TS
ibliss666
Cerita dan Inspirasi Bisnis ini Perlu di Baca agar Agan Sista Makin Kaya
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA




Jadi Bos itu Penting
Belajar untuk jadi Bos itu Perlu
Mulailah Dari Sini
Membaca Bersama Saya


Quote:
INDEX
Pengalaman bisnis Popok Kain
Think Big
Bisnis Melalui Instagram
Bisnis Hewan Qurban
Jas Hujan Muslimah
Kue
Mie Akhirat
Dasar Digital Marketing
Upgrade Bisnis dengan Coaching
Brand Identity
Branding Fast Changing Product
Pentingnya Tim
Strategi Bisnis Turun Temurun
Penyegaran Bisnis
Meningkatkan Daya Saing UKM
Sinergi Bisnis Online & Offline
Menentukan Bisnis dari DNA kita sendiri
Menjual Tanpa Bicara
Branding Wisata Indonesia
Zalfa Kosmetik
Menemukan Pelanggn, BUKAN pembeli
Billboard Jaman Sekarang
FOODTRUCK
Membangun Bisnis tanpa HUTANG
Marketing Plan
cairo food
5 syarat sukses bisnis online
Business Foundation
Pembukuan
Leads
Panen saat Lebaran
Perlakuan Terhadap Konsumen
Good to Read
Ghost Kitchen
Perjuangan NomiNomi dessert
Bisnis KESEHATAN
Warung Kopi
Baso Karawang
10 Modal Mental Entrepreneur
Rempah Indonesia
Bisnis Saat Corona
Flywheel BARU dalam Bisnis
Pengalaman jual CIRENG
Tentang Investasi
Quote:

Pada tahun 2015 mb novi (kalian g knal) datang berkunjung ke rumah saya dan melihat setumpuk popok kain yang merupakan sisa stok penjualan saya.
Saat itu saya adalah reseller kecil dari beberapa brand lokal dan brand china. Situasi pasar online di dunia popok sangat terasa dalam red ocean, dimana masing masing pemain saling membenturkan harga satu sama lain sekalipun itu brand lokal yang sebenarnya memiliki standart kualitas produk yang jauh lebih baik daripada brand china.
Nah momentum terjadi saat mb novi mengajak saya menjadi rekan bisnis dalam memasarkan popok dari hasil jahitan ibu mertuanya.
Saat melihat sample popok yang akan dipasarkan, seketika benak saya langsung menembak target menengah kebawah, dikarenakan kualitas bahan baku yang dipersepsikan pasar saat itu masih lebih rendah dibanding bahan baku dari beberapa brand pada umumnya.
Setelah beberapa waktu saya berproses menggali semua data, menentukan kompetitor dan lain lain. Kami mulai memasarkan produk ini (kami memberi nama Free) dengan sistem PO; sistem pemasaran pun ATM murni dari produsen lainnya.
Dan yang terjadi adalah dalam waktu 6 bulan sesudah launcing, produksi Free akhirnya harus off sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.
Masalahnya hanya satu satu nya tenaga produksi (yang tak lain ibu mertuanya) terkena serangan stroke.
Kami sama sekali tidak mempunyai Plan B karena miskin jaringan penjahit khususnya model halusan
Setelah 8 bulan berjalan akhirnya Free bisa bangkit kembali dengan berbekal evaluasi dari pengalaman sebelumnya, kami merombak semua manajemen yang kami lakukan, baik dr segi pemasaran dan produksinya.
Langkah pertama adalah menjaring data penjahit di sekitar tempat tinggal kami (radius sampai desa tetangga); hasil ternyata WOW, pengalaman kami mendapatkan 10 calon penjahit namun yang bisa dijadikan tim hanya 1-2 orang saja (kami memberikan contoh jahitan dan bahan dalam rupa potongan untuk dikerjakan sendiri dulu).
Di sisi lain saya yang bertanggung jawab dalam mendatangkan buyer, membutuhkan pendekatan yang berbeda untuk merekrut tim marketing.

Singkatnya dalam kurun waktu 6 bulan (setelah momentum Free dibangkitkan), permintaan dari tim marketing cukup naik significant, namun disinilah akhirnya terkuak masalah masalah operation bisnis yang akhirnya membuat banjir bandang komplainan dari marketing.
