- Beranda
- The Lounge
Sulitnya Mengakui Bahwa Indonesia Menjajah Timor Leste
...
TS
arifdoank
Sulitnya Mengakui Bahwa Indonesia Menjajah Timor Leste
Timor Leste merupakan salah satu negara yang berbatasan darat dengan Indonesia. Negara ini relatif kecil kalau dilihat berdasarkan populasi dan luas wilayah. Luas wilayah Timor Leste adalah 15.410 km persegi dengan populasi sekitar 1,2 juta jiwa. Timor Leste resmi menjadi negara berdaulat setelah lepas dari genggaman Indonesia pada tahun 2002 silam.

Peta Timor Leste (sumber : peta-hd.com)
Sebelum resmi menjadi negara merdeka, Timor Leste merupakan salah satu provinsi di Indonesia. Untuk memaksa Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia, pemerintah Indonesia melancarkan invasi militer ke Timor Leste. Boleh dibilang apa yang dilakukan oleh Indonesia ini merupakan tindakan yang memalukan. Tindakan ini dilakukan oleh Indonesia tidak sampai dua pekan setelah Timor Leste mendeklarikan kemerdekaan. Saat menjadi bagian dari Indonesia, Timor Leste dikenal dengan nama Timor Timur. Timor Timur sendiri merupakan provinsi ke-27 di Indonesia.

Peta Indonesia tahun 90an dimana Timor Leste masih menjadi bagian dari Indonesia (sumber : lib.utexas.edu)
Apa yang dilakukan oleh Indonesia tentunya memperpanjang penderitaan rakyat Timor Leste karena menambah lama peperangan di negara tersebut. Sebelum diduduki oleh Indonesia, Timor Leste merupakan jajahan Portugis. Bangsa Portugis pertama kali datang ke Timor Leste dalam rentang waktu 1509 sampai 1511. Tujuannya sama seperti yang dilakukan bangsa Eropa pada umumnya di Nusantara, yaitu berdagang rempah-rempah. Barulah pada tahun 1642 Portugis melakukan ekspedisi militer di Timur Leste yang dipimpin oleh Francisco Fernandes.
Sekarang Indonesia dan Timur Leste sudah sejajar sebagai negara yang sama-sama berdaulat. Meski memiliki sejarah kelam di masa lalu, kedua negara sudah sepakat untuk saling melupakannya. Saat ini hubungan antara Indonesia dengan Timor Leste boleh dibilang cukup baik.

