- Beranda
- The Lounge
Mengupas Bangsa Schytia, Yajuj Majuj Yang Telah Keluar !!
...
TS
c4punk1950...
Mengupas Bangsa Schytia, Yajuj Majuj Yang Telah Keluar !!

Di tulisan sebelumnya saya mencoba mengulik siapa itu Yajuj dan Majuj serta Zulkarnain yang menembok mereka, ada banyak pendapat siapa itu Zulkarnain itu sendiri baik itu Cyrus the great, Darius the great, bahkan Alexander the great atau Zarathustra dan buat kamu yang belum membaca thread sebelumnya, silahkan mampir ke thread ini Siapa Yang Dimaksud Yajuj dan Majuj Serta Zulkarnain.
Perbedaan pendapat ini wajar karena setiap peneliti sejarah punya metode analisis yang bermacam-macam terlebih lagi peristiwa ini ada di masa lampau, yang sumbernya terbatas baik itu dari kitab suci maupun enkripsi kuno yang di temukan.
Sekarang saya akan mencoba mengulik lebih dalam siapa itu bangsa schytia dari berbagai referensi yang saya jadikan rujukan mengenai bangsa ini, serta bangsa Khazar dimana tulisan sebelumnya kita ketahui bahwa Yajuj dan Majuj sudah berhasil membongkar penghalang yang di dirikan oleh Zulkarnain tepatnya di daerah darial gorge di Georgia.
Banyak perbedaan pendapat diantara para ulama dan peneliti ada yang berkata dinding atau tembok Zulkarnain masih ada dan tetap kokoh berdiri hingga saat ini karena tembok itu adalah pagar gaib jadi tidak terlihat, namun berdasarkan teori di thread sebelumnya saya mengatakan bahwa tembok itu sudah hancur dan rata dengan tanah. Tembok Darial Gorge adalah sebuah Dam, baca thread sebelumnya mengapa tembok yajuj majuj berupa Dam bukan sebuah benteng atau tembok biasa.
Bahkan dinding yang dahulunya bendungan atau Dam itu hancur bukan karena yajuj dan majuj, karena suku Schytia tak dapat melubangi pembatas tersebut namun bisa kita lihat di akhir ayat QS.18:98 disebutkan perkataan Zulkarnain setelah tembok tersebut selesai dibangun.
Zulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur; dan janji Tuhanku itu adalah benar".
Kemudian ini sejalan dengan hadis nabi bahwa tembok itu sudah berlubang dan tinggal menunggu masa hancurnya saja, dapat dilihat pada hadist
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hari ini dinding Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Wuhaib (perawi hadis) melingkarkan jarinya membentuk angka sembilan puluh (menekuk jari telunjuk sampai ke pangkal ibu jari). (HR.MUSLIM No:5130)
Hadis riwayat Zainab binti Jahsy ra.: Bahwa Nabi saw. bangun dari tidurnya sambil bersabda: Laa ilaaha illallaah, celakalah orang-orang Arab karena suatu bencana akan terjadi, yaitu hari ini dinding (bendungan) Yakjuj dan Makjuj telah terbuka sebesar ini. Dan Sufyan (perawi hadis ini) melingkarkan jarinya membentuk angka sepuluh (membuat lingkaran dengan jari telunjuk dan ibu jari). Aku (Zainab binti Jahsy) bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kita semua akan binasa padahal di antara kita banyak terdapat orang-orang saleh? Beliau menjawab: Ya, jika banyak terjadi kemaksiatan. (HR.MUSLIM No:5128)
Tentu saja dengan adanya petunjuk diatas maka para peneliti pun dan para ahli sejarah memeriksa keadaan di masa 600M hingga sekitar 700M, tentang celah Darial Gorge.

Untuk pengamatan sejarah saya kutip dalam sejarah Islam dimana pada Tahun 642M, pasukan muslim di bawah pimpinan Abdurrahman Ibn Rabiah melintasi Caucasus dan berusaha menaklukkan Khazar.
Kemudian di tahun 730M, pasukan Khazar yang dipimpin oleh Barjik melintasi celah Darial Gorge dan berhasil menaklukkan Azerbaijan dan mengalahkan pasukan muslim.
