- Beranda
- Inspirasi
Inilah Penyakit Pikiran yang Harus Disembuhkan Jika Kamu Ingin Sukses dan Bernilai?
...
TS
bekticahyopurno
Inilah Penyakit Pikiran yang Harus Disembuhkan Jika Kamu Ingin Sukses dan Bernilai?
Penyakit Pikiran yang Lebih Berbahaya dari pada Kanker

Tahukah kamu kenapa berakhir gagal menjadi seorang penulis? Adalah saat kamu mulai ngeles mencari alasan.
Sebuah alasan dari penyakit pikiran yang akan membuatmu tetap gagal dan bisa dipastikan orang seperti itu jauh dari kata bahagia.
Pasti menderitanya! Pasti hidupnya sengsara!
Jikalau pun ia berkata bahagia tidak lebih hanya alibi untuk menutupi kegagalannya. Sebuah alibi yang justru menunjukkan betapa rendah pribadi seseorang itu.
Apasih penyakit pikiran yang harus di operasi itu? Tidak perlu panjang lebar, langsung saja, Inikah Penyakit Pikiran yang Harus Disembuhkan Jika Kamu Ingin Sukses dan Bernilai? Sebagai berikut:
1. Alasan Waktu
Orang gagal paling sering menggunakan waktu sebagai alasan. Katanya:
"Tidak ada waktu
Waktuku sibuk banget
Dan seterusnya. Waktu selalu dijadikan alasan ini dan itu."
Pertanyaannya:
"Bukankah kita punya waktu yang sama dalam satu hari 1 x 24 jam? Lastas kenapa orang sukses tidak ngeles waktu? Tapi justru malah memanfaatkan waktu sebaik mungkin?"
2. Alasan Kesehatan
Alasan sakit ini dan itu bla bla bla. Ngeles terus karena kesehatan.
Taukah kamu bahwa manusia itu tidak ada yang benar-benar sehat 100% ? Akan ada rasa sakit atau paling tidak merasakan letih atau lelah.
Lantas kenapa banyak orang yang mungkin secara fisik tidak sempurna atau bahkan sakit tapi masih bisa sukses dan bahkan berprestasi? Adalah karena mereka punya solusi dalam mengatasi rasa sakit itu.
3. Menyalahkan Kegagalan
Orang seperti ini akan selalu bilang: "Aku gak bisa, aku tidak paham, aku pernah gagal, bla bla bla dan seterusnya."
Pertanyaannya:
"Bukankah kita saat lahir tidak bisa apa-apa? Karena usaha dan berlatih serta terus belajar seorang bayi bisa berjalan?"
Kenyataannya manusia semakin dewasa banyak yang memilih bodoh untuk 'lumpuh' katimbang berusaha mencari solusi dan terus bangkit hingga ia bisa berjalan.
Masih ngeles atau ngeluh karena tidak bisa? Jangan-Jangan kamu memang lebih payah dari pada bayi? Entahlah.
4. Menyalahkan Orang Lain
Alibi paling klasik dan banyak ditemukan adalah paling suka menyalahkan orang lain.
Katanya: "Gara-gara orang ini begini. Gara-gara orang itu begitu bla bla bla dan seterusnya."
Selalu saja orang lain yang salah.
Pertanyaannya: "Siapasih manusia di dunia ini tidak pernah berbuat salah?"
Apa kamu tau? Sebanyak apapun kamu menemukan kesalahan orang lain itu tidak akan pernah bisa merubah hidupmu. Justru yang ada kamu akan semakin menderita.
Kalau tidak percaya? Silahkan saja kamu menyalahkan orang lain seumur hidupmu dan bisa dipastikan seumur hidupmu juga menderita.
5. Menyalahkan Diri Sendiri
Alasan yang tidak kalah mengerikan juga adalah selalu menyalahkan diri sendiri. Bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan putus asa hidup di dunia ini.