Masalah masalah yang kami identifikasikan:
Quote:
1. Miskin jaringan di bidang penjahit hampir membuat kami frustasi.. Di wilayah trdekat kami memang banyak penjahit tp pengalaman menjahit popok kain sama sekali tidak ada.. Bisa dikatakan perjuangan kami dimulai dari nol..
2. Tidak ada standart bahan baku dan kompetensi tim produksi yang tidak seragam sehingga berpengaruh pada hasil jahitan yang bervariasi antar 1 penjahit dengan penjahit lainnya, terbukti dari komplain yang memberikan bukti foto ukuran popok yang tidak seragam.
3. Tidak ada kepercayaan dari supplyer. Kami mengawali biaya produksi mulai dari modal yang sangat minim, sehingga kami hanya mampu membeli bahan baku lewat distributor kain.
Disisi lain masing masing distributor memiliki suplay dari beberapa pabrik yang berbeda sehingga tidak ada standart bahan baku yang jelas.
4. Sistem produksi masih belum menemukan kesesuaian. Sehingga masih sering terjadi proses tumpang tindih akibat proses trial eror setiap saat bisa berganti.
2. Tidak ada standart bahan baku dan kompetensi tim produksi yang tidak seragam sehingga berpengaruh pada hasil jahitan yang bervariasi antar 1 penjahit dengan penjahit lainnya, terbukti dari komplain yang memberikan bukti foto ukuran popok yang tidak seragam.
3. Tidak ada kepercayaan dari supplyer. Kami mengawali biaya produksi mulai dari modal yang sangat minim, sehingga kami hanya mampu membeli bahan baku lewat distributor kain.
Disisi lain masing masing distributor memiliki suplay dari beberapa pabrik yang berbeda sehingga tidak ada standart bahan baku yang jelas.
4. Sistem produksi masih belum menemukan kesesuaian. Sehingga masih sering terjadi proses tumpang tindih akibat proses trial eror setiap saat bisa berganti.
Hasil dari kesalahan kesalahan diatas kami bayar mahal dengan cacian komplain tidak profesional dan ancaman pelaporan penipuan, karena kami mengirimkan popok ke buyer setelah h+3 minggu.
Antrian orderan marketing yang semakin mengular namun produksi tidak bisa mengejar dengan cepat.
Hal tersebut di atas sangat mungkin terjadi dalam dunia bisnis.
Belum bisa menghasilkan kolaborasi yang tepat antara tim marketing dengan tim produksi sehingga keduanya tidak sinkron.
Marketing yg sudah menguasai ilmu pemasaran bisa dengan mudah mendatangkan customer sehingga muncul "banjir order"
Sedangkan tim produksi yg belum matang dan belum siap menghadapi "banjir order" kesulitan dalam memenuhinya, terlebih lagi kendala teknis seperti pemadaman lampu yg kerap membuat tim produksi tidak bekerja, lanjut ketersediaan SDM dalam tim produksi pun belum menguasai teknik jahit "halusan" seperti popok (daerah wilayah kami memang bnyak penjahit tetapi umumnya berpengalaman di kemeja, kaos, jaket, celana jins adalah keunggulannya) sehingga kami harus menemani dalam proses membuka mindsetnya bahwa menjahit popok itu bisa mudah asalkan niat belajar dan praktek tekniknya.

Berbekal pengalaman yang sangat tidak mengenakan ini. Akhirnya kami melakukan evaluasi dan merombak untuk sekian kalinya.
Langkah langkah perbaikan :
Quote:
1. Adanya norm (standart) untuk semua aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh semua anggota tim (baik produksi, staff operasional, maupun marketing), seperti meliputi norm bahan baku, norm hasil potong, norm hasil jahitan, norm adminitrasi (keuangan, gudang, ekspedisi, penjualan, dsb), dll.
2. Dibuatnya sistem yang lebih mudah dikerjakan maupun mudah dievaluasi. Berdasarkan dari alur kerja dari semua anggota tim yang berkesinambungan.
3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Kegiatannya meliputi workshop untuk tim produksi, praktikum sesuai norm di masing masing aktivitas semua bagian, dll.
Dengan tujuan meningkatkan kompetensi semua anggota tim tanpa terkecuali.
