- Beranda
- Stories from the Heart
Warna Luka
...
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:
Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...
Spoiler for Prolog:
Index Part:
Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
andmse
#74
Part 21
Sudah hampir 3 bulan aku pacaran dengan Diva... tapi sudah hampir seminggu ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari Diva.
Belakangan ini Diva lebih suka marah-marah... gak mood, jutek.
Aku yang masih gak tau harus ngapain, cuma bisa bersabar...dan coba nenangin Diva.
Malamnya ketika aku sedang berada dirumahnya Diva, yang biasanya ngobrol... ketawa-ketawa becanda.. cerita-cerita...sekarang malah hening.
Entah ada apa aku gak tau, aku salah apa, aku juga gak tau.
Tiba-tiba Diva membuka obrolan.
"Kamu sayang gak sih sebenernya sama aku?" Kata Diva.
Aku yang kaget mendengar ucapan Diva langsung menengok kearahnya.
"Maskudnya? Ya jelas gue sayang sama lo..." Kataku.
"Tuh...kalau sayang kenapa gak kayak orang pacaran lainnya..."
"Pake aku/kamu...trus panggilan sayang gitu" Kata Diva.
Sumpah aku gak tau kenapa Diva ngomong kayak gitu...biasanya Diva gak pernah mempermasalahkan itu, karena ia tau sifatku.
"Ya kan...ini lagi nyoba buat ngomong pake aku/kamu..." Kataku.
"Apa susahnya sih... kamu kan biasanya juga ngomong pake aku/kamu ke Bunda" Kata Diva.
"Ya kan beda div... masa ngomong sama Bunda pake lo/gue" Kataku.
"Beda apanyaa?" Kata Diva.
Aku gak bisa jawab apa-apa lagi...aku yang tak bisa apa-apa dengan situasi seperti ini...apalagi ini urusan hati yang sedang bermasalah...
"Kita udahan aja kali ya..." Kata Diva.
Aku langsung kaget mendengar ucapan Diva langsung panik, dan mendadak lemas.
"Kenapa? Kok ngomong gitu?"
"Lagi kenapa sih belakangan ini?" Kataku.
"Gak tau ah males..." Kata Diva.
"Aku gak mau..." Kataku.
"Kenapa? Tumben pake aku/kamu" Kata Diva.
"Yaampun div... serba salah gue... lo tuh ya kalo lagi marah bikin gue bingung" Kataku dalam hati.
"Udah ah... aku mau tidur... kamu pulang aja" Kata Diva.
"Ini kan masih jam 9... tumben banget mau tidur?" Kataku sambil melihat jam tangan.
"Mending kamu pulang sekarang... aku lagi males!" Kata Diva.
Aku yang tak mau kehilangan dia, takut dia tambah kesal... jadi aku turuti saja kemauannya...
"Yaudah iya pulang..."
"Assalamualaikum" Kataku.
"Wa'alaikumsalam" Kata Diva dan langsung masuk kekamarnya.
Lalu aku keluar, untuk pulang kerumah.
"Loh na Warna tumben sudah mau pulang" Kata Bi Asri.
"Iyaa bi.. Diva lagi marah sama saya hampir seminggu ini..." Kataku dengan nada yang lemas.
"Loh kenapa? Ada masalah apa? Kata Bi Asri.
"Gak tau bi saya juga..." Kataku.
"Yaudah nanti coba Bibi tanya ke Diva" Kata Bi Asri.
"Yaudah bi saya pamit pulang dulu yaa... Assalamualaikum" Kataku.
"Iya Wa'alaikumsalam... hati-hati yaa" Kata Bi Asri.
Lalu aku menyalakan motor dan langsung menancap gas untuk pulang.
Diperjalanan pulang aku yang memikirkan kenapa Diva bisa berkata seperti itu... ah jadi sad boys lagi deh.
Besok paginya aku berangkat sekolah terlambat, karena kesiangan... semalam gak bisa tidur...biasa galau hehe... trus juga tumben Bunda gak bangunin...orang rumah pagi-pagi udah pada pergi entah kemana.
Alhasil saat aku baru sampai sekolah, aku dihukum, disuruh muterin lapangan...ini pertama kalinya aku terlihat buruk disekolah...