Presiden Jokowi dengan Francisco Guterres Lu Olo, Presiden Timor Leste (sumber : bisnis.com)
Hanya saja orang Indonesia tampaknya masih gengsi mengakui bahwa Timor Leste memang sudah sepatutnya lepas dari Indonesia menjadi negara yang berdaulat. Pasalnya bergabungnya Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia melalui aksi militer dan pendudukan paksa Indonesia di negara tersebut. Namun mayoritas orang Indonesia saat ini masih menganggap bahwa Timor Leste merupakan wilayah Indonesia yang memberontak kemudian memerdekakan diri. Entah mengapa sulit sekali mengakui bahwa yang dilakukan Indonesia atas Timor Leste merupakan tindakan penjajahan memang sudah menjadi hak mereka untuk merdeka.
Referensi :
https://tirto.id/timor-leste-pada-ma...kolonial-co55
https://tirto.id/upaya-indonesia-men...i-seroja-cBe1
https://kumparan.com/bung-gunawan/ke...1517245369923
elan081081238 dan 37 lainnya memberi reputasi
18
33.9K
218
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•105.2KAnggota
Tampilkan semua post
kingoftki
#162
gue kagak gitu tau banyak tentang timtim yang gue tau cuman dikit en beberapa yang sekarang ada di otak gue:
konsul jenderal indonesia yang terakhir (sampai saat indonesia serbu timtim 7 desember 1975 itu alm elias tomodok en konsulat indonesia saat itu ada di rue de governador cesar maria de serpa rosa, kagak jauh dari konsulat taiwan (sekarang kantor asian development bank) di rue de sergio de melo (dulu nama jalannya rue de presidente antonio salazar)
orang paling kaya di sono saat indonesia nyerbu itu frank favaro (yg juga mata-mata australia)pemilik hotel maubessi yang kemudian ganti nama jadi hotel de dili en akhirnya jadi hotel turismo, frank (1935-2000) juga pemilik dealer fiat en datsun di samping dili yacht club yang direkturnya adalah bini dia maggie favaro. frank juga punya dealer fiat dengan nama yang sama (favaro motors) di stuart highway (kavling 19) di darwin
spy indonesia masuk ke timtim adalah (alm) letkol (pangkat waktu itu) pitut sugarto, letnan kolonel louis taolin yang bangsawan dari desa insana (ntt) serta kolonel aloysius sugiarto. 3 3 nya masuk timtim pertama kali pada 3 april 1971 sebagai dirut (pitut), direktur umum (louis) en dirkeu(aloysius) pt sarana gatra tour & travel yang beralamat (sampai tahun 1962) di jalan tanah abang II sebelom pindah ke gedung anem kosong anem di jalan bangka lantai 3 milik alii murtopo. sedangkan aloysius sugianto juga pemimpin redaksi majalah pop en majalah sport-fashion-film selain majalh mob (mekanika populer dan mobil). kalau tentang alm pitut suharto gue kagak tau banyak cuman semasa idup dia tinggal di tebet raya no. 12 (sebelom tahun 1985 nomor rumahnya nomor 4a) punya 3 anak perempuan: ekayanti, damayati, trihartati. kalau mau liat instagram mereka , gue cukup kasih tau 2 aja: amindari_ekayanti en aty368 punya trihartati.
timtim saat dijajah indonesia pernah punya gubernur yang buta huruf yaitu (alm) guilherme maria goncalves yang juga raja (liurai) atsabe. yang merupakan (sebelom gabung apodeti) satu-satunya orang partai kota (klibur oan timore asuwain, persatuan ksatria timtim) yang jadi pejabat kolonial indonesia. 1978-1982 yang kemudian tinggal di jalan persada 2 nomor 7 menteng dalam (sebelom dia hijrah ke lisbon tahun 1996 en meninggal di sono tahun 1998). jaman kolonial portugis semua liurai (raja desa) penemrima pangkat militer tenente coronel
gubernur jenderal kolonial portugis terakhir coronel mário lemos pires (1930-2009) yang pensiun 1985 sebagai mayjen. gue pernah bikin buku bareng dia (1995)
dulu jaman indonesia baru masuk (1975) sampai tahun 1985 timtim kaya dengan kayu cendana (sandalwood) tapi habis ditebang sama pt gema sanubari (milik jenderal yoga, yg juga punya konsesi penebangan kayu di pulau buru, kantornya dulu di daerah perumahan simprug) en diganti sama tanaman kopi. tapi karena rata-rata orang sono pemalas maka akhirnya kebon kopi banyak berubah jadi hutan kopi. gue sering nemu bahkan kagak jauh dari dili pohon kopi yang tingginya sampai 40 meter.
konsul jenderal indonesia yang terakhir (sampai saat indonesia serbu timtim 7 desember 1975 itu alm elias tomodok en konsulat indonesia saat itu ada di rue de governador cesar maria de serpa rosa, kagak jauh dari konsulat taiwan (sekarang kantor asian development bank) di rue de sergio de melo (dulu nama jalannya rue de presidente antonio salazar)
orang paling kaya di sono saat indonesia nyerbu itu frank favaro (yg juga mata-mata australia)pemilik hotel maubessi yang kemudian ganti nama jadi hotel de dili en akhirnya jadi hotel turismo, frank (1935-2000) juga pemilik dealer fiat en datsun di samping dili yacht club yang direkturnya adalah bini dia maggie favaro. frank juga punya dealer fiat dengan nama yang sama (favaro motors) di stuart highway (kavling 19) di darwin
spy indonesia masuk ke timtim adalah (alm) letkol (pangkat waktu itu) pitut sugarto, letnan kolonel louis taolin yang bangsawan dari desa insana (ntt) serta kolonel aloysius sugiarto. 3 3 nya masuk timtim pertama kali pada 3 april 1971 sebagai dirut (pitut), direktur umum (louis) en dirkeu(aloysius) pt sarana gatra tour & travel yang beralamat (sampai tahun 1962) di jalan tanah abang II sebelom pindah ke gedung anem kosong anem di jalan bangka lantai 3 milik alii murtopo. sedangkan aloysius sugianto juga pemimpin redaksi majalah pop en majalah sport-fashion-film selain majalh mob (mekanika populer dan mobil). kalau tentang alm pitut suharto gue kagak tau banyak cuman semasa idup dia tinggal di tebet raya no. 12 (sebelom tahun 1985 nomor rumahnya nomor 4a) punya 3 anak perempuan: ekayanti, damayati, trihartati. kalau mau liat instagram mereka , gue cukup kasih tau 2 aja: amindari_ekayanti en aty368 punya trihartati.
timtim saat dijajah indonesia pernah punya gubernur yang buta huruf yaitu (alm) guilherme maria goncalves yang juga raja (liurai) atsabe. yang merupakan (sebelom gabung apodeti) satu-satunya orang partai kota (klibur oan timore asuwain, persatuan ksatria timtim) yang jadi pejabat kolonial indonesia. 1978-1982 yang kemudian tinggal di jalan persada 2 nomor 7 menteng dalam (sebelom dia hijrah ke lisbon tahun 1996 en meninggal di sono tahun 1998). jaman kolonial portugis semua liurai (raja desa) penemrima pangkat militer tenente coronel
gubernur jenderal kolonial portugis terakhir coronel mário lemos pires (1930-2009) yang pensiun 1985 sebagai mayjen. gue pernah bikin buku bareng dia (1995)
dulu jaman indonesia baru masuk (1975) sampai tahun 1985 timtim kaya dengan kayu cendana (sandalwood) tapi habis ditebang sama pt gema sanubari (milik jenderal yoga, yg juga punya konsesi penebangan kayu di pulau buru, kantornya dulu di daerah perumahan simprug) en diganti sama tanaman kopi. tapi karena rata-rata orang sono pemalas maka akhirnya kebon kopi banyak berubah jadi hutan kopi. gue sering nemu bahkan kagak jauh dari dili pohon kopi yang tingginya sampai 40 meter.
suleymannn dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup