- Beranda
- Stories from the Heart
(Horor) Rumah Pink Kenditz
...
TS
vizum78
(Horor) Rumah Pink Kenditz

Spoiler for :
Pintu itu perlahan terbuka dengan sendirinya,
Kenditz mulai merasakan hawa panas di tempat dia berdiri,
hal yang tidak mungkin terjadi karena setiap ruangan di rumah ini di penuhi hawa dingin AC,
perlahan dari pintu yang terbuka tersebut,
muncul sosok nenek tua yang tersenyum ke arahnya dan mulai berjalan perlahan ke arah Kenditz,
di iringi denting suara jam yang menunjukan jam 12 malam,
"Ibuuuuu....!"jerit Kenditz ketakutan tapi jeritannya tersebut hanya mengisi di dalam relung dadanya karena seluruh tubuhnya tak mampu tuk di gerakan,
"Cu...kog belum tidur...hihihihi!!"sapa sang nenek misterius tersebut ketika tiba tepat di hadapan Kenditz.
Kenditz mulai merasakan hawa panas di tempat dia berdiri,
hal yang tidak mungkin terjadi karena setiap ruangan di rumah ini di penuhi hawa dingin AC,
perlahan dari pintu yang terbuka tersebut,
muncul sosok nenek tua yang tersenyum ke arahnya dan mulai berjalan perlahan ke arah Kenditz,
di iringi denting suara jam yang menunjukan jam 12 malam,
"Ibuuuuu....!"jerit Kenditz ketakutan tapi jeritannya tersebut hanya mengisi di dalam relung dadanya karena seluruh tubuhnya tak mampu tuk di gerakan,
"Cu...kog belum tidur...hihihihi!!"sapa sang nenek misterius tersebut ketika tiba tepat di hadapan Kenditz.
Quote:
Malam itu hujan turun cukup deras,sesekali kilat menyambar sekaligus memberi efek ketakutan bagi orang-orang yg mencoba keluar dari rumahnya,namun tidak bagi sang penghuni sebuah mobil yang sedang terparkir di depan sebuah rumah berwarna merah muda yang terletak di pinggir kota.
"Sebentar lagi tengah malam Bos,sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan Nyai Putri,apakah kita bisa jalan sekarang bos?"
Sang supir yg bertubuh tambun tersebut bertanya kepada Majikannya yg duduk di kursi belakang,kegelisahan jelas terlihat di diri supir tersebut.
"Apakah kau takut sekarang abas?"
tanya sang Majikan yang terlihat masih muda dan tampak gagah,Dia menatap serius ke arah rumah tersebut seakan-akan menunggu sesuatu yang akan terjadi dengan rumah tersebut.
"maapkan saya Bos!"
ujar Abas yang terlihat pucat ketakutan dan berkeringatan padahal ac didalam mobil tersebut hidup.
Tak lama kemudian terdengarlah denting suara jam yang menunjukan tepat tengah malam dari rumah merah muda tersebut lalu di sambut dengan jeritan menyayat hati yang berasal dari rumah tersebut,
"jalan sekarang Abas !"
perintah sang majikan kepada supirnya tersebut,tampak sebuah senyuman misterius di wajah pria tersebut,di iring jeritan yang makin terdengar mengerikan,mobil tersebut berjalan pelan menuju jalan raya.
Siang harinya warga di kejutkan dengan meninggalnya seluruh penghuni rumah merah muda tersebut,Tidak berapa lama kemudian polisi dan mobil ambulance pun tiba di rumah tersebut,warga tampak ramai berkerumunan di sekitar rumah tersebut,ada ketakutan di wajah mereka melihat tragedi tragis di rumah tersebut.
"Satu keluarga tewas karena serangan jantung"
Headline media lokal memberitakan peristiwa tragis dan misterius tersebut.
Tidak ada yang tau peristiwa apa yg menimpa penghuni rumah tersebut hingga membuat mereka meninggal dalam kurun waktu semalam saja,Polisi pun kebingungan dengan peristiwa aneh tersebut.
"Sebentar lagi tengah malam Bos,sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan Nyai Putri,apakah kita bisa jalan sekarang bos?"
Sang supir yg bertubuh tambun tersebut bertanya kepada Majikannya yg duduk di kursi belakang,kegelisahan jelas terlihat di diri supir tersebut.
"Apakah kau takut sekarang abas?"
tanya sang Majikan yang terlihat masih muda dan tampak gagah,Dia menatap serius ke arah rumah tersebut seakan-akan menunggu sesuatu yang akan terjadi dengan rumah tersebut.
"maapkan saya Bos!"
ujar Abas yang terlihat pucat ketakutan dan berkeringatan padahal ac didalam mobil tersebut hidup.
Tak lama kemudian terdengarlah denting suara jam yang menunjukan tepat tengah malam dari rumah merah muda tersebut lalu di sambut dengan jeritan menyayat hati yang berasal dari rumah tersebut,
"jalan sekarang Abas !"
perintah sang majikan kepada supirnya tersebut,tampak sebuah senyuman misterius di wajah pria tersebut,di iring jeritan yang makin terdengar mengerikan,mobil tersebut berjalan pelan menuju jalan raya.
Siang harinya warga di kejutkan dengan meninggalnya seluruh penghuni rumah merah muda tersebut,Tidak berapa lama kemudian polisi dan mobil ambulance pun tiba di rumah tersebut,warga tampak ramai berkerumunan di sekitar rumah tersebut,ada ketakutan di wajah mereka melihat tragedi tragis di rumah tersebut.
"Satu keluarga tewas karena serangan jantung"
Headline media lokal memberitakan peristiwa tragis dan misterius tersebut.
Tidak ada yang tau peristiwa apa yg menimpa penghuni rumah tersebut hingga membuat mereka meninggal dalam kurun waktu semalam saja,Polisi pun kebingungan dengan peristiwa aneh tersebut.
karena baru tahap coba2 menulis di sfth jadi ane mohon maap apabila ada kekurangannya

Cerita ini hanya karangan ane semata dan berdasarkan gabungan imajinasi ane,peristiwa nyata dan cerita2 para orang-orang tua dulu tuk nakutian anak2 biar kagak nakal dan suka keluyuran kemana-mana,Ane rangkum trus di bumbui dikit dan ane jadikan tulisan ini.

