- Beranda
- Stories from the Heart
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
...
TS
rendyprasetyyo
Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]
Quote:
SELAMAT DATANG DI CERITA KITA UNTUK SELAMANYA SERIES.
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan
Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih
ini cerita sebelumnya:
TENANG, CERITA KITA, APAPUN UJUNGNYA, AKAN DIKENANG SELAMANYA.
BASED ON TRUE STORY.
Seperti biasa, sebelum masuk ke inti cerita, ada beberapa hal yang harus gw jelasin dulu disini yah. Gak banyak kok dan sifatnya juga sepele, tapi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya hal-hal sedikit dan sepele ini tetep harus disampaikan

Pertama,dan yang paling penting, adalah cerita ini merupakan lanjutan dari cerita yang sudah gw tulis sebelumnya (Cerita kita untuk selamanya). 70% formatnya masih sama, cuma di cerita ini nanti ada beberapa tokoh baru dan latar baru juga. Anggap cerita ini fiksi supaya tidak ada asumsi-asumsi yang tidak diinginkan yang lahir dari anggapan kalau cerita ini non-fiksi, apa sih

ini cerita sebelumnya:
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
Kedua, Bibi masih ada? masih. bibi selalu ada didalam hati dan sanubari gw jadi dia masih dapet porsi dicerita ini, gak besar-besar amat tapi cukup, kalian ngertilah maksud gw apa.
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah
Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.
------------------------------------
Ketiga,karena cerita ini lanjutan dari cerita sebelumnya, jadi gw saranin kalian buat baca dulu cerita yang pertama sebelum lanjut ke cerita ini.
Ke-empat, poin ini masih gw tujukan untuk menjelaskan betapa apresiasi dari kalian itu berharga banget buat gw, jadi kalau berkenan selalu tinggalkan komen dan kalau suka jalan ceritanya bisa tinggalkan ratenya, it reaaallly means something guys for me, halah

Terakhir, sebelum baca cerita ini jangan lupa berdoa dulu, karena bakal ada adegan horror yang terjadi. jadi persiapkan diri kalian. Untuk genre, story lanjutan ini genre nya horror - romance - comedy
Jadwal update? Diusahakan tiap ada waktu luang.
Masih ada pertanyaan? we are good to go to first chapter?
Okeey, lets gooo.

------------------------------------
Quote:
-------------------------------------------------------------------------------
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
CERITA KITA UNTUK SELAMANYA 2 : HARPOCRATES
KHATMANDU - PROLOG
PART I
DHAULAGIRI
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
DHAULAGIRI II
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
DHAULAGIRI III
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
PART II
MACHAPUCARE
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
MACHAPUCARE I
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
MACHAPUCARE II
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
PART III
ANNAPURNA
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59 - Truth or Dare Part I
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
ANNAPURNA I
Chapter 67
Chapter 68
Chapter 69
Chapter 70
Chapter 71
Chapter 72
Chapter 73
Chapter 74
Chapter 75
Chapter 76
ANNAPURNA II
Chapter 77
Chapter 78
Chapter 79
Chapter 80
Chapter 81
Chapter 82
Chapter 83
Chapter 84
PART IV
FINAL PART
Chapter 85
Chapter 86
Chapter 87
Chapter 88
Chapter 89
Chapter 90
Chapter 91
Chapter 92
Chapter 93
Chapter 94
Chapter 95
LAST PART
Chapter 96
Chapter 97
Chapter 98
Chapter 99
Chapter 100
Chapter 101
Chapter 102
Chapter 103
Chapter 104
Chapter 105
Chapter 106 - Truth or Dare Part II [END]
----------------------------------------------------
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/06/21/6035474_20200621091137.gif)
Cerita Kita Untuk Selamanya versi FULL SERIES (Series 1 dan 3) :
BUDAYAKAN MENINGGALKAN JEJAK SUPAYA KITA BISA SALING KENAL


Polling
Poll ini sudah ditutup. - 8 suara
Perlu ditambah gak bre adegan BB17?
perlu
25%
sangat perlu
13%
bentar gw baca dulu
0%
sesempet yang nulis aja
63%
Diubah oleh rendyprasetyyo 08-07-2023 22:57
ugalugalih dan 33 lainnya memberi reputasi
34
135.1K
802
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rendyprasetyyo
#687
Chapter 88
“Lis, lu gak apa-apa?” gw yang sedang berjalan dibelakang lisa mencoba memastikan kondisi lisa sekarang. Gw dan dia cuma tinggal berdua. Bisman, vivi, dan budi sekarang ada didepan, mungkin berjarak sekitar 100-200 meter. “Dari tadi gw jarang liat tracker lain yang lewat yah, apa cuma perasaan gw aja?”
