- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Punya Hati ?
...
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.
Spoiler for Index:
Adakah Senyum di Semarang,
Spoiler for Index:
Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
seenue
#13
"Masnya gimana buk,.."
"Berkat doa kalian, Nue sudah siuman.."
"Syukurlah kalau begitu,"
Saat itu, gw seperti di alam kebebasan, tanpa apa dan harus bagaimana. Gw hanya merasakan capek yang teramat, bibir gw beku dan mata gw yang teramat berat. Namun, telinga dan rasa gw.. kian kesini kian mereda.
Terakhir gw inggat, motor yang gw kendarai terlempar gara-gara lobang di tengah jalan, Gw terlempar dan hanya ada rasa pegal, gelap lantas gw nggak sadar. Ya, gw kecelakaan, dan mungkin gw koma untuk beberapa waktu, entah berapa hari gwbelum tau, saat itu gw masih bungkam, terpejam dan nggak bisa apa-apa. Terkecuali ikut mendengarkan apa-apa yang mereka bicarakan meski sayup-sayup. Mereka siapa gw juga nggak peduli, mengingat.. tubuh gw berat disana-sini.
Tapi satu hal yang nggak bisa gw lupakan, saat motor gw terpental, dan saat gw jatuh.. gw merasa ada sebuah kedamaian, kehangatan. seolah gw sedang dalam lambaian, pelukan.. yang maha nyaman. Jika saja itu adalah alam kematian, mungkin gw adalah orang yang sangat beruntung, berkaca.. mereka yang mati dengan kecelakaan, adalah mereka yang akan menuai alam kedamain. Adalah surga yang damai tanpa apa dan harus bagaimana, posisi kita ada di titik NOL. Bukan min dan bukan pula plus. Seperti surga yang tak pernah gw dambakan.
Gw, adalah satu diantara banyak manusia yang nggak peduli akan doktrin dan buaian surga mayoritas. Mengingat, surga mayoritas adalah surga yang.. yang untuk di pikirkan secara keduniaan lintas apapun, secara nalar yang digambarkan kitab, terasa lebih konyol dan rendah untuk sekedar di kasta manusiais. Masa iya, di surga cuma mau NGESEK doang? masa iya.. di surga kita mau jadi orang kaya,leha-leha, malas-malasan dan segala hal yang berbanding terbalik dengan ketidaknyamanan di bumi? FUCK-lah.. bisa beli ini beli itu, dan jika di Looping macam ilmu pemrograman, maka yang di dapat hanyalah perulangan yang stagnan. Ah, gw jadi nggak tertarik dengan surga macam itu, mending se-surga dunia macam punya gw sekarang, misal.. cukup sehat, cukup uang, cukup lendir, cukup teman untuk keluar, jalan-jalan, ngopi dan menghirup udara segar tanpa ada Bom nyasar, itu sudah surga. Tak perlu kejauhan mikir surga.
Entahlah..
Dimanapun dan kapanpun, kalau gw sedang sadar dan nggak lagi melakukan apa-apa, otak ini akan sangat berisik dan memuakkan untuk sekedar di cerna. Tak peduli gw baru koma, baru mau mati, kalau sudah hidup dan diam ya akan seperti ini. Dan tak banyak manusia yang mau dan bisa memahami manusia-manusia macam kami yang mendahulukan kemanusiaan, nalar dan logika sebelum mengunyah, menelan doktrin dogma. Karena nyatanya, kerasionalan kita akan musnah, tatkala.. simpul-simpil otak ini sudah di rasuki delusi, narasi, ilusi beserta buaian surga yang nggak masuk akal lainya.
Lupakan perkara surga dan neraka. kedua hal itu hanya akan menjadikan kamu bodoh dan jadi manusia pendengki, berpenyakit hati, mati nurani.
***
Sehari dua hari setelah gw sadar, gw masih belum pengen ini atau itu, mereka yang sok bersedih, sok iba dansok peduli sama gw.. bagi gw adalah sampah. Gw nggak butuh wajah-wajah merintih macam itu, nggak ada gunanya. Tak peduli itu teman, tetangga, danmereka yang gw tau suka sama gw. Rania, meski bagi gw bajingan.. masih njenguk gw, Lola.. yang jauh.. minta VC ke gw, dan beberapa yang sok. Lantas gw bertanya, apa untungnya mereka akan adanya gw, bukankah gw ini manusia pembangkang, nggak mau di atur dan selalu merdeka?. Entahlah, mungkin.. mereka saja yang cacat mata saat melihat gw. Mungkin benar, raut wajah gw terlalu uda untuk ukuran umur dua tujuh, mungkin masih sama muka-muka abg, tapi percayalah.. jiwa gw nggak selinier wajah dan paras gw yang emang dingin menengelamkan.
Gw tidak peduli..
Lupakan semua hal yang berdrama ria, gw mau jadi diri gw sendiri.. yang bebas mau ngomong apa, meski tak pernah ada suara. Biarkan gw berlari, menjauh .. pun jika bisa moksa, meski gw juga nggak ngerti caranya. Tak peduli semua itu, gw adalah gw yang baru koma. gw yang baru untuk hari yang tak pernah gw mau-i.
