TS
ibliss666
Cerita dan Inspirasi Bisnis ini Perlu di Baca agar Agan Sista Makin Kaya
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA




Jadi Bos itu Penting
Belajar untuk jadi Bos itu Perlu
Mulailah Dari Sini
Membaca Bersama Saya


Quote:
Quote:
Quote:
Spoiler for anu:
JIKA ADA PIHAK YANG TIDAK BERKENAN BISA PM SAYA YA

Diubah oleh muselimah 08-05-2022 06:38
ekspedisisby dan 26 lainnya memberi reputasi
27
47.1K
212
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
UKM
14.8KThread•3.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
ibliss666
#144
Business Foundation
Semangat malam salam bahagia sepenuh berkah.. 😊
Terima kasih sebelumnya kepada Tim Login Bisnis yang memberikan saya kesempatan berbagi dan belajar bersama disini.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Kiswantoro dari OSB Learning Centre, salah satu divisi OSB corporation.
Yang belum terhubung dengan saya, boleh klik
facebook.com/KiswantoroOSB
t.me/MasKis
Atau juga instagram.com/motivakis
Saya juga seorang Licensed Trainer of Covert Selling, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana jualan tanpa terlihat jualan.
Tapi kali ini saya tidak akan bahas Covert Selling karena guru saya sendiri nanti yang akan menyampaikannya disini. Karena kali ini saya berkesempatan berbagi materi tentang
Business Foundation
.
Mungkin itu saja perkenalannya, karena ini bukan tentang saya, tapi tentang Anda.
Mari kita mulai belajarnya dengan meluruskan niat dan sama-sama merendahkan hati supaya ilmu yang didapat bisa bermanfaat
Anda yang hadir disini saya yakin adalah para pemilik usaha, atau agen dari produk tertentu, bisa juga baru mau belajar untuk menjalani bisnis. Betul?
Dan ibarat sebuah bangunan, maka yang dibuat pertama kali adalah pondasinya
Kuat pondasinya, kuat pula bangunannya. Lemah pondasinya, lemah pula bangunannya
Itulah alasan pentingnya belajar tentang Business Foundation
Karena saya tau bahwa Anda ingin memiliki bisnis yang kuat, kokoh, dan manfaat
Bisnis itu apa sih?
"It's not your business!!"
Pernah dengar kalimat di atas?
Kalimat 'it's not your business' biasanya diucapkan seseorang ketika ada orang lain yang dianggap mencampuri urusannya.
"Trus apa hubungannya sama bisnis mas?"
He..
Sabar ya..
Coba perhatikan lagi kalimatnya..
Apa arti kalimat tersebut?
Ya..jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “it’s not your business” berarti “ini/itu bukan URUSANmu”.
Jadi, ”bisnis” itu berasal dari bahasa Inggris yang berarti “urusan”, dan kata kerjanya adalah “mengurus”.
Jadi bisnis itu bukanlah sekedar aktivitas jual beli, melainkan aktivitas mengurus.
Apa yang diurus?
- Persoalan
- Kesulitan
- Kebutuhan
- Kebingungan yang dialami orang lain.
Persoalan
Contohnya ojek online yang mengatasi persoalan orang yang ingin bepergian meskipun belum pernah ke alamat tersebut karena bisa disetting titik jemput dan alamat tujuannya.
Bahkan untuk belanja dan membeli makanan pun disediakan oleh ojek online tersebut.
Mengatasi persoalan kan?
Kesulitan
Orang tua yang memiliki anak susah menghafal menjadi teratasi kesulitannya dengan hadirnya nutrisi otak anak.
"Kalau kesulitan ekonomi gimana mas?"
Ya kerja, atau jualan. Hehe..
Lanjut ya..
Kenapa sih perlu bahas arti dari kata bisnis segala? Kenapa tidak langsung teknik saja?
Jadi begini, Anda pastinya menginginkan hasil yang baik dari bisnis Anda kan?
Hasil merupakan efek atau akibat dari action yang Anda lakukan. Dan action itu adalah hasil dari mindset atau pola pikir yang Anda miliki.
Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan hasil yang baik, maka Anda perlu melakukan action/tindakan yang baik, yang dihasilkan dari mindset baik Anda.
Mindset inilah yang menjadi pondasi. Kuat pondasinya, maka kuat bisnisnya. Rapuh pondasinya, maka rapuh juga bisnisnya.
MINDSET ==> ACTION ==> RESULT
Lanjut
Kenapa berbisnis?
Supaya bisnis yang akan atau sedang Anda jalani kuat dan maju, maka temukanlah tenaga penggeraknya. Yaitu alasan kenapa harus berbisnis. Temukanlah “BIG WHY” Anda.