“Ren, ini sekitar 20 kali nya lu nanya gini ke gue” lisa menjawab santai dengan nafas sedikit terputus-putus. “Gw gak apa-apa kok, cuma sedang menikmati keindahan alam. Tadi di Nayapool rame banget yang registrasi buat mendaki, mungkin mereka milih jalur tracking yang beda aja sama yang kita laluin sekarang. Untuk poonhill kan memang cuma rute pemula, kemungkinan besar sih gak ada pemula yang mau naik gunung di bulan desember.” lisa menjawab pertanyaan gw
“Dih pemandangan kayak beginian doang di Indonesia banyak keles” gw jawab perkataan lisa dengan melihat kondisi sekitar. Sepanjang trek yang dilalui memang belum ada pemandangan yang bisa gw liat selain rimbunan pohon, beberapa tebing tinggi, dan aliran sungai-sungai kecil dibawah trek. Kadang terdengar suara-suara burung dikejauhan tapi yang jelas dari tadi hampir tidak ada tracker lain yang lewat selain gw dan lisa. “Yang terpenting sekarang itu orang lisa, orang. Gw hampir gak pernah liat orang sama sekali dari tadi”
“Nanti juga ada” lisa menjawab lagi dengan nafas yang semakin berat. “Gw baru pertama kali tracking kayak gini ren, ngeliat pemandangan alam sambil naik gunung. Seger yah ternyata. Eh btw gw capek, duduk dulu yuk”.
“Sekarang? Disini?” gw bertanya sambil melihat sekitar dan gagal menemukan apapun yang bisa dipakai sebagai media tempat duduk. “Kalau mau istirahat ya boleh. Masalahnya ada tempat buat duduknya apa gak lisa. Sekalian nanti lu minum dulu. Gw juga mau ngerokok”
“Jangan ngerokok disini!” lisa marah dengan nada suara yang lemah. Dia sekarang sudah duduk dipinggir jalan setapak gak beralaskan apapun kecuali beberapa dedaunan kering dan rumput. Tatapannya langsung lurus kearah rindangnya pepohonan dan langit biru dengan sedikit awan. “Gw pusing”
“Iya udah kalau gitu” gw jawab singkat dan berjalan kearah lisa. “Minum udah? Bawa makanan kan? Makan dulu coba”
“Oh iya, coba ambilin dalem tas gw ada kantong plastik item besar isinya minuman sama snack” lisa bergumam. “Untung tadi gak ditaro ditas yang bisman bawa kan?”
“Mana? Yang ini maksud lu?” gw jawab permintaan lisa sambil mengeluarkan sebuah kantong plastik hitam dari dalam tasnya setelah mencoba meraba-raba disana. Tas kemerahan yang lisa bawa ini ukurannya kecil dan dari hasil rabaan gw isinya cuma beberapa dokumen dan beberapa perlengkapan tracking serba praktis.. “Isinya cuma air minum doang gak ada snacknya”
“Ya udah gak apa apa deh” lisa berbalik dan mengambil kantong plastik hitam yang baru saja gw keluarkan dari dalam tasnya. “Gw haus banget dari tadi belom minum, lu mau? Bentar gw minum dulu. Udah, Ambil nih”
“Nanti aja lisa” gw menjawab sambil duduk disebelahnya dan mengambil botol minuman yang dia berikan. “Kira-kira bisman yang lain udah sampe mana yah?”
“Mereka pasti nungguin kita” lisa menjawab sambil menyenderkan kepala dibahu gw. “Sekarang hampir jam 2, harusnya bentar lagi kita makan”
“Mereka bakal nungguin kita ditempat makan maksud lu?” gw jawab lisa sambil melirik kearah rambutnya. Sekilas gw bisa cium aroma-aroma shampo dari sana. “Yaudah berarti yuk jangan lama-lama mangkanya”
“Ya kayaknya sih gitu” lisa menjawab. “Eh Ren, gw mau ngomong serius dulu mempung gak ada siapa-siapa. lu jangan ceritain kesiapa-siapa tentang apa aja yang udah gw ceritain ke elu ya.”
“Kenapa emang?” gw balik bertanya. Dikejauhan untuk pertama kalinya gw mendengar banyak suara jejak kaki mendekat. Beberapa kali suara jejak kaki tersebut dibarengi dengan suara lonceng. “Lagian gw mau cerita kesiapa coba? Lagian yang lu ceritain kan cuma cerita tentangg….”
