- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
...
TS
rendyprasetyyo
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
Quote:
SELAMAT DATANG DI CERITA KITA UNTUK SELAMANYA SERIES.
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan
Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih
ini cerita sebelumnya:
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan

Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih

ini cerita sebelumnya:
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
Kedua, Bibi masih ada? masih. bibi selalu ada didalam hati dan sanubari gw jadi dia masih dapet porsi dicerita ini, gak besar-besar amat tapi cukup, kalian ngertilah maksud gw apa.
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah
Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.
------------------------------------
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah

Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.

------------------------------------
Quote:
-------------------------------------------------------------------------------
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
----------------------------------------------------
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK SUPAYA KITA BISA SALING KENAL


Polling
Poll ini sudah ditutup. - 8 suara
Perlu ditambah gak bre adegan BB17?
perlu
25%
sangat perlu
13%
bentar gw baca dulu
0%
sesempet yang nulis aja
63%
Diubah oleh rendyprasetyyo 08-07-2023 22:57
ugalugalih dan 33 lainnya memberi reputasi
34
135K
802
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendyprasetyyo
#688
Chapter 89
“Kita dimana?” lisa yang tidur dipundak gw tiba-tiba bangun.
“1 jam lebih loh lisa. Lebih dari 1 jam gw duduk disini dan gak bisa ngapa-ngapain karena takut ngebangunin lu terus sekarang lu bangun tiba-tiba nanya kita dimana?” gw dan lisa masih duduk ditempat yang sama. Selama kurang lebih satu jam gw duduk disini, gw liat beberapa tracker dan penduduk lokal lewat dan mereka semua melihat sinis kearah gw walaupun gw dan mereka sama-sama memberikan salam “namaste”. Mungkin mereka nganggep gw laki-laki tidak bertanggung jawab dengan membiarkan teman wanitanya tidur dipinggir jalan. Semua gara-gara lisa, bisa-bisanya dia tidur gak pilih-pilih tempat. “Cepet bangun, kita harus cepet lis. Vivi dan yang lain pasti nungguin”
“Bentar rendy” lisa menjawab sambil menyenderkan kembali kepalanya dipundak gw. “Udah kita tidur disini aja”
“Lu kesambet ya?” gw yang kaget mendengar jawaban lisa langsung berdiri dan hasilnya kepala lisa kehilangan topangan. “Mana ada ceritanya kita bisa tidur disini, tenda aja gak bawa”
“Yee gak tiba-tiba bangun juga!” lisa merespon dengan melempar batu lumayan besar kearah gw dan dengan reflek gw menghindar dari lemparan lisa.
“Yaudah maap” gw jawab dengan kembali duduk disamping dia. “Yakin mau disini dulu?”
“Kita nyantai disini dulu aja, mereka paling lagi lanjut jalan ke uleri” lisa menjawab dan kembali merebahkan kepala di bahu gw, untuk kedua kalinya. “Suasananya enak banget, ren. Gw masih mau menikmati semuanya”
“Kita belum makan siang” gw jawab singkat sambil menarik nafas panjang. Selama lisa tidur hampir tiga batang rokok habis gw bakar. Persediaan makanan dan snack pribadi gw yang gw bawa juga udah habis. “Mending kita istrihat didesa terdekat aja, jelas-jelas ada orang disana nanti. Sekarang udah hampir sore lis”
“Iya gw tau” lisa menjawab singkat “bentar lagi oke. Kita misah aja sama vivi dan budi malam ini, kita susul mereka besok pagi, nanti kita cari penginapan yang ada wifinya biar gw bisa ngehubungin vivi”
“Segampang itu? Serius maunya kayak gitu aja? Untungnya sih ada gw yang nemenin kan” gw jawab lisa, singkat. “Ya udah kita disini dulu aja kalau gitu.”
“Nah gitu dong. Ngomongin masa-masa kuliah, yuk? Gw udah gak ngantuk sekarang” lisa bergumam. “Eh, Ambilin minum lagi dong gw haus”
“Udah sering banget lisa kita ngomongin itu” gw jawab cepat. Ngomongin masa lalu artinya ngomongin masa-masa kuliah. Dan kalau udah ngomongin masa-masa kuliah pasti nanti berakhir gak baik buat gw. “Gimana kalau lu jawab aja pertanyaan gw sekarang, kenapa jilbabnya dibuka, gw liat beberapa bulan terakhir foto-foto lu di WA pakai jilbab semua. Dan yang paling penting, sejak kapan lu pake jilbab?”
“Kenapa jilbab dilepas? Kan alasannya sebenernya udah jelas banget” lisa menjawab. “Rendy sekarang bayangin ya, kita mau naik gunung, berhari-hari gak mandi, rambut gw pasti kotor sana-sini. Kalau gw kesini pakai jilbab banyangin bau rambut gw nanti gimana. Sejak kapan gw mulai rajin pake jilbab? Ntahlah lupa, gw ngikutin panggilan hati aja waktu itu.”
“Nah kan, ada alasannya” gw jawab dia lagi. Langit dikejauhan sudah mulai menguning, matahari mulai bersinar rendah. “Gw pikir lu lepas jilbab cuma karena pengen aja”
“Kalau pengen sih ya jelas pengen lah” lisa menjawab. “Terus ada alasan lain juga, gw pengen lepas jilbab supaya kita bisa flashback masa-masa kuliah”
“Oke kalau untuk alasan flashback lu berhasil” gw jawab lisa sambil tetap memandang langit yang perlahan cahayanya meredup. Dan sebaliknya, lisa disebelah gw yang sebelumnya keliatan tanpa semangat malah sekarang keliatan antusias banget. “Untuk beberapa kali tadi selama perjalanan gw sempet flashback masa-masa kuliah kita.”
“Dan hasilnya?” lisa merespon perkataan gw.
“Ya gak ada hasil apa-apa” gw jawab. “Gw gak nyangka aja setelah semuanya kita sekarang ada disini lis, berdua aja”
“Ren?” lisa berkata sambil tiba-tiba bangun dari pundak gw. “Kita mulai semua dari awal lagi yuk?”
“Maksudnya?” gw sontak langsung melirik kearah dia sekarang. Mata gw dan mata lisa saling berhadapan. “Mulai semua dari awal lagi apanya?”
“Eh eh maksud gw, kita mulai perjalanan kita dari awal lagi” lisa tiba-tiba tersentak setelah terdiam hampir beberapa menit untuk mencerna apa yang sedang terjadi. “Iya yuk mending kita jalan lagi sebelum kesorean. Ajak ngomong gw sambil kita jalan”
“Lis, dari sejam yang lalu gw juga bilang kayak gitu” gw menjawab ajakan lisa sambil mencoba berdiri dan membantu lisa untuk melakukan hal yang sama. “Ini trek awal-awal lisa, nyampe uleri juga belum, target kita nyampe uleri dulu deh sekarang yah, sanggup gak kira-kira?”
“Gak, gw gak sanggup kalau harus sampe uleri” lisa menjawab cepat. “Itu rencana lu, rencana yang kita pakai sekarang adalah rencana gw untuk nyari desa terdekat dan nyusul vivi besok shubuh”
“Fine” gw menjawab sambil merapikan beberapa barang yang sebelumnya dikeluarkan dari tas gw dan tas lisa. “Gw bisa apa kalau lu maunya gitu.”
“Gitu dong” lisa menjawab dan mulai memakai kembali tas yang sebelumnya dia biarkan tergeletak di tanah. “Yuk, cepet kita belum makan.”
“Gw mau nulis lagi ah” gw tiba-tiba berkata setelah beberapa menit berjalan. “Semua serba aneh ya lis, gak tau sih apa cuma dari prespektif gw aja atau lu juga ngerasain hal yang sama”
“Nulis apa lagi?” lisa menjawab. “Nulis cerita perjalanan ini? Mauuuuuuu gw mau baca ntar”
“Mau nulis cerita tentang apa lagi emang?” gw menjawab pertanyaan lisa. “Pas banget kan abis cerita gw sama bibi selesai, gw sambung sama cerita ini hahahaha. Tenang identitas lu gak bakal ketahuan lisa”
“Kenapa” lisa menjawab dengan nada yang berbeda dan tiba-tiba berhenti berjalan“Giliran bianca digembargembor banget giliran gw disembunyikan, iya?
“Bukannya lu gak suka kalau identitas lu diketahui banyak orang ya?” gw jawab. “Buktinya gak punya satupun sosmed. Gw ngerti sih alasannya jadi ya mending kalau disembunyikan.”
“Iya sih” lisa menjawab sambil tiba-tiba berjalan merangkul gw sekarang. “Gw ngerasa kehilangan semuanya sejak kejadian itu. Bahkan kepercayaan diri gw buat sekedar post sesuatu di sosmed.”
“Sabar lisa, kita mulai semua dari awal lagi ya abis ini” gw jawab sambil sedikit mengelus rambutnya. “Yang penting tujuan kita buat ke poonhill sekarang nyampe”
“iya “ lisa menjawab. “Rendy liat kesanaa coba. Wah jembatannya keren yaa, abis jembatan itu ada desa kayaknya, kita istirahat aja disana sampe besok shubuh okeee”
Lisa tiba-tiba berhenti, didepan dengan samar gw liat terbentang jembatan gantung dengan panjang kira-kira 50 meter penuh dengan bendera warna-warni disisi-sisinya. Dibawah jembatan tersebut ada jurang kirakira sedalam 50-an meter. Jembatan ini menghubungkan track yang sedang gw lewatin dengan sebuah desa disisi lainnya. Gak terlalu besar, desa ini dikejauhan terlihat cuma terdiri dari beberapa rumah yang disusun berdekatan.