Dari kutipan sejarah diatas maka kesimpulannya pada tahun 642M tembok Yakjuj Makjuj sudah runtuh, karena pasukan Muslim yang melintasi Caucasus pastilah melewati Celah Darial Gorge ini, hanya celah inilah salah satunya jalan menuju khazar empire. Maka runtuhnya tembok ini didapatkan angka sekitar tahun 630M hingga 640M.
Runtuhnya tembok ini pun bukan faktor korosi, bisa dimungkinkan karena bencana alam hingga tanggul dari tembok itu pun jebol dan rata dengan tanah, tertutupi oleh lumpur memang perlu penelitian lebih lanjut tentang teori ini.
Namun setidaknya titik terang sudah terbuka bahwa tembok ini sudah runtuh sejak lama. Disinilah kemudian banyak fitnah sudah mulai terjadi, dan satu persatu tanda pun bermunculan.
Bangsa Schytia

Didalam sebuah kitab An-Nihaayah fil Fitan wal Malaahim, karangan dari Imam Ibnu Katsir menyebutkan Yakjuj dan Makjuj (Gog Magog) sebenarnya ialah cucu Nuh dari keturunan Yafits Abi At-Turk.
Lalu ditambah dengan keterangan Lambert Dolphin dalam The Table of Nation menyebutkan sebenarnya Magog mempunyai dua anak yaitu Scythia dan Georgia. Hal yang sama ditulis dalam History of The Briton karya Nennius menyebutkan anak Magog adalah Scythi dan Gothi.
Bahkan seorang peneliti Isaac Newton (1728) menulis The Chronology of Ancient Kingdoms Amended ia beranggapan Scythia adalah keturunan dari Japhet.

Kemudian bila kita merujuk pada tafsir Al-Maraghi yang berpendapat :
"Para ahli sejarah Arab dan Perancis mengatakan, dalam berbagai zaman, bangsa-bangsa ini (yakjuj dan Makjuj) sering menyerang bangsa-bangsa tetangga. Mereka sering merusak dan menghancurkan berbagai bangsa. Diantara mereka ada bangsa-bangsa bar bar yang turun dari bukit dari Asia Tengah, dan pergi ke Eropa pada masa dahulu, seperti bangsa Skith (Scythia), Sumeria, dan Hun.
Untuk itu karena ini adalah bukti dari sejarah dan bukan tulisan TS sendiri mau tak mau memang harus mengcopas tulisan mereka untuk dijadikan dasar referensi, seperti
Maulana Yusuf Ali (1983), dalam tafsirnya terhadap Al Qur'an, menyatakan Yakjuj dan Makjuj adalah bangsa Asia Tengah, yang masih termasuk wilayah Eurasia. Mereka membuat jalan dan menetap, lalu membuat kerajaan, namun suku ini ada yang pindah ke arah barat dan mereka dikenal oleh bangsa Yunani dan Romawi sebagai Sythian ( nenek moyang orang Rusiaatau ras Slavia), yang dikenal juga sebagai Sakasun (Saxon). Keduanya adalah nenek moyang orang Eropa. Suku bangsa Asia Tengah yang pindah ke arah timur dikenal sebagai bangsa Cina dan Mongol (Ahmad As Shouwy dkk, Mukjizat Al-Qur'an dan As-Sunnah tentang IPTEK, 1995).
Bangsa Scythian juga dikenal dengan sebutan Saka (Piero Scaruffi, A Timeline of the Barbars, 1999)
Abul Kalam Azad menyebut bangsa tersebut sebagai "Sitahin". Pada periode 700 SM, suku Sitahin banyak menyerang daerah-daerah di Asia Bara. Salah satu serangan ini terjadi pada tahun 620 SM. Mereka melewati celah Darial di pegunungan Kaukasus dan sebagai bukti bahwa pasukan yang kejam itu sampai Ninoi (Kemungkinan, Niniveh), seperti biasa mereka memusnahkan Azerbaijan, Mazandran, Jailan, dan Kurdhistan (Muhammad Khair Ramadan Yusuf, Sejarah Otentik Zulqarnain: Panglima Penakluk dan Raja Shalih, 2003).

Jadi nama "Scythia" sendiri adalah suku nomaden yang tinggal di daerah teritorial kuno dari Asia Tengah hingga ke bagian paling selatan Rusia kuno. Herodotus bahkan menulis bahwa bangsa Persia menyebut mereka itu dengan julukan Sacae atau Saca. Orang Assyria pun menyebutnya sebagai "Ashkuz", "Khumri", dan "Gimirri", merujuk pada nama "Chimmeria". Kemungkinan besar bangsa Chimmeria masih berada dalam satu ras dengan bangsa Scythia. Dan mereka inilah yajuj dan majuj yang menyebar dengan cepat dari pegunungan atau tempat yang tinggi ke banyak wilayah.
Kehebatan bangsa ini pun jangan ditanya lagi mereka yang jago untuk menaklukkan beberapa wilayah yang besar sudah pasti adalah bangsa yang terampil, bangsa yang mahir dalam berperang dan tentu saja termasuk bangsa yang ditakuti pada zamannya.
Nah bagaimana nih pendapat agan dan sista semua, silahkan komentar, beri TS cendol, follow, rate bintang 5, dan tentu juga jangan lupa share and like karena semua itu gratis !!

c4punk@2019
Referensi Disini dan Disini
Gambar google
GIF
Lanjutan Kisahnya Dibawah Ini
Sejarah Schytia
Periode Timur Tengah, Israel Dan Schytia
Keluarnya Yajuj dan Majuj Masa Abbasiyah
Penutup
Untuk Mengetahui Bangsa Yajuj Dan Majuj Modern kamu bisa lihat thread selanjutnya Yajuj dan Majuj Modern
Diubah oleh c4punk1950... 25-04-2019 12:56
User telah dihapus dan 33 lainnya memberi reputasi
32
57.6K
311
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
c4punk1950...
#24
Jalur Sempit Keluarnya Yakjuj Makjuj Scythia dan Chimmeria
The Darial Gorge (jalur Darial) adalah jurang yag membatasi antara Rusia dan Georgia. Jurang ini terletak di dasar timur Gunung Kazbek, yaitu salah satu gunung dari rangkaian Pegunungan Kaukasus, yang dilalui oleh sungai Terek (terbentuk dari aliran sungai Terek) selebar 8 meter. Antara dua dinding, ada batu setinggi 1.800 meter atau 5.900 kaki. Orang Georgia menyebutnya sebagai Dariel Khoba. Orang Tartar menyebutnya sebagai Darioly. Tempat itu disebut juga dengan Kreuzberg Pass.

Celah Darial (jalur bangsa Chimmeria) dan Celah Derbent (jalur bangsa Scythia)
Di dalam Mankind and Mother Earth (Arnold Toynbee) disebutkan bahwa Chimmeria adalah satu suku Eurasia, sedangkan Philips (1972) menyebutkan bahwa gerombolan Chimmeria keluar dari selatan stepa Rusia menembus Pegunungan Kaukasus menuju Asia Barat (Georgia dan Armenia) dengan diikuti oleh gerombolan Scythia. Menurut Herodotus, gerombolan ini melewati jalur pantai timur Laut Hitam, yaitu pantai batas dari laut hingga ujung barat Pegunungan Kaukasus.Jalur ini sulit ditempuh dan hampir tidak dapat dilalui melalui darat. Karena itu mustahil gerombolan itu bisa bermigrasi secara keseluruhan. Pilihan jalur tembus yang lebih masuk akal adalah jalur Darial yang terletak dibagian tengah rangkaian pegunungan Kaukasus.
Herodotus ingin menunjukan bagaimana jalur itu menjadi faktor bangsa Scythia kehilangan jejak musuhnya ketika mengejar bangsa Chimmeria. Suku itu mengatakan bahwa mereka datang dari jalur lain, dekat Laut Kaspia yaitu jalur Derbent yang terletak diujung timur dari rangkaian Pegunungan Kaukasus.