"Berkat doa kalian, Nue sudah siuman.."
"Syukurlah kalau begitu,"
Saat itu, gw seperti di alam kebebasan, tanpa apa dan harus bagaimana. Gw hanya merasakan capek yang teramat, bibir gw beku dan mata gw yang teramat berat. Namun, telinga dan rasa gw.. kian kesini kian mereda.
Terakhir gw inggat, motor yang gw kendarai terlempar gara-gara lobang di tengah jalan, Gw terlempar dan hanya ada rasa pegal, gelap lantas gw nggak sadar. Ya, gw kecelakaan, dan mungkin gw koma untuk beberapa waktu, entah berapa hari gwbelum tau, saat itu gw masih bungkam, terpejam dan nggak bisa apa-apa. Terkecuali ikut mendengarkan apa-apa yang mereka bicarakan meski sayup-sayup. Mereka siapa gw juga nggak peduli, mengingat.. tubuh gw berat disana-sini.
Tapi satu hal yang nggak bisa gw lupakan, saat motor gw terpental, dan saat gw jatuh.. gw merasa ada sebuah kedamaian, kehangatan. seolah gw sedang dalam lambaian, pelukan.. yang maha nyaman. Jika saja itu adalah alam kematian, mungkin gw adalah orang yang sangat beruntung, berkaca.. mereka yang mati dengan kecelakaan, adalah mereka yang akan menuai alam kedamain. Adalah surga yang damai tanpa apa dan harus bagaimana, posisi kita ada di titik NOL. Bukan min dan bukan pula plus. Seperti surga yang tak pernah gw dambakan.
Gw, adalah satu diantara banyak manusia yang nggak peduli akan doktrin dan buaian surga mayoritas. Mengingat, surga mayoritas adalah surga yang.. yang untuk di pikirkan secara keduniaan lintas apapun, secara nalar yang digambarkan kitab, terasa lebih konyol dan rendah untuk sekedar di kasta manusiais. Masa iya, di surga cuma mau NGESEK doang? masa iya.. di surga kita mau jadi orang kaya,leha-leha, malas-malasan dan segala hal yang berbanding terbalik dengan ketidaknyamanan di bumi? FUCK-lah.. bisa beli ini beli itu, dan jika di Looping macam ilmu pemrograman, maka yang di dapat hanyalah perulangan yang stagnan. Ah, gw jadi nggak tertarik dengan surga macam itu, mending se-surga dunia macam punya gw sekarang, misal.. cukup sehat, cukup uang, cukup lendir, cukup teman untuk keluar, jalan-jalan, ngopi dan menghirup udara segar tanpa ada Bom nyasar, itu sudah surga. Tak perlu kejauhan mikir surga.
Entahlah..
Dimanapun dan kapanpun, kalau gw sedang sadar dan nggak lagi melakukan apa-apa, otak ini akan sangat berisik dan memuakkan untuk sekedar di cerna. Tak peduli gw baru koma, baru mau mati, kalau sudah hidup dan diam ya akan seperti ini. Dan tak banyak manusia yang mau dan bisa memahami manusia-manusia macam kami yang mendahulukan kemanusiaan, nalar dan logika sebelum mengunyah, menelan doktrin dogma. Karena nyatanya, kerasionalan kita akan musnah, tatkala.. simpul-simpil otak ini sudah di rasuki delusi, narasi, ilusi beserta buaian surga yang nggak masuk akal lainya.
Lupakan perkara surga dan neraka. kedua hal itu hanya akan menjadikan kamu bodoh dan jadi manusia pendengki, berpenyakit hati, mati nurani.
***
Sehari dua hari setelah gw sadar, gw masih belum pengen ini atau itu, mereka yang sok bersedih, sok iba dansok peduli sama gw.. bagi gw adalah sampah. Gw nggak butuh wajah-wajah merintih macam itu, nggak ada gunanya. Tak peduli itu teman, tetangga, danmereka yang gw tau suka sama gw. Rania, meski bagi gw bajingan.. masih njenguk gw, Lola.. yang jauh.. minta VC ke gw, dan beberapa yang sok. Lantas gw bertanya, apa untungnya mereka akan adanya gw, bukankah gw ini manusia pembangkang, nggak mau di atur dan selalu merdeka?. Entahlah, mungkin.. mereka saja yang cacat mata saat melihat gw. Mungkin benar, raut wajah gw terlalu uda untuk ukuran umur dua tujuh, mungkin masih sama muka-muka abg, tapi percayalah.. jiwa gw nggak selinier wajah dan paras gw yang emang dingin menengelamkan.
Gw tidak peduli..
Lupakan semua hal yang berdrama ria, gw mau jadi diri gw sendiri.. yang bebas mau ngomong apa, meski tak pernah ada suara. Biarkan gw berlari, menjauh .. pun jika bisa moksa, meski gw juga nggak ngerti caranya. Tak peduli semua itu, gw adalah gw yang baru koma. gw yang baru untuk hari yang tak pernah gw mau-i.
Diubah oleh seenue 25-04-2019 10:21
tikusil dan 6 lainnya memberi reputasi
7