“Iya mending kita istirahat disana aja yuk sampe besok pagi” gw jawab perkataan lisa.
“Kita dimana?” lisa yang tidur dipundak gw tiba-tiba bangun.
“1 jam lebih loh lisa. Lebih dari 1 jam gw duduk disini dan gak bisa ngapa-ngapain karena takut ngebangunin lu terus sekarang lu bangun tiba-tiba nanya kita dimana?” gw dan lisa masih duduk ditempat yang sama. Selama kurang lebih satu jam gw duduk disini, gw liat beberapa tracker dan penduduk lokal lewat dan mereka semua melihat sinis kearah gw walaupun gw dan mereka sama-sama memberikan salam “namaste”. Mungkin mereka nganggep gw laki-laki tidak bertanggung jawab dengan membiarkan teman wanitanya tidur dipinggir jalan. Semua gara-gara lisa, bisa-bisanya dia tidur gak pilih-pilih tempat. “Cepet bangun, kita harus cepet lis. Vivi dan yang lain pasti nungguin”
“Bentar rendy” lisa menjawab sambil menyenderkan kembali kepalanya dipundak gw. “Udah kita tidur disini aja”
“Lu kesambet ya?” gw yang kaget mendengar jawaban lisa langsung berdiri dan hasilnya kepala lisa kehilangan topangan. “Mana ada ceritanya kita bisa tidur disini, tenda aja gak bawa”
“Yee gak tiba-tiba bangun juga!” lisa merespon dengan melempar batu lumayan besar kearah gw dan dengan reflek gw menghindar dari lemparan lisa.
“Yaudah maap” gw jawab dengan kembali duduk disamping dia. “Yakin mau disini dulu?”
“Kita nyantai disini dulu aja, mereka paling lagi lanjut jalan ke uleri” lisa menjawab dan kembali merebahkan kepala di bahu gw, untuk kedua kalinya. “Suasananya enak banget, ren. Gw masih mau menikmati semuanya”
“Kita belum makan siang” gw jawab singkat sambil menarik nafas panjang. Selama lisa tidur hampir tiga batang rokok habis gw bakar. Persediaan makanan dan snack pribadi gw yang gw bawa juga udah habis. “Mending kita istrihat didesa terdekat aja, jelas-jelas ada orang disana nanti. Sekarang udah hampir sore lis”
“Iya gw tau” lisa menjawab singkat “bentar lagi oke. Kita misah aja sama vivi dan budi malam ini, kita susul mereka besok pagi, nanti kita cari penginapan yang ada wifinya biar gw bisa ngehubungin vivi”
“Segampang itu? Serius maunya kayak gitu aja? Untungnya sih ada gw yang nemenin kan” gw jawab lisa, singkat. “Ya udah kita disini dulu aja kalau gitu.”
“Nah gitu dong. Ngomongin masa-masa kuliah, yuk? Gw udah gak ngantuk sekarang” lisa bergumam. “Eh, Ambilin minum lagi dong gw haus”
“Udah sering banget lisa kita ngomongin itu” gw jawab cepat. Ngomongin masa lalu artinya ngomongin masa-masa kuliah. Dan kalau udah ngomongin masa-masa kuliah pasti nanti berakhir gak baik buat gw. “Gimana kalau lu jawab aja pertanyaan gw sekarang, kenapa jilbabnya dibuka, gw liat beberapa bulan terakhir foto-foto lu di WA pakai jilbab semua. Dan yang paling penting, sejak kapan lu pake jilbab?”
“Kenapa jilbab dilepas? Kan alasannya sebenernya udah jelas banget” lisa menjawab. “Rendy sekarang bayangin ya, kita mau naik gunung, berhari-hari gak mandi, rambut gw pasti kotor sana-sini. Kalau gw kesini pakai jilbab banyangin bau rambut gw nanti gimana. Sejak kapan gw mulai rajin pake jilbab? Ntahlah lupa, gw ngikutin panggilan hati aja waktu itu.”
