TS
l13ska
Raja istana Kaca

Sumber Gambar: fos-comunity.com
Dialah Sang Raja
Tinggal dalam istana kaca
Lama hidup dalam kemegahan dan tipuan jutaan kaca
Indah dipandang tapi mudah retak dalam getar
Dialah sang raja
Duduk dalam singgasana berayap
Singgasana yang mudah hancur
Mudah terkoyak walau dalam secuil laga dan gaya
Bruk
Ambruk
Hilang tanpa bekas
Tak ada lagi singgasana tak ada ketenangan kenyamanan
Raja tampak kuat dari luar
Namun rapuh hati dan asa
Terlalu lama ia takluk pada ratunya
Ratu kejam tak berperasaan
Raja seolah tak pernah jadi raja di istana kebanggaannya
Tak punya arti
Tak punya kuasa
Hidupnya tak ubahnya pelayan di istana kaca nan megah
Pandangan Sang Raja selalu tunduk pada ratu penguasa hidupnya
Seolah ribuan mantra menguasai otaknya
Merenggut kesadarannya
Ia buta dan tersesat dalam sihir yang nyata
Matanya tak lagi berbinar terang
Tunduk penuh bak mata seorang rakyat nan papa
Raja istana kaca tak lagi punya harga diri
Hilang pula rasa hormat dari putra dan putri
Malang nian nasib sang raja
Terseok-seok berjalan menahan lapar disisa-sisa umurnya
Kentut brengsek keluar dari pantatnya yang soak
"Brengsek! seharian makan angin, terus buang angin"
Begitulah gerutu Sang Raja istana kaca
Dialah raja dalam istana kaca
Tak mengerti apa yang terjadi dalam dirinya
Hidupnya tiada arti selain mengabdi pada Sang Ratu
Ia pun merasa rendah lebih rendah dari pesuruh bergaji rendah
Ia raja tapi bukan raja
Tak memiliki arti di hati rakyat jelata
Seolah tak seorangpun butuh dirinya
Kecuali sedikit tenaga untuk menggosok permata dari kaca
Ingin berkuasa atas negeri sebelah
Menjajah dengan kata-kata dan hasutan
Raja yang tak punya singgasana
Gagal menjajah dan menjarah negeri tetangga
Tentulah ia gagal ia lemah tak berdaya
Hanya sendiri menjemput asa
Semakin hari hidupnya kian menderita
Tak ada yang perduli padanya
Tak ada yang mau mengerti sang raja
Jika keluarga kecilnya saja tak menaruh rasa hormat
Bagaimana negeri tetangga takluk dan tunduk
Mustahil dan nihil
Malang nian hidup raja
Hidup dalam istana kaca namun penuh derita
Badan hanya tulang berbalut kulit belaka
Kerempeng tanpa tenaga
Raja Istana Kaca
Gila hormat
Gila pujiaan
Sepi terhimpit sunyi
Tiada ucapan terima kasih
Tiada rasa hormat
Tiada rasa sayang
Nihil kosong
Quote:
Diubah oleh l13ska 26-04-2019 06:40
protein memberi reputasi
2
1.5K
6
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
l13ska
#1
Raja Istana Kaca

Sumber Gambar: fos-comunity.com
Dialah Sang Raja
Tinggal dalam istana kaca
Lama hidup dalam kemegahan dan tipuan jutaan kaca
Indah dipandang tapi mudah retak dalam getar
Dialah sang raja
Duduk dalam singgasana berayap
Singgasana yang mudah hancur
Mudah terkoyak walau dalam secuil laga dan gaya
Bruk
Ambruk
Hilang tanpa bekas
Tak ada lagi singgasana tak ada ketenangan kenyamanan
Raja tampak kuat dari luar
Namun rapuh hati dan asa
Terlalu lama ia takluk pada ratunya
Ratu kejam tak berperasaan
Raja seolah tak pernah jadi raja di istana kebanggaannya
Tak punya arti
Tak punya kuasa
Hidupnya tak ubahnya pelayan di istana kaca nan megah
Pandangan Sang Raja selalu tunduk pada ratu penguasa hidupnya
Seolah ribuan mantra menguasai otaknya
Merenggut kesadarannya
Ia buta dan tersesat dalam sihir yang nyata
Matanya tak lagi berbinar terang
Tunduk penuh bak mata seorang rakyat nan papa
Raja istana kaca tak lagi punya harga diri
Hilang pula rasa hormat dari putra dan putri
Malang nian nasib sang raja
Terseok-seok berjalan menahan lapar disisa-sisa umurnya
Kentut brengsek keluar dari pantatnya yang soak
"Brengsek! seharian makan angin, terus buang angin"
Begitulah gerutu Sang Raja istana kaca
Dialah raja dalam istana kaca
Tak mengerti apa yang terjadi dalam dirinya
Hidupnya tiada arti selain mengabdi pada Sang Ratu
Ia pun merasa rendah lebih rendah dari pesuruh bergaji rendah
Ia raja tapi bukan raja
Tak memiliki arti di hati rakyat jelata
Seolah tak seorangpun butuh dirinya
Kecuali sedikit tenaga untuk menggosok permata dari kaca
Ingin berkuasa atas negeri sebelah
Menjajah dengan kata-kata dan hasutan
Raja yang tak punya singgasana
Gagal menjajah dan menjarah negeri tetangga
Tentulah ia gagal ia lemah tak berdaya
Hanya sendiri menjemput asa
Semakin hari hidupnya kian menderita
Tak ada yang perduli padanya
Tak ada yang mau mengerti sang raja
Jika keluarga kecilnya saja tak menaruh rasa hormat
Bagaimana negeri tetangga takluk dan tunduk
Mustahil dan nihil
Malang nian hidup raja
Hidup dalam istana kaca namun penuh derita
Badan hanya tulang berbalut kulit belaka
Kerempeng tanpa tenaga
Raja Istana Kaca
Gila hormat
Gila pujiaan
Sepi terhimpit sunyi
Tiada ucapan terima kasih
Tiada rasa hormat
Tiada rasa sayang
Nihil kosong
Quote:
Diubah oleh l13ska 26-04-2019 06:40
0