2. Dibuatnya sistem yang lebih mudah dikerjakan maupun mudah dievaluasi. Berdasarkan dari alur kerja dari semua anggota tim yang berkesinambungan.
3. Pengembangan kualitas sumber daya manusia. Kegiatannya meliputi workshop untuk tim produksi, praktikum sesuai norm di masing masing aktivitas semua bagian, dll.
Dengan tujuan meningkatkan kompetensi semua anggota tim tanpa terkecuali.
Kami berdua selaku top manajemen, belajar untuk "merangkai" dari kompetensi masing masing tim.
Mengkolaborasikan dengan menanamkan nilai kerjasama tim dalam perumpamaan satu tubuh satu badan.
Bahwa bila ada satu bagian ada kendala/masalah maka bagian lagi juga akan tersendat sehingga berpengaruh pada keseluruhan aktivitas bagi brand Free
Hasilnya perlahan perlahan banyak perbaikan, diantaranya :
Quote:
1. Kapasitas produksi bisa naik mencapai target (setiap bulan selalu ada target naik 10-20%)
2. Hasil produksi sesuai standart yang sudah dibuat, komplain sudah hampir jarang terjadi.
3. Marketing semakin semangat memasarkan produk karena adanya perubahan hasil produksi yang memiliki standart jauh lebih baik daripada sebelumnya.
4. Masing masing anggota tim bisa bekerja dengan memaknai konsep tim work, terbukti kesalahan teknis yang sifatnya keteledoran bisa diminimalisir (karena angota satu sama lain saling mengkoreksi/mengevaluasi hasil kerja rekan di tahapan sebelumnya).
5. Masing masing anggota tim juga muncul rasa untuk selalu siap belajar apapun, karena mereka sadar bahwa alur kinerja memang berkesinambungan, sehingga apabila ada satu bagian yang mengalami masalah dalam pekerjaannya maka bagian yg lain dengan segera ikut menghandle pekerjaan tersebut sehingga alur kerja dalam tim tetap terjaga dengan baik
2. Hasil produksi sesuai standart yang sudah dibuat, komplain sudah hampir jarang terjadi.
3. Marketing semakin semangat memasarkan produk karena adanya perubahan hasil produksi yang memiliki standart jauh lebih baik daripada sebelumnya.
4. Masing masing anggota tim bisa bekerja dengan memaknai konsep tim work, terbukti kesalahan teknis yang sifatnya keteledoran bisa diminimalisir (karena angota satu sama lain saling mengkoreksi/mengevaluasi hasil kerja rekan di tahapan sebelumnya).
5. Masing masing anggota tim juga muncul rasa untuk selalu siap belajar apapun, karena mereka sadar bahwa alur kinerja memang berkesinambungan, sehingga apabila ada satu bagian yang mengalami masalah dalam pekerjaannya maka bagian yg lain dengan segera ikut menghandle pekerjaan tersebut sehingga alur kerja dalam tim tetap terjaga dengan baik
Quote:
Inspirasi Kedua
“THINK BIG TO BECOME BIG”
But, HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[visi gede anda seberapa GEDE?]
But, HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[visi gede anda seberapa GEDE?]
1. Ada orang yg membesarkan bisnis kuliner nya setelah bisnis pertama yg dia rintis dari awalnya kecil.., menjadi lebih besar, namun karena tempatnya yang sdh nggak mencukupi, maka mulailah buka cabang, karena sukses, maka buka cabang dan buka cabang lagi...
2. Ada orang yg buka usaha kuliner, cukup rame, namun nggak pernah membayangkan bisnis nya bisa buka cabang, dan dikembangkan menjadi berlipat-lipat. Malah orang lain yg bisa ngelihat alias punya “think big” yang menawarkan untuk membesarkan bisnis kuliner yg dimiliki itu. Dan benar aja, setelah ada “orang luar” yg “punya visi” & keberanian, bisnis kuliner nya membesar...
3. Ada orang yang awalnya blom punya bisnis kuliner, tapi sudah “punya think big”, dari awal. Dan sudah merancang untuk membuat bisnis kuliner yg sudah di design untuk bisa dikembangkan menjadi besar dengan jumlah cabang yg berlipat-lipat. Malah sekarang bisa berkembang secara “self running” / auto pilot.