“Nah kan, ada alasannya” gw jawab dia lagi. Langit dikejauhan sudah mulai menguning, matahari mulai bersinar rendah. “Gw pikir lu lepas jilbab cuma karena pengen aja”
“Kalau pengen sih ya jelas pengen lah” lisa menjawab. “Terus ada alasan lain juga, gw pengen lepas jilbab supaya kita bisa flashback masa-masa kuliah”
“Oke kalau untuk alasan flashback lu berhasil” gw jawab lisa sambil tetap memandang langit yang perlahan cahayanya meredup. Dan sebaliknya, lisa disebelah gw yang sebelumnya keliatan tanpa semangat malah sekarang keliatan antusias banget. “Untuk beberapa kali tadi selama perjalanan gw sempet flashback masa-masa kuliah kita.”
“Dan hasilnya?” lisa merespon perkataan gw.
“Ya gak ada hasil apa-apa” gw jawab. “Gw gak nyangka aja setelah semuanya kita sekarang ada disini lis, berdua aja”
“Ren?” lisa berkata sambil tiba-tiba bangun dari pundak gw. “Kita mulai semua dari awal lagi yuk?”
“Maksudnya?” gw sontak langsung melirik kearah dia sekarang. Mata gw dan mata lisa saling berhadapan. “Mulai semua dari awal lagi apanya?”
“Eh eh maksud gw, kita mulai perjalanan kita dari awal lagi” lisa tiba-tiba tersentak setelah terdiam hampir beberapa menit untuk mencerna apa yang sedang terjadi. “Iya yuk mending kita jalan lagi sebelum kesorean. Ajak ngomong gw sambil kita jalan”
“Lis, dari sejam yang lalu gw juga bilang kayak gitu” gw menjawab ajakan lisa sambil mencoba berdiri dan membantu lisa untuk melakukan hal yang sama. “Ini trek awal-awal lisa, nyampe uleri juga belum, target kita nyampe uleri dulu deh sekarang yah, sanggup gak kira-kira?”
“Gak, gw gak sanggup kalau harus sampe uleri” lisa menjawab cepat. “Itu rencana lu, rencana yang kita pakai sekarang adalah rencana gw untuk nyari desa terdekat dan nyusul vivi besok shubuh”
“Fine” gw menjawab sambil merapikan beberapa barang yang sebelumnya dikeluarkan dari tas gw dan tas lisa. “Gw bisa apa kalau lu maunya gitu.”
“Gitu dong” lisa menjawab dan mulai memakai kembali tas yang sebelumnya dia biarkan tergeletak di tanah. “Yuk, cepet kita belum makan.”
“Gw mau nulis lagi ah” gw tiba-tiba berkata setelah beberapa menit berjalan. “Semua serba aneh ya lis, gak tau sih apa cuma dari prespektif gw aja atau lu juga ngerasain hal yang sama”
“Nulis apa lagi?” lisa menjawab. “Nulis cerita perjalanan ini? Mauuuuuuu gw mau baca ntar”
“Mau nulis cerita tentang apa lagi emang?” gw menjawab pertanyaan lisa. “Pas banget kan abis cerita gw sama bibi selesai, gw sambung sama cerita ini hahahaha. Tenang identitas lu gak bakal ketahuan lisa”
“Kenapa” lisa menjawab dengan nada yang berbeda dan tiba-tiba berhenti berjalan“Giliran bianca digembargembor banget giliran gw disembunyikan, iya?
“Bukannya lu gak suka kalau identitas lu diketahui banyak orang ya?” gw jawab. “Buktinya gak punya satupun sosmed. Gw ngerti sih alasannya jadi ya mending kalau disembunyikan.”
“Iya sih” lisa menjawab sambil tiba-tiba berjalan merangkul gw sekarang. “Gw ngerasa kehilangan semuanya sejak kejadian itu. Bahkan kepercayaan diri gw buat sekedar post sesuatu di sosmed.”
“Sabar lisa, kita mulai semua dari awal lagi ya abis ini” gw jawab sambil sedikit mengelus rambutnya. “Yang penting tujuan kita buat ke poonhill sekarang nyampe”
“iya “ lisa menjawab. “Rendy liat kesanaa coba. Wah jembatannya keren yaa, abis jembatan itu ada desa kayaknya, kita istirahat aja disana sampe besok shubuh okeee”
Lisa tiba-tiba berhenti, didepan dengan samar gw liat terbentang jembatan gantung dengan panjang kira-kira 50 meter penuh dengan bendera warna-warni disisi-sisinya. Dibawah jembatan tersebut ada jurang kirakira sedalam 50-an meter. Jembatan ini menghubungkan track yang sedang gw lewatin dengan sebuah desa disisi lainnya. Gak terlalu besar, desa ini dikejauhan terlihat cuma terdiri dari beberapa rumah yang disusun berdekatan.
“Iya mending kita istirahat disana aja yuk sampe besok pagi” gw jawab perkataan lisa.
regmekujo dan rendicf memberi reputasi
2
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/16/6035474_202005160112400749.png)
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]