- Beranda
- Stories from the Heart
Sarangkala (Kisah horor demit penculik bayi)
...
TS
endokrin
Sarangkala (Kisah horor demit penculik bayi)
Tanpa basa-basi lagi bagi agan dan sista yang sudah pernah membaca dongeng-dongeng saya sebelumnya kali ini saya ingin mempersembahkan sebuah dongeng baru

WARNING!!
Quote:
Saya mohon dengan sangat untuk tidak mengcopy paste cerita ini. semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, dan mengerti bahwa betapa susahnya membuat cerita. Terima kasih
Quote:

Diubah oleh endokrin 11-11-2019 05:57
bagasdiamara269 dan 40 lainnya memberi reputasi
33
67.3K
Kutip
309
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
endokrin
#21
Quote:
CHAPTER 2
Sepulang sholat tarawih, Kamu, Sari dan Indah langsung masuk kedalam kamar. Tubuh terasa pegal setelah menjalani 24 rakaat sholat sunat, bagi mereka ini pertama kalinya menyelesaikan sholat tarawih dibulan ramadhan. Mengingat dirumahnya masing-masing ketiga sahabat ini bukanlah muslim yang terlalu taat, orang tuanyapun kadang lupa mengingatkan.
Setelah membaringkan tubuh, mereka sedikit berbincang. diluar hujan tiba-tiba turun dengan lebat tanpa memberi tanda terlebih dahulu, tidak ada kilat ataupun petir. Hujan memang Suasana yang nikmat sebagai pengantar tidur pikir Kamu.
Perut kenyang, badan cape dan hujan dengan cepat mengundang kantuk datang. Namun baru saja Kamu hendak menutup mata terlihat cahaya kuning menyilaukan diluar jendela. Ranjang yang ditiduri Kamu menempel dengan jendela kaca kamar yang hanya tertutup gorden tipis.
Kamu tidak peduli oleh cahaya itu, dan hendak melanjutkan tidur. Tiba-tiba suara pintu kamar diketuk. Sari yang bangun dan membuka pintu, karena ranjang dialah yang paling dekat dengan pintu kamar.
“Ibu mau pergi, Ibu Warsih yang tempo hari ibu ceritakan itu, sekarang mau melahirkan. Kalian tidak usah ikut yah, hujannya lebat sekali dan cuma ada satu motor. Kalian tidur yang tenang saja, ibu bawa kunci sendiri, paling ibu pulang besok pas sahur.”
Kamu terpaksa bangun ikut mengantar bidan Yuyun sampai keteras rumah. yang menjemput seorang lelaki dengan motor RX-king, setelah bidan Yuyun mengenakan jas hujan mereka berdua langsung berangkat.
…………………..
Kamu terbangun karena merasakan dorongan pengen buang air kecil. Tubuhmu lemas dan matamu sangat berat untuk dibuka namun rasa kebelet tidak bisa ditahan lagi. Kamu melihat jam dinding yang tergantung diatas pintu, waktu menunjukan jam 01.15 WIB.
Kamu melihat Sari dan Indah diranjangnya tertidur pulas. Kamu membuka gorden sedikit untuk mengintip keadaan diluar, hujan sudah berhenti. Kamu sudah mencoba membangunkan kedua temannya untuk minta diantar, tapi tidak ada tanggapan.
Kamu ragu-ragu membuka pintu. Bukan rasa malas yang menahan Kamu untuk pergi, tapi letak kamar mandi yang terpisah dengan rumah yang membuat Kamu merasa ngeri. Kamu tidak mungkin kencing didalam kamar, atau diruangan lain, tidak ada pilihan selain memberanikan diri.
Saat pintu belakang dibuka, angin malam berhembus dan terasa dingin. Kamu melihat ke kiri dan ke kanan, hanya untuk memastikan tidak ada orang atau makhluk apapun yang sedang memperhatikanmu. Tapi kalaupun ada yang memperhatikan, mungkin Kamu tidak akan tahu karena keadaan disekitar gelap, kecuali cahaya lampu yang berasal dari pintu kamar mandi didepan.
Dalam keadaan takut otak jadi berpikir tidak rasional, seperti yang dilakukan Kamu, dia mengambil ancang-ancang untuk berlari. Setelah meyakinkan dirinya bahwa keadaan diluar aman, Kamu keluar rumah dengan sedikit berlari. Namun sayangnya, baru beberapa langkah karena tidak hati-hati dan kondisi tanah licin, Kamu terpeleset dan jatuh tersungkur ke depan.
Pakaian tidur yang kamu kenakan kotor oleh lumpur, tangan dan wajahmu juga tidak bisa terhindarkan. Kamu bangun dengan cepat, lagi-lagi melihat kekiri dan kekanan, rasa takut membuat tindakan Kamu tidak rasional untuk kedua kalinya. Kamu ketakutan oleh apa yang tidak dia ketahui.
