- Beranda
- Stories from the Heart
[True Story] Mengejar Marika
...
TS
anrhee
[True Story] Mengejar Marika
Halo gan , ini pertama kalinya ane buat trit di forum ini , dari dulu ngaskus biasa ane maen2 di lounge aja hehe. Dan sekarang ane mau coba menuangkan true story perjalanan , perjuangan kisah ane hampir 10 tahun mengejar marika (wanita pujaan hehe), ke dalam bentuk cerita ke forum ini. mungkin ane ga pandai cerita tapi isi dari cerita ane mudah2n ada yg baca dan bisa memotivasi agan2 semua . mohon izin ya gan
gedung SMA ane:
![[True Story] Mengejar Marika](https://s.kaskus.id/images/2019/02/26/1339754_20190226025945.jpg)
bersambung gan,
tahun pertama masih panjang hehe
Quote:
Index:
1. Tahun Pertama part 1- Bangku Belakang
2. Tahun Pertama part 2 - Bus Butut
3. Tahun Pertama part 3 - Lia dan Miara
4. Tahun Pertama part 4 - Lantai 3
5. Tahun Pertama part 5 - Senior dan Debu-Debunya
6. Tahun Pertama part 6 - Cemburu Buta
7. Tahun Pertama part 7 - Jejak Marika Pulang
8. Tahun Pertama part 8 - Drama
9. Bonus Part - Mengejar Marika Song #1
1. Tahun Pertama part 1- Bangku Belakang
2. Tahun Pertama part 2 - Bus Butut
3. Tahun Pertama part 3 - Lia dan Miara
4. Tahun Pertama part 4 - Lantai 3
5. Tahun Pertama part 5 - Senior dan Debu-Debunya
6. Tahun Pertama part 6 - Cemburu Buta
7. Tahun Pertama part 7 - Jejak Marika Pulang
8. Tahun Pertama part 8 - Drama
9. Bonus Part - Mengejar Marika Song #1
Quote:
1. Prolog
Panggil aje ane nuka , nuka adalah pria yang biasa - biasa saja, bisa dibilang ane cukup tinggi untuk sebayanya , berkacamata namun menolak untuk memakainya , soal cinta2an ane cukup beruntung dan cukup sial .
Mengapa cukup beruntung ? pada masa sekolah ane adalah pria yang biasa biasa saja , tidak pintar , tidak populer , berantakan , namun ada beberapa wanita yang suka pada ane yang notabene bisa dibilang oke.
Mengapa cukup sial ? ane sangat sulit untuk menyukai wanita gan, bukan karena ane pemilih gan tapi karena ane hanya tertarik kepada wanita yang berkarakter kuat dari wajahnya, penampilannya dan juga sifatnya . ane tak tertarik wanita yang cantik dengan wajah yang hanya cantik , dan sekalinya ane menemukan apa yang ane cari, sangat sulit buat mengungkapkan dan mendapatkannya. Perlu waktu bertahun2 untuk mengetahui jawabannya dimulai dari ane masih duduk di bangku SMA hingga bekerja jauh dari kota Jakarta, dan disinilah cerita pertualangan ane dimulai...
Panggil aje ane nuka , nuka adalah pria yang biasa - biasa saja, bisa dibilang ane cukup tinggi untuk sebayanya , berkacamata namun menolak untuk memakainya , soal cinta2an ane cukup beruntung dan cukup sial .
Mengapa cukup beruntung ? pada masa sekolah ane adalah pria yang biasa biasa saja , tidak pintar , tidak populer , berantakan , namun ada beberapa wanita yang suka pada ane yang notabene bisa dibilang oke.
Mengapa cukup sial ? ane sangat sulit untuk menyukai wanita gan, bukan karena ane pemilih gan tapi karena ane hanya tertarik kepada wanita yang berkarakter kuat dari wajahnya, penampilannya dan juga sifatnya . ane tak tertarik wanita yang cantik dengan wajah yang hanya cantik , dan sekalinya ane menemukan apa yang ane cari, sangat sulit buat mengungkapkan dan mendapatkannya. Perlu waktu bertahun2 untuk mengetahui jawabannya dimulai dari ane masih duduk di bangku SMA hingga bekerja jauh dari kota Jakarta, dan disinilah cerita pertualangan ane dimulai...
gedung SMA ane:
![[True Story] Mengejar Marika](https://s.kaskus.id/images/2019/02/26/1339754_20190226025945.jpg)
Quote:
2. Tahun pertama
Di Jakarta Pusat menjorok ke utara Juli 2007 , hari pertama ane untuk masuk sekolah menengah atas , ane bersekolah di satu-satu nya SMA negeri di dekat rumah ane , sisanya sekolah swasta, kebetulan hanya sekolah negeri itu yang bisa ane dapat karena keterbatasan nilai ane. Tapi ane bersyukur karena ane adalah 3 dari salah satu murid SMP ane yang bisa masuk ke SMA negeri itu dan bahkan cuma ane satu2nya cowok diantara 3 murid itu. Sedikit informasi, SMP ane adalah sekolah yg bisa dibilang sangat rata2, tidak banyak siswa berprestasi, gemar tawuran dan juga gurunya gemar memukul murid , maklum pada masa itu guru memukul murid masih hal biasa .
Kembali ke hari pertama ane ospek SMA , pagi-pagi ane datang dengan baju yang masih berlogo kuning di kantung baju , celana pendek biru dan aksesoris untuk mos. Ane memakai name-tag yang dibuat dari kardus yg ditempel foto ane waktu balita dan memakai topi setengah bola . Di dalam name-tag tertulis biodata ane dan cita2 ane yg semu .
Ane berbaris di lapangan sekolah sesuai kelas yang ane dapatkan yaitu kelas 1-empat atau X-4 , dengan diawasi kakak-kakak osis yang bisa dibilang lebih banyak ingin menggoda dibanding mengawasi dan juga dilihat kakak kelas cowok maupun cewek bermata elang dari balkon2 kelas yang siap menerkam junior2 barunya yg mudah untuk dibohongi dengan keseniorannya.
Pada saat berbaris ada satu kakak osis cewek datang ke ane , perawakannya tak jelek dengan rambut berponi dan juga tak terlalu tinggi . dengan nada manja dia nanya ke ane
"Hii , namanya siapa ? lucu banget foto waktu kecilnyaa, boleh aku minta ga ?"
Dengan segala rasa tidak perduli dan berpura2 terpuji , ane hanya sekedar senyum saja dan tidak mengatakan iya . Akhirnya dia pun pergi , dan lucunya sekarang dia menjadi kakak ipar ane , dia menikah dengan abang ane di tahun 2017 . Canggung sekali kalo ane inget moment ini , mudah2an dia sudah lupa.
Di barisan kelas ane, ada satu yang jadi perhatian ane , ane melihat di barisan depan ada satu wanita dengan rambut tipis berwarna tidak terlalu hitam , dia tinggi , berkulit putih kekuningan seperti pantai Tanjung tinggi yang terkena sinar matahari terbenam. Ane tidak terlalu jelas melihat wajahnya dan juga tidak terlalu berniat ingin tau karena ane pun sudah mempunyai pacar pada masa itu dari hasil pengkhianatan ane ke temen baik ane waktu SMP hehe , pacar ane waktu itu bersekolah di tempat lain di Jakarta Utara . Usai berbaris kami siswa baru diarahkan untuk masuk ke kelasnya masing2 dan ini saat yang ane tunggu2 , karena ane harus cepat-cepat memilih tempat duduk paling belakang .
Di kelas , ane berhasil mengambil tempat duduk paling belakang , ane duduk dengan orang yang ane kenal lama gan yg kebetulan tetangga, ane pun tidak tau menau dia masuk ke SMA yang sama dengan ane. Nama dia Iza tapi ane biasa memanggilnya "baywatch" , sama seperti judul tv series favorit anak muda kotor pada masa itu , tapi dia bukan penjaga pantai , dia hanya pelajar bergaya necis dengan baju slim fit, bercelana sempit potongan beggie, berbicara kotor layaknya pelatih bola antar kampung, perut buncit melebar seperti bukit teletubbies di kaki gunung bromo dan selalu up to date dalam apapun.
Baywatch sedari ane kecil dia anak yang sangat labil dalam memilih apa yg dia sukai, tapi apa yang dia lakukan tidak pernah tanggung , bisa dibilang over obsesi, ane kadang merasa risih dengan sikapnya , tapi selagi positif ane selalu dukung dia gan .Karena ada baywatch jadi ane tidak terlalu bengong sana bengong sini untuk mencari teman ngobrol . Di kelas ane orang-orangnya menyeramkan , rata2 berperawakan seperti preman , muka seram , tinggi , berkulit hitam dan sawo matang berbadan gempal , berada di kelas baru ini seperti tersesat di hutan mati , bisa dibayangkan kalo tak ada baywatch ane mau ajak ngobrol mereka pun takut .
Kakak-kakak osis pembimbing kelas ane pun ikut masuk ke kelas , mereka memberi arahan kepada kami apa yang harus kami lakukan selama 3 hari MOS kedepan , semua siswa nampak pura2 mendengarkan apa yg mereka beritahu . Apalagi ane , jiwa berontak ane waktu SMP masih ada tersisa sedikit , Waktu SMP ane sangatlah bandel dan tidak tau aturan, mungkin karena masa SMP itu sedang dalam masa labil-labilnya dan didorong dengan lingkungan yang kurang mendukung. Ketika semua murid telah mendapatkan bangku masing2 , di depan kelas kakak osis kami bertanya kepada kami yang membuat kami diam.
"Adik2 ! , Siapa diantara kalian yang bisa membuat YEL-YEL untuk kelas kita ini ? Ayo maju kedepan.."! . Kami sekelas pun diam , dan sang kakak osis bertanya lagi
"Tidak ada yg mau ? Oke , kakak tunjuk kalian ya dan kalian harus bersedia", kakak osis mengancam kami.
Shit! dammit! , kami makin diam dan menganggap pertanyaan itu adalah angin lalu yang hanya lewat di samping daun telinga. Kami terus diam dan menunggu untuk salah satu dari kita bersedia untuk maju dan menyanyikan yel-yel konyol yg hanya di gunakan untuk mempermalukan kita . Namun ada satu orang diantara kami yang menunjukan jarinya, dia adalah orang yg duduk tepat di meja sebelah kanan ane , ane seketika kaget . Bagaimana ane tak kaget , seseorang dengan perawakan seram berkulit hitam kasar seperti pasir vulkanik mahameru , berambut ikal dan duduknya pun dibelakang yang biasanya di tempati anak nakal mau bersedia maju kedepan kelas untuk membuat dan menyanyikan yel-yel konyol di depan kelas , sungguh bermental baja . Setidaknya ane merasa tenang , ane tak harus ditunjuk dan maju untuk bernyanyi di depan orang2 yang ane tak kenal sama sekali. Dan si seram itu pun maju ke depan kelas
" Ayo perkenalkan siapa nama kamu ? " Kakak osis bertanya kepada si seram itu di depan kelas.
" Nama saya Estu , saya berasal dari jakarta dan tinggal tak jauh juga dari sini " Si seram menjawab.
" Oke Estu , nyanyikan yel-yel kamu dengan jelas ya ke teman2 mu " Kakak osis menyuruh.
SI seram pun menatap kami semua di depan kelas dan tanpa gugup dia pun dengan lantang menyanyikan yel-yel buatannya itu .
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 mabok rame-rame " (Seperti lagu supporter club liga indonesia) , Estu bernyanyi kencang.
"Hahahahahahaha!!!" , Semua siswa riang tertawa kecuali siswa yang terlihat baik2 dan pintar.
"Huuuss!!!!!, ga boleh mabok-mabok ya , di ganti liriknya!! Ulangi!" , kakak osis sontak menyangkal sambil sedikit tersenyum.
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 kompak rame-rame " Estu mengulangi yel-yel nya.
"Ayo semua , ikuti Estu bernyanyi ya" Kakak osis dengan kencang berbicara kepada kami.
Siswa pun semua bernyanyi dan suasana di kelas menjadi cair berkat si seram bermental baja yang tak dikira-kira mau menyanyikan lagu konyol di depan anak2 baru . Setelah itu Estu pun balik ke bangku di sebelah ane , ane pun akhirnya memperkenal kan diri ke dirinya .
"Hei Estu , gw Nuka , gila berani banget lo maju kedepan kelas nyanyi ?" ane bertanya kepada estu.
"Iya , gw emang biasa nyanyi2 gitu buat dukung Persija " Estu menjawab .
"Oalah , lo the jak mania ? pantesan pede banget lu, keren " , Tanya ane lagi yg padahal ane kurang suka sama beberapa oknum supporter bola itu .
"Yo'iiii gw the jek!" Estu dengan singkat menjawab dengan aksen anak Jakartanya .
Kami yang duduk di bangku belakang akhirnya saling berkenalan gan , di sebelah kanan ane ada Estu sang supporter bola , dia duduk bersama Derman . Derman bertubuh tinggi dengan hidung mancung seperti orang turkey , badannya tergolong besar tak gemuk dan tak kurus , kalau melihat jauh matanya getar2 menyipit seperti lensa kamera yang susah mencari fokus . Mereka berdua sangat lucu sering kali ane tertawa karena tingkah mereka selama MOS .
Didepan ane ada Hanako dan Mido , Hanako berasal dari surabaya , hidungnya besar meyamping berkulit hitam kecoklatan , kalau berbicara sangat kental sekali medoknya , terlihat seperti anak yang pendiam namun berwajah seram , sangat mudah ditebak dia baru pertama kali sekolah di Jakarta karena banyak bahasa jakarta yang belum ia pahami gan.
