Quote:
Setelah itu perbincangan dengan eyang Purwoto pun semakin panjang lebar. Sekarang beliau sedang bercerita tentang jimat yang dimilikinya. Ane sebagai orang awam yang ngga tau apa apa tentang ‘benda’ itu, cuma bisa bengong sambil pura pura mengerti apa yang sedang dibicarakan olehnya.
Jadi eyang Purwoto ini memiliki beberapa jimat yang diwariskan secara turun temurun dari keluarganya. Khasiat dari jimat tersebut juga bermacam macam katanya. Ada yang digunakan sebagai perlindungan. Ada yang digunakan untuk penjagaan. Atau ada yang digunakan untuk kewibawaan. Pokoknya ada bermacam macamlah. Ane ngga terlalu ngerti.
Namun ada satu hal yang bikin ane jadi tertarik dengan obrolan ini. Bahwa katanya, ada salah satu jimat yang dimiliki oleh eyang Purwoto, yang konon dapat digunakan untuk mengundang atau memanggil kuntilanak. Biasanya dia dipanggil untuk menjaga suatu tempat, agar tempat itu dilindungi dari orang yang punya niat jahat.
Iya, kuntilanak. Mahluk gaib yang berwujud seperti perempuan, dengan rambut hitam panjangnya dan suara tawa yang khas membuat bulu ketek merinding itu. Siapa yang ngga kenal makhluk itu.
Jadi katanya, dari dulu dia udah ada buat ngejaga rumah ini. Karena pekerjaan eyang Purwoto yang dulu, sebagai perwira TNI harus selalu dinas keluar kota. Makanya beliau mengundang makhluk tersebut agar selalu menjaga rumah ini dan keluarganya.
Awalnya sih ane skeptis atau ngga percaya sama omongan eyang Purwoto. Tapi kalau dipikir lagi, mungkin hal semacam itu emang ada didunia ini. Terlepas dari benar atau tidaknya, Karena ane sendiri juga ngga tau apa apa soal itu.
Apalagi kalau diingat ingat lagi tentang kejadian *kampret yang terjadi dikosan ini. Seperti waktu ane denger suara cekikikan pas balik ama Yudi dulu, waktu si Frengky liat bayangan putih terbang, atau mungkin waktu si Nabil yang pernah ngeliat doski nangkring dipohon waktu itu. Mungkin semua kejadian itu emang ada kaitannya sama kunski piaraan eyang Purwoto.
Ya emang sih, eyang Purwoto bilang kalau ‘dia’ cuma menyerang orang yang punya niat jahat. Tapikan dia itu sejenis makhluk yang diluar nalar manusia. Kalau dia mungkin cuma iseng doang, tetep aja bikin orang jadi panik.
Walaupun dia menuruti eyang Purwoto dan keluarganya. Tapi tetep aja, kita kan ibaratnya cuma orang asing yang tinggal dirumah ini. Jadi menurut ‘dia’, mungkin ngga apa apa kali kalo cuma usil sedikit. Karena tugas ‘dia’ kan hanya menjaga majikannya aja. Bukan berarti menjaga kita juga.
Namun karena cerita itu, ane jadi tambah tau, bahwa selain semua ‘penghuni’ dikamar nomer 4, ternyata masih ada satu sosok lagi diluar kamar itu yang berkeliaran dikosan ini. Yaitu si kunski penjaga kosan.
Dan kemudian perbincangan kala itupun berhenti sampai disitu. Akhirnya eyang Purwoto berhasil menjawab semua rasa penasaran ane tentang kosan ini dari dulu. Ane pun jadi semakin was was setelah mendengar semua cerita itu. Tapi yah mau bagaimana lagi, mungkin inilah takdir yang harus ane hadapi disini. huft