Kamu berjalan cepat namun sekarang lebih berhati-hati. Setelah sampai dikamar mandi, Kamu hendak menyiduk air didalam bak mandi dengan gayung. Namun nihil, bak mandi kosong.
“Sial!” Kamu mengumpat karena merasa kesal.
Kini bagi Kamu tidak ada pilihan, dia harus menimba sumur untuk membasuh lumpur ditubuhnya.
Sumur berada disamping kamar mandi. Kamu membuka pintu sambil membawa ember mendekati sumur. Kamu berhati-hati melangkah, kamu takut terpeleset lagi kali ini, salah-salah bisa tersungkur kedalam sumur.
Kamu membuka ikatan tali karet sehingga ember meluncur kedalam sumur dengan cepat. Begitu menyentuh air dibawah terdengar bunyi cipratan yang menggema. Kamu merasa sedikit kaget, lagi-lagi membuat Kamu melirik, tapi kali ini bukan Cuma ke kiri dan ke kanan, tapi kesegala arah.
Saat kamu menarik ember dengan tali karet yang kamu pegang, bunyi decit dari katrol besi begitu mengganggu. Suaranya bisa dibilang cukup nyaring dalam suasana yang sepi, Kamu merasa khawatir takut kalau bunyi itu dapat mengundang hal apapun dari kegelapan.
Baru setengah Kamu menarik ember keatas, dari belakang kamar mandi terdengar bunyi. Seperti suara sesuatu melangkah atau berjalan cepat diatas tanah yang becek, lalu masuk ke semak-semak. Kamu kaget sampai melepaskan tali ditangan. Ember jatuh, ketika menyentuh dasar terdengar suara dentuman air yang menggema.
Kamu berdiri terpaku sambil melihat kearah kamar mandi. Dari samping kamar mandi yang gelap kamu bisa merasakan kehadiran sosok. Sesuatu yang tidak kamu tahu tapi Kamu yakin itu ada, karena Kamu bisa mendengar suara dengus nafasnya, suara decak mulutnya. Dan Kamu bisa merasakan dua pasang mata sedang melihat keaarahnya, tapi tidak terlihat mungkin matanya berwarna hitam sehingga menyatu dengan kegelapan.
Tanpa pikir panjang lagi, Kamu berlari kearah rumah. tidak peduli lagi dengan tubuhnya yang kotor dan langkah kakinya yang tertatih karena tanah yang licin, Kamu berhasil masuk kedalam rumah dan dengan segera menutup pintu dan menguncinya.
Kamu duduk bersandar pada pintu. Kamu baru sadar dari ketakutan ketika mencium bau pesing dari celanamu, tanpa sadar saat berlari tadi kamu kehilangan kendali.
…………………………..
Sari dan Indah kaget ketika mereka dibangunkan dan melihat kondisi Kamu yang kotor. Setelah Kamu menceritakan apa yang kamu alami dua sahabatnya tampak sedikit ketakutan. Mereka bertiga mengurung diri didalam kamar sampai akhrinya bidan Yuyun datang.
Bidan Yuyunlah yang akhirnya mengantar Kamu untuk membersihkan diri dikamar mandi. Mengingat waktu sahur sudah tiba dan suara speaker masjid terdengar orang sedang mengaji, ketakutan yang dirasakan Kamu sudah tidak sebesar tadi.
“Mungkin itu hanya anjing kampung atau kucing.” Kata bidan Yuyun ketika semuanya sudah ada dimeja makan.
“Tapi bu, kalau itu kucing atau anjing pasti mereka akan mengeong atau menggonggong mengeluarkan suara. Saya juga tidak tahu, tapi saya merasa sosok itu ada dan membuat saya ketakutan setengah mati, padahal saya tidak melihatnya secara langsung.”
Bidan Yuyun tidak membahasnya lebih lanjut lagi, semua orang yang ada dimeja makan tidak mengeluarkan kata-kata lagi. Mereka diam dan hanya menyuapkan makanan kedalam mulut dan tidak terlihat menikmati.
Beres sholat subuh, Kamu kembali membaringkan tubuh diranjang. Tapi Kamu tidak bisa tidur, Kamu terus memikirkan apakah kejadian yang dialaminya hanya sebatas ketakutannya yang berlebihan. Tapi setiap kali Kamu mengingat suara decakan mulut dan hembusan nafas yang tadi terjadi, bulu kuduknya merinding.
Sampai akhirnya sebuah kabar buruk datang. Pagi-pagi, orang-orang kampung geger dengan kejadian yang mengejutkan. Seorang warga ditemukan tak sadarkan diri didekat pintu kamar mandi. Lokasi rumahnya hanya beberapa meter dari rumah bidan Yuyun.
