News
Batal
KATEGORI
link has been copied
214
Lapor Hansip
07-04-2019 16:18

Penampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di Medsos

Penampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di Medsos

Massa pendukung Prabowo-Sandiaga salat berjemaah sebelum kampanye akbar di GBK. Namun terlihat beberapa jemaah perempuan salat di antara kerumunan saf lelaki.

Penampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di Medsos

Penampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di MedsosPenampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di Medsos

Massa pendukung capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno menunaikan salat subuh berjemaah di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Tampak beberapa jemaah perempuan salat di antara kerumunan saf lelaki.


Foto saf salat yang bercampur antara laki-laki dan perempuan itu sempat ramai di medsos.

Ketua Umum GNPF-U Yusuf Muhammad Martak yang hadir dalam acara tersebut mengaku belum mendengar atau melihat langsung foto-foto yang ramai dibahas di Twitter tersebut. Namun, dirinya menegaskan tak ada unsur kesengajaan mencampurkan lelaki dan perempuan dalam satu saf salat.


Ketua Umum GNPF-U Yusuf Muhammad Martak menegaskan tak mungkin panitia dengan sengaja mencampurkan saf salat perempuan dan lelaki lantaran sangat paham urusan demikian. Yusuf Martak menyebut ada kemungkinan itu terjadi lantaran kondisi darurat.


https://m.detik.com/news/foto-news/d...s/6#detailfoto


16
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Penampakan 'Saf Salat Campur' di Kampanye Prabowo yang Ramai di Medsos
08-04-2019 14:49
Quote:Original Posted By pejantantambun0
nie gan

Ketika seorang lelaki sedang shalat dan di sampingnya terdapat seorang perempuan, maka shalatnya itu tidak batal (sah), dan shalat perempuan itu juga tidak batal, baik lelaki tersebut menjadi imam atau makmum, dan inilah pendapat mazhab kami (Syafii). Ini juga pendapat Imam Malik dan kebanyakan ulama.


Tata cara sholat sudah di contohkan oleh baginda rasul demi kebaikan umat muslim yaitu shaf lelaki di depan dan shaf perempuan di belakang...emoticon-Malu

Bicara mazhab
Quote:Dalam hal ini ada dua pendapat: Salah satu pendapat yang ada mengatakan, “Tidak wajib“. Inilah pendapat yang lebih tepat. Yang namanya kewajiban adalah jika diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya sama sekali tidak mewajibkan kepada seseorang untuk mengikuti salah satu madzhab tertentu untuk diikuti agamanya, namun yang diwajibkan adalah mengikuti petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.Dan telah berlalu beberapa generasi, namun mereka sama sekali tidak berpegang dengan satu madzhab tertentu.[1]
Intinya, mewajibkan mengikuti salah satu madzhab tertentu tidaklah dibolehkan. Inilah hukum asalnya.

Namun perlu diperhatikan bahwa pendapat di atas tidak berlaku secara mutlak. Sebenarnya tetap diperbolehkan mengikuti madzhab tertentu namun hanya berlaku pada keadaan tertentu saja. Keadaan-keadaan yang dibolehkan tersebut adalah:
1. Mempelajari madzhab tertentu hanya sebagai wasilah (perantara) saja dan bukan tujuan. Jika seseorang tidak mampu belajar agama kecuali dengan mengikuti madzhab tertentu, maka dalam keadaan seperti ini dibolehkan.
2. Jika ia mengikuti madzhab tertentu untuk menghilangkan mafsadat (kerusakan) lebih besar, yang ini bisa dihilangkan bila ia mengikuti madzhab tertentu, maka ini dibolehkan. [2]

Jadi sebenarnya mengikuti madzhab tertentu harus melihat pada maslahat dan mafsadat. Jika mengikuti madzhab tertentu membuat seseorang mendapatkan maslahat besar, maka pada saat ini boleh bermadzhab.
Namun ada beberapa rambu yang harus diperhatikan ketika belajar pada madzhab tertentu.

Rambu-Rambu dalam Bermadzhab

Rambu pertama: Harus diyakini bahwa madzhab tersebut bukan dijadikan sarana kawan dan musuh sehingga bisa memecah belah persatuan kaum muslimin. Jadi tidak boleh seseorang berprinsip jika orang lain tidak mengikuti madzhab ini, maka ia musuh kami dan jika semadzhab, maka ia adalah kawan kami.

Sifat dari pengikut hawa nafsu (ahlu bid’ah) berprinsip bahwa satu person dijadikan sebagai tolak ukur teman dan lawan. Sedangkan Ahlus Sunnah berprinsip bahwa yang dijadikan standar wala’ dan baro’ (kawan dan lawan) hanya dengan mengikuti Al Quran dan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta ijma’ (konsensus) para ulama kaum muslimin.

Rambu kedua: Tidak boleh seseorang meyakini bahwa setiap muslim wajib mengikuti imam tertentu dan tidak boleh mengikuti imam lainnya. Jika ada yang meyakini demikian, dialah orang yang jahil. Namun orang awam boleh baginya mengikuti orang tertentu, akan tetapi tidak ditentukan bahwa yang diikuti mesti Muhammad, ‘Amr atau yang lainnya.

Rambu ketiga: Imam yang diikuti madzhabnya tersebut harus diyakini bahwa ia hanya diaati karena ia menyampaikan maksud dari agama dan syari’at Allah. Sedangkan yang mutlak ditaati adalah Allah dan Rasul-Nya. Maka tidak boleh seseorang mengambil pendapat imam tersebut karena itu adalah pendapat imamnya. Akan tetapi yang harus jadi prinsipnya adalah dia mengambil pendapat imam tersebut karena itu yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Rambut keempat: Menjaga diri agar tidak terjatuh pada hal-hal yang terlarang sebagaimana yang dialami para pengikut madzhab di antaranya:

Fanatik buta dan memecah persatuan kaum muslimin.
Berpaling dari Al Qur’an dan As Sunnah karena yang diagungkan adalah perkataan imam madzhab.
Membela madzhab secara overdosis bahkan sampai menggunakan hadits-hadits dhoif agar orang lain mengikuti madzhabnya.
Mendudukkan imam madzhab sebagai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. [3]

emoticon-Traveller
2 0
2
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia