Kaskus

News

  • Beranda
  • ...
  • Bisnis
  • Share Pengalaman Freelance Marketing/Mediator/Agen/Broker properti

jeremiarickyAvatar border
TS
jeremiaricky
Share Pengalaman Freelance Marketing/Mediator/Agen/Broker properti
Share Pengalaman Freelance Marketing/Mediator/Agen/Broker properti

Karna ane masih baru dalam bidang Pengalaman Marketing/Mediator/Agen/Broker properti soalnya ane masih newbi dan ingin tau cara closing itu gimna trik2nya.Soalnya list udh ada tapi belom terjadi closing dan gimna cari buyer yang sesuai dengan propertinya.
Kita saling berbagi pengalaman ya gan kali aja kita ditemukan closing disinikanemoticon-Xabiemoticon-Xabiemoticon-Xabi
0
4.2K
14
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Bisnis
Bisnis
KASKUS Official
70.9KThread14.2KAnggota
Tampilkan semua post
didikimAvatar border
didikim
#7
Selamat sore agan2 senior. Izinkan saya berbagi pengalaman "agak buruk" dan mungkin ada solusinya dari agan2. Ini merupakan pertama kalinya saya menjadi mediator independen.
Begini ceritanya . . . .
Akhir tahun 2017 lalu saya mendapatkan proyek yang kebetulan sesuai dengan bidang saya yaitu pemetaan foto udara dan topografi seluas 2.000 hektar dan sudah selesai tepat waktu saat itu. Setelah proyek pemetaan selesai, Manager klien menanyakan ke saya ada ngga perusahaan di bidang WTP & IPAL, saya jawab ada.
Setelah proses penawaran, dll nya menjelang Lebaran tahun 2018 DP 30% cair. Nilai proyek 12.108.000.000 dalam waktu 9 bulan dan saya mendapatkan fee 200 juta (sekitar 1,65%). Dan saat DP proyek turun 30%, fee saya juga turun 30% (Rp. 60.000.000).
Setelah DP turun dan mulai pengerjaan lapangan, kontraktor mulai jarang berkomunikasi dengan saya, bahkan saya mau ke lokasi pun tidak boleh (padahal dalam perjanjian saya dengan klien itu minimal 1 - 2 bulan sekali saya wajib ke lokasi untuk pengecekan dan membahas yang bersifat non teknis, jika ada. dan ini juga sudah saya sampaikan ke kontraktor di awal).
4 bulan kemudian saya diundang kontraktor untuk datang ke kantornya, katanya ada yang akan dibahas. Begitu sampai kantornya, tidak ada hal penting apapun yang dibahas, semua hanyalah cerita2 di lapangan yang bisa diatasi kontraktor, dan saat itu tidak membahas sisa fee.
Bulan januari kemarin, kontraktor bilang kalau proyek ini rugi dan rugi, sehingga fee saya juga hilang.
Saya berdebat panjang sejak saat itu sampai sekarang, karena saya tidak dilibatkan sama sekali setelah mulai pekerjaan, tapi begitu ada masalah, fee saya hilang begitu saja.
Tim klien mulai dari bawah - direktur juga saya kontak, dan semua menyatakan bahwa "semua pekerjaan di lapangan sesuai dengan kontrak, tidak ada penambahan apapun".

Dan saat ini, kontraktor tersebut tidak membalas sama sekali apapun whatsap saya, di telpon juga tidak diangkat.
Sisa fee saya masih Rp. 140.000.000.

Mungkin jika agan2 senior mempunyai pengalaman, atau ingin memberikan saran, saya akan dengan senang hati menerimanya.

Terima kasih.

Salam dari nubie.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.