Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#73
Part 20

Setelah dari kantin, kami kembali kekelas masing-masing...
"Temen kamu lucu-lucu ya" Kata Diva.
"Dih apaan... gila kayak gitu dibilang lucu..." Kataku.
"Kamu kali yang gila hahah" Kata Diva.
"Iyaa aku gila karenamu" Kataku dengan memasang raut wajah yang menggelikan.
"Ihh apaan sih jelek" Kata Diva sambi menutup mukaku.
"Eh... hari ini aku ada latihan voly" Kata Diva.
"Yaudah gue tungguin nanti, sekalian cuci mata... kali aja banyak cakep hehe" Kataku.
"Ishhh..." Kata Diva sambil menyubit tanganku, sakit banget... emang dasarnya badanku kurus hehe.
"Ehh div...sakit div... badan gue kan tulang doang div nanti kulitnya ketarik gimana..." Kataku.
"Bodo... lagian ngeselin" Kata Diva.
"Yaudah sana masuk kelas..." Kataku.
Lalu Diva masuk kekelasnya, dan aku menuju kelasku juga.

"Eh na... lo gak pulang?" Kata Rakha.
"Gue nungguin Diva latihan voly dulu" Kataku.
"Ciie elah setia banget haha" Kata Rakha.
"Emangnya lo haha" Kataku.
"Eh cuk ayok kita nonton juga... sekalian cuci mata hehe" Kata Alfy sambil menaik turunkan kedua alisnya.
"Nah ide bagus tuh..." Rakha.
"Tapi kekantin dulu lah haus nih gue" Kata Alfy.

Lalu kami pergi kekantin untuk membeli minuman, dan setelah membeli minuman kami ke lapangan untuk melihat manusia-manusia yang sedang latihan voly.

"Na.. itu kakak lo kan?" Kata Alfy".
"Iya.. kenapa?" Kataku.
"Cakep juga ya kalau lagi main voly hehe" Kata Alfy.
"Alahh bullshit lo" Kataku sambil mendorong pipinya.

Tak lama Diva datang menghapiriku dan duduk disebelahku dengan tubuh yang penuh keringat, dengan wajah lelah... tapi tetap cantik hehe love you.
"Buset... abis nguli dimana bu?" Kataku.
"Ihh... airnya mana?" Kata Diva sambil melakukan gerakan sedang minum.
"Hah? Air? Hehe nanti ya gue beli dulu" Kataku.
"Ih gak peka banget sih" Kata Diva.
"Hehe bentar... kamu disini dulu" Kataku, lalu aku pergi kekantin untuk membeli minum, bodoh sekali ya aku ini gak pengertian hehe maaf ya.

Tak lama aku kembali dengan membawa dua buah botol minum, kenapa beli dua? Ya karena pasti si Sherin juga mau.
"Nih..." Kataku sambil menyerahkan botol minum.
"Bukaiinnn" Kata Diva sambil nyengir.
"Iyaa iya nii..." Kataku sambil membukakan tutup botolnya.

Diva yang minum dengan cepatnya, mungkin karena saking hausnya.
"Pelan-pelan..." Kataku sambil mengelap wajahnya dengan tisu yang tadi kubeli.
"Hehe" Kata Diva sambil nyengir.
Saat itu aku tiba-tiba berasa kayak romantis gitu, Mukanya yang cantik itu dengan matanya yang tajam itu..ditambah lagi ditambah lagi dengan rambutnya yang dikuncir kuda.. membuatku tak berhenti senyum-senyum sendiri sambil mengelap keringatnya.

"Kamu kenapa senyum-senyum?" Kata Diva dengan tatapan aneh.
"Kamu cantik..." Kataku.
"Apa? Apa? Gimana gimana?" Kata Diva.
"Eh... gue ngigo tadi" Kataku.
"Alahhh masih aja ngengsii" Kata Diva sambil mendorong pipiku.
"Udah sono lanjut lagi" Kataku.
"Siap coach!!" Kata Diva sambil jalan kembali kelapangan.

Tak lama-lama teman-temanku datang, sepertinya tadi mereka habis dari kantin.
"Gila... gila... emang gokil lo bisa dapetin Diva" Kata Alfy.
"Iya.. gak sia-sia lo jomblo bertahun-tahun haha" Kata Rakha.
"Rezeki anak sholeh men haha" Kataku.

Sorenya setelah Diva selesai latihan, aku mengantarnya pulang.

Malamnya ketika aku sedang sendirian main gitar dan nyanyi-nyanyi diteras rumah... tiba-tiba Babeh menghampiriku, karena Babeh akhir-akhir ini jarang pulang...beliau ditugaskan kekantor cabang didaerah Bandung.
"Kamu sendirian aja?" Kata Babeh sambil duduk disebelahku.
"Iya nih beh... lagi pengen sendiri aja..."
"Babeh lagi libur?" Kataku.
"Iya... kebetulan urusan dikantor cabang udah selesai jadi babeh pulang..." Kata Babeh.
"Kata Bunda... kamu udah punya pacar?" Kata Babeh.
"Hehe iya beh" Kataku.
"Hmm sudah besar anakku haha" Kata Babeh sambil mengelus rambutku.
"Kalau pacaran jangan macam-macam, jangan sampe ngeganggu belajarmu..."
"Jaga dia baik-baik..." Kata Babeh.
"Iya beh siap..." Kataku.
"Mana babeh mau ketemu lah... kayak gimana orangnya?" Kata Babeh.
"Dih Babeh..." Kataku.

"Haha besok kamu undang kesini... kita makan malem bareng..." Kata Babeh.
"Serius beh?" Kataku.
"Iya lah serius..."
"Yaudah Babeh masuk dulu..." Kata Babeh.