Jelas manusia seperti ini telah menghina Sang Maha Pencipta.
Bukankah Kita telah dianugerahi banyak hal? Paling tidak punya akal yang bisa kamu gunakan untuk mencari solusi dari apa yang dihadapi.
Tidak! Kenyataannya kamu lebih suka membohongi diri sendiri.
6. Menyalahkan Tempat
Adalah selalu menyalahkan tempat di mana ia berada. Katanya: "Di tempatku begini. Di tempatku begitu, Kantorku sempit, di tempatku panas, di tempatku dingin bla bla bla dan seterusnya."
Pertanyaanya :
"Kenapa orang daerah salju bisa hidup dan berprestasi? Bahkan untuk mereka yang tinggal di kutub sekalipun. Begitu juga yang hidup di padang pasir gersang atau yang hidup di hutan rimba."
Seharusnya menyadari semua tempat itu istimewa. Manusia sendiri lah yang seharusnya mampu memanfaatkan tempat sebaik mungkin.
7. Menyalahkan Keadaan
Tipe orang gagal biasanya selalu memakai keadaan sebagai alibi untuk menunjukkan betapa menderitanya dirinya.
Katanya: "Siang ini panas sekali sehingga aku tidak bisa begini dan begitu, gara-gara hujan, gara-gara malam, gara-gara ini dan itu bla bla bla bla dan seterusnya."
Taukah kamu siang ya hanya menjadi siang asal kamu berpikir siang. Begitu juga malam, hujan dan seterusnya.
Bayangkan jika tidak ada siang atau hujan selamanya? Pasti tidak akan ada kehidupan di dunia ini.
Paling tidak itulah beberapa alasan terpopuler di tengah masyarakat dan harus di operasi jika kamu ingin sembuh. Atau justru kamu lebih bangga menjadi manusia menderita? Entahlah, pilihan ada pada diri kamu sendiri.
Bagaimana menurut sahabat kaskuser? Silahkan berikan pendapatnya.

Sukses sendiri bisa memiliki banyak versi menurut pribadi masing-masing setiap individu. Poin pentingnya adalah bisa menjadi manusia yang bernilai.
Pepatah modern mengatakan: "Jangan jadi orang sukses namun jadilah orang bernilai.
Akan tetapi, bukankah untuk menjadi bernilai tentu harus sukses?
Renungkan dan temukan sendiri jawabannya!


Jika suka ini thread, silahkan bagikan saja. Terimakasih .
Sumber: Oppri
Ilustrasi gambar Link Disini

Tahukah kamu kenapa berakhir gagal menjadi seorang penulis? Adalah saat kamu mulai ngeles mencari alasan.
Sebuah alasan dari penyakit pikiran yang akan membuatmu tetap gagal dan bisa dipastikan orang seperti itu jauh dari kata bahagia.
Pasti menderitanya! Pasti hidupnya sengsara!
Jikalau pun ia berkata bahagia tidak lebih hanya alibi untuk menutupi kegagalannya. Sebuah alibi yang justru menunjukkan betapa rendah pribadi seseorang itu.
Apasih penyakit pikiran yang harus di operasi itu? Tidak perlu panjang lebar, langsung saja, Inikah Penyakit Pikiran yang Harus Disembuhkan Jika Kamu Ingin Sukses dan Bernilai? Sebagai berikut:
1. Alasan Waktu
Orang gagal paling sering menggunakan waktu sebagai alasan. Katanya:
"Tidak ada waktu
Waktuku sibuk banget
Dan seterusnya. Waktu selalu dijadikan alasan ini dan itu."
Pertanyaannya:
"Bukankah kita punya waktu yang sama dalam satu hari 1 x 24 jam? Lastas kenapa orang sukses tidak ngeles waktu? Tapi justru malah memanfaatkan waktu sebaik mungkin?"
2. Alasan Kesehatan
Alasan sakit ini dan itu bla bla bla. Ngeles terus karena kesehatan.