Mido , dia berbadan gempal bermuka tua berkumis tipis berjambang layaknya elvis dan berkulit tak terlalu putih cenderung cokelat , ada kecocokan sifat dengan teman sebangku ane baywatch , mereka sama2 up to date , Mido menyukai musik emo namun berambut keriting padat , kebiasaannya menarik2 rambut depannya ke samping seperti poni anak emo namun rambutnya tetap kembali ke bentuk aslinya karena rambutnya yg ikal , kasihan sekali dalam hati ane berfikir , seharusnya Mido bisa mempunyai rambut lurus agar bisa bergaya emo layaknya band2 emo. Awal perkenalan ane dengan Mido dan Hanako ketika ane sedang istirahat dan menyantap makanan yg kami bawa masing2 , ane menawarkan tahu goreng yang dibelikan ibu ane dari tukang nasi uduk pagi , namun mereka menolaknya , ya tapi tujuan ane memang bukan untuk menawarkannya tapi untuk sekedar membuka pembicaraan agar kenal dengan mereka .
Hari semakin siang , pada saat istirahat siang terlihat beberapa siswa diam-diam menyembunyikan makanannya yang belum habis karena akan ada hukuman bagi siswa yang tidak menghabiskan makan siangnya dan ane pun menyembunyikan tahu goreng ane ke dalam tissue yang ane bawa dan ane masukkan ke dalam tas ane . Para kakak Osis pun mengecek tempat makanan kami satu persatu , akan tetapi perilaku siswa2 baru di kelas ane ini nampak sudah lihai dalam hal kelicikan , semua kompak tak ada yg terlihat tak suka dengan kecurangan kami, hingga tak ada satu pun tempat makanan yang terlihat tersisa dan selamatlah kami semua.
"Oke , Sudah kenyang semua ? sudah segar semua ?" salah satu kakak osis bertanya kepada kami .
"Sudah kaaaak!!!" kami dengan kompak menjawab.
"Di hari ke tiga MOS , akan di adakan drama musikalisasi dan akan di pentaskan dilapangan didepan semua siswa. Siapa diantara kalian yang bisa bermain musik dan bermain peran ?" kakak osis bertanya dengan enteng sekali .
Derman tiba-tiba angkat tangan membuat ane kaget kembali , dalam hati ane berfikir ada apa ini ? murid di bangku belakang seharusnya menghindar malah berlomba2 untuk menunjukan jati dirinya , seharusnya ajang mos ini di ganti dengan ajang "Bangku Belakang Idol" saja . Ane yang tadinya ingin menghindar dengan kegiatan apapun akhirnya rela untuk unjuk diri ane dan di ikuti dengan Baywatch dan Estu , lalu kami semua maju ke depan kelas. Ane maju kedepan kelas sambil menundukan kepala ane gan karena malu , ane sama sekali tidak melihat ke arah siswa kelas ane.
"Cewek nya mana ceweknya ? Kalah nih sama cowok2 pembangkang, penghuni meja dan bangku belakang" , kakak osis bertanya di depan kelas.
Tak ada satu pun siswi yang menjawab , semua nampak menjaga image mereka masing2 karena hari ini adalah hari penentuan seberapa spesialkah mereka dimata pria2 kelas kami , para wanita harus membuat first impression yang baik, tidak terlalu menonjol tapi ingin dilihat. Semakin diam wanita itu semakin misterius dan semakin mempunyai harga diri lah mereka, apalagi yang mempunyai paras cantik . Tentu saja para wanita tidak mau terlihat konyol dimata semua orang apalagi akan disaksikan oleh seluruh siswa di sekolah ini.
"Oke , kakak akan langsung menunjuk kalian ya , dan kalian tidak bisa menolak " salah satu kakak osis berbicara ke para siswi .
Para kakak osis terlihat berunding sambil melihat siswi2 di kelas ane , ane tak bisa mendengar perundingan mereka yang ane harapkan mereka memilih siswi yang tidak terlalu menjaga imagenya agar penampilan kami nanti tidak membosankan . Selesai berunding , para kakak osis langsung mendatangi siswi tersebut , ane tetap merunduk namun ane tau kemana kakak osis itu berjalan , akhirnya terpilihlah 3 siswi yang akan menemani kami pria2 bangku terbelakang .
Tiga siswi itu pun maju ke depan kelas dan berjabat tangan dengan kami . Ane berdiri di paling ujung gan , so ane dapat jabatan tangan paling terakhir , dengan setengah menunduk ane berjabat tangan sambil memperhatikan mereka .
"Hi aku abie" siswi pertama yg berjabat tangan dengan ane mengenalkan diri ke ane , ane sambil menatap sebentar dan lanjut menunduk.
"Hi aku ririn" disusul siswi yang kedua , dan akhirnya yang terkahir ,
"Hi gw marika " , sapa siswi terakhir kepada ane , terdengar bahasa yg berbeda dgn nama yg tak umum di Jakarta , ane langsung menatap mukanya dan tak lagi menunduk gan , rupanya dia yang menjadi perhatian ane waktu berbaris tadi pagi gan ane pun senyum dan riang seketika!.