Bahwa di dalam bisnis ada upaya untuk menyediakan solusi yang dibutuhkan oleh market.
Dan hasil dari bisnis itu akan
Anda bawa kemana?
- Menafkahi keluarga, terutama bagi laki-laki
- Membahagiakan orang tersayang, misalnya menghajikan orang tua, mengajak keluarga jalan-jalan
-Membuka lapangan pekerjaan
- Bersedekah
Atau kebaikan-kebaikan lainnya?
Kesimpulannya..
Bahwa mencari uang itu tidak bisa ditenagai dengan energi mencari uang, tapi dengan memberikan manfaat dan dengan cinta. Cintai bisnis Anda, maka ia pun akan mencintai Anda dengan memberikan hasil yang Anda inginkan.
Esensi nilai bisnis
Kenapa terjadi transaksi?
Karena orang mau mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membeli produk kita, lebih tepatnya nilai yang terkandung di dalamnya.
Sebagai contoh, dua orang yang memiliki persoalan kesehatan rambutnya. Yang satu berketombe, yang lainnya mengalami kerontokan rambut. Walaupun sama-sama membeli shampo dengan merk yang sama, tapi berbeda varian. Yang berketombe sudah pasti membeli shampo anti ketombe, sedangkan yang lainnya membeli shampo anti hair-fall.
Dari gambaran di atas sudah jelas bahwa yang dibeli adalah nilai/manfaat/benefit yang bisa menyelesaikan persoalan market.
Setidaknya ada 4 jenis value yang akan saya bahas disini:
1. Kebutuhan
Menyediakan produk yang dibutuhkan market merupakan esensi nilai bisnis yang paling mendasar. Itulah kenapa lebih cepat menjual dengan cara mengetahui kebutuhan market lalu menyediakan produk, daripada menyediakan produk terlebih dahulu, baru mencari marketnya.
2. Solusi
Di luar sana banyak orang yang memiliki beberapa persoalan. Jika kita mampu menyediakan produk yang bisa menjadi solusi bagi mereka, maka mereka pun dengan suka rela akan mengeluarkan uangnya untuk ditukarkan dengan solusi yang mereka butuhkan melalui produk kita.
3. Lebih baik
Jika ada 2 atau lebih produk yang sama, maka market akan mencari produk yang lebih baik. Baik dari segi harga, varian, kualitas, toko, pelayanan dan lain sebagainya.
4. Unik
Persoalan lain muncul ketika ada produk yang sama-sama dibutuhkan dan sama-sama baik. Maka tidak ada cara lain supaya market mau membeli kepada Anda kecuali membuat sebuah keunikan. Baik dari segi kemasan produk, cara penyajian, tempat dan lain sebagainya.
Jadi, sudahkah produk Anda memiliki 4 value tersebut?
Lalu, apa sih sebenarnya value itu?
Untuk lebih jelasnya, mari kita sama-sama belajar tentang rumus value
Rumus Value
Market selalu cenderung untuk membandingkan untuk memilih produk dengan value tertinggi.
Value merupakan gabungan dua unsur, yaitu benefit dan harga.
Besarnya value adalah besar benefit yang diberikan dibagi harga yang ditetapkan
Value berbanding lurus dengan benefit.
Makin besar benefitnya, maka makin besar juga value nya
Benefit sendiri bisa berbentuk fisik maupun non fisik.
Berbentuk fisik misalnya, kemasan yang lebih menarik.
Sedangkan yang non fisik misalnya, layanan antar jemput yang memudahkan seorang customer.
Kita lihat lagi rumus value di atas ya
Jika produk A memiliki benefit 9 dan harganya 3, maka value nya adalah 3.
Jika produk B memiliki benefit 15 dan harganya 3, maka value nya adalah 5.
Maka bisa dipastikan market aka memilih produk B karena dengan harga yang sama bisa memiliki value yang lebih besar.
Contoh kasus lainnya :
Produk A memiliki benefit 24 dengan harga 4, maka value nya adalah 6.
Produk B memiliki benefit 24 dengan harga 6, maka value nya adalah 4.
Maka market akan memilih produk A karena memiliki benefit yang sama, tapi dengan harga yang lebih murah.
Jika ada 2 penyedia jasa laundry kiloan.
Laundry A memberikan harga 6000/kg tanpa jasa antar jemput gratis
Laundry B juga memberikan harga 6000/kg dan memberikan jasa antar jemput gratis.
Mana yang Anda pilih?
Tentu saja kemungkinan besarnya laundry B
Ingat, bahwa benefit itu bisa berupa emosional/non fisik.
Keramahan penjual, penampilan penjual, kenyamanan tempat dan sebagainya adalah contoh bentuk benefit non fisik.
Jadi, sudah mulai paham ya apa itu sebenarnya value. Dan makin paham pula bahwa yang dicari market adalah produk dengan value tertinggi
Demikian sharing saya hari ini, semoga kita bisa sama-sama mengambil kebaikan di dalamnya
Mohon maaf atas kekurangan dalam bentuk apapun dari saya.
Terima kasih sebelumnya kepada Tim Login Bisnis yang memberikan saya kesempatan berbagi dan belajar bersama disini.
Sebelumnya perkenalkan nama saya Kiswantoro dari OSB Learning Centre, salah satu divisi OSB corporation.
Yang belum terhubung dengan saya, boleh klik
facebook.com/KiswantoroOSB
t.me/MasKis
Atau juga instagram.com/motivakis
Saya juga seorang Licensed Trainer of Covert Selling, yaitu ilmu yang mempelajari bagaimana jualan tanpa terlihat jualan.
Tapi kali ini saya tidak akan bahas Covert Selling karena guru saya sendiri nanti yang akan menyampaikannya disini. Karena kali ini saya berkesempatan berbagi materi tentang
Business Foundation
.
Mungkin itu saja perkenalannya, karena ini bukan tentang saya, tapi tentang Anda.
Mari kita mulai belajarnya dengan meluruskan niat dan sama-sama merendahkan hati supaya ilmu yang didapat bisa bermanfaat
Anda yang hadir disini saya yakin adalah para pemilik usaha, atau agen dari produk tertentu, bisa juga baru mau belajar untuk menjalani bisnis. Betul?
Dan ibarat sebuah bangunan, maka yang dibuat pertama kali adalah pondasinya
Kuat pondasinya, kuat pula bangunannya. Lemah pondasinya, lemah pula bangunannya
Itulah alasan pentingnya belajar tentang Business Foundation
Karena saya tau bahwa Anda ingin memiliki bisnis yang kuat, kokoh, dan manfaat
Bisnis itu apa sih?
"It's not your business!!"
Pernah dengar kalimat di atas?
Kalimat 'it's not your business' biasanya diucapkan seseorang ketika ada orang lain yang dianggap mencampuri urusannya.
"Trus apa hubungannya sama bisnis mas?"
He..
Sabar ya..
Coba perhatikan lagi kalimatnya..
Apa arti kalimat tersebut?
Ya..jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, “it’s not your business” berarti “ini/itu bukan URUSANmu”.
Jadi, ”bisnis” itu berasal dari bahasa Inggris yang berarti “urusan”, dan kata kerjanya adalah “mengurus”.
Jadi bisnis itu bukanlah sekedar aktivitas jual beli, melainkan aktivitas mengurus.
Apa yang diurus?
- Persoalan
- Kesulitan
- Kebutuhan
- Kebingungan yang dialami orang lain.
Persoalan
Contohnya ojek online yang mengatasi persoalan orang yang ingin bepergian meskipun belum pernah ke alamat tersebut karena bisa disetting titik jemput dan alamat tujuannya.
Bahkan untuk belanja dan membeli makanan pun disediakan oleh ojek online tersebut.
Mengatasi persoalan kan?
Kesulitan
Orang tua yang memiliki anak susah menghafal menjadi teratasi kesulitannya dengan hadirnya nutrisi otak anak.
"Kalau kesulitan ekonomi gimana mas?"
Ya kerja, atau jualan. Hehe..
Lanjut ya..
Kenapa sih perlu bahas arti dari kata bisnis segala? Kenapa tidak langsung teknik saja?
Jadi begini, Anda pastinya menginginkan hasil yang baik dari bisnis Anda kan?
Hasil merupakan efek atau akibat dari action yang Anda lakukan. Dan action itu adalah hasil dari mindset atau pola pikir yang Anda miliki.
Jadi kesimpulannya, jika Anda menginginkan hasil yang baik, maka Anda perlu melakukan action/tindakan yang baik, yang dihasilkan dari mindset baik Anda.
Mindset inilah yang menjadi pondasi. Kuat pondasinya, maka kuat bisnisnya. Rapuh pondasinya, maka rapuh juga bisnisnya.
MINDSET ==> ACTION ==> RESULT
Lanjut
Kenapa berbisnis?
Supaya bisnis yang akan atau sedang Anda jalani kuat dan maju, maka temukanlah tenaga penggeraknya. Yaitu alasan kenapa harus berbisnis. Temukanlah “BIG WHY” Anda.
Bahwa di dalam bisnis ada upaya untuk menyediakan solusi yang dibutuhkan oleh market.
Dan hasil dari bisnis itu akan
Anda bawa kemana?
- Menafkahi keluarga, terutama bagi laki-laki
- Membahagiakan orang tersayang, misalnya menghajikan orang tua, mengajak keluarga jalan-jalan
-Membuka lapangan pekerjaan
- Bersedekah
Atau kebaikan-kebaikan lainnya?