“Cuma tentang? Itu segalanya buat gue Rendy, lu gak ngerti” lisa menjawab pelan. “Ke Bianca pasti lu cerita. Lu kayaknya terbuka banget ke dia heran”
“Belum pernah ketemu bibi lagi” gw balas. “Lagian ngapain juga gw cerita tentang elu ke dia, dia gak bakal peduli. Tapi gara-gara lu ngomong bianca, gw jadi pengen ketemu dia lis. Gw kangen. Kalau semisal bibi masih ada, boleh gak gw ajak dia sekarang?”
“GAK BOLEH LAH BEGO!” lisa tiba-tiba bangun dan menarik beberapa helai rambut gw. Sakit. Suara jejak kaki sekarang terdengar semakin dekat. Dikejauhan gw liat seorang penduduk lokal berumur 50 tahun sedang memimpin sekelompok hewan ternak yang dilengkapi kantong-kantong khusus dipunggungnya untuk membawa beberapa barang-barang keperluan desa. “Lu gak mau cerita tentang bianca ke gw?” lisa bertanya sambil menyenderkan kepala dibahu gw lagi.
“Namaste, eh ren ngomong namaste atau apa kek.” lisa berbisik pelan ketika penduduk lokal tersebut melewati posisi duduk gw dan dia. Sekarang setelah jarak gw dan bapak ini makin dekat gw baru tau kalau yang sedang dibawa oleh binatang-binatang ternak itu buah-buahan.
“Eh iya, Namaste” gw bergumam sambil merapatkan kedua telapak tangan dan tersenyum kearah bapak tua tersebut, sibapak membalas dengan gerakan yang sama sambil tersenyum. “Apa tadi? Pengen cerita apa tentang bianca, semua udah gw ceritain, katanya kan lu baca cerita gue”
“Gw gak percaya sama lu, itu masalahnya” lisa menjawab. Nafasnya kedengaran sudah teratur sekarang. “Pasti ada beberapa bagian yang gak lu ceritain, pasti banget. lagian gw juga gak punya waktu buat baca curhatan elu rendy, dih buat apa gak penting tau gak”
“Kok kayak ngegas” gw jawab pertanyaan dia sambil melirik kearah kepalanya yang sekarang ada dipundak kanan gw. Lagi-lagi bau shampo sebelumnya tercium. Gw pengen ngerokok, pengen banget. Kenapa lisa gak nyender ditempat lain aja sih. Pohon dibawah tempat duduk gw dan dia sekarang banyak banget padahal. “Ya udin kalau gak mau tau ngapain nanya-nanya coba. Eh lis tidur kayaknya enak ya disini.”
“Iya sumpah suasananya enak banget emang.” lisa menjawab. “Ceritain sesuatu dong ke gw, apapun deh ren gw lagi pengen denger suara lo, jangan diem aja.”
“Cerita apaan?” gw jawab. “Hem gimana kalau kita cerita tentang kado ulang tahun gw buat bibi?”
“Boleh” lisa menjawab singkat. “Gw belum tau itu gimana ceritanya”
“Begini lisa” gw mulai menceritakan kejadian gw ngasih kado ulang tahun buat bibi.”kalau lu udah baca cerita gw lu harusnya tau kalau beberapa bulan pertama masa-masa kerja gw penuh sama cerita tentang bibi. Jadi kira-kira dibulan april tahun 2016, pikiran gw penuh sama rencana buat ngasih sesuatu ke bibi. Waktu itu gw bingung banget lis, bukan bingung tentang mau ngasih apa doang tapi gw juga bingung kapan sebenernya bibi ulang tahun hahaha. Dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan akhirnya sampai lah gw ke kesimpulan kalau gw bakal ngasih dia mainan ironman karena gw liat desktop dia punya wallpaper ironman. Belinya juga gak sembarangan, gw pengen mainan ironman yang gw kasih ke bibi nanti limited edition. Jadi gw cari keseluruh sudut tempat yang bisa jual mainan kayak gini dan akhirnya….”
“Lis? Lisa?” gw kaget ketika melihat kesamping dan mendapati kalau lisa sedang tidur. “Gak tidur juga kali lis, lisa? Oi!!”
“Lis, lu gak apa-apa?” gw yang sedang berjalan dibelakang lisa mencoba memastikan kondisi lisa sekarang. Gw dan dia cuma tinggal berdua. Bisman, vivi, dan budi sekarang ada didepan, mungkin berjarak sekitar 100-200 meter. “Dari tadi gw jarang liat tracker lain yang lewat yah, apa cuma perasaan gw aja?”
