others
Batal
link has been copied
1
Lapor Hansip
11-07-2019 18:55

Dungu! Kebodohan Nurdiati Akma Melawan Ide Rekonsiliasi & Tuduh Kebangkitan Neo-PKI

Dungu! Kebodohan Nurdiati Akma Melawan Ide Rekonsiliasi & Tuduh Kebangkitan Neo-PKI
Wacana rekonsiliasi antara Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto banyak didorong oleh sejumlah pihak. Hal ini untuk mengakhiri polarisasi dan gesekan akibat kontestasi Pilpres 2019 lalu.

Namun wacana tersebut tak ditanggapi positif oleh pendukung militan Prabowo-Sandi, khususnya emak-emak. Mereka kukuh agar pasangan capres-cawapres junjungannya itu tak menggelar pertemuan dengan Jokowi.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Nurdiati Akma, Ketua Umum Badan Koordinasi Majelis Taklim (BKMT. Ia sangat aktif menyerukan kepada Prabowo agar jangan menggelar rekonsiliasi.

Menurutnya, rekonsiliasi itu akan menyakiti hati emak-emak militan pendukung Prabowo-Sandi. Mereka juga tak rela menggelar rekonsiliasi dengan "agen-agen Neo-Komunis".

Hal itu sebagaimana disampaikannya dalam konferensi pers yang digelar oleh Gerak Kemanusiaan dan Keadilan (GKK) di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta, pada Rabu (10/7).

Halo, Bu Nurdiati Akma sehat? Sadar atas tuduhannya di atas?

Bila diperhatikan seksama, pernyataan Nurdiati Akma tersebut bersifat provokatif karena menuduh pemerintah saat ini berhaluan Neo Komunis dan disebut anti Islam.

Desakannya kepada Prabowo tersebut juga memicu polarisasi masyarakat untuk tidak bersatu dan tak mendukung pemerintahan terpilih oleh MK.

Rekonsiliasi itu secara luas berarti adalah berdamai kembali. Berdamai dari masyarakat yang sedang terbelah, berdebat dan saling serang karena berbeda pilihan dapat kembali bersatu.

Kontestasi demokrasi memang rawan perdebatan dan perpecahan, tetapi semua bisa kembali rukun setelah proses itu selesai. Inilah makna terdalam dari bangsa yang demokratis.

Pemikiran Nurdiati Akmal bahwa ketika proses rekonsiliasi berlangsung akan melupakan kasus-kasus hukum yang pernah terjadi adalah salah kaprah.

Rekonsiliasi adalah proses bersatu tanpa harus sepemikiran dalam berpolitik, sebuah negara demokrasi tetap harus mempunyai oposisi, namun berkapasitas dan berkapabilitas.

Justru yang harus dihindari adalah ajakan rekonsiliasi yang meminta syarat tertentu atau meminta jatah jabatan yang bukan haknya. Itu rekonsiliasi yang tidak benar.

Jadi, untuk Bu Nurdiati Akma, mari berpikir waras dan akal sehat. Jangan emosi mulu, nanti cepat tua (atau sudah tua dan pikun?). Jangan marah-marah terus.

Yang jelas, Pemilu sebagai kontestasi demokrasi itu bukan perang antara umat beragama melawan orang kafir. Ini adalah mekanisme biasa saja dalam demokrasi dan sudah diatur dalam konstitusi.

Ndak perlu bawa-bawa umat Islam akan terancam karena neo-komunis. Itu semua hanyalah halusinasi Ibu saja. Paham?
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Dungu! Kebodohan Nurdiati Akma Melawan Ide Rekonsiliasi & Tuduh Kebangkitan Neo-PKI
11-07-2019 22:14
Kalo bisa sih nggak perlu ada rekonsiliasi, karena salah satu alasannya adalah munculnya calon menteri hukum dan HAM dari alumni aktivis 1998 sebagai reaksi atas lolosnya mantan komandan Tim Mawar ke senayan lewat Gerindra.
http://tz.ucweb.com/4tRuK
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia