Kaskus

Story

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

.nona.Avatar border
TS
.nona.
Misteri Gunung Lawu ( Kisah Mistis )
Misteri Gunung Lawu ( Kisah Mistis )

Cerita ini berdasarkan pengalaman teman-teman dan TS yang biasa mendaki gunung, nama semua yang ada di cerita ini disamarkan. Begitu juga dengan tokoh utamanya.

Walau cerita ini akan ditambahi bumbu-bumbu penyedap biar lebih seru, tapi based cerita ini adalah kejadian nyata walau hanya kerangka ceritanya saja, jadi anggap saja cerita ini fiktif. Mau percaya atau tidak yang jelas kehidupan tak kasat mata itu memang nyata.

Semoga cerita ini menghibur rekan-rekan pembaca semua, untuk yang tidak suka dengan cerita mistis lebih baik jangan diteruskan membacanya ditakutkan kecanduan.


Prolog


Cerahnya mentari membakar kulit di daerah Solo ini, entah sudah berapa kali kuminum air putih yang kubawa menunggu datangnya kedua kawanku. Nampak 3 tas caril yang kugunakan dan punya kawanku tergeletak di ujung pos entah sepertinya tempat ini adalah pos satpam yang ditinggalkan dekat stasiun Solo Jembres.

Terdengar suara kawanku Joko dan Endri melangkah menuju pos tempatku berteduh, entah sudah berapa kali asap putih mengepul dari mulutku. Waktu yang terasa lambat menunggu kawanku membeli logistik di sekitar pasar agar pendakian ke lawu tidak menjadi teror di kala perut lapar.

"Lama amat" ujarku

Joko dan Endri mesam mesem persis kaya petruk dan gareng lagi nyari bau kentut nya semar.

"Ahh... Elahh Don, nih lihat bawaan lumayan banyak" ujar Joko, sambil menenteng beberapa belanjaan logistik yang sudah dibeli.

"Tau lo Don, lo mah enak cuman bengong sambil ngebul jagain tas doank" Endri pun tak kalah sengit membela Joko.

Aku pun tersenyum kepada mereka, " janc*kk, malah marah-marah ya aku yang salah...puas dah lo.. "

Mereka pun tertawa secara bersamaan, tak banyak yang diceritakan di daerah Solo Jebres ini namun perjalanan masih panjang. Joko pun menelepon seseorang untuk menjemput kami, karena yang lebih paham daerah ini dan Lawu adalah Joko. Jadi aku dan Endri tinggal duduk manis menunggu perintah selanjutnya dari pimpinan pendakian kali ini.

"Waduhh... kita harus nunggu setengah jam lagi, yo wes kalian istirahat dolo dah. Cari tempat ngopi yuk " ujar Joko.

Kami berdua pun mengangguk, rasanya menunggu sambil ngopi dan makan gorengan lebih nikmat dibandingkan harus menunggu di tempat yang mulai panas ini.

Kami pun berjalan, hingga terlihat warung kopi di pinggir jalan. Barang bawaan pun ditumpuk jadi satu, logistik pun sudah dibagi masuk ke dalam caril masing-masing.

Kami pun memesan mie rebus, lumayan untuk ganjalan perut yang sudah mulai teriak lapar. Sembari memakan mie yang sudah terhidang, rasanya air putih di depanku tak sanggup menahan rasa dahaga yang sedang kuderita.

"Bu De aku es teh manisnya satu ?" ujarku, lalu disambut dengan ucapan kedua temanku.

"Aku es Jeruk Bu de, Aku kopi Bu De"

Pemilik kedai yang sudah berumur setengah baya itu pun mengangguk, ia pun mulai membuat pesanan minuman dengan terampil. Mie rebus punyaku pun habis lebih dulu, sedangkan kedua temanku masih asik mengunyah mie yang menjadi idola para pemuda yang sering ngekost.

Sedang asik bersenda gurau datanglah seorang laki-laki paruh baya disamping kedai kopi itu, pandangannya kosong nampak menatap jauh tanpa arah. Aku pun melihatnya dan merasa iba, aku segera beranjak mendekatinya.

"Maaf Pak, ini bangkunya biar enak duduknya"

Ia menoleh kepadaku ada senyum yang terasa berat.

"Makasih Le... "

"Mau minum kopi pak..? "

Ia pun menggeleng, menolak pemberianku.

"Rokok.. "

Ia kembali tersenyum diambil nya satu batang dari bungkus rokok yang kuberikan. Kepulan asap pun mulai keluar dari mulut kami berdua, kulihat tatapannya tidak ada perubahan masih kosong dan tak tentu arah.

"Sampean ini mau kemana, ke Lawu ya.. " ucap si bapak.

"Iya pak.. "

"Ohhh... Hati-hati ya, kalau ke sana. Saat ini banyak aura negatif di gunung lawu" ucapnya.

Aku hanya diam, tanpa bermaksud bertanya lebih jauh. Hanya anggukan kecil yang ku isyaratkan.

Kembali ia mengepulkan rokoknya terlihat olehku dari tampilan tangannya yang menggambarkan ia seorang pekerja keras, terlihat dengan jelas di lengan tangan kanan sebuah tato dengan motif bunga dan di lengan tangan kiri bertato motif naga dan wanita. Nampak masih mudanya bapak ini sosok orang yang di segani oleh orang sekitarnya.

"Ohh iya bapak asli dari sini....??"

"Bukan, Le aku dari Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Kamu tahu..?? "

"Tidak pak, aku ga ngerti daerah sini asalku dari Jakarta"

"Ohhh... Terima kasih ini Le, Rokokmu... " ucapnya dengan nada berat.

Kemudian temanku memanggil, "Woyy Don, itu bayar makananmu masak lo gw traktir terus bisa bangkrut aku" Joko teriak.

"Ehhh... Iya, bentar ya pak"

Aku pun segera membayar makanan yang sudah kupesan, "Ini bude, lalu memberikan sejumlah uang" setelah selesai pembayaran, aku pun menoleh ke arah tempat bapak tadi duduk ia sudah tidak ada.

"Loh Ndri... Tadi lo liat bapak yang duduk disini ngobrol ma gw pergi kemana ??"

"Bapak-bapak, ngaco lo... Dari tadi juga lo bengong ngerokok sendiri, di panggil juga diam aja makanya si Joko tadi teriak manggil lo... "

"Ahhh yang benerr....tadi aku ngasih... " ucapanku terhenti. Kulihat sebatang rokok yang masih utuh di bangku tempat si bapak itu duduk.

"Ealahhh.. udah ahh ngelindurnya yuk berangkat, tuh mobil kawanku sudah sampai di seberang" Joko pun mengambil carilnya.

Kuambil rokok tadi, masih utuh tanpa terbakar sedikitpun. Bulu kudukku berdiri seakan ada yang janggal, aku pun berdo'a semoga saja itu hanya halusinasi karena beban stress yang menggelayuti kepalaku.

Atau apakah benar dia "Hantu"


#Bersambung


Quote:


Quote:





🙏 terima kasih untuk agan mantab93 yang sudah repot-repot buatin index.. 👍


Tambahan Cerita Mistis Dari Kaskuser

Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:
Diubah oleh .nona. 08-07-2021 11:16
shinichindoAvatar border
santet72Avatar border
camiakiersty715Avatar border
camiakiersty715 dan 120 lainnya memberi reputasi
117
219.7K
895
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
.nona.Avatar border
TS
.nona.
#32
Part 3

kaskus-image


Semilir lembut hawa dingin merasuk ke dalam sukma, setelah wanita itu memberitahukan namanya. Pringgondani nama yang aneh untuk seorang wanita, aku tahu nama itu adalah tempat pertapaan konconegoro. Waktu itu Joko pernah bercerita kepadaku tentang tempat wisata di kaki gunung lawu, tepatnya terletak didesa Blumbang, kec Tawangmangu, Kab Karanganyar.

"Mbak...maaf nama kamu mirip tempat petilasan Prabu Brawijaya..di desa Blumbang"

Ia tersenyum, manis sekali bibirnya ketika merekah kemudian ia pun sedikit bercerita.

"Blumbang memang desaku, namaku memang sama dengan tempat tersebut, namun ibuku sering memanggilku Jatayu. Aku sendiri lebih senang di panggil Jatayu.. Kamu tahu kisah tentang Jatayu? "

"Jatayu... Hmmm... Aku tak pernah tahu tentang kisah itu.. "

"Jatayu itu adalah seekor burung di kisah ramayana, burung yang membawa kebaikan. Hmmm.... Nampaknya kabut belum akan hilang dengan cepat...kau tahu tentang cerita candi cetho..? "

"Tidak begitu.... tapi nampaknya aku tertarik kisah dibalik candi ini, daripada hanya diam menanti kabut hilang...mbak Ayu.. " aku memanggil nama belakangnya saja.

"Kamu lihat arca penjaga gerbang ini sebelum tertutup kabut ?"

"Ya... Wajahnya sangat aneh.. Tidak seperti wajah pribumi"

"Itu adalah Arca Nyai Gemang Arum, memang bukan dari suku ini namun dia adalah bangsa Sumeria. Bahkan Arsitektur candi yang dibangun pada masa akhir Kerajaan Majapahit ini sangat berbeda karena lebih mirip dengan bangunan kuil suku Aztek atau Maya dari Meksiko, ada hal yang ditutupi disini walau sudah di pugar sana sini tapi ada kebudayaan besar tentang peradaban negeri ini" Jatayu mengungkapkan sisi lain dari candi Jawa namun tidak ada kesan jawa nya.

"Apa ini berhubungan dengan candi sukuh? "

"Jelas sekali, lihat bangunan candi sukuh mirip dengan candi cetho dan juga piramida berundak suku maya, sedangkan bangsa maya sendiri erat kaitannya dengan mesopotamia ada missing link disini tidak mungkin bila candi ini berada di bawah kekuasaan Majapahit"

"Kamu tahu cerita itu Don..?? "

"Tidak, aku baru tahu sekarang... "

"Kamu mau naik ke Lawu untuk apa ?"

"Hanya ingin tahu dan menikmati warung mbok Yem warung tertinggi di Indonesia" ucapku sambil mengambil sebatang rokok yang baru dan kembali aku menghisap kretek kesukaanku di pegunungan.

"Hati-hati ya mas, hari ini bulan purnama penuh semoga cerita dibalik candi ini masnya bisa paham.. "

"Aku kurang mengerti sebenernya sih mbak Ayu, tapi dari apa yang kamu ucapkan mbak, jujur hal itu sangat menarik, hmmmm.... nampaknya kabut sudah semakin tipis apa kamu ingin kubelikan secangkir kopi mbak ayu ?"

Tidak ada suara jawaban dari mbak Jatayu yang tadi ada disampingku.

"Jatayu... Jatayu..?" panggilku, beberapa orang melihatku aneh.

Aku pun bingung ketika kabut tebal menghilang, Jatayu pun ikut menghilang tanpa jejak...kulihat Joko melambaikan tangannya, kabut tipis masih nampak terlihat tapi tidak sepekat tadi.

Aku pun segera menghampiri Joko dan Endri yang nampak senang dengan keberadaanya di Lawu.

#Bersambung
Diubah oleh .nona. 11-05-2019 12:58
aan1984
regmekujo
santet72
santet72 dan 29 lainnya memberi reputasi
30
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.