Berdasarkan keterangan tersebut, dapat dipahami bahwa gerombolan Chimmeria menembus Kaukasus melalui celah Darial. Beberapa tahun kemudian gerombolan Scythia mencoba mencari celah tersebut tetapi tidak menemukannya. Mungkin saja karena alasan lain hingga akhrinya bangsa Scythia melewati celah Derbent yang berada jauh diujung timur Pegunungan Kaukasus. Sebenarnya jarak celah sempit Darial lebih pendek untuk menembus Kaukasus dibandingkan celah Derbent. Ada kemungkinan juga bangsa Scythia tidak melewati celah Darial karena alasan resiko besar dampak ketinggian bagi ketahanan tubuh pasukannya. Jalur tembus celah Darial berada pada ketinggian 7815 kaki atau 2382 meter diatas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut pasukan dalam jumlah besar yang melewatinya akan lebih sulit bernafas. Akhirnya gerombolan Scythia memilih jalur pintas yang lebih aman di ujung timur Kaukasus yaitu Jalur Derbent.
Kitab Joel Menceritakan Kisah Serangan Kutukan Belalang
Kitab Joel adalah kitab sastra karya dua orang penulis yang berbeda yang kemudian digabung menjadi satu. Para pakar Perjanjian Lama masih berbeda pendapat dalam menentukan masa kehidupan Joel. Ada yang berpendapat Joel hidup pada masa setelah pembuangan Babylon. Ada pula yang berkata Joel hidup pada masa sebelum pembuangan. Menurut George W. Coast, mungkin Joel hidup pada tahun 400-350 SM walaupun ada juga ahli yang meletakkan masa kehidupan Joel pada masa yang lebih awal yaitu pada abad ke-9 hingga ke-7 SM.
Joel menyebutkan serangan kutukan belalang tersbut dengn ungkapan-ungkapan sebagai berikut :
"Suatu bangsa yang kuat dan tidak terbilang banyaknya" (Joel 1:6)
"Sebagai pemusnahan dari Yang Maha Kuasa" (Joel 1:15)
"Nyala Api" (Joel 1:19)
"Suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala" (Joel 2:2)
"Rupanya seperti kuda dan seperti kuda lumba mereka berlari" (Joel 2:4)
"Seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang" (Joel 2:5)
"Hari Tuhan" (Joel 2:20)
"Yang datang dari utara" (Joel 2:20)
Terkait dengan serangan belalang tersebut, beberapa tafsir Al-Kitab mencoba melukiskannya. Nabi Muhammad yang hidup pada abad ke-6 M yaitu sekitar 1400 tahun setelah Joel juga menegaskan sifat-sifat mereka (Yakjuj dan Makjuj) seperti belalang. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah berkata:
"Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi suatu kaum yang bermata sipit dan berwajah lebar. Mata mereka seperti belalang, dan wajah mereka seperti topi baja yang berbulu. Mereka memakai sandal dari bulu, membuat perisai dari kulit, dan senang menambatkan kuda pada pohon kurma."
Hadis tersebut dikatakan Rasululah pada abad ke-6/7 M. Ramalan tersebut baru terbukti pada abad ke 12-13 M yaitu ketika pasukan berkuda bangsa Tartar dan Mongol menyerbu Kekhalifahan Islam Khawarizmi di Khurasan serta Abbasiah di Baghdad. Ketika orang Tartar dan Mongol tersebut berhasil menaklukkan negara-negara Islam mereka sering menambatkan kuda-kuda mereka di pohon kurma. Bahkan, mesjid pun dijadikan kandang kuda oleh mereka. Mereka inilah bangsa berkuda dari padang rumput Eurasia.
Ramalan Joel (kira-kira 800 SM), seorang keturnan Israel dengan keluarnya Yakjuj dan Makjuj Scythia terbukti sekitar 100-200 tahun kemudian yaitu tahun 700-600 SM.
Ramalan Nabi Muhammad S.A.W. (620-633 M) terbukti ketika 600 tahun kemudian yaitu pada tahun 1258 ketika pasukan berkuda Genghis Khan menyerang pemerintahan Khalfah Islam. Pasukan berkuda Mongol Tartar (sebagian ras Scythia) datang laksana serbuan belalang yang menyerang ladang pertanian. Peradaban Islam di Asia Tengah (Bukhara, Tirmidzi, Samarkhan) langsung menjadi puing-puing. Baghdad yang terkenal dengan sebutan "Kota 1001 Malam" pun disapu habis. Kitab-kitab penting dibakar dan dibuang ke sungai Tigris hingga air sungai berwana hitam.
