- Beranda
- Stories from the Heart
T University 2 (Season 2)
...
TS
anism
T University 2 (Season 2)

Cover Super Keren by Awayaye <Ane minta
> Terima banyak untuk respon positif agan dan aganwati di thread sebelumnya. T University.
Bagi yang belum membacanya. Bisa mengklik judul dibawah ini.
T University
Spoiler for Daftar Isi/Case 1 : Lost Son:
Case 1 Finish
Spoiler for Case 2 : Lativa's Twins Terror:
Case 2 Finish
Spoiler for Case 3 : Arelia And Edward:
Case 3 Finish
Spoiler for Samantha And Mom:
Finish
Spoiler for Case 4 : Johnny Comes Back To China or England:
Case 4 Finish
Spoiler for Case 5 : King Killer's Son:
Case 5 Finish
Spoiler for Case 6 : Losing In A Plane:
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:56
anasabila memberi reputasi
1
21.7K
198
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anism
#199
Rumit dan Menyebalkan
Mr. Cruz mengusap rahangnya.
“Kalau begitu, ada baiknya saya menginvestasikan sesuatu ke dalamnya.”
“Maksud Anda?”, tanya Reynard.
“Aku rasa kau bukan orang sembarang. Aku memang tidak bilang aku bisa menilai orang. Tapi instingku jarang meleset. Termasuk soal kecelakaan ini. Saya ingin memikirkan bagaimana penelitian kalian bisa menghasilkan uang bagiku.”, ujar Mr. Cruz sambil tertawa.
“Apa? Maksudmu kecelakaan ini juga masuk dalam skenariomu? Kau memiliki maskapai penerbangan dan kau mengharapkan kecelakaan pada maskapai penerbanganmu sendiri?”, tanya James tidak percaya.
“Ya, aku tidak bermaksud soal kecelakaan hingga kehilangan sebuah pesawat. Maksudku aku tahu bagaimana penelitian kalian yang kelihatannya semakin menarik ini bisa meningkatkan popularitas maskapaiku. Terbukti dengan penjualan tiket pada penerbanganku yang lain bukannya menurun justru membludak.”
“Jangan terburu-buru Mr. Cruz.”, ujar Reynard sambil tersenyum. Reynard berjalan maju sehingga Ia sekarang berdiri tepat di samping Mr. Cruz. Dia membisikkan sesuatu di telinga pria itu.
“Sejauh Anda sudah menyerahkan kasus ini pada kami. Kami akan mencari kebenarannya. Dan jika Anda terlibat dalam kematian sang korban. Kami juga membutuhkan kehancuranmu demi popularitas universitas kami. Jadi sebaiknya Anda jangan terlalu senang dulu.”, Reynard mundur perlahan setelah mengucapkan kalimat tersebut. Dengan senyuman yang sama.
Mr. Cruz terdiam sejenak kemudian tertawa terbahak-bahak. “Kalian… Kalian benar-benar sangat menarik. Aku tidak tahu kalau itu disebut insting kedetektifan ataukah sebuah syndrome kejiwaan. Bagaimana Anda berpikir kalau aku akan membiarkan detektif ternama memecahkan kasus yang akan menyeretku ke dalam penjara? Okay. Aku paham maksudmu, Sir Thompson. Aku memang terkesan meremehkan murid-murid Anda. Tapi sejak dari awal saya bertemu dengan Anda. Saya tahu Anda bukan seseorang yang simple. Kau rumit dan menyebalkan. ”, Mr. Cruz kembali tertawa.
Mr. Cruz mengusap rahangnya.
“Kalau begitu, ada baiknya saya menginvestasikan sesuatu ke dalamnya.”
“Maksud Anda?”, tanya Reynard.
“Aku rasa kau bukan orang sembarang. Aku memang tidak bilang aku bisa menilai orang. Tapi instingku jarang meleset. Termasuk soal kecelakaan ini. Saya ingin memikirkan bagaimana penelitian kalian bisa menghasilkan uang bagiku.”, ujar Mr. Cruz sambil tertawa.
“Apa? Maksudmu kecelakaan ini juga masuk dalam skenariomu? Kau memiliki maskapai penerbangan dan kau mengharapkan kecelakaan pada maskapai penerbanganmu sendiri?”, tanya James tidak percaya.
“Ya, aku tidak bermaksud soal kecelakaan hingga kehilangan sebuah pesawat. Maksudku aku tahu bagaimana penelitian kalian yang kelihatannya semakin menarik ini bisa meningkatkan popularitas maskapaiku. Terbukti dengan penjualan tiket pada penerbanganku yang lain bukannya menurun justru membludak.”
“Jangan terburu-buru Mr. Cruz.”, ujar Reynard sambil tersenyum. Reynard berjalan maju sehingga Ia sekarang berdiri tepat di samping Mr. Cruz. Dia membisikkan sesuatu di telinga pria itu.
“Sejauh Anda sudah menyerahkan kasus ini pada kami. Kami akan mencari kebenarannya. Dan jika Anda terlibat dalam kematian sang korban. Kami juga membutuhkan kehancuranmu demi popularitas universitas kami. Jadi sebaiknya Anda jangan terlalu senang dulu.”, Reynard mundur perlahan setelah mengucapkan kalimat tersebut. Dengan senyuman yang sama.
Mr. Cruz terdiam sejenak kemudian tertawa terbahak-bahak. “Kalian… Kalian benar-benar sangat menarik. Aku tidak tahu kalau itu disebut insting kedetektifan ataukah sebuah syndrome kejiwaan. Bagaimana Anda berpikir kalau aku akan membiarkan detektif ternama memecahkan kasus yang akan menyeretku ke dalam penjara? Okay. Aku paham maksudmu, Sir Thompson. Aku memang terkesan meremehkan murid-murid Anda. Tapi sejak dari awal saya bertemu dengan Anda. Saya tahu Anda bukan seseorang yang simple. Kau rumit dan menyebalkan. ”, Mr. Cruz kembali tertawa.
Diubah oleh anism 30-05-2019 17:55
0