"Kenapa lo ngos-ngosan gitu?" Kata Alfy.
"Telat gue... trus disuruh muterin lapangan" Kataku yang langsung duduk karena capek.
"Mau minum?" Kata Gadisya sambil memberikan botol air.
"Wah makasih dis..." Kataku.
"Belum ada guru tadi?" Kataku.
"Belum na.." Kata Gadisya.
"Ko lo bisa sih terlambat..." Kata Gadisya.
"Gak tau dis...ngantuk banget gue nih... nanti bangunin ya kalau ada guru..." Kataku.
"Ohh...oke oke" Kata Gadiysa.
Sampai bel istirahat bunyi, aku gak konsentrasi buat belajar... kayaknya hari ini males banget mau ngapa-ngapain.... pengen tidur aja rasanya.
"Kantin yuk cuk..." Kataku kepada Alfy dan Rakha.
"Lo duluan na.. bentar gue lagi belajar..." Kata Alfy.
"Alah...bullshit lo.. tumben-tumbenan belajar..." Kataku.
"Lah emang kenapa?" Kata Alfy.
"Au ah...gue mau kekantin" Kataku.
Lalu aku menuju kantin.
"Hmm biasanya ada Diva yang nemenin gue dikantin" Gumamku dalam hati.
Lalu saat aku sedang makan, kulihat Diva dan teman-temannya lewat. Ini seperti pertama kali aku melihatnya waktu SMP dulu... tapi bedanya sekarang seperti orang yang sudah kenal dekat tiba-tiba jadi asing.
"Div...kenapa sih" Kataku pelan sambil mengaduk-ngaduk makanan.
Setelah selesai makan aku langsung kembali kekelas.
"Dih apaan sih lo...ko lo duduk sama Gadisya" Kataku kepada Rakha yang tiba-tiba sudah duduk ditempatku.
"Lah emang kenapa sih? Cemburu lo?" Kata Rakha.
"Apaan sih...kok cemburu?" Kataku.
"Lo suka sama Gadisya?" Kata Rakha.
"Enggak... kan gue udah punya Diva... emangnya lo" Kataku.
"Maksudnya apa nih?" Kata Rakha.
"Ya lo apaan?" Kataku dengan nada yang mulai meninggi.
"Udah weh...apaan sih ko malah ribut dikelas..." Kata Arya yang datang menepuk pundakku.
"Lo juga kan ketua kelas na... jangan sampe bikin masalah... nanti kelas kita jelek namanya" Kata Arya.
Lalu aku duduk ditempat disebelah Alfy. Alfy yang dari tadi sibuk baca buku, tumben banget anak kayak dia tiba-tiba rajin bajar.
"Oii.. tumben amat si lo belajar" Kataku sambil menyenggol lengannya.
"Apa sih lo ganggu aja" Kata Alfy.
"Ah t*i" Kataku.
Sampai pulang sekolah pun entah kenapa aku lemas sekali.
"Busett ini paku panjang banget dah...pantes bocor" Kataku yang memeriksa ban motorku yang bocor.
"Ah mager banget gue dorong motor ke tambal ban...mana jauh" Kataku.
"Ban kamu bocor itu jangan dinaikin" Kata Pak Satpam.
"Iya pak... males saya nuntunnya..." Kataku.
Lalu aku sampai ditempat tambal bannya, panas-panas...dorong motor pula. Dan ternyata harus ganti ban... ahh apes sekali hari ini.
Setelah selesai, aku langsung pulang kerumah. Dan dirumah tak ada siapa-siapa.
"Ini pada kemana sih"
"Gak ada makanan pula" Kataku.
Lalu aku masuk kekamar untuk bermain game, bete aja gitu sampai pas main game ngomong-ngomong kasar... hehe jangan ditiru ya.
Lalu aku putuskan untuk tidur karena lemas belum makan.
Aku bangun, dan melihat jam..
"Buset kayak mati suri gue" Kataku.
Lalu aku mandi dan sholat maghrib.
Melihat Bunda masak, aku langsung menghampirinya.
"Bun..dari mana aja sih..." Kataku.