Dalam tradisi takwil mimpi yang dikembangkan oleh Ibnu Sirin, disebutkan tentang mimpi belalang berarti melambangkan kesengsaraan, cobaan, musibah, atau hukuman. Belalang juga melambangkan hujan yang menyebabkan kehancuran, atau pendudukan pasukan tentara yang ganas.
Bahkan Ibnu Abbas, salah satu sepupu nabi Muhammad ketika beliau melihat anak-anak yang sedang bermain saling menerkam satu sama lain maka Ibnu Abbas berkata, " Demikianlah Yakjuj dan Makjuj muncul." Artinya, ketika bangsa Yakjuj dan akjuj keluar mereka saling berlomba menuju satu tujuan. Begitu teraturnya barisan serangan mereka sehingga dalam tradisi kitab milik Yahudi, para penyerang ini dianalogikan sebagai gerombolan belalang pengembara.
Peristiwa tragis di dunia Islam pada abad ke 13 M atau tahun 1258 M ini yang pernah diramalkan oleh Rasulullah ketika beliau bermimpi melihat dinding Yakjuj dan Makjuj sudah terbuka. Mimpi nabi akan akhir zaman ini menjadi kenyataan antara enam hingga tujuh abad kemudian yaitu keluarnya bangsa Tartar Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan. Setelah itu kekuasaan bangsa ini diteruskan oleh cucunya yang bernama Hulaghu Khan pada abad ke-7 Hijriah.
Dalam inskripsi hadis yang lain, Nabi Muhammad juga menggambarkan mengenai ciri-ciri fisik Yakjuj dan Makjuj. Mereka adalah bangsa yang lebar dahinya, bermata sipit, rambuntnya merah menyala, berasal dari dataran tinggi, dan wajahnya rata seperti dipukuli. Rasulullah pernah berkhotbah ketika jari beliau dibalut karena disengat kalajengking, beliau berkata :
"Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh hingga datanglah Yakjuj dan Makjuj, yang lebar dahinya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi , wajahnya seperti dipalu."
Wilayah kekuasaan Genghis Khan dan penerusnya, hampir meliputi 1/3 Dunia.
Berdasarkan ciri-ciri fisik yang digambarkan oleh Rasulullah dapat diduga bangsa itu adalah ras-ras dari Asia Utara. Ras-ras itu adalah bangsa Scythia, Hun, Xiongnu (Hsiongnu), Tartar, dan Mongol. Mereka bermukim di dataran tinggi padang rumput Eurasia, yang membentang dari Eropa Timur hingga Mongolia.
Inskripsi Islam juga mencatat pada akhir zaman kelak, bangsa Yakjuj dan Makjuj akan keluar lagi. Mereka merajalela ke seluruh dunia. Dan, hal ini tercatat sebagai tanda-tanda besar sudah dekatnya kiamat. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj pada akhir zaman kelak terjadi setelah turunnya Nabi Isa Al-Masih, yaitu setelah Isa berhasil membunuh Dajjal, si pendusta besar.
sumber
To be continued
The Darial Gorge (jalur Darial) adalah jurang yag membatasi antara Rusia dan Georgia. Jurang ini terletak di dasar timur Gunung Kazbek, yaitu salah satu gunung dari rangkaian Pegunungan Kaukasus, yang dilalui oleh sungai Terek (terbentuk dari aliran sungai Terek) selebar 8 meter. Antara dua dinding, ada batu setinggi 1.800 meter atau 5.900 kaki. Orang Georgia menyebutnya sebagai Dariel Khoba. Orang Tartar menyebutnya sebagai Darioly. Tempat itu disebut juga dengan Kreuzberg Pass.

Celah Darial (jalur bangsa Chimmeria) dan Celah Derbent (jalur bangsa Scythia)
Di dalam Mankind and Mother Earth (Arnold Toynbee) disebutkan bahwa Chimmeria adalah satu suku Eurasia, sedangkan Philips (1972) menyebutkan bahwa gerombolan Chimmeria keluar dari selatan stepa Rusia menembus Pegunungan Kaukasus menuju Asia Barat (Georgia dan Armenia) dengan diikuti oleh gerombolan Scythia. Menurut Herodotus, gerombolan ini melewati jalur pantai timur Laut Hitam, yaitu pantai batas dari laut hingga ujung barat Pegunungan Kaukasus.Jalur ini sulit ditempuh dan hampir tidak dapat dilalui melalui darat. Karena itu mustahil gerombolan itu bisa bermigrasi secara keseluruhan. Pilihan jalur tembus yang lebih masuk akal adalah jalur Darial yang terletak dibagian tengah rangkaian pegunungan Kaukasus.
