Kaskus

Story

delia.adelAvatar border
TS
delia.adel
KARENA OM TERLAHIR GANTENG
Hari ini nampaknya ada yang lain di mata Jhoni, bahkan dia tidak berselera untuk membuat dirinya lebih bersemangat, bibirnya hanya manyun di dekat meja kantor, dengan pandangan kosong, juga tanpa ada aroma kehidupan. Semua pekerjaan masih menumpuk di meja kerja, tidak ada satupun yang dikerjakan olehnya dengan benar, sehingga banyak sekali sampah yang menumpuk di tempat sampah.
:Wow

Aku mencoba untuk membuatnya tersenyum, dengan segala tingkah dan polah, sedari menjahilinya dengan mimik lucu, sampai-sampai membuat percakapan konyol yang bahkan membuat aku terbahak-bahak sendirian, namun tetap saja tidak membuatnya bersemangat. Apalagi tertawa.

Tiba-tiba datang kak Seto yang menghampiri dirinya, lalu membuka percakapan, yang mana pembicaraannya tersebut, masih kudengarkan diantara bilik sekat kantor kami yang bersebelahan.

"Jhon, ada apa denganmu? Kenapa pandangan matamu sayu dan bahkan lebih jelek dari Kemarin?"

"Ini karena gadis kecil yang sangat cantik itu, Mel!"

"Ada apa dengan dia?"

"Dia sangat menyukai Om Pram, yang mana terkenal sebagai duda tanpa cinta. Aku hanya takut dia patah hati lalu bunuh diri. Aku tidak rela."

"Kau suka dia ya?"

"Hatinya hanya tertaut kepada duda botak si perayu cinta itu. Entahlah, aku jadi tidak bersemangat hari ini."

Kemudian aku datang ke mejanya setelah tau apa yang sebenarnya terjadi, lalu berkata, "Om Jhoni, apa kamu mulai terusik dengan kedekatanku dengan om pram?"

Nampak mata Jhoni melotot, sampai-sampai membuat biji matanya, hendak keluar dari kelopak yang sayu, yang bahkan sudah mulai membiru akibat galau yang menurutku berlebihan tersebut.

"Dek Mel, Om hanya tidak ingin kamu ...."

"Cup cup cup ...." Kecupan manis mendarat di kedua pipi dan keningnya.

"Mel! Nakal. Ini dikantor."

"Persetanan dengan kantor, Om. Kau harus tau jikalau bibirku sudah menjejak di pipi dan keningmu, maka itu tanda cinta dariku! Makan siang nanti, sudah tugasmu untuk menyuapiku."

"Cieee cieeee beneran nih! Ah ekspresi kalian sudah benar-benar pas."

"Apaan sih! Dia itu pacarnya Om Pram."

Mel memeluk Jhoni dari belakang sambil berbisik, "hatiku hanya milikku. Om Pram itu adiknya ayah. Aku manja karena memang sudah sejak kecil serupa itu."

Mata jhoni mendelik lebih lebar, kemudian berkata, "walaupun dia ommu sekalipun, aku tidak akan rela kau memeluknya mesra. Tidak boleh! Kau hanya milikku." Sambil mengubah cara pelukannya dengan membawa tubuhku ke depan, tepat saat mata kami bertemu, dia mencium bibirku.

"Suit suit suit ...."

"Cieee pj pj pj."

"Wah harus ada pesta nih!

Semua karyawan menatap kami, mereka seolah-olah mendapatkan hiburan, dari semua polah dan tingkah lalu kami, bahkan ada yang sedikit membuli, ada yang menggoda dan ada yang mulai panas dan marah-marah.

"Kalian berdua! Masuk kantorku, SEGERA!" Kata bosku kepada kami berdua, dengan wajah serupa harimau, yang sesegera mungkin ingin melahap kami hidup-hidup.

"Wih SP nih kayanya!" Kata salah satu karyawan.

Akhirnya kami masuk kantor berdua, sambil tertunduk namun tangan kami saling menggenggam, untuk saling menguatkan, jikalau nantinya datang surat SP, kemudian kami keluar dari perusahaan tersebut.

"Kalian tau apa kesalahannya hingga dipanggil ke kantorku?"

