Kaskus

Story

omatsuri.hanaAvatar border
TS
omatsuri.hana
Sayap-sayap Yang Terbelenggu
Sayap-sayap Yang Terbelenggu


Based on True story


Aku menuju pintu gerbang sekolah diam-diam undur dari keramaian teman-temanku yang bersorak riang di pertandingan antar kelas. Keramaian selalu membuatku penat dan pandangan berbayang. Angin sore itu lembut sekali menepuk nepuk pipi dan tubuhku halus. Ah rasanya ingin tidur saja.

"Kok sudah mau pulang neng? Kan belum selesai pertandingan nya.." tanya pak Endu, satpam penjaga gerbang di sekolahku.

"iya pak, mau pulang ah bosen.."jawabku sambil dadah kepada beliau dan di balas senyum dari pak Endu.

Aku nyelonong keluar gerbang, jalanan di luar sekolah tergolong sepi karena saat itu baru pukul dua sore. Pekerja maupun pelajar belum turun ke jalan untuk arah pulang. Aku memilih jalan kaki sampai ke rumah karena cuaca sedang mendukung. Jarak sekolah ke rumah ku berjarak kurang lebih satu kilometer. Kanan kiri sepanjang arah pulang di dominasi oleh sekolahan-sekolahan lain dan beberapa pertokoan kecil. Aku berjalan santai sambil bersenandung lagu muse yang berjudul sing for absolution..

tip toe to your room, a starlight in the gloom, i only dream of you.. my beautiful..


Kata temanku , aku berisik.. karena suka bersenandung lagu yang sama berulang-ulang sepanjang hari di kelas.. ya ketika aku menyukai suatu lagu, maka hanya lagu itu saja yang ku senandungkan hingga bosan.

Jadwal sekolah seharusnya pulang pukul empat sore, aku sampai di rumah pukul 14.35. Di rumah, seperti biasa tidak ada siapa-siapa.. aku taruh milkshake blend yang ku beli di perjalanan pulang tadi dengan sedikit meneguknya. Ku taruh di meja sebelah tempat tidur. Ku lepaskan rok abu-abu dan kemeja putih, ku lempar tas kecilku ke ujung ranjang dan aku membantingkan diri mencoba rileks.
Sambil rebahan aku menyalakan radio mencari saluran Gen FM. Sambil mencoba tidur.
Baru saja ingin terlelap, handphone ku berdering ada panggilan masuk..
Diana, temen sekelasku menelpon..

"Nyuk dimana lo..? Udah ngilang aja.." suara nya berisik di ujung telp.

"Udah di rumah gue, ngantuk tadi.." jawabku malas..

"Yaudah gua nyusul ya ke rumah lo.." jawabnya cepat dan telpon di matikan begitu saja tanpa berharap ada jawaban dariku.

"Hemm alamat gagal nih tidur nya si kunyuk malah kesini.." aku bergumam sendirian.

Aku lanjut menyalakan playlist mp3-ku sambil menunggu kedatangan diana. Tak lama kemudian suara cempreng Diana memanggil-manggil namaku di depan gerbang sambil menekan bel berkali-kali.

"Hana.. assalamualaikum.."

"Hana..."

"Hana..buru gue udah di luar.."

Aku buru-buru pakai baju mainku dan membukakan gerbang buat si bawel. Ternyata diana tidak sendiri, dia datang bersama wanda teman sekelasku juga dan rina anak ips yang kelasnya berhadapan dengan kelasku.

" silahkan masuk bawel.." kataku mempersilahkan..

Diana dan lain nya langsung nyelonong ke kamarku dan meminum milkshake yg tadi ku beli.. ya begitulah kami. Saling songong satu sama lain hehe.

"Hana.. di cariin pak Rinto lu tadi.. " ujar wanda. Pak Rinto guru BP di sekolahku.

"Mau ngapain ?" Jawabku.

"Di suruh ke ruang kepala sekolah kata nya.. nih kita di suruh nyariin lu, eh lo nya udah bakil.."

"Hah ruang kepala sekolah.. mau ngapain sih..." tanyaku

"Masalah yang kemaren kali bego.. lagian lu sih punya mulut gak ada rem-nya.. mampus kan lu jadi panjang masalahnya.." jawab si diana sambil kunyah donat yang dia bawa.

"Heuh.. gitu doang.." yaudahlah bodo amat. Padahal dalam hati deg-degan juga..😁.

"Besok lu temuin dah tuh pak Rinto.. nanti di kira nya kita gak nyampein lagi.." ujar si diana bawel.

" Iya... " jawabku sambil rebahan dan mencoba memejamkan mata..

Teman-temanku sedang asik ngeberantakin kamar dengan mengacak-ngacak (membaca :P) koleksi majalahku yang ku tumpuk di atas meja belajar.

Sambil memejamkan mata, pikiranku menerawang apa yang akan terjadi besok..

>>>>>

--------
Footnote :
Bakil : pulang.