Ane akan coba selesaikan nih trit walaupun mungkin agak lama yaa gan
Maklum ane juga sibuk di Rl

Quote:
First family

1.First Family
2.Teror in First family.part one
3.Teror in First family .part two
4.First family,Final chapter
second family

1.Second Family
2.Cahaya lilin tuk second Family
3.Pertempuran awal di second family
Side Story
4.Second Family Final Chapter
kenditz family

1.Kenditz Family
2.teror dimulai di rumah kenditz
Another story

1.story from the past,part one
2.Perang Terbuka
3.Kisah Timul
4.A & A
Kisah Premaisuri kegelapan

1.Satu diantara dua
2.Terlahir Kembali
3.Awal dari perjalanan sang kematian
4.Sei Banyu vs Nyai Putri
terima kasih bagi agan/sista yang telah mampir di trit ane

Mohon kritik dan sarannya tuk ane menjadi lebih baik dan semangat dalam menulis

Diubah oleh vizum78 30-01-2021 22:40
redrices dan 19 lainnya memberi reputasi
20
12.4K
Kutip
312
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vizum78
#18
Spoiler for Side Story Di Malam Yang Sama:

"Selamat sore Bang Yusman"sapa Aditya sore itu,Polisi muda tersebut menghampiri Yusman yang sedang asyik membuat lemari kayu yang di pesan oleh langganannya.
"Wahhhh tumben nih mampir kemari,Silahkan masuk Mas Aditya,Sebentar Saya menyusul!"
Aditya jalan menuju kursi yang ada di teras depan Rumah Yusman,Tak lama kemudian,Yusman pun duduk pula di hadapan Aditya.
"Ada apa ini Mas Aditya,Sore-sore begini mampir kerumah saya?"
"Begini Bang Yusman,Setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan oleh Polisi,Disinyalir ada kegiatan tak wajar di sebuah Rumah yang terletak di wilayah ujung timur kota ini,Besok malam, rencananya Kami akan melakukan penggerebekan disana!"
"Apakah ada kaitannya dengan masalah di kawasan ini Mas aditya?"
"Kemungkinannya ada Bang Yusman,Berdasarkan informasi yang ada dan kami lakukan penyelidikan tentang Rumah tersebut,Bahwasannya setiap enam bulan sekali telah terjadi pembunuhan terhadap Bayi yang baru lahir dan itu telah berlangsung bertahun-tahun,Sang pemilik Rumah tersebut adalah salah satu pengusaha pakaian terkenal di Kota Kita"
Pembicaraan tersebut terhenti,Takkala Istri Yusman datang membawa minuman dan pisang goreng,Kemudian kembali masuk ke dalam Rumah.
"Ayo di minum tehnya Mas Aditya,jangan lupa pisang gorengnya juga dimakan!"
Setelah terhenti beberapa saat,Mereka pun melanjutkan oborolan yang tadi sempat terhenti.
"Lalu mengapa Polisi tidak langsung menangkapnya Mas Aditya,Bukankah kegiatan Mereka sudah di ketahui Polisi?"
"Disitu masalahnya Bang Yusman,Kami pernah melakukan penggerebekan namun banyak hal-hal yang tidak masuk akal merintangi Kami saat memasuki Rumah tersebut,Seperti Petugas yang tiba-tiba sulit bernapas atau Kamar yang Kami masuki penuh dengan kabut,Kami sempat memakai tenaga paranormal tuk membantu Kami,Namun Paranormal tersebut pun tak mampu mengatasinya gangguan tersebut"
"Saya akan membantu Mas Aditya,Cuman masalahnya kalau Saya sendiri takkan mampu mengatasinya,Sementara itu Kampung ini tidak mungkin tanpa penjagaan,Andai Saya yang pergi maka Aldy yang bertugas disini"
"Tenang saja Bang,Kami akan sediakan seseorang tuk menemani Bang Yusman dalam mengatasi hal gaib disana"
"Kapan tenaga Saya di perlukan,Mas Aditya?"
"Besok malam Kita bergerak kesana,Bang Yusman saya jemput tuk menuju lokasi penggerebekan"
"Baiklah,Nanti Saya akan mempersiapkan segala sesuatunya tuk besok malam"
"Terima kasih Bang Yusman telah bersedia membantu tugas polisi,Semoga ini bisa menjadi titik terang kasus Kita selama ini"
Mereka pun mulai terlibat obrolan serius mengenai rencana besok malam,Sayup-sayup terdengar suara Adzan dari mesjid di seberang perumahan tersebut,Aditya pun pamit pulang karena masih banyak hal yang akan di kerjakan di kantornya.
Hasto,Pengusaha pakaian jadi yang sangat kaya raya di kota,Berperawakan tinggi dan kurus,Berusia empat puluh lima tahun namun sudah kaya sejak muda dengan bisnis awalnya berjualan pakaian,Namun dengan usia empat puluhan tersebut,Hingga kini Dia belum juga menikah,Akan tetapi Dia mempunyai banyak Wanita simpanan dan hidup para Wanita simpanan Hasto selalu bergelimang harta.
Yang perlu di lakukan Mereka,Hanyalah menyerahkan Bayi yang mereka lahirkan hasil hubungan Mereka dengan Hasto,Bagi yang sudah tak ingin lagi berbuat seperti itu,Maka Wanita tersebut boleh pergi dari kehidupan Hasto dengan melepas segala fasilitas yang telah di berikan oleh Hasto,Wanita itu hanya di beri bekal secukupnya berdasarkan perhitungan Hasto sendiri.
Hasto adalah salah satu anggota dari perkumpulan kantil Nyai Putri dan telah mengikat perjanjian pesugihan dengan Nyai Putri,Hasto menyulap sebuah gudang Tua di pinggiran Kota bagian timur menjadi Rumah Tumbal bagi pesugihannya,Berbeda dengan Bram yang cukup rumit dalam melaksanakan perjanjiannya,Hasto hanya perlu menumbalkan anaknya yang masih bayi tuk di jadikan tumbal dan hasil dari tumbal tersebut akan membuat usaha Hasto semakin berjaya.
