Kaskus

Story

yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
Pintu Mimpi (Prolog)
Pintu Mimpi (Prolog)


Bagaimana jadinya jika pintu ke Narnia itu memang ada? Tapi bukan sekadar dunia yang penuh makhluk aneh nan unik. Itu adalah dunia yang kau impikan. Melody Harris tak sengaja menemukannya, dan dia menemukan sebuah dunia yang betul-betul ia impikan. Mimpi yang merupakan kehidupannya yang sesungguhnya.

All rights reserved.
Yohana Ekky. 2018.

Karakter (berdasarkan urutan keluar):
- Melody Harris a.k.a Putri Miloslava Cuda

Keluarga Krasny
- Madeline Krasny
- Garreth Krasny
- Guinevere Krasny
- Terrence Krasny
- Kystof Krasny

Kerajaan Milos (Tahta)
- Putri Irenka Cuda
- Raja Bedoich Cuda
- Ratu Ladislava Cuda
- Pangeran Klement Cuda

Kerajaan Mocny
- Duta besar Matous Zeleznik
- Ksatria Bohumir Zeleznik
- Raja Honza Elias
- Pangeran Dominic Elias

Orang tua angkat Miloslava
- Paul Harris
- Jeanette Harris

INDEX:
#1 (Pertemuan)
#2 (Kehidupan Baru)
#3 (Sebuah Perjalanan Dimulai)
#4 (Jati Diri)
#5 (Terjebak)
#6 (Hubungan)
#7 (Usaha Melarikan Diri)
#8 (Melarikan Diri)
#9 (Merangkai Teka-teki)
#10 (Kebenaran Terungkap)
#11 (Menuju Garis Akhir)
#12 (Akhirnya)
#Epilog (Mimpi Yang Menjadi Nyata)
Diubah oleh yohanaekky 23-05-2019 15:33
someshitnessAvatar border
zixzaxfireAvatar border
indrag057Avatar border
indrag057 dan 5 lainnya memberi reputasi
6
7.1K
47
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
yohanaekkyAvatar border
TS
yohanaekky
#34
Pintu Mimpi #Epilog (Mimpi Yang Menjadi Nyata)
Kau mungkin tak dapat melihatnya
Tapi mimpi bukanlah sekedar bayangan
Mimpi adalah sesuatu yang nyata
Ia akan menjadi nyata pada waktunya.
-- Melody Harris


○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●

Pernikahan Pangeran Dominic dan Madeline telah diadakan sebulan lalu secara besar-besaran selama satu minggu. Madeline yang tadinya hanya dapat bermimpi untuk dapat menginjakkan kaki di kerajaan, pada akhirnya justru menjadi seorang Putri sekarang. Bahkan saat Pangeran Dominic menggantikan papanya menjadi raja, Madeline pun akan menjadi seorang ratu. Aku benar-benar turut senang untuknya dan Pangeran Dominic karena menikahi seseorang yang dicintai dan mencintainya. Mimpi mereka kini menjadi sebuah kenyataan.

Irenka dan Bohumir meresmikan hubungan mereka sebagai pasangan melalui pertunangan. Atas bantuanku dan Garry, Bohumir diyakinkan bahwa pernikahan dengan status berbeda bukanlah sebuah masalah. Itulah yang membuat ia membuka hati dan pada akhirnya bebas mengungkapkan perasaannya pada Irenka yang sudah ia dapatkan sejak pertama kalinya bertemu dengannya. Aku juga mengetahui bahwa alasannya mendekatiku saat itu sebenarnya adalah cara untuk mendekatkan diri dan mengenal Irenka lebih dalam. Mimpi mereka kini menjadi kenyataan.

Sementara itu, aku dan Garry menunda pernikahan kami sampai kami merasa siap, tetapi kami juga sudah bertunangan sama seperti Irenka dan Bohumir. Usiaku masih tujuh belas tahun dan Garry hanya tiga tahun lebih tua di atasku. Lagipula, baik aku maupun Garry bukan anak pertama yang harus melaksanakan tugas sebagai penerus tahta. Permohonan yang kami ajukan kepada masing-masing orang tua kami pun disetujui. Lagipula, aku dan Garry masih ingin menjelajahi dunia.

Ya, dunia di balik Pintu Mimpi. Aku telah berjanji pada Garry bahwa aku akan membawanya berjalan-jalan di kota London. Karena itu, kami berdua pergi ke Toko Mimpi pagi ini untuk membeli pakaian dan sepatu yang biasa dipakai oleh rakyat milenial di dunia seberang. Selain itu, kami juga menukar koin-koin emas dengan mata uang yang dipakai disana. Kami berencana untuk menghabiskan satu bulan berpetualang, melakukan hal-hal yang dulu aku lakukan.

Setelah memakai pakaian 'normal' ala orang London, kami berdua membuka Pintu Mimpi. Bergandengan tangan kami melangkah ke sebuah dimensi yang benar-benar berbeda.

Pintu itu tertutup di belakang kami dengan sendirinya, tetapi kami memiliki akses untuk masuk kembali, karena kami berasal dari sana. Tidak akan ada siapapun yang dapat memasuki dunia kami melalui pintu itu. Bagi rakyat dunia ini, hanya ada ruang kosong yang kecil saja di balik pintu itu.

○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●

"Milos, kenapa orang-orang itu ada di dalam kotak sekecil itu? Bagaimana mereka masuk kesana? Apakah mereka memiliki kemampuan khusus untuk menjadi kecil?" Garry bertanya keheranan, mengelilingi benda yang disebutnya dengan kotak kecil itu.

Aku tertawa. "Itu namanya televisi. Orang-orang bukannya masuk ke kotak itu, tetapi mereka ada di tempat lain, dan ini hanyalah proyeksi dari yang aslinya saja," aku menjelaskan.

Garry menggaruk-garuk kepalanya. "Apa yang sedang kau bicarakan? Aku tidak mengerti." Ia menekan tombol-tombol yang ada di remote sehingga acara televisi berganti.

"Lama kelamaan kau pasti akan mengerti," ucapku.

Aku benar-benar lelah menjelaskan. Ini sudah ke 324 pertanyaan yang diberikannya atas hal-hal baru yang ditemuinya selama dua minggu menghabiskan di London. Tetapi untung saja ia selalu mencatatnya dan tidak pernah mengulangi pertanyaan yang sama.

Mungkin aku berbakat menjadi guru TK. Aku bisa sabar menjawab banyak pertanyaan pacarku yang sudah seperti anak TK ini. Yah, aku akan menganggap ini sebagai latihan mengajar jika suatu kali aku menjadi seorang ibu.

"Hei, sayang." Garry memanggilku dengan cara orang di dunia ini memanggil kekasihnya. Baru saja aku mengajarkannya pagi ini dan dia sudah mempraktekkannya.

Aku menoleh padanya yang sudah menyelesaikan sarapannya. "Ya?" tanyaku setelah kuteguk jus apelku sampai habis.

"Ayo segera selesaikan makananmu. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan orang tua angkatmu lagi," ia tampak bersemangat.

"Kau ingin mencoba masakan eksperimen mamaku lagi?" tanyaku sambil tertawa geli.

Garry mengangguk. "Oh, apakah kita perlu menelepon untuk memeriksa jika mereka sudah di rumah?" tanyanya mengeluarkan smartphone keluaran terbaru yang dibelinya sejak pertama kali kami sampai disini. Ia sudah sangat mahir menggunakannya.

Sungguh menggelikan melihatnya begitu. "Tidak perlu, tadi pagi aku sudah memberitahu mereka kalau kita akan datang lagi," ucapku. Aku beranjak dari kursiku. "Ayo kita pergi."

Bergandengan tangan dengan Garry keluar dari hotel, angin segera berhembus menerpa rambutku yang tergerai. Aku tersenyum sangat lebar merasakan kebahagiaan ini. Aku bersama dengan seseorang yang aku cintai. Mimpiku kini menjadi nyata.

~ The End ~
Diubah oleh yohanaekky 23-05-2019 15:24
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.