2. Ada orang yg buka usaha kuliner, cukup rame, namun nggak pernah membayangkan bisnis nya bisa buka cabang, dan dikembangkan menjadi berlipat-lipat. Malah orang lain yg bisa ngelihat alias punya “think big” yang menawarkan untuk membesarkan bisnis kuliner yg dimiliki itu. Dan benar aja, setelah ada “orang luar” yg “punya visi” & keberanian, bisnis kuliner nya membesar...
3. Ada orang yang awalnya blom punya bisnis kuliner, tapi sudah “punya think big”, dari awal. Dan sudah merancang untuk membuat bisnis kuliner yg sudah di design untuk bisa dikembangkan menjadi besar dengan jumlah cabang yg berlipat-lipat. Malah sekarang bisa berkembang secara “self running” / auto pilot.
Quote:
Termasuk yang mana anda diantara ketiga skenario diatas..?
Apa bedanya owner/founders dari skenario 1 vs 2 vs 3?
Mana yang punya kemungkinan “TERBESAR” untuk jatuh atau bangkrut lebih cepat setelah bisnis kuliner nya membesar?
Berapa lama biasanya suatu bisnis kuliner itu mampu bertahan? Dan gimana cara nya supaya tetap bertahan & berkembang terus?
HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[mau sebesar apa bisnis kuliner anda?]
[amankah posisi bisnis anda 5-10thn kedepan?]
Apa bedanya owner/founders dari skenario 1 vs 2 vs 3?
Mana yang punya kemungkinan “TERBESAR” untuk jatuh atau bangkrut lebih cepat setelah bisnis kuliner nya membesar?
Berapa lama biasanya suatu bisnis kuliner itu mampu bertahan? Dan gimana cara nya supaya tetap bertahan & berkembang terus?
HOW BIG IS YOUR “BIG”?
[mau sebesar apa bisnis kuliner anda?]
[amankah posisi bisnis anda 5-10thn kedepan?]
Sumber:
koko hadiono - praktisi kuliner global & lokal > 22thn
Spoiler for anu:
pak Bi adalah seorang kontributor yang sering mengadakan seminar...
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA

Diubah oleh muselimah 08-05-2022 06:38
ekspedisisby dan 26 lainnya memberi reputasi
27
47.2K
Kutip
212
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
UKM
14.8KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ibliss666
#155
Quote:
Nama Saya Rifqi Mohamad AS
Saya Sarjana Teknik Elektro,
Pengalaman 4 tahun didunia Telekomunikasi sebagai Engineer.
Pengalaman 15 tahun di Bidang pengelolaan dan distribusi sayur,buah dan bumbu.
Saya adalah Founder dari NoMiNoMi Delight
NoMiNoMi adalah resto berkonsep japanese halal fusion,
Bumbu ala Indonesia Rasa ala Jepang
NoMiNoMi sangat setuju dengan kegiatan Branding Indonesia Spicing The World, Tanpa Indonesia Dunia ini akan hambar.
karena pengalaman NoMiNoMi yg berhasil merubah Japanese Ramen to Nusantara Ramen.
Setelah 10 bulan di rencanakan dari tahun 2014 akhirnya buka pada bulan agustus 2015 di rawamangun,Jakarta Timur.
Setelah banyak salah resep, bingung buat positioning dan ditipu sama pemilik ruko.
Yang menarik
NoMiNoMi niat awal nya adalah membuat warung siomay di ruko kecil sekali, ukuran 1,5m x 3m.
karena di tipu pemilik toko, saya akhirnya meminjam ruko milik om.
yg berlokasi di jalan pemuda raya no.72-73
Biingung lagi karena skarang ruko nya besar dan ada di jalan utama rawamangun.
akhirnya setelah survey keberadaan resto disekitar rawamangun, kita menentukan memilih menu ramen dan dessert menjadi menu utama.
karena Blm ada ramen dan dessert di area sekitar, dan saat itu Ikudoichi dan sumoboo juga sedang booming di mall kota kasablanka.
NoMiNoMi adalah resto tanpa chef, semua menu makanan, minuman dan aneka dessert saya ciptakan sendiri, sehingga terjamin kehalalannya.
alasan lain adalah kita belum sanggup utk mempekerjakan chef,
karena awal membuat NoMiNoMi menggunakan dana minim,
patungan temen temen kampus saat itu 5jt/ orang.
karena dana masih kurang, akhir nya kita memutuskan utk mencari teman teman di luar kampus...terkumpullah dana total 325jt utk membuat NoMiNoMi.
uang sudah dipakai utk renovasi dan belanja bahan baku,
sisa saldo 25jt.