Herodotus ingin menunjukan bagaimana jalur itu menjadi faktor bangsa Scythia kehilangan jejak musuhnya ketika mengejar bangsa Chimmeria. Suku itu mengatakan bahwa mereka datang dari jalur lain, dekat Laut Kaspia yaitu jalur Derbent yang terletak diujung timur dari rangkaian Pegunungan Kaukasus.
Berdasarkan keterangan tersebut, dapat dipahami bahwa gerombolan Chimmeria menembus Kaukasus melalui celah Darial. Beberapa tahun kemudian gerombolan Scythia mencoba mencari celah tersebut tetapi tidak menemukannya. Mungkin saja karena alasan lain hingga akhrinya bangsa Scythia melewati celah Derbent yang berada jauh diujung timur Pegunungan Kaukasus. Sebenarnya jarak celah sempit Darial lebih pendek untuk menembus Kaukasus dibandingkan celah Derbent. Ada kemungkinan juga bangsa Scythia tidak melewati celah Darial karena alasan resiko besar dampak ketinggian bagi ketahanan tubuh pasukannya. Jalur tembus celah Darial berada pada ketinggian 7815 kaki atau 2382 meter diatas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut pasukan dalam jumlah besar yang melewatinya akan lebih sulit bernafas. Akhirnya gerombolan Scythia memilih jalur pintas yang lebih aman di ujung timur Kaukasus yaitu Jalur Derbent.
Kitab Joel Menceritakan Kisah Serangan Kutukan Belalang
Kitab Joel adalah kitab sastra karya dua orang penulis yang berbeda yang kemudian digabung menjadi satu. Para pakar Perjanjian Lama masih berbeda pendapat dalam menentukan masa kehidupan Joel. Ada yang berpendapat Joel hidup pada masa setelah pembuangan Babylon. Ada pula yang berkata Joel hidup pada masa sebelum pembuangan. Menurut George W. Coast, mungkin Joel hidup pada tahun 400-350 SM walaupun ada juga ahli yang meletakkan masa kehidupan Joel pada masa yang lebih awal yaitu pada abad ke-9 hingga ke-7 SM.
Joel menyebutkan serangan kutukan belalang tersbut dengn ungkapan-ungkapan sebagai berikut :
"Suatu bangsa yang kuat dan tidak terbilang banyaknya" (Joel 1:6)
"Sebagai pemusnahan dari Yang Maha Kuasa" (Joel 1:15)
"Nyala Api" (Joel 1:19)
"Suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala" (Joel 2:2)
"Rupanya seperti kuda dan seperti kuda lumba mereka berlari" (Joel 2:4)
"Seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang" (Joel 2:5)
"Hari Tuhan" (Joel 2:20)
"Yang datang dari utara" (Joel 2:20)
Terkait dengan serangan belalang tersebut, beberapa tafsir Al-Kitab mencoba melukiskannya. Nabi Muhammad yang hidup pada abad ke-6 M yaitu sekitar 1400 tahun setelah Joel juga menegaskan sifat-sifat mereka (Yakjuj dan Makjuj) seperti belalang. Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Majah dari Abu Said Al Khudri, Rasulullah berkata:
"Tidak akan terjadi kiamat sebelum kalian memerangi suatu kaum yang bermata sipit dan berwajah lebar. Mata mereka seperti belalang, dan wajah mereka seperti topi baja yang berbulu. Mereka memakai sandal dari bulu, membuat perisai dari kulit, dan senang menambatkan kuda pada pohon kurma."
Hadis tersebut dikatakan Rasululah pada abad ke-6/7 M. Ramalan tersebut baru terbukti pada abad ke 12-13 M yaitu ketika pasukan berkuda bangsa Tartar dan Mongol menyerbu Kekhalifahan Islam Khawarizmi di Khurasan serta Abbasiah di Baghdad. Ketika orang Tartar dan Mongol tersebut berhasil menaklukkan negara-negara Islam mereka sering menambatkan kuda-kuda mereka di pohon kurma. Bahkan, mesjid pun dijadikan kandang kuda oleh mereka. Mereka inilah bangsa berkuda dari padang rumput Eurasia.