“Ren, ini sekitar 20 kali nya lu nanya gini ke gue” lisa menjawab santai dengan nafas sedikit terputus-putus. “Gw gak apa-apa kok, cuma sedang menikmati keindahan alam. Tadi di Nayapool rame banget yang registrasi buat mendaki, mungkin mereka milih jalur tracking yang beda aja sama yang kita laluin sekarang. Untuk poonhill kan memang cuma rute pemula, kemungkinan besar sih gak ada pemula yang mau naik gunung di bulan desember.” lisa menjawab pertanyaan gw
“Dih pemandangan kayak beginian doang di Indonesia banyak keles” gw jawab perkataan lisa dengan melihat kondisi sekitar. Sepanjang trek yang dilalui memang belum ada pemandangan yang bisa gw liat selain rimbunan pohon, beberapa tebing tinggi, dan aliran sungai-sungai kecil dibawah trek. Kadang terdengar suara-suara burung dikejauhan tapi yang jelas dari tadi hampir tidak ada tracker lain yang lewat selain gw dan lisa. “Yang terpenting sekarang itu orang lisa, orang. Gw hampir gak pernah liat orang sama sekali dari tadi”
“Nanti juga ada” lisa menjawab lagi dengan nafas yang semakin berat. “Gw baru pertama kali tracking kayak gini ren, ngeliat pemandangan alam sambil naik gunung. Seger yah ternyata. Eh btw gw capek, duduk dulu yuk”.
“Sekarang? Disini?” gw bertanya sambil melihat sekitar dan gagal menemukan apapun yang bisa dipakai sebagai media tempat duduk. “Kalau mau istirahat ya boleh. Masalahnya ada tempat buat duduknya apa gak lisa. Sekalian nanti lu minum dulu. Gw juga mau ngerokok”
“Jangan ngerokok disini!” lisa marah dengan nada suara yang lemah. Dia sekarang sudah duduk dipinggir jalan setapak gak beralaskan apapun kecuali beberapa dedaunan kering dan rumput. Tatapannya langsung lurus kearah rindangnya pepohonan dan langit biru dengan sedikit awan. “Gw pusing”
“Iya udah kalau gitu” gw jawab singkat dan berjalan kearah lisa. “Minum udah? Bawa makanan kan? Makan dulu coba”
“Oh iya, coba ambilin dalem tas gw ada kantong plastik item besar isinya minuman sama snack” lisa bergumam. “Untung tadi gak ditaro ditas yang bisman bawa kan?”
“Mana? Yang ini maksud lu?” gw jawab permintaan lisa sambil mengeluarkan sebuah kantong plastik hitam dari dalam tasnya setelah mencoba meraba-raba disana. Tas kemerahan yang lisa bawa ini ukurannya kecil dan dari hasil rabaan gw isinya cuma beberapa dokumen dan beberapa perlengkapan tracking serba praktis.. “Isinya cuma air minum doang gak ada snacknya”
“Ya udah gak apa apa deh” lisa berbalik dan mengambil kantong plastik hitam yang baru saja gw keluarkan dari dalam tasnya. “Gw haus banget dari tadi belom minum, lu mau? Bentar gw minum dulu. Udah, Ambil nih”
“Nanti aja lisa” gw menjawab sambil duduk disebelahnya dan mengambil botol minuman yang dia berikan. “Kira-kira bisman yang lain udah sampe mana yah?”
“Mereka pasti nungguin kita” lisa menjawab sambil menyenderkan kepala dibahu gw. “Sekarang hampir jam 2, harusnya bentar lagi kita makan”
“Mereka bakal nungguin kita ditempat makan maksud lu?” gw jawab lisa sambil melirik kearah rambutnya. Sekilas gw bisa cium aroma-aroma shampo dari sana. “Yaudah berarti yuk jangan lama-lama mangkanya”
“Ya kayaknya sih gitu” lisa menjawab. “Eh Ren, gw mau ngomong serius dulu mempung gak ada siapa-siapa. lu jangan ceritain kesiapa-siapa tentang apa aja yang udah gw ceritain ke elu ya.”
“Kenapa emang?” gw balik bertanya. Dikejauhan untuk pertama kalinya gw mendengar banyak suara jejak kaki mendekat. Beberapa kali suara jejak kaki tersebut dibarengi dengan suara lonceng. “Lagian gw mau cerita kesiapa coba? Lagian yang lu ceritain kan cuma cerita tentangg….”
