TS
erina79purba
Kumpulan Puisi Tentang Hati

Sumber gambar Pinterest
Hati yang Kelam
Oleh Erina Purba
Di antara sukma beberapa jiwa
Hanya sukma di hatiku yang memiliki luka abadi
Berulang kali janji manis tercipta dari bibirmu
Berulangkali hati ini memaafkanmu
Tapi maaf yang kuberikan engkau salah gunakan
Engkau pergi dengan wanita lain
Wanita itu adalah sahabatku
Sahabat dari masa-masa remajaku
Hati ini tak sedikitpun merasa curiga
Hati ini percaya
Tak mungkin engkau menyakiti hatiku
Tapi apa yang terjadi
Kelakuanmu membuat luka di hatiku
Hati ini perih
Mata ini mengalir bening-bening
Menetes menganak sungai
Tak terasa bening- bening itu mengalir
Di antara hening, benci dan cinta
Membuat hati ini tak berhenti bertanya
Kenapa mesti dia
Kenapa mesti sahabatku
Sahabat tempat curahan hatiku
Sahabatku yang telah tahu segala rahasia di hatiku
Kenapa tega menusukkan sembilu dari belakangku
Aku masih tidak percaya hal ini tega kau lakukan
Setelah sekian lama terjalin cinta di antara kita
Tapi mengapa sedetik itu engkau berpaling
Aku yang salah
Terlalu percaya pada sahabatku
Membuat hatiku tertutup untukmu kekasih dan sahabatku
Di antara jingga yang tersembul di sore hari
Kini hatiku telah tertutup
sang hati tertutup hanya untukmu
kelam yang telah kau torehkan diingatanku
takkan kubiarkan terhapus begitu saja
Kelam itu melebihi malam berkabut
perihnya luka hingga bekasnya sampai sekarang masih terlukis di hatiku
kau yang tak pernah berubah
janji- janji selalu terucap dari mulutmu
tapi tetap kau ingkar
kini hatiku telah tertutup dan tak akan terbuka lagi
Aku takkan membiarkan hati ini terluka lagi
Sembilu berulang-ulang kau tancapkan hingga bekasnya abadi di hatiku
Tak ada luka lagi di hatiku
Seiring dengan kepergianmu
Pergi
Pergilah
Dan jangan kembali lagi
Cukup perih, luka yang telah berbekas di hatiku
Cerita ini berhenti sampai di sini
Untukmu duhai kekasihku
Dan untuk sahabatku
Biarlah kalian memiliki cinta
Mungkin maaf di lain waktu bisa aku berikan
Tapi saat ini maaf itu belum ada
Duri itu masih tertancap di hatiku
Belum ada alat yang bisa melenyapkan duri yang kau tancapkan di hatiku
Mungkin di suatu saat nanti
Seiring waktu duri itu bisa lenyap
Begitu juga hatiku
Lepas dari sakit
Link puisi lainnya
1. Bunga Dandelion dan Sang Pujangga
2.Senja Saksi Bisu
3.Hatimu Tetap Milikku
4.Hati yang Kosong
5.Prahara Segera Berlalu
6. Sahabat Merobek Jantungku
6.
7. Ibu Hangatmu Telah Beku
8.
Untaian Doa
18. Topeng Polos
19. Kepergian yang Abadi
20. Luapan Rindu
Diubah oleh erina79purba 19-08-2020 20:38
makola dan 30 lainnya memberi reputasi
31
11.4K
416
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Poetry
6.2KThread•6.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
erina79purba
#1
Bunga Dandelion dan Sang Pujangga

Sumber gambar
https://oregonstate.edu/dept/nursery...lowers_750.jpg
Bunga Dandelion
By Erina Purba
hai bunga dandelionku
aku merawatmu dengan hatiku
hatiku tak henti memujamu
Mulai dari akarmu hingga ke pucukmu cintaku mengenal dirimu
Takkan kubiarkan kumbang-kumbang lain mendekatimu
Hanya aku kumbang yang bisa menghisap madumu
Kau tercipta hanya untukku
Kau adalah obat penawar rindu
Hatiku bergetar bila melihat senyum yang menghias bibir manismu
Ingin kukecup mesra biar madu bibirmu terasa manis di bibirku
Rambutmu bagaikan gelombang samudera
Hitam panjang terurai menambah cantik kembang dandelionku
Senja berbias cahaya jingga menambah cantik raut wajahmu
Di pantai berkilauan cahaya jingga
Hingga rasa bahagia melanda jiwa
Pujaanku dari hati yang paling dalam
Cinta ini hanya untukmu
Sedalam lautan seluas samudera
Untukmu dandelionku
Engkau mekar berseri bersemayam di dasar hatiku
Selalu bersinar mekar di antara rumput ilalang
Mekar di antara Padang tandus
Mekar di taman firdaus
Mekar di akhir hayat
Dalam sajakku tercipta dunia fantasi
Imajinasi yang tinggi
Dunia khayalanku
Lewat puisi tertoreh segala keluh kesah
Harapan cinta bersemi di antara relung hati
Duhai kekasihku
Kau cantik mempesona bagaikan kembang dandelion
Pujangga Tampan
Oleh Erina Purba
Pesona tampan menguar mengobrak-abrik rongga hatiku
Pekarangan rumah terhias seperti senyummu menghias hatiku
Duhai pujaan pujangga hatiku
Engkaulah harapan di atas saripati dunia
Tidak ada yang lain hanya kau pujangga yang berhasil merebut rongga hatiku
Relung hatiku
Aku menunggumu duhai pujangga
Di bibir pantai cinta kita berlabuh
Saling mengucapkan janji setia
Ruang hampa tak memiliki jiwa
Sehingga fatamorgana sirna
Dibuai sang pujaan
Sang pujangga memujaku lewat sajak-sajak cinta penuh makna
Kaya dengan diksi
Setiap untaian sajakmu membuat hatiku meleleh
Melebur bersama untaian sajak-sajak asamaramu
Duhai pujangga hatiku
Bersamamu kuukir cinta lewat pesona jingga di bibir pantai
Bias jingga sebagai saksi bisu cinta kita berlabuh
Berlayar mengarungi samudera
Hingga keabadian
Bekasi, 12042019
Diubah oleh erina79purba 14-08-2019 20:59
delia.adel dan 9 lainnya memberi reputasi
10