TS
vitawulandari
[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1
![[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2016/10/31/2367992_20161031084830.jpg)
Selamat Datang di FORMIL
Lounge ini adalah tempat ngumpul formilers.
Daripada OOT di thread diskusi, mending ngobrol, sharing, kangen - kangenan, chit - chat disini sampai klimaks.
![[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2016/06/14/6692979_20160614032737.png)
SEJARAH FORMIL
![[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2016/06/14/6692979_20160614032743.png)
Quote:
![[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2016/06/14/6692979_20160614032737.png)
BACA RULES DULU SEBELUM POSTING
![[Lounge Formil Raya - Part 24] The Largest Indonesian Military Community - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2016/06/14/6692979_20160614032743.png)
Quote:
Selamat bergabung, semoga trit ini dpt memperkukuh tali persaudaraan antar penghuni kaskus pada umumnya dan penghuni FORMIL khususnya.

angga23wijay436 dan 39 lainnya memberi reputasi
30
790.1K
22.3K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Militer
20.4KThread•10.8KAnggota
Tampilkan semua post
HarsoMukmiin
#786
AShBM itu emang senjata bagus, kemceng susah ditepis, kalau pakai aktif radar karena terbang tinggi, sapuannya luas, waktu perjalanamnya singkat karena kenceng. Otomatis ga terlalu bergantung pada platform pemandu OTHT kaya sea skimming AShM. Asal ada yang, liat tembak, balik kanan ngacir sekenceng kencengnya.
Masalahnya, CEP rudal balistik itu pada dasarnya udah guede. Meleset lawan target diam sejauh 30 meter meski dengan bantuan pemandu GPS aja udah diitung bagus. Lah kalau kapal gerak 30 knot ya alamat tambah jauh meleset.
Bisa argue CV itu gede, well emang itulah sebabnya disebut CV killer. Bukan karena gahar, lebih karena kemungkinan besar meleset kalau ditembakkan ke target lain yg lebih kecil. Pemakaiannya harus saturasi. Lempar banyak pensil biar perkenaannya bagus. Tapi ya lempar lempar rudal berkali kali sama armada yg air superiority sama C4ISR nyaris mutlak kaya US ya bunuh diri juga. Dijamin langsung disambangi. Mana trejactory parabolik gitu dilacak area baterainya juga gampang.
Selain itu pertahanan CVBG juga berlapis dari hardkill sampai softkill. Kalau lawan rudal supersonik full manuver aja siap, lawan rudal balistik yg parabolik jelas ga mustahil. Meski senjata macem phalanx gitu bakal kesusahan kepentok elevasi. Tapi SM3, SM6, ESSM, RAM jelas bisa. Belum lagibsoftkill macem nulka. Semua radar aktif apalagi yg kecil kayak di kepala pandu rudal sangat mungkin dijamming.
Namanya senjata asimetris tidak bisa mengungguli target. AShBM itu ibarat top attack ATGM klo lawan MBT. Tercipta karena kepepet superioritas lawan.
Meski begitu, ane sangat mengadvokasi agar Indonesia punya rudal balistik Hyunmoo 2A terlebih lagi Cheonryong SLBM. Syukur bisa dikembangkan jadi SLAShBM. Mengapa? Karena Indonesia kepepet. Mau njengking salto, kayang kayak apa mampus mutlak kita kalau disanggong Cina. Dibantuin US ama OZ pun paling jadi canon fodder klo posisi sekarang.
Puny KSS III dengan rudal balistik multimode yg barely legal dihadapan MTCR itu langkah terakhir biar ga ditelen bulet bulet kalau shit happened. Minimal abis ditelen pun dimuntahin lagi.
Itulah hakikat senjata asimetris untuk area denial. Kalau diiklanin buat seteronk seteronk-an ya ngelawak.
Masalahnya, CEP rudal balistik itu pada dasarnya udah guede. Meleset lawan target diam sejauh 30 meter meski dengan bantuan pemandu GPS aja udah diitung bagus. Lah kalau kapal gerak 30 knot ya alamat tambah jauh meleset.
Bisa argue CV itu gede, well emang itulah sebabnya disebut CV killer. Bukan karena gahar, lebih karena kemungkinan besar meleset kalau ditembakkan ke target lain yg lebih kecil. Pemakaiannya harus saturasi. Lempar banyak pensil biar perkenaannya bagus. Tapi ya lempar lempar rudal berkali kali sama armada yg air superiority sama C4ISR nyaris mutlak kaya US ya bunuh diri juga. Dijamin langsung disambangi. Mana trejactory parabolik gitu dilacak area baterainya juga gampang.
Selain itu pertahanan CVBG juga berlapis dari hardkill sampai softkill. Kalau lawan rudal supersonik full manuver aja siap, lawan rudal balistik yg parabolik jelas ga mustahil. Meski senjata macem phalanx gitu bakal kesusahan kepentok elevasi. Tapi SM3, SM6, ESSM, RAM jelas bisa. Belum lagibsoftkill macem nulka. Semua radar aktif apalagi yg kecil kayak di kepala pandu rudal sangat mungkin dijamming.
Namanya senjata asimetris tidak bisa mengungguli target. AShBM itu ibarat top attack ATGM klo lawan MBT. Tercipta karena kepepet superioritas lawan.
Meski begitu, ane sangat mengadvokasi agar Indonesia punya rudal balistik Hyunmoo 2A terlebih lagi Cheonryong SLBM. Syukur bisa dikembangkan jadi SLAShBM. Mengapa? Karena Indonesia kepepet. Mau njengking salto, kayang kayak apa mampus mutlak kita kalau disanggong Cina. Dibantuin US ama OZ pun paling jadi canon fodder klo posisi sekarang.
Puny KSS III dengan rudal balistik multimode yg barely legal dihadapan MTCR itu langkah terakhir biar ga ditelen bulet bulet kalau shit happened. Minimal abis ditelen pun dimuntahin lagi.
Itulah hakikat senjata asimetris untuk area denial. Kalau diiklanin buat seteronk seteronk-an ya ngelawak.
machhd dan yoseful memberi reputasi
2
Tutup