"Perasaan ane kagum sumringah bahagia seperti pertama kali melihat keindahan Senggigi dari sudut puncak Malaka. Ada keindahan didalam dirinya , semakin lama melihat semakin nyaman perasaan hati, ah hati ini serasa berlibur jauh dari ramainya kota ketika melihatnya. Dia adalah keindahan yang terperangkap didalam manusia , dia adalah bunga daisy diantaranya liarnya alam , dia adalah penghangat dalam dinginnya malam ranupani, dia adalah Marika.
Bangku Belakang
Di Jakarta Pusat menjorok ke utara Juli 2007 , hari pertama ane untuk masuk sekolah menengah atas , ane bersekolah di satu-satu nya SMA negeri di dekat rumah ane , sisanya sekolah swasta, kebetulan hanya sekolah negeri itu yang bisa ane dapat karena keterbatasan nilai ane. Tapi ane bersyukur karena ane adalah 3 dari salah satu murid SMP ane yang bisa masuk ke SMA negeri itu dan bahkan cuma ane satu2nya cowok diantara 3 murid itu. Sedikit informasi, SMP ane adalah sekolah yg bisa dibilang sangat rata2, tidak banyak siswa berprestasi, gemar tawuran dan juga gurunya gemar memukul murid , maklum pada masa itu guru memukul murid masih hal biasa .
Kembali ke hari pertama ane ospek SMA , pagi-pagi ane datang dengan baju yang masih berlogo kuning di kantung baju , celana pendek biru dan aksesoris untuk mos. Ane memakai name-tag yang dibuat dari kardus yg ditempel foto ane waktu balita dan memakai topi setengah bola . Di dalam name-tag tertulis biodata ane dan cita2 ane yg semu .
Ane berbaris di lapangan sekolah sesuai kelas yang ane dapatkan yaitu kelas 1-empat atau X-4 , dengan diawasi kakak-kakak osis yang bisa dibilang lebih banyak ingin menggoda dibanding mengawasi dan juga dilihat kakak kelas cowok maupun cewek bermata elang dari balkon2 kelas yang siap menerkam junior2 barunya yg mudah untuk dibohongi dengan keseniorannya.
Pada saat berbaris ada satu kakak osis cewek datang ke ane , perawakannya tak jelek dengan rambut berponi dan juga tak terlalu tinggi . dengan nada manja dia nanya ke ane
"Hii , namanya siapa ? lucu banget foto waktu kecilnyaa, boleh aku minta ga ?"
Dengan segala rasa tidak perduli dan berpura2 terpuji , ane hanya sekedar senyum saja dan tidak mengatakan iya . Akhirnya dia pun pergi , dan lucunya sekarang dia menjadi kakak ipar ane , dia menikah dengan abang ane di tahun 2017 . Canggung sekali kalo ane inget moment ini , mudah2an dia sudah lupa.
Di barisan kelas ane, ada satu yang jadi perhatian ane , ane melihat di barisan depan ada satu wanita dengan rambut tipis berwarna tidak terlalu hitam , dia tinggi , berkulit putih kekuningan seperti pantai Tanjung tinggi yang terkena sinar matahari terbenam. Ane tidak terlalu jelas melihat wajahnya dan juga tidak terlalu berniat ingin tau karena ane pun sudah mempunyai pacar pada masa itu dari hasil pengkhianatan ane ke temen baik ane waktu SMP hehe , pacar ane waktu itu bersekolah di tempat lain di Jakarta Utara . Usai berbaris kami siswa baru diarahkan untuk masuk ke kelasnya masing2 dan ini saat yang ane tunggu2 , karena ane harus cepat-cepat memilih tempat duduk paling belakang .
Di kelas , ane berhasil mengambil tempat duduk paling belakang , ane duduk dengan orang yang ane kenal lama gan yg kebetulan tetangga, ane pun tidak tau menau dia masuk ke SMA yang sama dengan ane. Nama dia Iza tapi ane biasa memanggilnya "baywatch" , sama seperti judul tv series favorit anak muda kotor pada masa itu , tapi dia bukan penjaga pantai , dia hanya pelajar bergaya necis dengan baju slim fit, bercelana sempit potongan beggie, berbicara kotor layaknya pelatih bola antar kampung, perut buncit melebar seperti bukit teletubbies di kaki gunung bromo dan selalu up to date dalam apapun.
Baywatch sedari ane kecil dia anak yang sangat labil dalam memilih apa yg dia sukai, tapi apa yang dia lakukan tidak pernah tanggung , bisa dibilang over obsesi, ane kadang merasa risih dengan sikapnya , tapi selagi positif ane selalu dukung dia gan .Karena ada baywatch jadi ane tidak terlalu bengong sana bengong sini untuk mencari teman ngobrol . Di kelas ane orang-orangnya menyeramkan , rata2 berperawakan seperti preman , muka seram , tinggi , berkulit hitam dan sawo matang berbadan gempal , berada di kelas baru ini seperti tersesat di hutan mati , bisa dibayangkan kalo tak ada baywatch ane mau ajak ngobrol mereka pun takut .