Taukah kamu bahwa manusia itu tidak ada yang benar-benar sehat 100% ? Akan ada rasa sakit atau paling tidak merasakan letih atau lelah.
Lantas kenapa banyak orang yang mungkin secara fisik tidak sempurna atau bahkan sakit tapi masih bisa sukses dan bahkan berprestasi? Adalah karena mereka punya solusi dalam mengatasi rasa sakit itu.
3. Menyalahkan Kegagalan
Orang seperti ini akan selalu bilang: "Aku gak bisa, aku tidak paham, aku pernah gagal, bla bla bla dan seterusnya."
Pertanyaannya:
"Bukankah kita saat lahir tidak bisa apa-apa? Karena usaha dan berlatih serta terus belajar seorang bayi bisa berjalan?"
Kenyataannya manusia semakin dewasa banyak yang memilih bodoh untuk 'lumpuh' katimbang berusaha mencari solusi dan terus bangkit hingga ia bisa berjalan.
Masih ngeles atau ngeluh karena tidak bisa? Jangan-Jangan kamu memang lebih payah dari pada bayi? Entahlah.
4. Menyalahkan Orang Lain
Alibi paling klasik dan banyak ditemukan adalah paling suka menyalahkan orang lain.
Katanya: "Gara-gara orang ini begini. Gara-gara orang itu begitu bla bla bla dan seterusnya."
Selalu saja orang lain yang salah.
Pertanyaannya: "Siapasih manusia di dunia ini tidak pernah berbuat salah?"
Apa kamu tau? Sebanyak apapun kamu menemukan kesalahan orang lain itu tidak akan pernah bisa merubah hidupmu. Justru yang ada kamu akan semakin menderita.
Kalau tidak percaya? Silahkan saja kamu menyalahkan orang lain seumur hidupmu dan bisa dipastikan seumur hidupmu juga menderita.
5. Menyalahkan Diri Sendiri
Alasan yang tidak kalah mengerikan juga adalah selalu menyalahkan diri sendiri. Bahkan tidak sedikit yang berakhir dengan putus asa hidup di dunia ini.
Jelas manusia seperti ini telah menghina Sang Maha Pencipta.
Bukankah Kita telah dianugerahi banyak hal? Paling tidak punya akal yang bisa kamu gunakan untuk mencari solusi dari apa yang dihadapi.
Tidak! Kenyataannya kamu lebih suka membohongi diri sendiri.
6. Menyalahkan Tempat
Adalah selalu menyalahkan tempat di mana ia berada. Katanya: "Di tempatku begini. Di tempatku begitu, Kantorku sempit, di tempatku panas, di tempatku dingin bla bla bla dan seterusnya."
Pertanyaanya :
"Kenapa orang daerah salju bisa hidup dan berprestasi? Bahkan untuk mereka yang tinggal di kutub sekalipun. Begitu juga yang hidup di padang pasir gersang atau yang hidup di hutan rimba."
Seharusnya menyadari semua tempat itu istimewa. Manusia sendiri lah yang seharusnya mampu memanfaatkan tempat sebaik mungkin.
7. Menyalahkan Keadaan
Tipe orang gagal biasanya selalu memakai keadaan sebagai alibi untuk menunjukkan betapa menderitanya dirinya.
Katanya: "Siang ini panas sekali sehingga aku tidak bisa begini dan begitu, gara-gara hujan, gara-gara malam, gara-gara ini dan itu bla bla bla bla dan seterusnya."
Taukah kamu siang ya hanya menjadi siang asal kamu berpikir siang. Begitu juga malam, hujan dan seterusnya.
Bayangkan jika tidak ada siang atau hujan selamanya? Pasti tidak akan ada kehidupan di dunia ini.