"Tadi Bunda sama Babeh pergi ke acara temen Bunda... Bunda bantu-bantu masak..." Kata Bunda.
"Trus ini bunda masak apa?" Kataku.
"Telor ceplok" Kata Bunda.
"Hah? Tumben banget bun..." Kata Ku.
"Udah dimakan aja... bersyukur... Bunda belum kepasar" Kata Bunda.
Aku langsung makan...
Dan setelah makan, aku langsung masuk kekamar dan mengunci pintu.
Ketika sedang asik-asik main game tiba-tiba mati lampu.
"Ah t*ai... ini dikit lagi woy ah please deh kenapa sih hari ini" Kataku sambil memukul meja.
Lalu aku keluar kamar...
"Bun...." Kataku.
"Anjiirr kaki siapa nih dingin banget mana basah lagi..." Kataku ketika kaget menginjak kaki, entah kaki siapa.
"Rin... lo kalo abis mandi andukan ngapa" Kataku.
Tapi tak ada balasan apapun..
Lalu aku duduk dilantai... gak tau lagi mau ngapain... kesel aku tuh sama hari ini hehe.
Tak lama lampu menyala, dan aku melihat kearah lampu.
"Selamat Ulang Tahun...." Kata Orang-orang yang ada dirumah.
"Tiup lilinnya...tiup lilinnya" Kata mereka sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Lalu aku meniup lilin dikue yang dipengang Diva.
"Selamat ulang tahun sayang" Kata Diva.
"Loh udah gak marah?" Kataku.
"Hehe maaf yaa" Kata Diva.
"Selamat ulang tahun sob... sorry tadi kita ngeselin" Kata Alfy.
"Yoii haha sorry ya tadi" Kata Rakha.
"Ahh kampret emang lo.. lagian gue heran kenapa lo tiba-tiba rajin belajar" Kataku.
"Selamat ulang tahun ya na..." Kata Gadisya.
"Eh dis... kok lu kesini sih?... btw makasih ya" Kataku.
"Tadi diajak sama mereka" Kata Gadisya sambil menunjuk Alfy dan Rakha.
Lalu aku menghampiri Bunda dan Babeh.
"Selamat ulang tahun ya de... semoga panjang umur.. sehat selalu... dimudahkan rezekinya..." Kata Bunda.
"Jadi anak yang sholeh...yang nurut sama orang tua" Kata Babeh.
"Iyaa bun...beh...makasih yaa" Kataku.
"Yoo brother... selamat ulang tahun..." Kata Sherin sambil memelukku.
"Ahh lo...meluk-meluk pasti ada maunya" Kataku.
"Hehe traktir dong..." Kata Sherin.
Lalu kami pun ngobrol-ngobrol sambil makan kue... dan hidangan lainya.
Dan karena sudah hampir larut malam, teman-temanku memutuskan untuk pulang kerumahnya, dan aku mengantar Diva pulang.
"Pake helm dulu..." Kataku sambil memasangkan Diva helm.
Diperjalanan... Diva memelukku sangat erat dan menyandarkan kepalanya dipunggungku.
Tak lama kami sampai dirumah Diva.
Lalu kami duduk diteras rumah Diva.
"Maaf ya seminggu ini aku ngeselin hehe" Kata Diva sambil menyandarkan kepalanya dipundakku.
"Kan aku gak tau... kenapa tiba-tiba seminggu ini kamu marah-marah mulu... aku juga gak nyadar kalau hari ini aku ulang tahun..." Kataku.
"Ciyeee udah bisa ngomong aku/kamu" Kata Diva.
"Ya kan biar gak ketauan kalau lagi ngerjain kamu hehe" Kata Diva.
"Aku sayang kamu Div...aku gak mau kalau nanti hal ini terjadi lagi... bukan karena aku ulang tahun atau apa" Kataku sambil mengelus rambutnya.
"Iyaa aku juga gak mau" Kata Diva.
Setelah mengobrol lumayan lama, aku putuskan untuk pulang kerumah.
Gila ngerjain orang seminggu sebelum hari ulang tahun itu bikin bingung dan gak nyadar... btw makasih div... Aku gak akan lupa ini.
