- Beranda
- Berita dan Politik
HARGA TIKET TAK WAJAR! MASKAPAI UNTUNG BANYAK, SALAH KEMENHUB! (yang Protes MASUK!))
...
TS
Ghettoman
HARGA TIKET TAK WAJAR! MASKAPAI UNTUNG BANYAK, SALAH KEMENHUB! (yang Protes MASUK!))
Harga tiket pada tahun 2019, tepatnya mudik kemarin mengalami kenaikan yang cukup tinggi, namun sebelum itu banyak juga teori-teori yang bermunculan mengenai mahalnya tiket pesawat disamping keluhan dari Penumpang seperti "Maskapai cari untung, Kegagalan Kemenhub, Kongkalikong dan sebagainya." Namun apabila ditelisik lebih lanjut, kita harus tau dulu apa itu Tugas dari KEMENHUB dan apa wewenang dari kemenhub tentunya dalam masalah Harga tiket ini.
Sebelumnya, mari kita simak pernyataan dugaan "Salah Kemenhub" dari YLKI
Baik, bagi yang belum tau YLKI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya. Atau bisa juga sebagai media untuk menyampaikan keluhan bagi konsumen yang merasa keberatan dengan harga yang tidak wajar dalam hal kasus tiket pesawat yang tak wajar.
Sebelum kita menelaah mengenai poin 1 dan 2 (yang diatas) mari kita lihat poin ke 3 terlebih dahulu.
===============================================================
-Poin 3-
Saat ini terjadi duopoli bisnis penerbangan! yaitu Garuda dan Lion Air. Namun Apa benar mereka sedang saling berkompetisi?
Namun sebelum itu mari kita kembali ke pelajaran Sekolah Dasar.
TENANG! KAMI TAHU NETIZEN TIDAK SESIMPEL ITU.
Sekarang mari kita lihat mengenai fakta saja! Terlepas apa itu teori DUOPOLI menurut YLKI.
Asumsi Duopoli yang sebenarnya ..... membuat masyarakat berkeyakinan bahwa Garuda dan Lion Group memiliki keuntungan yang sangat besar. Dan Muncullah opini-opini lain diantaranya Kartel dan Kemenhub, opini ini juga masih Menurut YLKI.
(https://www.liputan6.com/bisnis/read...tiket-pesawat)
Sesuai dengan Forum Berita dan Politik maka dari itu kita simpulkan semua cukup dari berita saja.
Pertama, Kita bahas Garuda.
Tahun 2017 rugi rugi 3 T lalu taun 2018 untung 100 M
(Bravo!!!!)
Pada akhirnya
Dengan kondisi Garuda Grup yang berdarah2 ini dengan kerjasama bisnis WIFI P.T. Mahata apakah kita masih mau teriak2 lagi kalo turunkan harga tiket pesawat?
Silakan saja bagi mereka yang masih rela uang pajaknya digunakan utk Subsidi warga kelas menengah yang teriak2 seolah mati tidak naik pesawat.
Kedua, Kita bahas Lion Air.
(bersambung di bawah gan!)
Part II
Part III
Part IV
Sebelumnya, mari kita simak pernyataan dugaan "Salah Kemenhub" dari YLKI
Quote:
Quote:
Baik, bagi yang belum tau YLKI bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis konsumen tentang hak dan tanggung jawabnya sehingga dapat melindungi dirinya sendiri dan lingkungannya. Atau bisa juga sebagai media untuk menyampaikan keluhan bagi konsumen yang merasa keberatan dengan harga yang tidak wajar dalam hal kasus tiket pesawat yang tak wajar.
Sebelum kita menelaah mengenai poin 1 dan 2 (yang diatas) mari kita lihat poin ke 3 terlebih dahulu.
===============================================================
-Poin 3-
Saat ini terjadi duopoli bisnis penerbangan! yaitu Garuda dan Lion Air. Namun Apa benar mereka sedang saling berkompetisi?
Namun sebelum itu mari kita kembali ke pelajaran Sekolah Dasar.
Quote:
Quote:
TENANG! KAMI TAHU NETIZEN TIDAK SESIMPEL ITU.
Sekarang mari kita lihat mengenai fakta saja! Terlepas apa itu teori DUOPOLI menurut YLKI.
Asumsi Duopoli yang sebenarnya ..... membuat masyarakat berkeyakinan bahwa Garuda dan Lion Group memiliki keuntungan yang sangat besar. Dan Muncullah opini-opini lain diantaranya Kartel dan Kemenhub, opini ini juga masih Menurut YLKI.
(https://www.liputan6.com/bisnis/read...tiket-pesawat)
Sesuai dengan Forum Berita dan Politik maka dari itu kita simpulkan semua cukup dari berita saja.