Paling tidak itulah beberapa alasan terpopuler di tengah masyarakat dan harus di operasi jika kamu ingin sembuh. Atau justru kamu lebih bangga menjadi manusia menderita? Entahlah, pilihan ada pada diri kamu sendiri.
Bagaimana menurut sahabat kaskuser? Silahkan berikan pendapatnya.

Quote:
Sukses sendiri bisa memiliki banyak versi menurut pribadi masing-masing setiap individu. Poin pentingnya adalah bisa menjadi manusia yang bernilai.
Pepatah modern mengatakan: "Jangan jadi orang sukses namun jadilah orang bernilai.
Akan tetapi, bukankah untuk menjadi bernilai tentu harus sukses?
Renungkan dan temukan sendiri jawabannya!
Belajar Bersama Bisa dan Terimakasih


Quote:
Jika suka ini thread, silahkan bagikan saja. Terimakasih .
Sumber: Oppri
Ilustrasi gambar Link Disini
Diubah oleh bekticahyopurno 06-06-2019 15:13
fiaperm dan 93 lainnya memberi reputasi
90
18.6K
208
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Inspirasi
10.6KThread•8.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bekticahyopurno
#2
Power Kekuatan Alam Pikiran
Menyembuhkan Penyakit Pikiran

Adalah sebuah perangkat yang terdiri dari berbagai kumpulan melekul, ion, saraf, neuron, proyeksi dan berbagai macam jenis perangkat kompleks tercanggih yang ada didunia ini dalam otak pada suatu organisme sempurna yang disebutnya manusia.
Hampir setiap organisme yang ada semesta ini memang memiliki otak. Di mana memiliki penafsiran, teori, penjelasan ilmiah yang berbeda satu dengan lainnya.
Sungguhpun demikian, satu hal yang pasti dan banyak sepakat bahwa organisme paling sempurna di semesta ini adalah manusia. Satu-satunya makhluk yang sempurna diantara mahluk lainnya.
Apa yang menjadikan alasan bahwa manusia adalah puncak rantai makanan, puncak rantai tertinggi dari mahkluk lainnya adalah karena memiliki otak yang tercanggih dari semua organisme yang ada.
Simple, apapun yang ada di semesta ada dalam diri manusia. Sedangkan manusia menjadi istimewa dari organisme lainnya adalah karena memiliki akal.
Akal inilah yang mampu membedakan baik dan buruk, mampu memilih, memilah, mencari, menemukan dan berbagai macam hal yang ajaib serta luar biasa.
Akal terletak pada otak dan otak terletak pada kepala. Dengan tafsiran sederhana, manusia tanpa organ tubuh lain seperti tangan misalnya. Tetap masih bisa hidup.
Sedangkan manusia tanpa kepala, biasanya mati. Walaupun ada beberapa penelitian yang mencoba melawan teori alam dengan adanya kepala dan tubuh terpisah, nyatanya sampai sekarang belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Terlepas dari semua itu, jika diambil benang merahnya, dapet tersimpulkan :
Manusia buah dari pikirannya
Jika sudah demikian, mari kita sama-sama belajar memahami tentang kekuatan pikiran ini :
Pertanyaannya:
1. Berapa sih korban meninggal dunia dalam setiap tahun di seluruh dunia akibat penyakit kanker?
2. Berapa sih korban meninggal dunia dalam setiap tahun di seluruh dunia akibat penyakit pikiran?
Agan dan Sista silahkan berhitung sendiri dengan angka-angka. Satu hal yang pasti, korban kehancuran lebih banyak ditimbulkan karena pemikiran manusia.
Misalnya;
Perang dunia 1 dan 2, terorisme, Konflik horizontal, perang wilayah, bunuh diri, psikopat dan sebagainya. Semua timbul akibat pemikiran manusia.
Pun sebaliknya, sebuah peradaban bangsa, penemuan ilmiah, sosial budaya, negara maju atau miskin juga berawal dari pemikiran dan sebagainya.
