!" sontak Farah.
π¨πΌ: "Ini hukuman buat lu."
π¨πΌ: "..Dan juga permintaan maaf. Nih ambil. Lu suka rasa lemon."
π§π»: "Hm?"
π¨πΌ: "Maaf ya tadi gue marahnya berlebihan."
π§π»: "Gapapa, gue paham kok."
π¨πΌ: "Emm Farah. Siang ini jadwal kamu kosong."
π§π»: "Oh beneran?"
π¨πΌ: "Iya gimana kalo kita--"
π§π»: "Bagus deh. Kak Jordan ngajak gue ketemuan abis zuhur."
π¨πΌ: "Lho ngapain? Pemeriksaannya sore,kan?"
π§π»: "Mau makan siang bareng katanya. Boleh, ga?"
π¨πΌ: "Boleh. Gue percaya dia bisa jaga lu. Nurut-nurut ya. Jangan pecicilan."
π§π»: "Okay, thanks Dad!..eh, Aldo maksudnya."
π¨πΌ: "Lu bisa panggil gue semau lu."
π§π»: "Ayah..." ucap Farah dengan mata berbinar-binar. Aldo hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku Farah.
Dia senang Farah sudah kembali bersemangat. Walaupun dia juga sedikit sedih karena gagal mengajak Farah pergi bersamanya. Tapi asalkan Farah senang, dia juga akan ikut senang melihatnya.
π§π»: Ok ayo
π¦: Sip. Aku berangkat sekarang. SL ya.
π§π»: Share location telah dikirim.
π¦: Otw
π¦: Sip. Aku berangkat sekarang. SL ya.
π§π»: Share location telah dikirim.
π¦: Otw
π§π»: "Gue cabut."
π¨πΌ: "Dokter Jordan udah dateng? Cepet banget."
π§π»: "Iya, pinjam Hoodie lu Do. Gue kedinginan."
π¨πΌ: "Nih. Lu sakit? Panas gini dibilang dingin."
Berlina baru saja kembali dari Toilet, dia langsung menggandeng tangan Farah yang sedang mengenakan Hoodie milik Aldo.
π©π»: "Gue udah selesai. Ayo pulang."
π§π»: "Gue ga bareng kalian."
π©π»: "Mau kemana lu?"
π¨πΌ: "Dia mau makan siang bareng dokter Jordan."
π©π»: "Ecieee. Terus kok pake hoodie jelek itu sih?"
π¨πΌ: "Gue tersakiti."
π§π»: "Gapapa nyaman aja."
π¨πΌ: "Gue emang bikin nyaman."
π§π»π©π»: "Bct."
π©π»: "Kayak gapunya baju lain aja lo. Ikut gue dulu ke mobil, kita ambil baju yang lebih bagus."
π§π»: "Gamau. Bye."
Farah mengambil handphone dan tas selempangnya yang ada di atas meja, lalu pergi meninggalkan Berlina dan Aldo. Farah berbohong ke mereka tentang Jordan sudah datang menjemput. Padahal Farah mempunyai tujuan lain sebelum bertemu Jordan.
*****
Wajah Arnold yang lesu mendadak bersemangat ketika melihat Leo sedang berjalan menuju ke arahnya sambil membawa pesanan Arnold, yaitu minuman kaleng Cola. Dia haus sekali.
π§π»: "Lama banget sih Lu." ketus Arnold sambil menarik paksa Cola dari tangan Leo.
π§π»: "Nih ambil." Leo melemparkan nasi bungkus ke depan wajah Arnold dan langsung di tangkapnya dengan sigap.
π§π»: "Itu dikasih abang pemilik warung. Katanya, lagi mau bagi-bagi kebahagiaan karena artis favorit dia datang ke warung tadi." jelas Leo.
π§π»: "Ngapain artis ke warung? Bagi-bagi uang?"
π§π»: "Gatau deh gue."
π§π»: "Yaudahlah ga penting juga. Cabut yuk. Balikin truknya, terus langsung pulang. Mau rebahan."
π§π»: "Eh bentar, kuncinya mana ya? Kok ga ada?"
π§π»: "Ah yang bener. Jangan bercanda lu."
π§π»: "Gak bercanda. Beneran gaada sumpah."
Leo merogoh saku celananya. Tak lama bola matanya membulat kaget dan langsung menepok keningnya. Leo baru ingat kalau dia meninggalkan kunci nya di warung.
π§π»: "Astaga gue lupa. Waktu lagi keluarin uang dari saku tadi, kunci nya juga ikut keluar. Kuncinya di atas meja kasir! Gue ke sana dulu ambil kunci."
π§π»: "Gausah gue aja. Lu capek kalo mau mondar-mandir. Warungnya dimana?" Tahan Arnold.
π§π»: "Tepat sebrang jalan bagian depan gedung stasiun TV ini."
π§π»: "Oke. Lu pegang nasi bungkusnya, gue pinjem topi lu. Panas."
Arnold mulai melangkahkan kakinya menuju warung tempat Leo meninggalkan kunci truk. Dia menengok ke kanan kiri mencari warung tersebut, untungnya warung itu tidak terlalu sulit di cari. Warungnya di pinggir jalan, jadi sangat mudah terlihat dari kejauhan.
Dia menghela nafas panjang, bisa gawat kalau Leo menghilangkan kunci truk itu. Untunglah Leo ingat tempat dimana dia meninggalkan kunci itu, kalau tidak bisa-bisa mereka dimarahi habis-habisan sama pemilik truk.
*****
Sesampainya di kosan, mereka langsung memakan nasi bungkus tadi dengan lahap sambil sesekali meminum air putih yang tersedia di dapur kosan.
π§π»: "Oh iya, Dev. Besok gua ngga ikut angkut barang dulu. Om Ocom ngajak ketemuan."
π§π»: "Kenapa mendadak?" tanya Arnold.
"Gua tadi ngga sengaja ketemu sama Om Ocom waktu keluar dari warung. Dia kelihatan kayak lagi buru-buru. Jadi Om Ocom kasih gua nomor telepon dia yang baru aja, terus bilang mau ketemuan besok." jawab Leo menjelaskan. "Lu gapapa kan sendirian besok?" sambungnya.
Arnold menghembuskan nafas kasar ketika mendengar pertanyaan dari Leo. Menjadi kuli angkut barang sudah sangat berat dilakukan sendirian, apalagi di beri tugas tambahan untuk menggantikan teman yang cuti.
"Gapapa. Dia keluarga lu satu-satunya. Gua ngga bisa ngelarang lah. Lu pasti kangen." ucap Arnold merelakan.
Leo tersenyum lebar dan merangkul pundak temannya itu, memberi semangat untuk esok hari yang tentu akan berat baginya.
*****
*****
Terimakasih sudah membaca, sampai jumpa lagi di part selanjutnya^^




<<<part sebelumnya
Quote:
P.S:
-Maafkan kalimat ane yang kaku. Agan-agan sekalian boleh memberikan sarannya di kolom komentar agar bisa diubah ke kalimat yang lebih enak dibaca Hehe
-Maafkan kalimat ane yang kaku. Agan-agan sekalian boleh memberikan sarannya di kolom komentar agar bisa diubah ke kalimat yang lebih enak dibaca Hehe
Diubah oleh TwinkleLittleSt 07-03-2020 10:34
ciparakut dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas
Tutup