Kakak-kakak osis pembimbing kelas ane pun ikut masuk ke kelas , mereka memberi arahan kepada kami apa yang harus kami lakukan selama 3 hari MOS kedepan , semua siswa nampak pura2 mendengarkan apa yg mereka beritahu . Apalagi ane , jiwa berontak ane waktu SMP masih ada tersisa sedikit , Waktu SMP ane sangatlah bandel dan tidak tau aturan, mungkin karena masa SMP itu sedang dalam masa labil-labilnya dan didorong dengan lingkungan yang kurang mendukung. Ketika semua murid telah mendapatkan bangku masing2 , di depan kelas kakak osis kami bertanya kepada kami yang membuat kami diam.
"Adik2 ! , Siapa diantara kalian yang bisa membuat YEL-YEL untuk kelas kita ini ? Ayo maju kedepan.."! . Kami sekelas pun diam , dan sang kakak osis bertanya lagi
"Tidak ada yg mau ? Oke , kakak tunjuk kalian ya dan kalian harus bersedia", kakak osis mengancam kami.
Shit! dammit! , kami makin diam dan menganggap pertanyaan itu adalah angin lalu yang hanya lewat di samping daun telinga. Kami terus diam dan menunggu untuk salah satu dari kita bersedia untuk maju dan menyanyikan yel-yel konyol yg hanya di gunakan untuk mempermalukan kita . Namun ada satu orang diantara kami yang menunjukan jarinya, dia adalah orang yg duduk tepat di meja sebelah kanan ane , ane seketika kaget . Bagaimana ane tak kaget , seseorang dengan perawakan seram berkulit hitam kasar seperti pasir vulkanik mahameru , berambut ikal dan duduknya pun dibelakang yang biasanya di tempati anak nakal mau bersedia maju kedepan kelas untuk membuat dan menyanyikan yel-yel konyol di depan kelas , sungguh bermental baja . Setidaknya ane merasa tenang , ane tak harus ditunjuk dan maju untuk bernyanyi di depan orang2 yang ane tak kenal sama sekali. Dan si seram itu pun maju ke depan kelas
" Ayo perkenalkan siapa nama kamu ? " Kakak osis bertanya kepada si seram itu di depan kelas.
" Nama saya Estu , saya berasal dari jakarta dan tinggal tak jauh juga dari sini " Si seram menjawab.
" Oke Estu , nyanyikan yel-yel kamu dengan jelas ya ke teman2 mu " Kakak osis menyuruh.
SI seram pun menatap kami semua di depan kelas dan tanpa gugup dia pun dengan lantang menyanyikan yel-yel buatannya itu .
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 mabok rame-rame " (Seperti lagu supporter club liga indonesia) , Estu bernyanyi kencang.
"Hahahahahahaha!!!" , Semua siswa riang tertawa kecuali siswa yang terlihat baik2 dan pintar.
"Huuuss!!!!!, ga boleh mabok-mabok ya , di ganti liriknya!! Ulangi!" , kakak osis sontak menyangkal sambil sedikit tersenyum.
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 kompak rame-rame " Estu mengulangi yel-yel nya.
"Ayo semua , ikuti Estu bernyanyi ya" Kakak osis dengan kencang berbicara kepada kami.
Siswa pun semua bernyanyi dan suasana di kelas menjadi cair berkat si seram bermental baja yang tak dikira-kira mau menyanyikan lagu konyol di depan anak2 baru . Setelah itu Estu pun balik ke bangku di sebelah ane , ane pun akhirnya memperkenal kan diri ke dirinya .
"Hei Estu , gw Nuka , gila berani banget lo maju kedepan kelas nyanyi ?" ane bertanya kepada estu.
"Iya , gw emang biasa nyanyi2 gitu buat dukung Persija " Estu menjawab .
"Oalah , lo the jak mania ? pantesan pede banget lu, keren " , Tanya ane lagi yg padahal ane kurang suka sama beberapa oknum supporter bola itu .
"Yo'iiii gw the jek!" Estu dengan singkat menjawab dengan aksen anak Jakartanya .
Kami yang duduk di bangku belakang akhirnya saling berkenalan gan , di sebelah kanan ane ada Estu sang supporter bola , dia duduk bersama Derman . Derman bertubuh tinggi dengan hidung mancung seperti orang turkey , badannya tergolong besar tak gemuk dan tak kurus , kalau melihat jauh matanya getar2 menyipit seperti lensa kamera yang susah mencari fokus . Mereka berdua sangat lucu sering kali ane tertawa karena tingkah mereka selama MOS .