"Ya, Pak Arkan. Maaf kami telah membuat skandal cinta di kantor." Dengan penuh rasa bersalah, Jhoni mencoba untuk menetralisir keadaan.

"Itu tidak seberapa, ada yang lebih besar lagi dari sekedar hanya skandal cinta kalian, PAHAM!"

Wajah kami berdua mulai menciut ketakutan, sambil berpikir apa yang akan terjadi jika dikeluarkan dari perusahaan.

"Pak, saya belum memahami apa kesalahan dari kelakuan kami yang lainnya. Apakah ciuman tadi?" Aku menjawabnya dengan polos yang akhirnya membuat Jhoni sedikit panik.

"Kalian berdua lolos seleksi review di Toga 88. Jangan sampai tugas tersebut mati gaya di sana! Laksanakan segera hari ini dan usahakan berhasil gemilang."

Jhoni tiba-tiba memeluk dan menciumiku tanpa sadar, karena dia begitu sangat seneng atas kabar gembira yang baru saja di dengarkanlah nya tersebut. Bagaimana tidak? Persaingan di Toga 88 itu sangat ketat dan bahkan dari puluhan orang, bukan suatu hal yang tidak mungkin, jika kami termasuk ke dalam salah satu daftar kategori terpakai.


....... bersambung.....
Diubah oleh delia.adel 06-08-2021 21:29
69banditosAvatar border
johanbaikatosAvatar border
pulaukapokAvatar border
pulaukapok dan 16 lainnya memberi reputasi
17
13K
311
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
delia.adelAvatar border
TS
delia.adel
#152
Broken Home
babak satu

babak pertama

Babak pertama....

Quote:


Hari demi hari mereka sering bertemu, bertengkar dan bercengkrama. Mereka sama-sama memiliki rasa yang sama dan akhirnya mereka menjadi sepasang kekasih.

Quote:


Dua bulan kemudian Adit dan Mita memutuskan untuk hidup bersama. Tetapi dari kedua keluarga tidak menyetujui pernikahan mereka, bahkan dari kedua kubu membuat embargo yang begitu berjarak.

Tetapi tetap saja mereka berhubungan secara sembunyi sembunyi.

Quote:


"Mata ini sudah tak lagi memiliki delusi panjang."

"Bahkan aku sudah lelah dengan seluruh kesedihan yang kau berikan semenjak kita menikah."

"Lihatlah! Kita akan memiliki anak kembali. Bagaimana mungkin bisa terjadi. Katakan benih siapakah itu?"

"Kau pikir aku mempunyai kebebasan dalam sebuah hubungan ini? Bahkan ke kamar kecil pun kau ikuti."

"Dasar p*l*c*r!"

"M*ni*c s*ks!"

Plak!

Plok!

Dor!

Dear!

Quote:


"Pagi ini indah ya sayang! Tetapi mengapa harus kau melukai kelopak ini dan membuat pelangi di mataku? Jawab. Bekas lipstik ini milik siapa?"

"Milik wanita yang lainnya. Hai ini dunia bisnis di mana sebuah lisptik adalah kewajaran dunia."

"Jadi jika aku bisa memberikan jejak pada bahu lelaki lain dengan lipstik tidak ada masalah?"

"Dasar w*n*t j*l*ng!"

Kpramuriang!

Prak!

Swing!

Blesss!


Spoiler for screenshot Google:


Jika kalian bertanya tentang berapa banyak bahagia, yang berjatuhan di antara tetesan embun di pagi hari, maka akan terjawab dengan rintik yang menderas pada kedua kelopak mata ini.

Spoiler for screenshot Google:


Quote:


"Bagaimana bisa aku pulang kembali. Dengan melihat wajah jijikmu itu, Mita! Hapus dandanan serupa psk dan jadilah istriku sebelum kita memiliki anak."

"Jadi masalahmu ada pada anak. Katakan yang mana? Biar kubuat kau sadar bahwa tanpa kau anak itu tidak akan lahir."

"Bisa saja! Bukankah kau pintar mencuri hati banyak pria?"

Prang!

Prang!

Prang!

Prang!

Quote:



Bersambung
Diubah oleh delia.adel 08-05-2019 03:25
lintangayudy
indrag057
indrag057 dan lintangayudy memberi reputasi
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.