Saldo 25jt, ini tidak akan cukup utk bayar gaji karyawan bulan depan.
saya ambil resiko, kalo gaji kurang, akan saya bayar pakai dana pribadi.
yg penting kekurangan uang ini tidak meminjam ke lembaga financial apapun.
Alhamdulillah toko berhasil ramai pengunjung, karena selain kita memang berada di kawasan yg sangat strategis di rawamangun.
para keluarga kami semua, support utk terus datang dan makan minum di NoMiNoMi.
jadi walaupun baru, kita terbilang toko yg sukses karena langsung ramai.
seneng luarbiasa karena outlet pertama berhasil, kita sanggup profit dari mulai bulan pertama.
gaji karyawan dan supplier berhasil terbayar.
walaupun saya dana beberapa rekan blm menerima gaji, karena tidak cukup dana.
di bulan oktober 2015 baru lah saya mendapatkan gaji pertama dari NoMiNoMi sebesar Rp.750.000
dan saya langsung kasih kan pertama ke istri saya yg sedang hamil saat itu.
Bersyukur ya mama,ini hasil nya cuma sgini.😭
insya Allah ke depan berubah.
gara gara omset terus meningkat, kita agresif bangun cabang,,padahal ilmu juga masih kurang
alhasil 2 cabang yg kita bangun terpaksa ditutup,,karena saat itu blm cukup ilmu...modal ego!!
tutup 2 cabang membuat saya lebih semangat belajar, dan dipercaya investor utk membuat 1 cabang baru di galaxy.
karena lokasi nya juga strategis, Alhamdulillah outlet baru kita langsung di penuhi banyak pengunjung.
tapi saat itu ttp galau karena saya hanya merasa kebetulan berhasil nya,,tanpa strategy,,modal eksekusi.
Mulai ikut workshop, semua workshop saya ikuti.
Workshop Bisa Bikin Brand, Brand Activation, Brand Disruption dan Forum Resto managemet, mulailah sedikit mengerti dasar teori nya, tapi masih bingung cara utk eksekusi.
Belum cukup pintar juga,
Melamarlah saya menjadi supir pribadi Pak Bi pakar brand indonesia.. karena ingin menggali lebih dalam ilmu branding.
Setelah proses interview, Pak Bi setuju.
Mulailah masuk kantor setiap hari, senin-jumat jam 09:00-17:00, Bekasi – Fatmawati!! Pegel lumayan.
Hari pertama datang, bukan menjadi supir malah disuruh mengerjakan projek projek beliau.
Di Hari itulah saya belajar menyusun strategy atas arahan Pak Bi.
Menentukan Positioning NoMiNoMi !!
Contoh sederhana,membuat strategy berdasarkan data dari social media, sbb ;
Resto NoMiNoMi Delight,
Dari keterangan data diatas, 76% customer kita adalah wanita.
Usia rata rata 24-34, Domisili Jakarta
Wanita 24-34 :
Sudah bekerja/Profesional muda/
Sudah berkeluarga
Memiliki anak
Bisa kita gali Hal Apa saja yang membuat wanita bahagia?
Suka Bunga Bunga
Suka warna cerah
Suka ngemil
Suka Pedas
Suka bercerita
Tempat bersih. Toilet bersih
Suasana dingin
Suka Dimanja
Dari data diatas kita bisa membuat makanan, minuman,services dan design interior yang cocok dengan prilaku wanita sebagai customer target kita.
Ini adalah Photo Suasana Outlet terbaru NoMiNoMi Delight.
bunga bunga, rapih, sesuai selera wanita pada umum nya.
sebelum lanjut, ini adalah outlet ke 5,
setelah mengerti ilmu yg pak Bi ajarkan, sampai saat NoMiNoMi bertambah dari 2 resto, sampai 5 resto.
Cara sederhana ini menurut saya lebih simple utk menciptakan ikatan emosi antara merek kita dengan customer.
Pak Bi selalu bertanya, kenapa orang harus beli produk atau jasa anda?