Lalu aku masuk kekamar dan mengambil handphone... baru saja buka handphone sudah dipenuhi dengan notifikasi dari Diva.
Lalu ku coba telpon Diva.
"Hallo..." Kataku.
"Halloo...kamu daritadi kemana? Gak bales chat aku" Kata Diva.
"Hehe maaf div... tadi gue lagi diteras main gitar, hpnya dikamar hehe" Kataku.
"Ih parah sih..." Kata Diva.
"Eh div... besok gue jemput ya kerumah" Kataku.
"Hah? Tumben... ada apa?" Kata Diva.
"Babeh ngajak makan bareng... sekalian pengen ketemu katanya" Kataku.
"Iyaa? Serius?" Kata Diva.
"Iyaaa seriuslahh..." Kataku.
Lalu kami lanjut mengobrol sampai waktunya kita harus tidur karena sudah larut malam.

Sorenya aku kerumah Diva, sengaja sore...biar bisa main ngapel dulu hehe.
"Aku nanti pakai baju apa ya?" Kata Diva sambil menunjukkan baju-baju yang ia bawa dari kamar.
"Buset... lo bawa semua ini?" Kataku.
"Iyaa kan mau ketemu calon mertua hehe" Kata Diva.
"Udah...gausah pake yang bagus-bagus... kan cuma makan doang" Kataku.
"Trus yang mana dong?" Kata Diva.
Lalu aku berusaha memilihkan pakaian yang cocok.

"Nih ini aja..pake kaos trus pake kemeja jangan dikancingin ya" Kataku.
"Seriuss?" Kata Diva.
"Iyaa...lo tuh udah cantik... jadi gausah yang bagus-bagus deh..." Kataku sambil nyengir.
"Ululu.. cayaangg" Kata Diva sambil menyubit pipiku.
"Eh ini acara tv gak ada yang bagus amat ya" Kataku sambil menganti-ganti channel tv.
"Mau nonton film? Aku Dilaptop ada film bagus" Kata Diva.
"Boleh bolehh..." Kataku.
Lalu Diva masuk kekamar sambil membawa pakaian-pakaiannya.
Tak lama ia kembali membawa laptopnya.

Lalu kami menoton filmnya... ini sih bukan film...lebih ke Drama korea... dasar cewek... Aku lupa judulnya apa, pokoknya sedih hehe.
"Aku ganti baju dulu..." Kata Diva, lalu aku hanya membalasnya dengan anggukan kepala.

Tak lama Diva kembali dengan pakaian yang sudah kupilih tadi...
"Wahhh serius banget kayaknya..." Kata Diva.
Lalu aku menengok kearah belakang untuk melihatnya. Cantik... kamu emang cantik div.
Lalu aku tersenyum.
"Yuk berangkat..." Kataku.
"Lahh...emang udah selesai nontonnya?" Kata Diva.
"Udah ah males hehe" Kataku.

Lalu kami berangkat menuju rumahku.
Dan tak lama kami pun sampai dirumahku.
Lalu aku buka kan helmnya Diva...biar romantis dikit lah hehe...
Diva yang hanya cengengesan ketika aku membukakan helmnya.
"Kenapa ketawa-ketawa?" Kataku.
"Lucu aja gitu... tumben romantis haha" Kata Diva.
"Yuk masuk..." Kataku sambil mengandeng Diva.

"Assalamualaikum...." Kataku.
"Wa'alaikumsalam... ganteng amat lo de haha" Kata Sherin .
"Sekali-sekali lah hehe" Kataku.
"Haii rin.." Kata Diva.
"Eh div... ayok masuk sini... udah ditungguin nyokap gue" Kata Diva.
"Nyokap gueee!!" Kataku.
"Dihh apaan lo..." Kata Sherin.
"Ih ko berantem sih..." Kata Diva.
"Ayok div... biarin nih orang gila" Kata Sherin sambil menggandeng Diva masuk kedalam.

Lalu aku melihat Alfy keluar dari rumahnya.
"Weh mau kemana lo?" Kataku.
"Ini nganter nyokap gue ke rumah saudara gue" Kata Alfy.
"Ngomong-ngomong rapih bener lo.." Kata Alfy.
"Iyaa nih tadi gue abis jemput Diva, buat makan bareng disini..." Kataku.
"Wahh bener emang... udah buruan nikah dah haha" Kata Alfy.
"Masih sekolah anjir...main nikah-nikah aja" Kataku.
"Haha yaudah lah gue mau berangkat dulu nih..." Kata Alfy.
"Oke ... hati-hati" Kataku. Lalu aku masuk kedalam rumah.

Kulihat di dapur Diva, Sherin dan Bunda sedang menyiapkan hidangannya.
"Hmm.. rajinnya pacarmu... cantik pula..." Kata Babeh yang baru keluar kamar sambil merangkul pundakku.
"Iya beh...Warna beruntung banget bisa punya dia..." Kataku.
"Ya kamu jaga... jangan ngecewain Babeh ... pokoknya itu Calon menantu ku haha" Kata Babeh.
"Yah beh.. kan masih lama..." Kataku.

"Eh sini-sini... sudah siap nih..." Kata Bunda. Lalu aku dan Babeh menuju meja makan.

Diva yang terihat senang, terlihat terbuka... murah senyum... dan lagi-lagi aku merasakan sosok yang berbeda dari pertama kali aku bertemu dengannya.
"Aku gak mau kehilangan kamu div" Gumamku dalam hati.
Diubah oleh andmse 02-04-2019 15:58
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.