Sudah hampir 3 bulan aku pacaran dengan Diva... tapi sudah hampir seminggu ini aku merasakan sesuatu yang berbeda dari Diva.
Belakangan ini Diva lebih suka marah-marah... gak mood, jutek.
Aku yang masih gak tau harus ngapain, cuma bisa bersabar...dan coba nenangin Diva.
Malamnya ketika aku sedang berada dirumahnya Diva, yang biasanya ngobrol... ketawa-ketawa becanda.. cerita-cerita...sekarang malah hening.
Entah ada apa aku gak tau, aku salah apa, aku juga gak tau.
Tiba-tiba Diva membuka obrolan.
"Kamu sayang gak sih sebenernya sama aku?" Kata Diva.
Aku yang kaget mendengar ucapan Diva langsung menengok kearahnya.
"Maskudnya? Ya jelas gue sayang sama lo..." Kataku.
"Tuh...kalau sayang kenapa gak kayak orang pacaran lainnya..."
"Pake aku/kamu...trus panggilan sayang gitu" Kata Diva.
Sumpah aku gak tau kenapa Diva ngomong kayak gitu...biasanya Diva gak pernah mempermasalahkan itu, karena ia tau sifatku.
"Ya kan...ini lagi nyoba buat ngomong pake aku/kamu..." Kataku.
"Apa susahnya sih... kamu kan biasanya juga ngomong pake aku/kamu ke Bunda" Kata Diva.
"Ya kan beda div... masa ngomong sama Bunda pake lo/gue" Kataku.
"Beda apanyaa?" Kata Diva.
Aku gak bisa jawab apa-apa lagi...aku yang tak bisa apa-apa dengan situasi seperti ini...apalagi ini urusan hati yang sedang bermasalah...
"Kita udahan aja kali ya..." Kata Diva.
Aku langsung kaget mendengar ucapan Diva langsung panik, dan mendadak lemas.
"Kenapa? Kok ngomong gitu?"
"Lagi kenapa sih belakangan ini?" Kataku.
"Gak tau ah males..." Kata Diva.
"Aku gak mau..." Kataku.
"Kenapa? Tumben pake aku/kamu" Kata Diva.
"Yaampun div... serba salah gue... lo tuh ya kalo lagi marah bikin gue bingung" Kataku dalam hati.
"Udah ah... aku mau tidur... kamu pulang aja" Kata Diva.
"Ini kan masih jam 9... tumben banget mau tidur?" Kataku sambil melihat jam tangan.
"Mending kamu pulang sekarang... aku lagi males!" Kata Diva.
Aku yang tak mau kehilangan dia, takut dia tambah kesal... jadi aku turuti saja kemauannya...
"Yaudah iya pulang..."
"Assalamualaikum" Kataku.
"Wa'alaikumsalam" Kata Diva dan langsung masuk kekamarnya.
Lalu aku keluar, untuk pulang kerumah.
"Loh na Warna tumben sudah mau pulang" Kata Bi Asri.
"Iyaa bi.. Diva lagi marah sama saya hampir seminggu ini..." Kataku dengan nada yang lemas.
"Loh kenapa? Ada masalah apa? Kata Bi Asri.
"Gak tau bi saya juga..." Kataku.
"Yaudah nanti coba Bibi tanya ke Diva" Kata Bi Asri.
"Yaudah bi saya pamit pulang dulu yaa... Assalamualaikum" Kataku.
"Iya Wa'alaikumsalam... hati-hati yaa" Kata Bi Asri.
Lalu aku menyalakan motor dan langsung menancap gas untuk pulang.
Diperjalanan pulang aku yang memikirkan kenapa Diva bisa berkata seperti itu... ah jadi sad boys lagi deh.
Besok paginya aku berangkat sekolah terlambat, karena kesiangan... semalam gak bisa tidur...biasa galau hehe... trus juga tumben Bunda gak bangunin...orang rumah pagi-pagi udah pada pergi entah kemana.
Alhasil saat aku baru sampai sekolah, aku dihukum, disuruh muterin lapangan...ini pertama kalinya aku terlihat buruk disekolah...
"Kenapa lo ngos-ngosan gitu?" Kata Alfy.