Indeks cerita :

FLASHBACK : Guru Cabul
Diubah oleh omatsuri.hana 03-04-2019 19:37
2
1.3K
10
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
omatsuri.hanaAvatar border
TS
omatsuri.hana
#8
mulustrasi
kaskus-image

FLASHBACK : Guru Cabul



Menjelang magrib, kira-kira pukul 17.30 teman-temanku pulang. Rumah mereka tidak begitu jauh dari rumahku. Hanya beda komplek saja, masih satu kelurahan. Aku siap-siap mandi untuk sembahyang magrib. Sambil menumpahkan air dari gayung ke tubuhku, pikiranku melayang pada kejadian dua hari lalu.
Pikiranku bergumul sendiri; Apa iya guru itu tidak mungkin salah, apa iya menentang pengajaran guru yang tidak masuk akal nalarku adalah sebuah tindakan berdosa, apa iya memprotes guru yang mencontohkan hal yang tidak baik adalah perbuatan kurang ajar. Kalau benar seperti itu guru berarti layaknya seorang dewa.. aku menghela nafas dengan celotehan di kepalaku sendiri,celotehan yang hanya di dengar olehku.
Ingatan-ingatan buruk perlakuan pak Arpan kepada para siswi tak bisa membuatku acuh. Para siswa memilih bungkam karena takut jadi masalah panjang bila mereka ikut campur, apalagi pak Arpan jago mengejek atau bahasa keren nya mem-bully. Pak Arpan figur guru terburuk selama 11 tahun aku bersekolah. Bagaimana tidak, dia tidak segan-segan meraba bokong para siswi dengan alasan "pakai rok itu yang benar" atau mendekatkan daerah selangkangan nya di wajah siswi yang sedang duduk-duduk di area rest area pojok sekolah,dengan alasan kalau duduk itu yang benar (wtf,duduk seperti apa yang dia maksud). Tidak ada yang memprotes, para siswi lain hanya menahan kesal, dan yang berjiwa bitchkegirangan karena hanya dengan menggesekan tubuhnya dia bisa mendapatkan nilai lebih dari seorang guru.
Seragam abu-abuku dulu memang berbeda jauh dengan peraturan seragam abu-abu sekarang yang di wajibkan memakai rok panjang. Dulu rok ku masih di perbolehkan di atas lutut (bila tidak ketahuan saat upacara).
Saat itu dalam hatiku,aku bersumpah kalau saja pak Arpan sampai berani menyentuh badanku walau sekilas, akan ku beri pelajaran agar dia menyesal seumur hidupnya. Mungkin aura pagar diri di kepalaku terlihat hingga ke permukaan. Hingga aku kelas dua pak Arpan tidak pernah berani menyentuh tubuhku seperti yang di lakukan nya ke beberapa siswi lain. Karena selain aku galak dan vokal, wilayah nongkrongku di sekolah jauh dari jangkauan pak Arpan, aku biasa menghabiskan waktu istirahatku di perpustakaan atau di mushola. Bukan karena aku anak yg sholihah dan pintar. Tapi karena aku selalu mual bila berada di keramaian, pandanganku menjadi berbayang.

Tapi sepertinya dua hari yang lalu kepalaku sedang ingin melakukan pemberontakan. Tepat dua hari yang lalu aku masuk ke ruang kantor para guru. Aku berpura-pura numpang menonton tv yang tersedia di ruang itu. Aku bisa leluasa masuk ruang guru karena aku suka membantu wali kelasku menyelesaikan tugasnya untuk mengisi nilai atau mengkoreksi kertas ulangan. Di dalam ruangan guru tersebut, aku diam-diam save semua nomor guru di sekolah yang terpajang besar-besar di papan organisasi sekolah. Sudah ku rencanakan akan ku SMS semua guru di sekolah soal kelakuan pak Arpan yang membuat para siswi resah.

Pulang sekolah, hari kamis, sambil rebahan di bale samping rumah, aku mengetik sebuah pesan.

salah satu guru sering melakukan tindakan asusila kepada para siswi, mohon segera di tangani

📨Aku kirim ke semua nomor guru dan tak lupa nomor kepala sekolah. Ku tekan tombol sent. 📨

Setelah beberapa menandakan pesan terkirim, dengan bodohnya aku baru tersadar kalau aku mengirim pesan tersebut tanpa ganti nomor baru terlebih dahalu..
Aku menyeringai panik.

Faktanya :
sebesar apapun keberanian manusia, pasti ada rasa takut menyelinap di dalamnya. Pilihan nya di redam atau di pelihara hingga besar.

Aku memilih untuk meredamnya, karena ku berkeyakinan melakukan hal ini untuk kepentingan orang banyak.

/// selesai mandi, aku rapih-rapih lalu duduk bersiap menunggu adzan magribh. Orang tua ku belum pulang beraktivitas. Aku baru teringat, untung hari ini sabtu.. jadi besok ada waktu liburan untuk merilekskan kepala agar siap menerima interogasi dari guru BP.
Diubah oleh omatsuri.hana 03-04-2019 19:40
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.