- Beranda
- Berita dan Politik
Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup, pramuria Diberi Pesangon Rp2,395 Miliar
...
TS
matthysse67
Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup, pramuria Diberi Pesangon Rp2,395 Miliar
Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup, pramuria Diberi Pesangon Rp2,395 Miliar
18 June 2019 | 17:54

medaninside.com, Semarang - Pemerintah Kota Semarang menutup lokalisasi pramuriaan Sunan Kuning. Namun, para pekerja seks komersial (PSK) yang biasa menjajakan diri di lokalisasi itu tetap akan diberi uang masing-masing Rp5 juta agar mereka bisa mandiri nantinya.

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan alokasi anggaran Rp2,395 miliar untuk memberikan ‘pesangon’ pada 479 PSK yang biasa menjajakan diri di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Sesuai instruksi dari pemerintah pusat, Pemkot Semarang mesti menutup lokalisasi tersebut pada Agustus 2019.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pemerintah tidak asal menutup namun juga menyiapkan jalan keluar bagi pekerja di sana. “Pemerintah tidak mungkin lepas tangan, kami juga yakin mbak-mbak ini terpaksa bekerja seperti ini. Dinas sosial siapkan anggaran tali asih,” kata Fajar usai pertemuan sosialisasi di SK, Selasa (18/6).

Namun terkait mekanisme penyerahan uang tali asih itu akan menunggu petunjuk teknis selanjutnya. Pemberian uang tali asih itu diharapkan sebagai modal bagi PSK untuk menjalankan usaha guna memulai hidup barunya kelak.

Pengelola SK, Suwandi mengatakan ada 177 usaha karaoke di lokasi yang terdiri dari enam RT itu. Sedangkan pekerjanya berjumlah 476 orang atau biasa disebut anak asuh. Suwandi menghormati keputusan pemerintah namun ia menegaskan nasib para anak asuh harus diperhatikan usai penutupan.

“Bagaimana warga agar tidak sengsara bisa hidup sehingga anak-anak bisa sekolah, sehingga anak anak sekolah lulus tidak jadi preman, dulu seperti itu. Selama saya di sini sekarang ada yang jadi sarjana, SE, SH, dokter,” terang Suwandi.
Wong Semarang ndi suarane ? Seng seneng jajan kapokmu kapan
https://medaninside.com/lokalisasi-s...rp2395-miliar/
Khusus mulus yang ini, mantannya TS


18 June 2019 | 17:54

medaninside.com, Semarang - Pemerintah Kota Semarang menutup lokalisasi pramuriaan Sunan Kuning. Namun, para pekerja seks komersial (PSK) yang biasa menjajakan diri di lokalisasi itu tetap akan diberi uang masing-masing Rp5 juta agar mereka bisa mandiri nantinya.

Pemerintah Kota Semarang menyiapkan alokasi anggaran Rp2,395 miliar untuk memberikan ‘pesangon’ pada 479 PSK yang biasa menjajakan diri di Lokalisasi Sunan Kuning Semarang. Sesuai instruksi dari pemerintah pusat, Pemkot Semarang mesti menutup lokalisasi tersebut pada Agustus 2019.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan pemerintah tidak asal menutup namun juga menyiapkan jalan keluar bagi pekerja di sana. “Pemerintah tidak mungkin lepas tangan, kami juga yakin mbak-mbak ini terpaksa bekerja seperti ini. Dinas sosial siapkan anggaran tali asih,” kata Fajar usai pertemuan sosialisasi di SK, Selasa (18/6).

Namun terkait mekanisme penyerahan uang tali asih itu akan menunggu petunjuk teknis selanjutnya. Pemberian uang tali asih itu diharapkan sebagai modal bagi PSK untuk menjalankan usaha guna memulai hidup barunya kelak.

Pengelola SK, Suwandi mengatakan ada 177 usaha karaoke di lokasi yang terdiri dari enam RT itu. Sedangkan pekerjanya berjumlah 476 orang atau biasa disebut anak asuh. Suwandi menghormati keputusan pemerintah namun ia menegaskan nasib para anak asuh harus diperhatikan usai penutupan.

“Bagaimana warga agar tidak sengsara bisa hidup sehingga anak-anak bisa sekolah, sehingga anak anak sekolah lulus tidak jadi preman, dulu seperti itu. Selama saya di sini sekarang ada yang jadi sarjana, SE, SH, dokter,” terang Suwandi.
Wong Semarang ndi suarane ? Seng seneng jajan kapokmu kapan

https://medaninside.com/lokalisasi-s...rp2395-miliar/
Khusus mulus yang ini, mantannya TS



Diubah oleh matthysse67 18-06-2019 19:53
yudhi0412 dan 2 lainnya memberi reputasi
1
8.8K
40
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
floriantito
#7
Dulu aku penasaran waktu masih kuliah di semarang hanya numpang lewat, masuk komplek SK hanya bayar 2ribu per motor.
Itu udah jam 12an, dan sepenglihatanku banyak rumah2 yang depannya udah standby perempuan(kalau jam 10an muda2 sedangkan kalau udah malem yanf tua2)
Ini bagus sih kompleknya, cuman ada 2 jalur yaitu masuk dan keluar.
Jago juga ya pemkotnya bisa bubarin ini prostitusi.
Btw ane ga setuju dibubarin, sependapat sama omongan BTP itu malah lari dan berpindh ke tempat lain aja paling.
Itu udah jam 12an, dan sepenglihatanku banyak rumah2 yang depannya udah standby perempuan(kalau jam 10an muda2 sedangkan kalau udah malem yanf tua2)
Ini bagus sih kompleknya, cuman ada 2 jalur yaitu masuk dan keluar.
Jago juga ya pemkotnya bisa bubarin ini prostitusi.
Btw ane ga setuju dibubarin, sependapat sama omongan BTP itu malah lari dan berpindh ke tempat lain aja paling.
Diubah oleh floriantito 18-06-2019 19:57
PrinScrup dan thegaronk memberi reputasi
2