"Telat gue... trus disuruh muterin lapangan" Kataku yang langsung duduk karena capek.
"Mau minum?" Kata Gadisya sambil memberikan botol air.
"Wah makasih dis..." Kataku.
"Belum ada guru tadi?" Kataku.
"Belum na.." Kata Gadisya.
"Ko lo bisa sih terlambat..." Kata Gadisya.
"Gak tau dis...ngantuk banget gue nih... nanti bangunin ya kalau ada guru..." Kataku.
"Ohh...oke oke" Kata Gadiysa.
Sampai bel istirahat bunyi, aku gak konsentrasi buat belajar... kayaknya hari ini males banget mau ngapa-ngapain.... pengen tidur aja rasanya.
"Kantin yuk cuk..." Kataku kepada Alfy dan Rakha.
"Lo duluan na.. bentar gue lagi belajar..." Kata Alfy.
"Alah...bullshit lo.. tumben-tumbenan belajar..." Kataku.
"Lah emang kenapa?" Kata Alfy.
"Au ah...gue mau kekantin" Kataku.
Lalu aku menuju kantin.
"Hmm biasanya ada Diva yang nemenin gue dikantin" Gumamku dalam hati.
Lalu saat aku sedang makan, kulihat Diva dan teman-temannya lewat. Ini seperti pertama kali aku melihatnya waktu SMP dulu... tapi bedanya sekarang seperti orang yang sudah kenal dekat tiba-tiba jadi asing.
"Div...kenapa sih" Kataku pelan sambil mengaduk-ngaduk makanan.
Setelah selesai makan aku langsung kembali kekelas.
"Dih apaan sih lo...ko lo duduk sama Gadisya" Kataku kepada Rakha yang tiba-tiba sudah duduk ditempatku.
"Lah emang kenapa sih? Cemburu lo?" Kata Rakha.
"Apaan sih...kok cemburu?" Kataku.
"Lo suka sama Gadisya?" Kata Rakha.
"Enggak... kan gue udah punya Diva... emangnya lo" Kataku.
"Maksudnya apa nih?" Kata Rakha.
"Ya lo apaan?" Kataku dengan nada yang mulai meninggi.
"Udah weh...apaan sih ko malah ribut dikelas..." Kata Arya yang datang menepuk pundakku.
"Lo juga kan ketua kelas na... jangan sampe bikin masalah... nanti kelas kita jelek namanya" Kata Arya.
Lalu aku duduk ditempat disebelah Alfy. Alfy yang dari tadi sibuk baca buku, tumben banget anak kayak dia tiba-tiba rajin bajar.
"Oii.. tumben amat si lo belajar" Kataku sambil menyenggol lengannya.
"Apa sih lo ganggu aja" Kata Alfy.
"Ah t*i" Kataku.
Sampai pulang sekolah pun entah kenapa aku lemas sekali.
"Busett ini paku panjang banget dah...pantes bocor" Kataku yang memeriksa ban motorku yang bocor.
"Ah mager banget gue dorong motor ke tambal ban...mana jauh" Kataku.
"Ban kamu bocor itu jangan dinaikin" Kata Pak Satpam.
"Iya pak... males saya nuntunnya..." Kataku.
Lalu aku sampai ditempat tambal bannya, panas-panas...dorong motor pula. Dan ternyata harus ganti ban... ahh apes sekali hari ini.
Setelah selesai, aku langsung pulang kerumah. Dan dirumah tak ada siapa-siapa.
"Ini pada kemana sih"
"Gak ada makanan pula" Kataku.
Lalu aku masuk kekamar untuk bermain game, bete aja gitu sampai pas main game ngomong-ngomong kasar... hehe jangan ditiru ya.
Lalu aku putuskan untuk tidur karena lemas belum makan.
Aku bangun, dan melihat jam..
"Buset kayak mati suri gue" Kataku.
Lalu aku mandi dan sholat maghrib.
Melihat Bunda masak, aku langsung menghampirinya.
"Bun..dari mana aja sih..." Kataku.
"Tadi Bunda sama Babeh pergi ke acara temen Bunda... Bunda bantu-bantu masak..." Kata Bunda.