Didepan ane ada Hanako dan Mido , Hanako berasal dari surabaya , hidungnya besar meyamping berkulit hitam kecoklatan , kalau berbicara sangat kental sekali medoknya , terlihat seperti anak yang pendiam namun berwajah seram , sangat mudah ditebak dia baru pertama kali sekolah di Jakarta karena banyak bahasa jakarta yang belum ia pahami gan.
Mido , dia berbadan gempal bermuka tua berkumis tipis berjambang layaknya elvis dan berkulit tak terlalu putih cenderung cokelat , ada kecocokan sifat dengan teman sebangku ane baywatch , mereka sama2 up to date , Mido menyukai musik emo namun berambut keriting padat , kebiasaannya menarik2 rambut depannya ke samping seperti poni anak emo namun rambutnya tetap kembali ke bentuk aslinya karena rambutnya yg ikal , kasihan sekali dalam hati ane berfikir , seharusnya Mido bisa mempunyai rambut lurus agar bisa bergaya emo layaknya band2 emo. Awal perkenalan ane dengan Mido dan Hanako ketika ane sedang istirahat dan menyantap makanan yg kami bawa masing2 , ane menawarkan tahu goreng yang dibelikan ibu ane dari tukang nasi uduk pagi , namun mereka menolaknya , ya tapi tujuan ane memang bukan untuk menawarkannya tapi untuk sekedar membuka pembicaraan agar kenal dengan mereka .
Hari semakin siang , pada saat istirahat siang terlihat beberapa siswa diam-diam menyembunyikan makanannya yang belum habis karena akan ada hukuman bagi siswa yang tidak menghabiskan makan siangnya dan ane pun menyembunyikan tahu goreng ane ke dalam tissue yang ane bawa dan ane masukkan ke dalam tas ane . Para kakak Osis pun mengecek tempat makanan kami satu persatu , akan tetapi perilaku siswa2 baru di kelas ane ini nampak sudah lihai dalam hal kelicikan , semua kompak tak ada yg terlihat tak suka dengan kecurangan kami, hingga tak ada satu pun tempat makanan yang terlihat tersisa dan selamatlah kami semua.
"Oke , Sudah kenyang semua ? sudah segar semua ?" salah satu kakak osis bertanya kepada kami .
"Sudah kaaaak!!!" kami dengan kompak menjawab.
"Di hari ke tiga MOS , akan di adakan drama musikalisasi dan akan di pentaskan dilapangan didepan semua siswa. Siapa diantara kalian yang bisa bermain musik dan bermain peran ?" kakak osis bertanya dengan enteng sekali .
Derman tiba-tiba angkat tangan membuat ane kaget kembali , dalam hati ane berfikir ada apa ini ? murid di bangku belakang seharusnya menghindar malah berlomba2 untuk menunjukan jati dirinya , seharusnya ajang mos ini di ganti dengan ajang "Bangku Belakang Idol" saja . Ane yang tadinya ingin menghindar dengan kegiatan apapun akhirnya rela untuk unjuk diri ane dan di ikuti dengan Baywatch dan Estu , lalu kami semua maju ke depan kelas. Ane maju kedepan kelas sambil menundukan kepala ane gan karena malu , ane sama sekali tidak melihat ke arah siswa kelas ane.
"Cewek nya mana ceweknya ? Kalah nih sama cowok2 pembangkang, penghuni meja dan bangku belakang" , kakak osis bertanya di depan kelas.
Tak ada satu pun siswi yang menjawab , semua nampak menjaga image mereka masing2 karena hari ini adalah hari penentuan seberapa spesialkah mereka dimata pria2 kelas kami , para wanita harus membuat first impression yang baik, tidak terlalu menonjol tapi ingin dilihat. Semakin diam wanita itu semakin misterius dan semakin mempunyai harga diri lah mereka, apalagi yang mempunyai paras cantik . Tentu saja para wanita tidak mau terlihat konyol dimata semua orang apalagi akan disaksikan oleh seluruh siswa di sekolah ini.
"Oke , kakak akan langsung menunjuk kalian ya , dan kalian tidak bisa menolak " salah satu kakak osis berbicara ke para siswi .
Para kakak osis terlihat berunding sambil melihat siswi2 di kelas ane , ane tak bisa mendengar perundingan mereka yang ane harapkan mereka memilih siswi yang tidak terlalu menjaga imagenya agar penampilan kami nanti tidak membosankan . Selesai berunding , para kakak osis langsung mendatangi siswi tersebut , ane tetap merunduk namun ane tau kemana kakak osis itu berjalan , akhirnya terpilihlah 3 siswi yang akan menemani kami pria2 bangku terbelakang .