Rumah Tumbal Hasto cukup besar dan luas,kawasan di sekelilingnya masih belum banyak di huni Orang, Hanya segelintir Rumah dan jaraknya pun agak jauh dari Rumah tumbal Hasto,Halaman Rumah tersebut di penuhi dengan mobil-mobil lama kesukaannya,Masuk kedalam Rumahnya,Maka akan di temukan banyak kamar dan salah satu kamar tersebut merupakan akses menuju ruangan bawah tanah Hasto.
Hasto sendiri pun tak pernah tinggal disana,Dia hanya kesana karena sebuah urusan saja,Selebihnya Dia tinggal di Rumah mewahnya yang ada di Kota,
Keamanan Rumah tumbal tersebut sangatlah ketat dan di jaga oleh para Anak Buah Hasto yang lumayan banyak,Karena Rumah tersebut selain di gunakan sebagai Rumah tumbal,Juga tempat penyimpanan minuman keras impor milik Hasto yang akan Dia salurkan kepada rekan bisnisnya yang bergerak di bisnis hiburan malam.
Kepolisian sudah mengendus bisnis miras Hasto sejak lama,Namun selalu gagal dalam menggerebek Rumah tersebut karena banyak hal-hal tak terduga yang menghalangi Mereka dan malam ini tuk kesekian kalinya,Polisi mencoba tuk menggerebek Rumah tersebut,Mencari bukti adanya Minuman keras ilegal dan isu adanya pembunuhan Bayi.
Beberapa mobil terparkir tak jauh dari Rumah tersebut dan terlihat sekelompok orang sedang berkumpul disana,Diantara orang tersebut terlihat Aditya dan Yusman terlibat dalam pembicaraan serius.
Aditya sebagai kepala satuan tugas penggerebekan tersebut,Tampak menjadi pembicara utama dalam mengatur penggerebekan ini.
"Selamat malam semua,Seperti yang sudah Kita sepakati,Bahwa malam ini Kita akan melakukan penggerebekan terhadap Rumah yang ada di hadapan Kita,Namun sebelumnya,Saya perkenalkan Sahabat Saya,Bang Yusman yang akan membantu Kita malam ini"
Semuanya hanya mengangguk,Aditya melirik ke arah sosok Orang yang berpakaian serba hitam,tinggi besar namun terlihat masih muda,Berdiri di hadapan Aditya dan Yusman.
"Bang Yusman,Perkenalkan ini Bang Rusli Ireng yang akan membantu Bang Yusman malam ini"
Mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan nama masing-masing,Usai perkenalan,Mereka pun tampak serius mendengarkan arahan dari Aditya tentang strategi memasuki Rumah tumbal tersebut.
Setelah rencana Aditya di sepakati,Maka Mereka semua bergerak menuju Rumah tumbal yang tampak angker karena mulai di selimuti kabut malam,Cahaya bulan menerangi pergerakan Mereka menuju Rumah besar tersebut.
Setibanya disana,Ketika Aditya memberi aba-aba,Para polisi merengsek masuk ke halaman Rumah tersebut,Keributan pun terjadi,Para penjaga yang tak menyangka akan kedatangan Polisi,Langsung berusaha kabur menghindari kejaran Polisi,Sementara itu Aditya,Yusman dan Rusli bergerak masuk kedalam rumah tersebut.
Hawa dingin langsung menyeruak saat Mereka masuk ke dalam Rumah,Mereka mulai memeriksa setiap ruangan yang ada di Rumah tersebut.
Sekian lama Mereka berkeliling,
Namun tidak satu pun ada hal-hal yang mencurigakan yang Mereka temukan kecuali Kardus berisi minuman import di beberapa kamar,
Para Polisi segera mengamankan barang-barang tersebut,
Sementara itu Aditya,Yusman dan Rusli terus melakukan penyelidikan dan kini Mereka tiba di sebuah kamar yang pintunya lebih besar dari kamar-kamar yang lain.
"Berhati-hatilah Mas Aditya,Ada hawa misterius yang sangat terasa dari balik pintu ini,Kita harus waspada!"tegur Rusli dengan wajah tegang,Menatap Pintu besar tersebut dengan seksama.
Aditya mencoba membuka pintu kamar tersebut,Ketika pintu tersebut terbuka,Seketika itu pula asap kehitam-hitaman menerjang Mereka.
Rusli langsung menerjang masuk kedalam kamar,Terdengar sesekali teriakan Rusli di barengi dengan bunyi sesuatu yang cukup keras terhempas di lantai dari dalam kamar tersebut.
Tak lama kemudian asap tersebut seperti kesedot kesebuah ruangan,Sedangkan Rusli tampak masih berdiri disana.
"Makhluk tersebut melarikan diri ke sebuah ruangan di bawah sana!"Tunjuk Rusli ke arah lantai yang terbuka.
Mereka pun berjalan menuju lantai yang terbuka tersebut,Terlihat disana sebuah tangga dari semen beralaskan keramik dan tangga tersebut membawa mereka kesebuah lorong bawah tanah,Hawa dingin dan bau anyir sangat terasa,Saat Mereka menyusuri lorong tersebut.
Semakin mereka masuk lebih dalam,Semakin menyengat bau anyir yang keluar dan akhirnya tibalah Mereka di sebuah ruangan yang cukup luas dan langit-langitnya cukup tinggi terlihat,Penerangan di ruangan ini sangat minim,Cuman lampu gantung kecil di tengah ruangan ini sebagai sumber cahaya,Aditya segera mengeluarkan pistolnya tuk berjaga-jaga.
Ditengah ruangan tersebut,Ada sebuah patung sebesar Manusia berdiri dengan kedua telapak tangannya bertemu,Patung tersebut berwujud seorang lelaki dengan mahkota di kepalanya,Bibirnya tersenyum namun senyumnya terlihat sangat mengerikan,Mereka pun mengeluarkan senter yang sedari awal di bagikan oleh Aditya.
"Ruangan ini cukup bersih,Namun bau anyir darah sangat menusuk hidungku"Keluh Aditya sembari menutup hidungnya.