"Trus ini bunda masak apa?" Kataku.
"Telor ceplok" Kata Bunda.
"Hah? Tumben banget bun..." Kata Ku.
"Udah dimakan aja... bersyukur... Bunda belum kepasar" Kata Bunda.
Aku langsung makan...
Dan setelah makan, aku langsung masuk kekamar dan mengunci pintu.
Ketika sedang asik-asik main game tiba-tiba mati lampu.
"Ah t*ai... ini dikit lagi woy ah please deh kenapa sih hari ini" Kataku sambil memukul meja.
Lalu aku keluar kamar...
"Bun...." Kataku.
"Anjiirr kaki siapa nih dingin banget mana basah lagi..." Kataku ketika kaget menginjak kaki, entah kaki siapa.
"Rin... lo kalo abis mandi andukan ngapa" Kataku.
Tapi tak ada balasan apapun..
Lalu aku duduk dilantai... gak tau lagi mau ngapain... kesel aku tuh sama hari ini hehe.
Tak lama lampu menyala, dan aku melihat kearah lampu.
"Selamat Ulang Tahun...." Kata Orang-orang yang ada dirumah.
"Tiup lilinnya...tiup lilinnya" Kata mereka sambil menyanyikan lagu ulang tahun. Lalu aku meniup lilin dikue yang dipengang Diva.
"Selamat ulang tahun sayang" Kata Diva.
"Loh udah gak marah?" Kataku.
"Hehe maaf yaa" Kata Diva.
"Selamat ulang tahun sob... sorry tadi kita ngeselin" Kata Alfy.
"Yoii haha sorry ya tadi" Kata Rakha.
"Ahh kampret emang lo.. lagian gue heran kenapa lo tiba-tiba rajin belajar" Kataku.
"Selamat ulang tahun ya na..." Kata Gadisya.
"Eh dis... kok lu kesini sih?... btw makasih ya" Kataku.
"Tadi diajak sama mereka" Kata Gadisya sambil menunjuk Alfy dan Rakha.
Lalu aku menghampiri Bunda dan Babeh.
"Selamat ulang tahun ya de... semoga panjang umur.. sehat selalu... dimudahkan rezekinya..." Kata Bunda.
"Jadi anak yang sholeh...yang nurut sama orang tua" Kata Babeh.
"Iyaa bun...beh...makasih yaa" Kataku.
"Yoo brother... selamat ulang tahun..." Kata Sherin sambil memelukku.
"Ahh lo...meluk-meluk pasti ada maunya" Kataku.
"Hehe traktir dong..." Kata Sherin.
Lalu kami pun ngobrol-ngobrol sambil makan kue... dan hidangan lainya.
Dan karena sudah hampir larut malam, teman-temanku memutuskan untuk pulang kerumahnya, dan aku mengantar Diva pulang.
"Pake helm dulu..." Kataku sambil memasangkan Diva helm.
Diperjalanan... Diva memelukku sangat erat dan menyandarkan kepalanya dipunggungku.
Tak lama kami sampai dirumah Diva.
Lalu kami duduk diteras rumah Diva.
"Maaf ya seminggu ini aku ngeselin hehe" Kata Diva sambil menyandarkan kepalanya dipundakku.
"Kan aku gak tau... kenapa tiba-tiba seminggu ini kamu marah-marah mulu... aku juga gak nyadar kalau hari ini aku ulang tahun..." Kataku.
"Ciyeee udah bisa ngomong aku/kamu" Kata Diva.
"Ya kan biar gak ketauan kalau lagi ngerjain kamu hehe" Kata Diva.
"Aku sayang kamu Div...aku gak mau kalau nanti hal ini terjadi lagi... bukan karena aku ulang tahun atau apa" Kataku sambil mengelus rambutnya.
"Iyaa aku juga gak mau" Kata Diva.
Setelah mengobrol lumayan lama, aku putuskan untuk pulang kerumah.
Gila ngerjain orang seminggu sebelum hari ulang tahun itu bikin bingung dan gak nyadar... btw makasih div... Aku gak akan lupa ini.
Diubah oleh andmse 02-04-2019 16:13
0