Apa yang paling banyak dipikirkan suatu kelompok masyarakat itulah yang mempengaruhi sebuah negara. Karena itu juga muncul berbagai idiologi dan menjadi berbagai macam bangsa dan negara.
Pun demikian, apa yang paling terpikirkan suatu individu. Juga begitulah kemungkinan masa depan individu tersebut.
Semoga dengan pemaparan ini bisa menjadikan bahan perenungan kita semua;
Sudahkah pikiran kita sehat? Atau justru masih terjangkit penyakit seperti TS di atas? Renungkan!
Sebelum Thomas Alfa Edison menemukan bolam, ia sudah berpikir sebelumya untuk menemukan bolam.
Begitu juga para ilmuwan lain yang menggunakan pikirannya dulu sebelum menemukan penemuan besar.
Menurut Ibnu Al Arabi, puncak akal tertinggi di miliki manusia bernama Muhammad dan kitab suci yang disampaikannya adalah puncak dari segala akal.
Tidak heran, jika karya Ilmuwan Harun Yahya juga banyak mempengaruhi penemuan modern eropa saat ini.
Bahkan sebelum eropa menjadi kiblat penemuan dunia, peradaban Kordogba juga mempengaruhinya.
Dalam negeri juga tidak kalah penting, para pendahulu dengan peninggalan saat ini seperti Candi Borobudur, Petilasan Kerajaan Air Langga, Paramida Gunung Permai dan masih banyak lainnya juga menunjukkan betapa Pemikiran telah ada dan dipahami.
Sebelum orang Persia melakukan pencatatan dari pemikiran manusia. Para Resi, Brahmana di India dan Jawa juga sudah melakukan pencatatan dari sebuah pemikiran manusia.
Tidak heran jika para filsuf Yunani Kuno banyak yang membuat teori bahwa dunia ini dari pemikiran atau logos atau logika. Juga tidak lepas dari pemikiran.
Begitu luar biasanya sebuah pemikiran dalam dunia ini. Namun sayangnya banyak dari kita menganggap penyakit pikiran hanya masalah sepele.
Padahal dari pemikiran juga, bisa menimbulkan dampak mengerikan dan juga dampak luar biasa indah.
Untuk sementara sampai di sini dulu pemaparannya dan tunggu penjelasan berikutnya.
Next
Sumber : oppri

Quote:
Ada Apa dengan Pikiran?
Adalah sebuah perangkat yang terdiri dari berbagai kumpulan melekul, ion, saraf, neuron, proyeksi dan berbagai macam jenis perangkat kompleks tercanggih yang ada didunia ini dalam otak pada suatu organisme sempurna yang disebutnya manusia.
Hampir setiap organisme yang ada semesta ini memang memiliki otak. Di mana memiliki penafsiran, teori, penjelasan ilmiah yang berbeda satu dengan lainnya.
Sungguhpun demikian, satu hal yang pasti dan banyak sepakat bahwa organisme paling sempurna di semesta ini adalah manusia. Satu-satunya makhluk yang sempurna diantara mahluk lainnya.
Apa yang menjadikan alasan bahwa manusia adalah puncak rantai makanan, puncak rantai tertinggi dari mahkluk lainnya adalah karena memiliki otak yang tercanggih dari semua organisme yang ada.
Simple, apapun yang ada di semesta ada dalam diri manusia. Sedangkan manusia menjadi istimewa dari organisme lainnya adalah karena memiliki akal.
Akal inilah yang mampu membedakan baik dan buruk, mampu memilih, memilah, mencari, menemukan dan berbagai macam hal yang ajaib serta luar biasa.
Akal terletak pada otak dan otak terletak pada kepala. Dengan tafsiran sederhana, manusia tanpa organ tubuh lain seperti tangan misalnya. Tetap masih bisa hidup.