"Mas Aditya,Berhati-hatilah,Sekarang ini Kita sedang di awasi oleh penghuni ruangan ini,Sedari tadi Kita masuk kesini,Mereka terus mengintai Kita!"Tegur Yusman sembari menyenteri langit-langit di atas kepala Mereka.
Suasana makin mencekam,Tak lama kemudian mulai terdengar tangisan bayi di ruangan itu,Awalnya terdengar sayup-sayup namun secara perlahan mulai terdengar nyaring dan saling bersahutan,Aditya kini mulai merasakan bulu kuduknya mulai naik dan wajahnya mulai terasa tebal dan pistol yang ada di gengamannya mulai terasa berat.
"Mas Aditya,Tinggalkan ruangan ini secepatnya,Biar kami yang menanganinya urusan di sini,Cepat Mas dan jangan menengok ke belakang!"perintah Yusman
Aditya segera berlari menuju lorong yang sebelumnya Dia lewati,Sementara itu Yusman dan Rusli tengah bersiap-siap menghadapi ancaman yang akan terjadi.
Suasana di ruangan bawah tanah itu semakin dingin dan semakin mencekam,Kalau tadi suara tangisan Bayi mulai nyaring terdengar,Sekarang,Suara tangisan Bayi tersebut terdengar lirih,Namun terkadang seperti suara Bayi tertawa.
Yusman telah mengeluarkan trisulanya,Rusli pun tampak memegang kalung tasbihnya,Rusli mulai tak sabaran,Lalu Dia berteriak keras.
"Hei mahkluk keparat,Keluarlah,Hadapi Kami!"
Sekelebat bayangan putih langsung berputar-putar di hadapan Mereka dan kemudian hilang di langit-langit.
"Mereka rupanya ingin bermain-main dengan Kita,Bang Yusman,Saya pikir lebih baik hancurkan saja patung tersebut dan lihat reaksi Mereka!"
"Hahahaha,Saya setuju dengan usulan Mas Rusli"
Tiba-tiba saja,Di iringi tawa Cumiak telinga,Turun dari langit-langit ruangan tersebut dua sosok putih kurus ceking ,mempunyai rambut yang sangat panjang,Dua sosok putih itu, melayang mengelilingi Yusman dan Rusli sembari tertawa bersahutan satu sama lainnya.
Tanpa membuang waktu,Yusman langsung menebar beras kuning yang ada di tas pinggang kecilnya,Ke arah dua sosok putih tersebut,Kini dari tawa cekikikan Mereka menjadi gerungan kemarahan,Mereka secara terpisah,Melayang menyerang Yusman dan Rusli.
Cakaran tangan sosok putih tersebut bergerak cepat ke wajah Yusman,Melihat hal tersebut Yusman pun menyabetkan trisulanya tuk menahan gempuran musuhnya,Setiap trisula Yusman bertemu dengan tangan tersebut,Maka terlihat bunga-bunga api,Terpecik keluar bagaikan dua besi saling berbenturan.
Sedangkan Rusli meladeninya dengan tangan kosong,Beberapa kali serangan cakar musuh di pukulnya keras,Hingga Sang musuh melayang mundur lalu bergerak sangat cepat tuk kembali menyerang,Dua sosok tersebut sangat cepat gerakannya,Namun Yusman dan Rusli sangat kuat dalam bertahan dan cukup lihai mengantisipasi serangan lawannya.
Pertempuran sengit terus berlangsung di ruangan bawah tanah itu,teriakan dan geraman saling silih berganti terdengar,Tubuh Yusman kini mulai basah oleh keringatnya,Sedangkan tubuh lawannya dipenuhi dengan asap banyak,Dengan membentak keras,Yusman melompat menusukan trisulanya ke tubuh lawannya,Sang lawan berkelit dengan melayang ke atas, Namun tanpa di duganya,Yusman merubah serangannya,Dari gerakan menusuk menjadi gerakan melempar trisulanya ke atas.
Pekikan kesakitan terdengar saat sosok tersebut terhempas ke tanah,Yusman pun tak mensia-siakan peluang yang ada,Melalui telapak tangan kanannya,Keluar sinar biru,Yang menandakan ini adalah satu serangan tenaga dalam.
"Mampus kau makhluk terkutuk!"
"Blammmmmmm"
Sinar biru itu menghantam tubuh sang musuh,Seiring jeritan panjang,Sosok putih tersebut hancur menjadi debu.
Di lain pertempuran,Rusli mulai keteteran melawan musuhnya,Beberapa kali Dia terkena cakaran di bahunya,Darah mulai mengalir dari lukanya,Sang musuh terus merengsek menyerangnya.
Dalam sebuah serangan,Rusli mencoba memukul tangan lawan,namun saat akan berbenturan,Sang lawan,Menarik serangan cakarannya dan melayang membelakangi Rusli,Alhasil punggung Rusli pun tercakar oleh tangan musuh,Dengan menahan kesakitan,Rusli segera berjumpalitan ke depan,Sang musuh terus mengejarnya,Dalam keadaan terpojok dan terluka,Rusli mencoba melancarkan serangan andalanya.
Ketika Sang musuh mengejarnya,Dengan gerakan bergulung di lantai,Rusli melemparkan kalung tasbihnya,Melihat hal tersebut,Sang musuh terkejut bukan main dan tidak mungkin tuk menghindar,Mau tak mau,Dia pun menyambut biji-biji tasbih tersebut dengan cakarnya.
"Arggggghhhhhh"
Jeritan kesakitan keluar dari sosok putih tersebut,Biji tasbih tersebut,Berubah menjadi bola api kecil dan langsung meledak saat berbenturan,Sosok putih tersebut menjerit kesakitan sembari melayang-layang di udara,Tubuhnya perlahan mulai terbakar dan tak lama kemudian hangus lalu hilang tak berbekas.
Yusman yang melihat Rusli terluka langsung menghampirinya.
"Bagaimana kondisi Mas Rusli,Apa Saya bantu tuk memapah Mas Rusli?"
"Nggak apa-apa Bang Yusman,Saya masih mampu berdiri"jawab Rusli dengan sedikit mengerang kesakitan.
Yusman pun mengabarkan kondisinya sekarang kepada Aditya melalui handie talkienya,Tak lama kemudian,Aditya datang di sertai beberapa anggota Polisinya.