Kamu dan bidan Yuyun pergi memeriksa keadaan warga yang tidak sadarkan diri itu dirumahnya. Seorang wanita yang berusia tiga puluh tahunan tampak sedang berbaring diatas kasur, wajahnya tampak pucat. Bidan Yuyun langsung mengecek tekanan darahnya, sedangkan Kamu hanya duduk diluar kamar bersama warga lainnya yang datang menjenguk.
Dari obrolan para tetangga itulah akhirnya Kamu tahu apa yang terjadi dengan wanita yang terbaring lemas itu. Namanya Wati dia tinggal dirumah bersama suami dan dua orang anak yang masih kecil.
Menurut suaminya, Wati bangun tengah malam karena ingin buang air kecil. Tidak ada yang aneh malam itu, walaupun suaminya terbangun saat Wati turun dari ranjang dia tidak bertanya. pergi ke kamar mandi saat malam hari bukan sesuatu yang aneh, hampir tiap malam Wati lakukan, kata suaminya.
Namun menurut cerita Wati kepada suaminya, saat malam itu dia membuka pintu belakang dan hendak berjalan ke kamar mandi yang letaknya tidak terlalu jauh dari bangunan rumah, dia mendengar suara. Seperti suara barang atau sesuatu yang terjatuh ke tanah. Wati berhenti melangkahkan kaki dan mencoba memfokuskan pendengarannya kearah suara yang didengarnya.
Wati tidak curiga pada awalnya. namun ketika ia melanjutkan langkahnya, suara kembali terdengar, kali ini seperti suara langkah kaki tapi seperti sedang berlari. Saat mendengar suara kedua itulah Wati mulai merasa takut, mau kembali lagi kerumah tapi dia tidak tahan untuk buang air kecil, maka Wati memutuskan untuk berjalan cepat dan mengurung diri dikamar mandi sampai memastikan keadaan diluar aman.
Wati menganggap mungkin itu adalah suara dari seorang pencuri, dia takut kalau pencuri itu melihat dirinya maka ia akan jadi sasaran kejahatan. Saat Wati hendak mengecek keadaan diluar dengan membuka sedikit pintu kamar mandi, suara kembali terdengar, kali ini seperti suara barang yang jatuh kedalam air. Wati berpikir tidak ada kolam disekitar lingkungannya, yang ada hanya sumur yang berada disetiap rumah warga.
Wati semakin panik, karena dia mengira bahwa mungkin ada yang jatuh kedalam sumur, mungkin yang jatuh itu adalah mayat, pikirnya. Dalam keadaan tubuh gemetaran itulah Wati mencoba memberanikan diri untuk membuka pintu dan berniat berlari kedalam rumah. namun baru saja pintu kamar mandi dibuka, dia melihat sekelebat bayangan hitam yang melintas didepannya, kemudian Wati tak sadarkan diri. Sampai akhirnya saat waktu sahur ditemukan suaminya.
Bidan Yuyun menatap Kamu setelah selesai mendengarkan cerita suami Wati.
“Tidak apa-apa, semuanya baik-baik saja. Mungkin mba Wati kelelahan aja, bayangan hitam itu sebenarnya reaksi wajar ketika kita tidak bisa mengendalikan tubuh dan hendak pingsan. Sama seperti mata kita melihat bercak-bercak cahaya ketika merasa pusing. Mba Wati mungkin duduk atau jongkok terlalu lama kemudian melakukan gerakan dadakan sehingga darah melonjak tiba-tiba.” Bidan Yuyun mencoba menenangkan.
Setidaknya setelah mendengar ucapan Bidan Yuyun sebagian warga yang datang menjenguk sedikit tenang, dan menganggap bahwa kejadian yang dialami Wati bukan kejadian mistis. Namun sebagian lagi percaya, bahwa apa yang terjadi pada Wati adalah ulah demit atau hantu. Karena para tetangga Wati tidak ada yang bilang bahwa semalam mereka keluar rumah, apalagi tengah malam seperti itu. Didalam benak mereka pasti suara dan bayangan hitam itu adalah demit.
“Sudah ibu bilangkan, kamu semalam hanya sedang ketakutan saja. Apa yang kamu rasakan itu tidak nyata. Liat tuh, mba Wati jadi ketakutan juga gara-gara kamu semalam..haha.” kata bidan Yuyun dalam perjalan pulang kerumah.
Kamu masih bingung. Mungkin bidan Yuyun benar dan mecoba menenangkan Kamu. Tapi ada satu hal yang mengganjal bagi Kamu, jika suara yang didengar Wati memang berasal dari ulahnya, tapi pikirannya masih belum bisa menerima bayangan hitam Yang dilihat Wati, suara decakan mulut dan dengusan nafas yang didengar Kamu semalam.
Sepanjang perjalanan pulang Kamu terus berpikir, apakah semalam itu hanya halusinasi dari ketakutannya saja atau benar-benar ada makhluk lain yang dilihatnya ?
Bersambung.....
Jangan lupa like, comen, share and subcribe
regmekujo dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Kutip
Balas