Yang makanan minumannya enak
Yang berada dilokasi strategis dan bergengsi
Yang atmosphere toko nya nyaman
Yang pelayan nya ramah, dst!!
Lebih banyak *YANG* –nya lebih bagus.
YANG nya harus banyak bgt!!
Saya mengartikan kata YANG adalah UNTUNG.
Ketika ingin merubah sebuah Merek menjadi Brand.
Anda harus memikirkan keuntungan yang banyak yang harus customer anda dapatkan!!
Contoh,
List Keuntungan Customer NoMiNoMi:
*Customer beruntung mendapatkan makanan dan minuman unik dan enak.
*Customer beruntung mendapatkan pelayanan sangat baik
*Customer beruntung karena Outlet NoMiNoMi mudah dicari
*Customer beruntung mendapatkan makananan minuman halal dengan bahan baku premium dan harga terjangkau
*Customer beruntung bisa menghemat budget hangoutnya dengan datang ke NoMiNoMi
*Customer beruntung karena mendapatkan kemudahan pembayaran
*Customer beruntung karena mendapatkan tempat nyaman
*Customer beruntung karena mendapatkan Toilet yang bersih
*Customer beruntung karena tidak gerah
*Customer beruntung karena status socialnya berubah ketika memakai produk dan jasa kami
*Customer beruntung karena ikut memajukan pengusaha lokal indonesia
*Customer beruntung karena sebagian uang yg dibelanjakan digunakan utk beramal oleh NoMiNoMi
*Customer beruntung karena ada WIFI gratis
*Customer beruntung karena ada playgroud gratis
*Customer beruntung karena bisa refill sweet ice tea
*Customer beruntung karena bumbu dan bahan bahan lain kami produksi sendiri sehinggan terjamin halalnya
*Customer beruntung karena buat mereka yang aktif memantau IG kita, akan diberikan voucher makan minum gratis di NoMiNoMi
Dan banyak lagi keuntungan keuntungan lain nya utk customer.
Terus Pikirkan keuntungan keuntungan utk customer, focus nya di customer.
Ini merupakan salah satu point penting dalam membuat brand agar brand awarness kita lebih mudah terbangun., dan membuat customer sulit pindah ke lain hati.
Pertanyaan berikutnya, memang untung buat bisnis seperti itu?
Untung kok,
itulah sebabnya kita harus terus belajar kepada para expert, supaya bisa membuat hal hal yang mustahil menjadi berhasil.
Q:
Assaamualaikum mas
Mau bertanya 10 bulan itu yg direncanakan apa saja ya? rencana pemasarannya bagaimana di nominomi delight ini?
A:
10 bulan, cari resep, cari modal, cari lokasi.
10 bulan ga ada pemasukan, jadi total 12 bulan ga ada uang masuk.
pemasaran nya saat itu by socmed, mulut kemulut plus undang komunitas komunitas utk buat acara di NoMiNoMi.
Q:
Apakah di Nominomi pernah ada kejadian benda asing didalam makanan yg tersaji misalkan serangga atau rambut? Bagaimana cara menghandle pelanggan yg kecewa krn hal tersebut?
A:
pernah,
kasih voucher 200rb, supaya dia seneng.
intinya buat supaya cuastomer merasa sangat untung dan di hargai.
Q:
assalamualaikum , mau nanya...
1. sebelum mulai tadi mas rifqi collect data behavior prospect via sosmed itu gimana ? beli data atau bikin survery ?
2. Pricing strategy... kalo boleh dishare gimana nentuin positioning pricing yang pas untuk target market ?
terima kasih
A:'
itu data baru dimainkan setelah kenal pak Bi, awal nya ngga ngerti halhal itu.
cuma ngerti cara buat makanan enak! ya beli bahan bahan yg harga nya mahal.
pasti enak.
2. Liat dulu profile customer kita, usia nya berapa, pekerjaan nya , cara berpakaian nya.
awal malah profit kita sedikit bgt, ga mikir untung,,,mikir nya supaya toko ramai dulu.
data ambil dari instagram aja gratis.
Q:
Assalamu'alaikum,
Dengan struktur modal awal keroyokan dan founder tidak terima gaji, maka pembagian keuntungan dan sistem pengembalian modalnya gimana? Foundernya berapa orang dan di awal buka Chef-nya mas Rifqi sendiri? Ruko punya Om pas awal2 langsung dikontrak mahal, harga keluarga, atau masuk kontribusi saham (join partner)?
A:
dibagi 2 kategori,
ada operator dan investor
saya dan beberapa temen jadi operator!
yg lain hanya investor!
bagi hasil ke pemilik ruko 40% dari profit.
sisa 60%, bagi dua.
30% operator
30% investor
Ia saya jadi chef nya, di bantu beberapa karyawan.
Founder nya ada 18 orang.
Aktif hanya 3 orang.
Q:
Assalamualaikum
Mas mau Tanya tadi mas rifqi bilang, total tidak Ada pemasukan semala 12 bulan, bagaimana manjemen keuangan agar bisa tetap bertahan?
A:
saya sebenernya udah punya bisnis lain sebelum nya, itu malah yg besar!
cuma saya tinggalin, kasih ke keluarga lagi.
karena saya janji ke temen temen utk mengurus NoMiNoMi dengan baik.
Brand is promise.
walaupun ga ada gaji dari NoMiNoMi saya punya masukan cukup lumayan dari perusahaan yg saya bangun pertama.
Q:
mau tanya :
Tadi katanya liat profile customer dari cara berpakian dll... bagaimana cara memastikannya? Bisa aja dia berpakaian kantoran tapi karyawan kantoran khan banyak posisi misalnya? Apa ada misal kasih dia isi form feedback utk liat profile?
Kedua, bagaimana mengambil data dari IG yg gratis itu?
xxx
Tertarik dg positioning NoMi2 : Bumbu Indonesia, Rasa ala Jepang 😋
Nanya ya kak, diawal di create apakah ada perubahan positioning dari price dan produk setelah bisnis berjalan... ??
Stlg bisnis berjalan sdh mendapat data behaviour dr instagram, dan dari konsumen yang datang
A:
Karyawan kantor dari gaya berpakaian, gadget dan cara bicara nya, bisa ketauan,,minimal dia punya gaji UMR.
dan banyak customer kita masih merasa harga yg kita kasih masih kemurahan jika di bandingkan dengan harga di mall.
kalo di mall kita cek, utk mendapatkan makanan dgn kulitas seperti kita minimal 1 porsi ramen nya 55-60rb.
kita jual 35rb/porsi.
rubah ke bussiness account ya
100rb punya pak, sedangkan payche ck kita per orang hanya 50rb.
masih masuk.
waktu saya ke jepang coba pelajari ramen di tokyo osaka dan kyoto malah cendrung ramen disana hambar. Kurang cocok dengan selera orang indonesia yg suka rasa gurih dan berempah.
Di NoMiNoMi rasa asli nya kita modifikasi lagi supaya lebih cocok dengan selera indonesian people.
Mereka ngga nemu umami dari micin kaya di Indo padahal yg bikin Ajinomoto 🤣
kita pake nya Knoor,,,jadi di NoMiNoMi penyedap nya pun premium...Harga masih terjangkau.
banyak bgt customer kita kasih untung.
Banyak orang gagal membuat brand karena 1 hal fundamental yaitu pelit.
karena membangun brand yg musti kita pikirkan adalah keuntungan utk oranglain terlebih dulu.
bukan keuntungan kita pribadi.
contoh Pak Bi,
Rahasia beliau sangat sukses menjadi seorang pakar brand di indonesia, karena beliau rela membagi bagikan ilmu yg udah di pelajari puluhan tahun secara cuma cuma.
Dan sudah banyak orang yg beliau bantu menjadi orang super tajir, seperti owner kopiko,owner indomie, (owner NoMiNoMi , Aamiin ☺️ )
Pak Bi melakukan hal hal yg mustahil dilakukan oleh orang pelit.
Yaitu
senang berbagi.
senang membantu.
Bukan kah orang yang suka memberi lebih dicintai??
Brand itu musti memberi
Brand itu musti menjadi solusi
Brand itu tentang berbagi
Bukan kepentingan pribadi.
Semoga Brand kita dicintai
Catatan :
Brand identity kita adalah cerminan dari customer target kita
Buat lah,logo, merek, dan bahasa yang disenangi dan dipakai oleh customer target kita.
Diubah oleh ibliss666 06-07-2019 19:33
0
Kutip
Balas