"Gangguan tersebut,Sudah tak ada Mas Aditya tapi Mas Rusli menderita luka,Menurut Saya,Lebih baik Dia di bawa keluar ruangan ini tuk di obati,Sementara Saya dan Mas Aditya melanjutkan penyelidikan di ruangan ini!"
Aditya pun menyetujuinya,Kemudian Rusli pun di papah keluar oleh dua anggota Polisi,Sisanya menemani Aditya dan Yusman menyelidiki ruangan bawah tanah itu.
Mereka telah memeriksa seluruh ruangan bawah tanah tersebut,Namun tidak satupun menemukan hal-hal yang mencurigakan,Aditya tampak kebingungan dan bergumam sendiri.
"Bau anyir dan busuk mayat sangat terasa di ruangan ini,Tapi mengapa Kita tidak melihat,Satu pun mayat di sini"
Yusman hanya tersenyum melihat Polisi muda tersebut tampak berpikir keras.
"Mas Aditya,Bisakah kita mencari sebuah palu tuk menghancurkan patung tersebut?"
Dengan sigap,Aditya memerintahkan salah satu dari anggota Polisi tersebut tuk mengambil palu ke atas,Tak lama kemudian sebuah palu sudah berada di tangan Yusman,Perlahan Yusman pun mendekati patung yang akan di hancurkannya itu.
Mulutnya tampak membaca doa,Kemudian Dia mulai menghancurkan patung seukuran manusia tersebut,Dinding-dinding di ruangan tersebut mulai berderak-derak seiring hancurnya patung tersebut.
"Semuanya cepat ke lorong,Ruangan ini akan runtuh!"teriak Yusman lalu berlari bersama yg lain menuju lorong tuk menyelamatkan diri.
Matahari pagi mulai menyinari Rumah besar tersebut,Kini halaman tersebut di penuhi dengan anggota kepolisian dan tim medis,Aditya dan Yusman terlihat mengobrol serius tentang usaha pencariannya yang gagal.
"Sabar,Mas Aditya,Kali ini Kita kurang beruntung"Yusman mencoba menenangkan Aditya.
"Ayoo Bang,Saya antar pulang karena urusan Kita sudah selesai disini dan waktunya Kita tuk sarapan bareng Bang Rusli"
Yusman hanya tertawa dan berjalan bersama Aditya ke arah Rusli yang sedang berdiri tak jauh dari Mereka,Belum lagi,Mereka masuk kedalam mobil,Tiba-tiba salah satu Anggota Polisi melaporkan adanya penemuan kubangan dari ruangan bawah tanah tersebut.
Dengan bergegas,Mereka menuju ke tempat tersebut,Sesampainya disana,Terlihat sebuah kubangan yang berisikan tulang-tulang kecil manusia.
"Yaaa Allah,Sungguh keji orang-orang tersebut,Semoga Mereka akan mendapat balasannya!"kata Yusman dengan suara bergetar menahan amarah sekaligus kepedihan hatinya.
Aditya dan Rusli hanya terdiam mematung melihat pemandangan di bawah Mereka.
Hasto tampak memasuki sebuah kamar di sebuah hotel mewah,Ketika Dia masuk,Tampak seorang Gadis cantik sedang menunggunya di atas ranjang.
Tanpa membuang waktu,Hasto pun melepaskan semua pakainnya dan menerjang Gadis tersebut,Permainan asmara pun terus naik hingga menuju puncaknya,Hasto menjerit kesakitan takkala Gadis tersebut mengigit lehernya dan meminum darahnya,Tak lama kemudian,Gadis tersebut menghilang dari balik jendela,Meninggalkan Hasto yang kini terbujur kaku,Dengan wajah terlihat sangat kesakitan sebelum ajalnya menjemput.
"Wahhhh tumben nih mampir kemari,Silahkan masuk Mas Aditya,Sebentar Saya menyusul!"
Aditya jalan menuju kursi yang ada di teras depan Rumah Yusman,Tak lama kemudian,Yusman pun duduk pula di hadapan Aditya.
"Ada apa ini Mas Aditya,Sore-sore begini mampir kerumah saya?"
"Begini Bang Yusman,Setelah melakukan pengintaian dan penyelidikan oleh Polisi,Disinyalir ada kegiatan tak wajar di sebuah Rumah yang terletak di wilayah ujung timur kota ini,Besok malam, rencananya Kami akan melakukan penggerebekan disana!"
"Apakah ada kaitannya dengan masalah di kawasan ini Mas aditya?"
"Kemungkinannya ada Bang Yusman,Berdasarkan informasi yang ada dan kami lakukan penyelidikan tentang Rumah tersebut,Bahwasannya setiap enam bulan sekali telah terjadi pembunuhan terhadap Bayi yang baru lahir dan itu telah berlangsung bertahun-tahun,Sang pemilik Rumah tersebut adalah salah satu pengusaha pakaian terkenal di Kota Kita"
Pembicaraan tersebut terhenti,Takkala Istri Yusman datang membawa minuman dan pisang goreng,Kemudian kembali masuk ke dalam Rumah.
"Ayo di minum tehnya Mas Aditya,jangan lupa pisang gorengnya juga dimakan!"
Setelah terhenti beberapa saat,Mereka pun melanjutkan oborolan yang tadi sempat terhenti.
"Lalu mengapa Polisi tidak langsung menangkapnya Mas Aditya,Bukankah kegiatan Mereka sudah di ketahui Polisi?"
"Disitu masalahnya Bang Yusman,Kami pernah melakukan penggerebekan namun banyak hal-hal yang tidak masuk akal merintangi Kami saat memasuki Rumah tersebut,Seperti Petugas yang tiba-tiba sulit bernapas atau Kamar yang Kami masuki penuh dengan kabut,Kami sempat memakai tenaga paranormal tuk membantu Kami,Namun Paranormal tersebut pun tak mampu mengatasinya gangguan tersebut"
"Saya akan membantu Mas Aditya,Cuman masalahnya kalau Saya sendiri takkan mampu mengatasinya,Sementara itu Kampung ini tidak mungkin tanpa penjagaan,Andai Saya yang pergi maka Aldy yang bertugas disini"
"Tenang saja Bang,Kami akan sediakan seseorang tuk menemani Bang Yusman dalam mengatasi hal gaib disana"
"Kapan tenaga Saya di perlukan,Mas Aditya?"