Kesimpulannya..
Bahwa mencari uang itu tidak bisa ditenagai dengan energi mencari uang, tapi dengan memberikan manfaat dan dengan cinta. Cintai bisnis Anda, maka ia pun akan mencintai Anda dengan memberikan hasil yang Anda inginkan.
Esensi nilai bisnis
Kenapa terjadi transaksi?
Karena orang mau mengeluarkan sejumlah uangnya untuk membeli produk kita, lebih tepatnya nilai yang terkandung di dalamnya.
Sebagai contoh, dua orang yang memiliki persoalan kesehatan rambutnya. Yang satu berketombe, yang lainnya mengalami kerontokan rambut. Walaupun sama-sama membeli shampo dengan merk yang sama, tapi berbeda varian. Yang berketombe sudah pasti membeli shampo anti ketombe, sedangkan yang lainnya membeli shampo anti hair-fall.
Dari gambaran di atas sudah jelas bahwa yang dibeli adalah nilai/manfaat/benefit yang bisa menyelesaikan persoalan market.
Setidaknya ada 4 jenis value yang akan saya bahas disini:
1. Kebutuhan
Menyediakan produk yang dibutuhkan market merupakan esensi nilai bisnis yang paling mendasar. Itulah kenapa lebih cepat menjual dengan cara mengetahui kebutuhan market lalu menyediakan produk, daripada menyediakan produk terlebih dahulu, baru mencari marketnya.
2. Solusi
Di luar sana banyak orang yang memiliki beberapa persoalan. Jika kita mampu menyediakan produk yang bisa menjadi solusi bagi mereka, maka mereka pun dengan suka rela akan mengeluarkan uangnya untuk ditukarkan dengan solusi yang mereka butuhkan melalui produk kita.
3. Lebih baik
Jika ada 2 atau lebih produk yang sama, maka market akan mencari produk yang lebih baik. Baik dari segi harga, varian, kualitas, toko, pelayanan dan lain sebagainya.
4. Unik
Persoalan lain muncul ketika ada produk yang sama-sama dibutuhkan dan sama-sama baik. Maka tidak ada cara lain supaya market mau membeli kepada Anda kecuali membuat sebuah keunikan. Baik dari segi kemasan produk, cara penyajian, tempat dan lain sebagainya.
Jadi, sudahkah produk Anda memiliki 4 value tersebut?
Lalu, apa sih sebenarnya value itu?
Untuk lebih jelasnya, mari kita sama-sama belajar tentang rumus value
Rumus Value
Market selalu cenderung untuk membandingkan untuk memilih produk dengan value tertinggi.
Value merupakan gabungan dua unsur, yaitu benefit dan harga.
Besarnya value adalah besar benefit yang diberikan dibagi harga yang ditetapkan
Value berbanding lurus dengan benefit.
Makin besar benefitnya, maka makin besar juga value nya
Benefit sendiri bisa berbentuk fisik maupun non fisik.
Berbentuk fisik misalnya, kemasan yang lebih menarik.
Sedangkan yang non fisik misalnya, layanan antar jemput yang memudahkan seorang customer.
Kita lihat lagi rumus value di atas ya
Jika produk A memiliki benefit 9 dan harganya 3, maka value nya adalah 3.
Jika produk B memiliki benefit 15 dan harganya 3, maka value nya adalah 5.
Maka bisa dipastikan market aka memilih produk B karena dengan harga yang sama bisa memiliki value yang lebih besar.
Contoh kasus lainnya :
Produk A memiliki benefit 24 dengan harga 4, maka value nya adalah 6.
Produk B memiliki benefit 24 dengan harga 6, maka value nya adalah 4.
Maka market akan memilih produk A karena memiliki benefit yang sama, tapi dengan harga yang lebih murah.
Jika ada 2 penyedia jasa laundry kiloan.
Laundry A memberikan harga 6000/kg tanpa jasa antar jemput gratis
Laundry B juga memberikan harga 6000/kg dan memberikan jasa antar jemput gratis.
Mana yang Anda pilih?
Tentu saja kemungkinan besarnya laundry B
Ingat, bahwa benefit itu bisa berupa emosional/non fisik.
Keramahan penjual, penampilan penjual, kenyamanan tempat dan sebagainya adalah contoh bentuk benefit non fisik.
Jadi, sudah mulai paham ya apa itu sebenarnya value. Dan makin paham pula bahwa yang dicari market adalah produk dengan value tertinggi
Demikian sharing saya hari ini, semoga kita bisa sama-sama mengambil kebaikan di dalamnya
Mohon maaf atas kekurangan dalam bentuk apapun dari saya.
0