Pertama, Kita bahas Garuda.
Quote:
Tahun 2017 rugi rugi 3 T lalu taun 2018 untung 100 M
(Bravo!!!!)Quote:
Quote:
Pada akhirnya
Quote:
Dengan kondisi Garuda Grup yang berdarah2 ini dengan kerjasama bisnis WIFI P.T. Mahata apakah kita masih mau teriak2 lagi kalo turunkan harga tiket pesawat?
Silakan saja bagi mereka yang masih rela uang pajaknya digunakan utk Subsidi warga kelas menengah yang teriak2 seolah mati tidak naik pesawat.
Kedua, Kita bahas Lion Air.
(bersambung di bawah gan!)
Part II
Part III
Part IV
Diubah oleh Ghettoman 04-07-2019 21:44
0
2.4K
27
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.5KThread•57.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Ghettoman
#26
Part IV
Jadi sebenarnya menelisik mengenai harga tikert mahal Siapa yang harus bertanggung jawab?
ini dia jawabannya
Naaaah.... nampaknya harus jelas... mana yang mengatur itu mengenai kebijakan, mana yang mengatur keuangan (KPPU dan BUMN) jadi sempet bingungs juga kok kewenangan mengenai BUMN yaitu "USAHA" diserahkan dengan orang yang hanya mengatur kebijakan.
Yap mungkin inilah sedikit paparannya, terlepas dari itu semua ada sedikit kesamaan dari KPPU dan YLKI yaitu sama2 manut dan nurut dan bersikukuh dengan dugaan kartel pesawat mendesak KEMENHUB, namun aneh! Menteri BUMN adem ayem.
(https://www.liputan6.com/bisnis/read...tiket-pesawat)
dan selain itu juga kita berbicara MENHUB yang dulu yang memaksa swastanisasi Bandara dikelola pribadi Sebelum MENHUB Budi Karya Sumadi, yaitu Ignasius Jonan.
(http://beritatrans.com/2015/06/11/ke...kasa-pura-ii/)
tapi kesimpulannya ada di jawaban pada thread sebelumnya yang mana turunnya harga bisa lebih wadaw dengan penetapan TBA itu adalah salah satu langkah KEMENHUB, jadi untuk yang mikir aaah ini mah sengaja, bla bla bla. Nampaknya kamu harus belajar objektif juga
Tak Lama setelah pernyataan itu diungkapan diadakn perundingan MENHUB dan Menteri BUMN serta maskapai.
yang memberi diskon pada beberapa hari tertentu, dan ini mungkin salah satu langkah yang menarik juga walau tidak bisa semua namun setidaknya bisa mengurangi.
(https://www.suara.com/bisnis/2019/06...rapa-tarifnya)
ini dia jawabannya
Masalah Tiket Pesawat Mahal 'Bolanya' di KPPU dan Kementerian BUMN
Quote:
Naaaah.... nampaknya harus jelas... mana yang mengatur itu mengenai kebijakan, mana yang mengatur keuangan (KPPU dan BUMN) jadi sempet bingungs juga kok kewenangan mengenai BUMN yaitu "USAHA" diserahkan dengan orang yang hanya mengatur kebijakan.
Yap mungkin inilah sedikit paparannya, terlepas dari itu semua ada sedikit kesamaan dari KPPU dan YLKI yaitu sama2 manut dan nurut dan bersikukuh dengan dugaan kartel pesawat mendesak KEMENHUB, namun aneh! Menteri BUMN adem ayem.
(https://www.liputan6.com/bisnis/read...tiket-pesawat)
dan selain itu juga kita berbicara MENHUB yang dulu yang memaksa swastanisasi Bandara dikelola pribadi Sebelum MENHUB Budi Karya Sumadi, yaitu Ignasius Jonan.
(http://beritatrans.com/2015/06/11/ke...kasa-pura-ii/)
tapi kesimpulannya ada di jawaban pada thread sebelumnya yang mana turunnya harga bisa lebih wadaw dengan penetapan TBA itu adalah salah satu langkah KEMENHUB, jadi untuk yang mikir aaah ini mah sengaja, bla bla bla. Nampaknya kamu harus belajar objektif juga

Tak Lama setelah pernyataan itu diungkapan diadakn perundingan MENHUB dan Menteri BUMN serta maskapai.
yang memberi diskon pada beberapa hari tertentu, dan ini mungkin salah satu langkah yang menarik juga walau tidak bisa semua namun setidaknya bisa mengurangi.
(https://www.suara.com/bisnis/2019/06...rapa-tarifnya)
Diubah oleh Ghettoman 04-07-2019 21:42
0
," kata Rini, di bantaran sungai Cisadane, Tangerang, seperti dikutip dari