"Besok malam Kita bergerak kesana,Bang Yusman saya jemput tuk menuju lokasi penggerebekan"
"Baiklah,Nanti Saya akan mempersiapkan segala sesuatunya tuk besok malam"
"Terima kasih Bang Yusman telah bersedia membantu tugas polisi,Semoga ini bisa menjadi titik terang kasus Kita selama ini"
Mereka pun mulai terlibat obrolan serius mengenai rencana besok malam,Sayup-sayup terdengar suara Adzan dari mesjid di seberang perumahan tersebut,Aditya pun pamit pulang karena masih banyak hal yang akan di kerjakan di kantornya.
Hasto,Pengusaha pakaian jadi yang sangat kaya raya di kota,Berperawakan tinggi dan kurus,Berusia empat puluh lima tahun namun sudah kaya sejak muda dengan bisnis awalnya berjualan pakaian,Namun dengan usia empat puluhan tersebut,Hingga kini Dia belum juga menikah,Akan tetapi Dia mempunyai banyak Wanita simpanan dan hidup para Wanita simpanan Hasto selalu bergelimang harta.
Yang perlu di lakukan Mereka,Hanyalah menyerahkan Bayi yang mereka lahirkan hasil hubungan Mereka dengan Hasto,Bagi yang sudah tak ingin lagi berbuat seperti itu,Maka Wanita tersebut boleh pergi dari kehidupan Hasto dengan melepas segala fasilitas yang telah di berikan oleh Hasto,Wanita itu hanya di beri bekal secukupnya berdasarkan perhitungan Hasto sendiri.
Hasto adalah salah satu anggota dari perkumpulan kantil Nyai Putri dan telah mengikat perjanjian pesugihan dengan Nyai Putri,Hasto menyulap sebuah gudang Tua di pinggiran Kota bagian timur menjadi Rumah Tumbal bagi pesugihannya,Berbeda dengan Bram yang cukup rumit dalam melaksanakan perjanjiannya,Hasto hanya perlu menumbalkan anaknya yang masih bayi tuk di jadikan tumbal dan hasil dari tumbal tersebut akan membuat usaha Hasto semakin berjaya.
Rumah Tumbal Hasto cukup besar dan luas,kawasan di sekelilingnya masih belum banyak di huni Orang, Hanya segelintir Rumah dan jaraknya pun agak jauh dari Rumah tumbal Hasto,Halaman Rumah tersebut di penuhi dengan mobil-mobil lama kesukaannya,Masuk kedalam Rumahnya,Maka akan di temukan banyak kamar dan salah satu kamar tersebut merupakan akses menuju ruangan bawah tanah Hasto.
Hasto sendiri pun tak pernah tinggal disana,Dia hanya kesana karena sebuah urusan saja,Selebihnya Dia tinggal di Rumah mewahnya yang ada di Kota,
Keamanan Rumah tumbal tersebut sangatlah ketat dan di jaga oleh para Anak Buah Hasto yang lumayan banyak,Karena Rumah tersebut selain di gunakan sebagai Rumah tumbal,Juga tempat penyimpanan minuman keras impor milik Hasto yang akan Dia salurkan kepada rekan bisnisnya yang bergerak di bisnis hiburan malam.
Kepolisian sudah mengendus bisnis miras Hasto sejak lama,Namun selalu gagal dalam menggerebek Rumah tersebut karena banyak hal-hal tak terduga yang menghalangi Mereka dan malam ini tuk kesekian kalinya,Polisi mencoba tuk menggerebek Rumah tersebut,Mencari bukti adanya Minuman keras ilegal dan isu adanya pembunuhan Bayi.
Beberapa mobil terparkir tak jauh dari Rumah tersebut dan terlihat sekelompok orang sedang berkumpul disana,Diantara orang tersebut terlihat Aditya dan Yusman terlibat dalam pembicaraan serius.
Aditya sebagai kepala satuan tugas penggerebekan tersebut,Tampak menjadi pembicara utama dalam mengatur penggerebekan ini.
"Selamat malam semua,Seperti yang sudah Kita sepakati,Bahwa malam ini Kita akan melakukan penggerebekan terhadap Rumah yang ada di hadapan Kita,Namun sebelumnya,Saya perkenalkan Sahabat Saya,Bang Yusman yang akan membantu Kita malam ini"
Semuanya hanya mengangguk,Aditya melirik ke arah sosok Orang yang berpakaian serba hitam,tinggi besar namun terlihat masih muda,Berdiri di hadapan Aditya dan Yusman.
"Bang Yusman,Perkenalkan ini Bang Rusli Ireng yang akan membantu Bang Yusman malam ini"
Mereka pun saling berjabat tangan dan memperkenalkan nama masing-masing,Usai perkenalan,Mereka pun tampak serius mendengarkan arahan dari Aditya tentang strategi memasuki Rumah tumbal tersebut.
Setelah rencana Aditya di sepakati,Maka Mereka semua bergerak menuju Rumah tumbal yang tampak angker karena mulai di selimuti kabut malam,Cahaya bulan menerangi pergerakan Mereka menuju Rumah besar tersebut.
Setibanya disana,Ketika Aditya memberi aba-aba,Para polisi merengsek masuk ke halaman Rumah tersebut,Keributan pun terjadi,Para penjaga yang tak menyangka akan kedatangan Polisi,Langsung berusaha kabur menghindari kejaran Polisi,Sementara itu Aditya,Yusman dan Rusli bergerak masuk kedalam rumah tersebut.
Hawa dingin langsung menyeruak saat Mereka masuk ke dalam Rumah,Mereka mulai memeriksa setiap ruangan yang ada di Rumah tersebut.
Sekian lama Mereka berkeliling,
Namun tidak satu pun ada hal-hal yang mencurigakan yang Mereka temukan kecuali Kardus berisi minuman import di beberapa kamar,
Para Polisi segera mengamankan barang-barang tersebut,
Sementara itu Aditya,Yusman dan Rusli terus melakukan penyelidikan dan kini Mereka tiba di sebuah kamar yang pintunya lebih besar dari kamar-kamar yang lain.