“Cuma tentang? Itu segalanya buat gue Rendy, lu gak ngerti” lisa menjawab pelan. “Ke Bianca pasti lu cerita. Lu kayaknya terbuka banget ke dia heran”
“Belum pernah ketemu bibi lagi” gw balas. “Lagian ngapain juga gw cerita tentang elu ke dia, dia gak bakal peduli. Tapi gara-gara lu ngomong bianca, gw jadi pengen ketemu dia lis. Gw kangen. Kalau semisal bibi masih ada, boleh gak gw ajak dia sekarang?”
“GAK BOLEH LAH BEGO!” lisa tiba-tiba bangun dan menarik beberapa helai rambut gw. Sakit. Suara jejak kaki sekarang terdengar semakin dekat. Dikejauhan gw liat seorang penduduk lokal berumur 50 tahun sedang memimpin sekelompok hewan ternak yang dilengkapi kantong-kantong khusus dipunggungnya untuk membawa beberapa barang-barang keperluan desa. “Lu gak mau cerita tentang bianca ke gw?” lisa bertanya sambil menyenderkan kepala dibahu gw lagi.
“Namaste, eh ren ngomong namaste atau apa kek.” lisa berbisik pelan ketika penduduk lokal tersebut melewati posisi duduk gw dan dia. Sekarang setelah jarak gw dan bapak ini makin dekat gw baru tau kalau yang sedang dibawa oleh binatang-binatang ternak itu buah-buahan.
“Eh iya, Namaste” gw bergumam sambil merapatkan kedua telapak tangan dan tersenyum kearah bapak tua tersebut, sibapak membalas dengan gerakan yang sama sambil tersenyum. “Apa tadi? Pengen cerita apa tentang bianca, semua udah gw ceritain, katanya kan lu baca cerita gue”
“Gw gak percaya sama lu, itu masalahnya” lisa menjawab. Nafasnya kedengaran sudah teratur sekarang. “Pasti ada beberapa bagian yang gak lu ceritain, pasti banget. lagian gw juga gak punya waktu buat baca curhatan elu rendy, dih buat apa gak penting tau gak”
“Kok kayak ngegas” gw jawab pertanyaan dia sambil melirik kearah kepalanya yang sekarang ada dipundak kanan gw. Lagi-lagi bau shampo sebelumnya tercium. Gw pengen ngerokok, pengen banget. Kenapa lisa gak nyender ditempat lain aja sih. Pohon dibawah tempat duduk gw dan dia sekarang banyak banget padahal. “Ya udin kalau gak mau tau ngapain nanya-nanya coba. Eh lis tidur kayaknya enak ya disini.”
“Iya sumpah suasananya enak banget emang.” lisa menjawab. “Ceritain sesuatu dong ke gw, apapun deh ren gw lagi pengen denger suara lo, jangan diem aja.”
“Cerita apaan?” gw jawab. “Hem gimana kalau kita cerita tentang kado ulang tahun gw buat bibi?”
“Boleh” lisa menjawab singkat. “Gw belum tau itu gimana ceritanya”
“Begini lisa” gw mulai menceritakan kejadian gw ngasih kado ulang tahun buat bibi.”kalau lu udah baca cerita gw lu harusnya tau kalau beberapa bulan pertama masa-masa kerja gw penuh sama cerita tentang bibi. Jadi kira-kira dibulan april tahun 2016, pikiran gw penuh sama rencana buat ngasih sesuatu ke bibi. Waktu itu gw bingung banget lis, bukan bingung tentang mau ngasih apa doang tapi gw juga bingung kapan sebenernya bibi ulang tahun hahaha. Dan akhirnya dengan berbagai pertimbangan akhirnya sampai lah gw ke kesimpulan kalau gw bakal ngasih dia mainan ironman karena gw liat desktop dia punya wallpaper ironman. Belinya juga gak sembarangan, gw pengen mainan ironman yang gw kasih ke bibi nanti limited edition. Jadi gw cari keseluruh sudut tempat yang bisa jual mainan kayak gini dan akhirnya….”
“Lis? Lisa?” gw kaget ketika melihat kesamping dan mendapati kalau lisa sedang tidur. “Gak tidur juga kali lis, lisa? Oi!!”
Diubah oleh rendyprasetyyo 08-05-2019 13:31
regmekujo dan 2 lainnya memberi reputasi
3
![Cerita Kita Untuk Selamanya 2 : Harpocrates [TAMAT]](https://s.kaskus.id/images/2020/05/16/6035474_202005160112400749.png)
Cerita kita untuk selamanya: HARPOCRATES [A SEKUEL]