Sedangkan manusia tanpa kepala, biasanya mati. Walaupun ada beberapa penelitian yang mencoba melawan teori alam dengan adanya kepala dan tubuh terpisah, nyatanya sampai sekarang belum bisa dibuktikan kebenarannya.
Terlepas dari semua itu, jika diambil benang merahnya, dapet tersimpulkan :
Manusia buah dari pikirannya
Jika sudah demikian, mari kita sama-sama belajar memahami tentang kekuatan pikiran ini :
Dampak dari kekuatan pikiran
Pertanyaannya:
1. Berapa sih korban meninggal dunia dalam setiap tahun di seluruh dunia akibat penyakit kanker?
2. Berapa sih korban meninggal dunia dalam setiap tahun di seluruh dunia akibat penyakit pikiran?
Agan dan Sista silahkan berhitung sendiri dengan angka-angka. Satu hal yang pasti, korban kehancuran lebih banyak ditimbulkan karena pemikiran manusia.
Misalnya;
Perang dunia 1 dan 2, terorisme, Konflik horizontal, perang wilayah, bunuh diri, psikopat dan sebagainya. Semua timbul akibat pemikiran manusia.
Pun sebaliknya, sebuah peradaban bangsa, penemuan ilmiah, sosial budaya, negara maju atau miskin juga berawal dari pemikiran dan sebagainya.
Kesimpulan: Baik buruknya kehidupan bisa terletak atau di awali dari sebuah pemikiran atau akal
Apa yang paling banyak dipikirkan suatu kelompok masyarakat itulah yang mempengaruhi sebuah negara. Karena itu juga muncul berbagai idiologi dan menjadi berbagai macam bangsa dan negara.
Pun demikian, apa yang paling terpikirkan suatu individu. Juga begitulah kemungkinan masa depan individu tersebut.
Semoga dengan pemaparan ini bisa menjadikan bahan perenungan kita semua;
Sudahkah pikiran kita sehat? Atau justru masih terjangkit penyakit seperti TS di atas? Renungkan!
Sebelum Thomas Alfa Edison menemukan bolam, ia sudah berpikir sebelumya untuk menemukan bolam.
Begitu juga para ilmuwan lain yang menggunakan pikirannya dulu sebelum menemukan penemuan besar.
Menurut Ibnu Al Arabi, puncak akal tertinggi di miliki manusia bernama Muhammad dan kitab suci yang disampaikannya adalah puncak dari segala akal.
Tidak heran, jika karya Ilmuwan Harun Yahya juga banyak mempengaruhi penemuan modern eropa saat ini.
Bahkan sebelum eropa menjadi kiblat penemuan dunia, peradaban Kordogba juga mempengaruhinya.
Dalam negeri juga tidak kalah penting, para pendahulu dengan peninggalan saat ini seperti Candi Borobudur, Petilasan Kerajaan Air Langga, Paramida Gunung Permai dan masih banyak lainnya juga menunjukkan betapa Pemikiran telah ada dan dipahami.
Sebelum orang Persia melakukan pencatatan dari pemikiran manusia. Para Resi, Brahmana di India dan Jawa juga sudah melakukan pencatatan dari sebuah pemikiran manusia.
Tidak heran jika para filsuf Yunani Kuno banyak yang membuat teori bahwa dunia ini dari pemikiran atau logos atau logika. Juga tidak lepas dari pemikiran.
Begitu luar biasanya sebuah pemikiran dalam dunia ini. Namun sayangnya banyak dari kita menganggap penyakit pikiran hanya masalah sepele.
Padahal dari pemikiran juga, bisa menimbulkan dampak mengerikan dan juga dampak luar biasa indah.
Untuk sementara sampai di sini dulu pemaparannya dan tunggu penjelasan berikutnya.
Apa yang Agan dan Sista Pikirkan
Next
Sumber : oppri
Diubah oleh bekticahyopurno 07-06-2019 05:40
yunisajid dan 34 lainnya memberi reputasi
35
Tutup