"Berhati-hatilah Mas Aditya,Ada hawa misterius yang sangat terasa dari balik pintu ini,Kita harus waspada!"tegur Rusli dengan wajah tegang,Menatap Pintu besar tersebut dengan seksama.
Aditya mencoba membuka pintu kamar tersebut,Ketika pintu tersebut terbuka,Seketika itu pula asap kehitam-hitaman menerjang Mereka.
Rusli langsung menerjang masuk kedalam kamar,Terdengar sesekali teriakan Rusli di barengi dengan bunyi sesuatu yang cukup keras terhempas di lantai dari dalam kamar tersebut.
Tak lama kemudian asap tersebut seperti kesedot kesebuah ruangan,Sedangkan Rusli tampak masih berdiri disana.
"Makhluk tersebut melarikan diri ke sebuah ruangan di bawah sana!"Tunjuk Rusli ke arah lantai yang terbuka.
Mereka pun berjalan menuju lantai yang terbuka tersebut,Terlihat disana sebuah tangga dari semen beralaskan keramik dan tangga tersebut membawa mereka kesebuah lorong bawah tanah,Hawa dingin dan bau anyir sangat terasa,Saat Mereka menyusuri lorong tersebut.
Semakin mereka masuk lebih dalam,Semakin menyengat bau anyir yang keluar dan akhirnya tibalah Mereka di sebuah ruangan yang cukup luas dan langit-langitnya cukup tinggi terlihat,Penerangan di ruangan ini sangat minim,Cuman lampu gantung kecil di tengah ruangan ini sebagai sumber cahaya,Aditya segera mengeluarkan pistolnya tuk berjaga-jaga.
Ditengah ruangan tersebut,Ada sebuah patung sebesar Manusia berdiri dengan kedua telapak tangannya bertemu,Patung tersebut berwujud seorang lelaki dengan mahkota di kepalanya,Bibirnya tersenyum namun senyumnya terlihat sangat mengerikan,Mereka pun mengeluarkan senter yang sedari awal di bagikan oleh Aditya.
"Ruangan ini cukup bersih,Namun bau anyir darah sangat menusuk hidungku"Keluh Aditya sembari menutup hidungnya.
"Mas Aditya,Berhati-hatilah,Sekarang ini Kita sedang di awasi oleh penghuni ruangan ini,Sedari tadi Kita masuk kesini,Mereka terus mengintai Kita!"Tegur Yusman sembari menyenteri langit-langit di atas kepala Mereka.
Suasana makin mencekam,Tak lama kemudian mulai terdengar tangisan bayi di ruangan itu,Awalnya terdengar sayup-sayup namun secara perlahan mulai terdengar nyaring dan saling bersahutan,Aditya kini mulai merasakan bulu kuduknya mulai naik dan wajahnya mulai terasa tebal dan pistol yang ada di gengamannya mulai terasa berat.
"Mas Aditya,Tinggalkan ruangan ini secepatnya,Biar kami yang menanganinya urusan di sini,Cepat Mas dan jangan menengok ke belakang!"perintah Yusman
Aditya segera berlari menuju lorong yang sebelumnya Dia lewati,Sementara itu Yusman dan Rusli tengah bersiap-siap menghadapi ancaman yang akan terjadi.
Suasana di ruangan bawah tanah itu semakin dingin dan semakin mencekam,Kalau tadi suara tangisan Bayi mulai nyaring terdengar,Sekarang,Suara tangisan Bayi tersebut terdengar lirih,Namun terkadang seperti suara Bayi tertawa.
Yusman telah mengeluarkan trisulanya,Rusli pun tampak memegang kalung tasbihnya,Rusli mulai tak sabaran,Lalu Dia berteriak keras.
"Hei mahkluk keparat,Keluarlah,Hadapi Kami!"
Sekelebat bayangan putih langsung berputar-putar di hadapan Mereka dan kemudian hilang di langit-langit.
"Mereka rupanya ingin bermain-main dengan Kita,Bang Yusman,Saya pikir lebih baik hancurkan saja patung tersebut dan lihat reaksi Mereka!"
"Hahahaha,Saya setuju dengan usulan Mas Rusli"
Tiba-tiba saja,Di iringi tawa Cumiak telinga,Turun dari langit-langit ruangan tersebut dua sosok putih kurus ceking ,mempunyai rambut yang sangat panjang,Dua sosok putih itu, melayang mengelilingi Yusman dan Rusli sembari tertawa bersahutan satu sama lainnya.
Tanpa membuang waktu,Yusman langsung menebar beras kuning yang ada di tas pinggang kecilnya,Ke arah dua sosok putih tersebut,Kini dari tawa cekikikan Mereka menjadi gerungan kemarahan,Mereka secara terpisah,Melayang menyerang Yusman dan Rusli.
Cakaran tangan sosok putih tersebut bergerak cepat ke wajah Yusman,Melihat hal tersebut Yusman pun menyabetkan trisulanya tuk menahan gempuran musuhnya,Setiap trisula Yusman bertemu dengan tangan tersebut,Maka terlihat bunga-bunga api,Terpecik keluar bagaikan dua besi saling berbenturan.
Sedangkan Rusli meladeninya dengan tangan kosong,Beberapa kali serangan cakar musuh di pukulnya keras,Hingga Sang musuh melayang mundur lalu bergerak sangat cepat tuk kembali menyerang,Dua sosok tersebut sangat cepat gerakannya,Namun Yusman dan Rusli sangat kuat dalam bertahan dan cukup lihai mengantisipasi serangan lawannya.
Pertempuran sengit terus berlangsung di ruangan bawah tanah itu,teriakan dan geraman saling silih berganti terdengar,Tubuh Yusman kini mulai basah oleh keringatnya,Sedangkan tubuh lawannya dipenuhi dengan asap banyak,Dengan membentak keras,Yusman melompat menusukan trisulanya ke tubuh lawannya,Sang lawan berkelit dengan melayang ke atas, Namun tanpa di duganya,Yusman merubah serangannya,Dari gerakan menusuk menjadi gerakan melempar trisulanya ke atas.