Ramalan Joel (kira-kira 800 SM), seorang keturnan Israel dengan keluarnya Yakjuj dan Makjuj Scythia terbukti sekitar 100-200 tahun kemudian yaitu tahun 700-600 SM.
Ramalan Nabi Muhammad S.A.W. (620-633 M) terbukti ketika 600 tahun kemudian yaitu pada tahun 1258 ketika pasukan berkuda Genghis Khan menyerang pemerintahan Khalfah Islam. Pasukan berkuda Mongol Tartar (sebagian ras Scythia) datang laksana serbuan belalang yang menyerang ladang pertanian. Peradaban Islam di Asia Tengah (Bukhara, Tirmidzi, Samarkhan) langsung menjadi puing-puing. Baghdad yang terkenal dengan sebutan "Kota 1001 Malam" pun disapu habis. Kitab-kitab penting dibakar dan dibuang ke sungai Tigris hingga air sungai berwana hitam.
Dalam tradisi takwil mimpi yang dikembangkan oleh Ibnu Sirin, disebutkan tentang mimpi belalang berarti melambangkan kesengsaraan, cobaan, musibah, atau hukuman. Belalang juga melambangkan hujan yang menyebabkan kehancuran, atau pendudukan pasukan tentara yang ganas.
Bahkan Ibnu Abbas, salah satu sepupu nabi Muhammad ketika beliau melihat anak-anak yang sedang bermain saling menerkam satu sama lain maka Ibnu Abbas berkata, " Demikianlah Yakjuj dan Makjuj muncul." Artinya, ketika bangsa Yakjuj dan akjuj keluar mereka saling berlomba menuju satu tujuan. Begitu teraturnya barisan serangan mereka sehingga dalam tradisi kitab milik Yahudi, para penyerang ini dianalogikan sebagai gerombolan belalang pengembara.
Peristiwa tragis di dunia Islam pada abad ke 13 M atau tahun 1258 M ini yang pernah diramalkan oleh Rasulullah ketika beliau bermimpi melihat dinding Yakjuj dan Makjuj sudah terbuka. Mimpi nabi akan akhir zaman ini menjadi kenyataan antara enam hingga tujuh abad kemudian yaitu keluarnya bangsa Tartar Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan. Setelah itu kekuasaan bangsa ini diteruskan oleh cucunya yang bernama Hulaghu Khan pada abad ke-7 Hijriah.
Dalam inskripsi hadis yang lain, Nabi Muhammad juga menggambarkan mengenai ciri-ciri fisik Yakjuj dan Makjuj. Mereka adalah bangsa yang lebar dahinya, bermata sipit, rambuntnya merah menyala, berasal dari dataran tinggi, dan wajahnya rata seperti dipukuli. Rasulullah pernah berkhotbah ketika jari beliau dibalut karena disengat kalajengking, beliau berkata :
"Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh hingga datanglah Yakjuj dan Makjuj, yang lebar dahinya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi , wajahnya seperti dipalu."
Wilayah kekuasaan Genghis Khan dan penerusnya, hampir meliputi 1/3 Dunia.
Berdasarkan ciri-ciri fisik yang digambarkan oleh Rasulullah dapat diduga bangsa itu adalah ras-ras dari Asia Utara. Ras-ras itu adalah bangsa Scythia, Hun, Xiongnu (Hsiongnu), Tartar, dan Mongol. Mereka bermukim di dataran tinggi padang rumput Eurasia, yang membentang dari Eropa Timur hingga Mongolia.
Inskripsi Islam juga mencatat pada akhir zaman kelak, bangsa Yakjuj dan Makjuj akan keluar lagi. Mereka merajalela ke seluruh dunia. Dan, hal ini tercatat sebagai tanda-tanda besar sudah dekatnya kiamat. Keluarnya Yakjuj dan Makjuj pada akhir zaman kelak terjadi setelah turunnya Nabi Isa Al-Masih, yaitu setelah Isa berhasil membunuh Dajjal, si pendusta besar.
sumber
To be continued
isu152 dan ngambilin memberi reputasi
3