Pekikan kesakitan terdengar saat sosok tersebut terhempas ke tanah,Yusman pun tak mensia-siakan peluang yang ada,Melalui telapak tangan kanannya,Keluar sinar biru,Yang menandakan ini adalah satu serangan tenaga dalam.
"Mampus kau makhluk terkutuk!"
"Blammmmmmm"
Sinar biru itu menghantam tubuh sang musuh,Seiring jeritan panjang,Sosok putih tersebut hancur menjadi debu.
Di lain pertempuran,Rusli mulai keteteran melawan musuhnya,Beberapa kali Dia terkena cakaran di bahunya,Darah mulai mengalir dari lukanya,Sang musuh terus merengsek menyerangnya.
Dalam sebuah serangan,Rusli mencoba memukul tangan lawan,namun saat akan berbenturan,Sang lawan,Menarik serangan cakarannya dan melayang membelakangi Rusli,Alhasil punggung Rusli pun tercakar oleh tangan musuh,Dengan menahan kesakitan,Rusli segera berjumpalitan ke depan,Sang musuh terus mengejarnya,Dalam keadaan terpojok dan terluka,Rusli mencoba melancarkan serangan andalanya.
Ketika Sang musuh mengejarnya,Dengan gerakan bergulung di lantai,Rusli melemparkan kalung tasbihnya,Melihat hal tersebut,Sang musuh terkejut bukan main dan tidak mungkin tuk menghindar,Mau tak mau,Dia pun menyambut biji-biji tasbih tersebut dengan cakarnya.
"Arggggghhhhhh"
Jeritan kesakitan keluar dari sosok putih tersebut,Biji tasbih tersebut,Berubah menjadi bola api kecil dan langsung meledak saat berbenturan,Sosok putih tersebut menjerit kesakitan sembari melayang-layang di udara,Tubuhnya perlahan mulai terbakar dan tak lama kemudian hangus lalu hilang tak berbekas.
Yusman yang melihat Rusli terluka langsung menghampirinya.
"Bagaimana kondisi Mas Rusli,Apa Saya bantu tuk memapah Mas Rusli?"
"Nggak apa-apa Bang Yusman,Saya masih mampu berdiri"jawab Rusli dengan sedikit mengerang kesakitan.
Yusman pun mengabarkan kondisinya sekarang kepada Aditya melalui handie talkienya,Tak lama kemudian,Aditya datang di sertai beberapa anggota Polisinya.
"Gangguan tersebut,Sudah tak ada Mas Aditya tapi Mas Rusli menderita luka,Menurut Saya,Lebih baik Dia di bawa keluar ruangan ini tuk di obati,Sementara Saya dan Mas Aditya melanjutkan penyelidikan di ruangan ini!"
Aditya pun menyetujuinya,Kemudian Rusli pun di papah keluar oleh dua anggota Polisi,Sisanya menemani Aditya dan Yusman menyelidiki ruangan bawah tanah itu.
Mereka telah memeriksa seluruh ruangan bawah tanah tersebut,Namun tidak satupun menemukan hal-hal yang mencurigakan,Aditya tampak kebingungan dan bergumam sendiri.
"Bau anyir dan busuk mayat sangat terasa di ruangan ini,Tapi mengapa Kita tidak melihat,Satu pun mayat di sini"
Yusman hanya tersenyum melihat Polisi muda tersebut tampak berpikir keras.
"Mas Aditya,Bisakah kita mencari sebuah palu tuk menghancurkan patung tersebut?"
Dengan sigap,Aditya memerintahkan salah satu dari anggota Polisi tersebut tuk mengambil palu ke atas,Tak lama kemudian sebuah palu sudah berada di tangan Yusman,Perlahan Yusman pun mendekati patung yang akan di hancurkannya itu.
Mulutnya tampak membaca doa,Kemudian Dia mulai menghancurkan patung seukuran manusia tersebut,Dinding-dinding di ruangan tersebut mulai berderak-derak seiring hancurnya patung tersebut.
"Semuanya cepat ke lorong,Ruangan ini akan runtuh!"teriak Yusman lalu berlari bersama yg lain menuju lorong tuk menyelamatkan diri.
Matahari pagi mulai menyinari Rumah besar tersebut,Kini halaman tersebut di penuhi dengan anggota kepolisian dan tim medis,Aditya dan Yusman terlihat mengobrol serius tentang usaha pencariannya yang gagal.
"Sabar,Mas Aditya,Kali ini Kita kurang beruntung"Yusman mencoba menenangkan Aditya.
"Ayoo Bang,Saya antar pulang karena urusan Kita sudah selesai disini dan waktunya Kita tuk sarapan bareng Bang Rusli"
Yusman hanya tertawa dan berjalan bersama Aditya ke arah Rusli yang sedang berdiri tak jauh dari Mereka,Belum lagi,Mereka masuk kedalam mobil,Tiba-tiba salah satu Anggota Polisi melaporkan adanya penemuan kubangan dari ruangan bawah tanah tersebut.
Dengan bergegas,Mereka menuju ke tempat tersebut,Sesampainya disana,Terlihat sebuah kubangan yang berisikan tulang-tulang kecil manusia.
"Yaaa Allah,Sungguh keji orang-orang tersebut,Semoga Mereka akan mendapat balasannya!"kata Yusman dengan suara bergetar menahan amarah sekaligus kepedihan hatinya.
Aditya dan Rusli hanya terdiam mematung melihat pemandangan di bawah Mereka.
Hasto tampak memasuki sebuah kamar di sebuah hotel mewah,Ketika Dia masuk,Tampak seorang Gadis cantik sedang menunggunya di atas ranjang.
Tanpa membuang waktu,Hasto pun melepaskan semua pakainnya dan menerjang Gadis tersebut,Permainan asmara pun terus naik hingga menuju puncaknya,Hasto menjerit kesakitan takkala Gadis tersebut mengigit lehernya dan meminum darahnya,Tak lama kemudian,Gadis tersebut menghilang dari balik jendela,Meninggalkan Hasto yang kini terbujur kaku,Dengan wajah terlihat sangat kesakitan sebelum ajalnya menjemput.
Diubah oleh vizum78 16-10-2019 12:45
redrices dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Kutip
Balas