Tiga siswi itu pun maju ke depan kelas dan berjabat tangan dengan kami . Ane berdiri di paling ujung gan , so ane dapat jabatan tangan paling terakhir , dengan setengah menunduk ane berjabat tangan sambil memperhatikan mereka .
"Hi aku abie" siswi pertama yg berjabat tangan dengan ane mengenalkan diri ke ane , ane sambil menatap sebentar dan lanjut menunduk.
"Hi aku ririn" disusul siswi yang kedua , dan akhirnya yang terkahir ,
"Hi gw marika " , sapa siswi terakhir kepada ane , terdengar bahasa yg berbeda dgn nama yg tak umum di Jakarta , ane langsung menatap mukanya dan tak lagi menunduk gan , rupanya dia yang menjadi perhatian ane waktu berbaris tadi pagi gan ane pun senyum dan riang seketika!.
"Perasaan ane kagum sumringah bahagia seperti pertama kali melihat keindahan Senggigi dari sudut puncak Malaka. Ada keindahan didalam dirinya , semakin lama melihat semakin nyaman perasaan hati, ah hati ini serasa berlibur jauh dari ramainya kota ketika melihatnya. Dia adalah keindahan yang terperangkap didalam manusia , dia adalah bunga daisy diantaranya liarnya alam , dia adalah penghangat dalam dinginnya malam ranupani, dia adalah Marika.
bersambung gan,
tahun pertama masih panjang hehe
Diubah oleh anrhee 02-07-2020 12:19
ytf007 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
10.1K
Kutip
70
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
anrhee
#28
Lanjutan Tahun Pertama part 7

Perut sudah penuh karbo, dahaga sudah terpenuhi oleh air mineral botol plastik bervolume 100 ml, dengan tangan yang masih berminyak karena memegang sendok yang ditaruh di dalam tempat makan, ane berkenalan berjabat tangan dengan teman-teman yang lain di luar area bangku belakang. Seperti yang ane katakan dihari kedua ini kami X-4 jauh lebih cair dan akrab dari hari pertama. Suasana seram yang ane rasakan dihari pertama perlahan hilang dan berubah menjadi suasana yang asik dan penuh kelakar. Kami semua seakan ditakdirkan untuk bertemu karena kami memiliki beberapa sifat yang sama, tidak terlalu serius, suka bergurau dan kami tidak saling berlomba untuk menunjukan sifat pemimpin atau jagoan. Beruntungnya ane mendapatkan kelas yang kompak ini, hanya ada 1 murid di kelas ane yang sok pintar dan sangat serius sekali belajar, Dia bernama Andrew.
Bersambung...

Quote:
Jejak Marika Pulang
Perut sudah penuh karbo, dahaga sudah terpenuhi oleh air mineral botol plastik bervolume 100 ml, dengan tangan yang masih berminyak karena memegang sendok yang ditaruh di dalam tempat makan, ane berkenalan berjabat tangan dengan teman-teman yang lain di luar area bangku belakang. Seperti yang ane katakan dihari kedua ini kami X-4 jauh lebih cair dan akrab dari hari pertama. Suasana seram yang ane rasakan dihari pertama perlahan hilang dan berubah menjadi suasana yang asik dan penuh kelakar. Kami semua seakan ditakdirkan untuk bertemu karena kami memiliki beberapa sifat yang sama, tidak terlalu serius, suka bergurau dan kami tidak saling berlomba untuk menunjukan sifat pemimpin atau jagoan. Beruntungnya ane mendapatkan kelas yang kompak ini, hanya ada 1 murid di kelas ane yang sok pintar dan sangat serius sekali belajar, Dia bernama Andrew.
Quote:
Andrew memang pintar, tapi hanya akademisnya saja, dia menolak untuk bergaul dengan murid X-4 lainnya. Bayangkan saja tersentuh wanita saja dia tak mau, pernah suatu waktu murid wanita mencolek pundaknya bermaksud memanggilnya, bukan sautan balik yang didapat, Andrew malah menyapu-nyapu membersihkan pundaknya dengan tangannya, baju dan celana seragam kebesarannya mendukung sosoknya yang kutu buku. Pernah disuatu waktu juga ketika kami sedang ada ulangan sosiologi, ibu guru yang mengawasi sedang asik membaca buku entah buku apa yang dia baca membuat kami semua barisan bangku belakang saling mencontek dengan sangat profesional, lembut dan tidak berisik. Andrew yang duduk di bagian tengah tiba-tiba maju kedepan dan berbicara berbisik ke guru sambil menutupi bibirnya dengan telapak tangan kanannya.
Selepas membisiki Ibu guru, Andrew balik ke bangkunya dengan wajah yang puas, kami yang asik menyontek menjadi diam dan terbingung apa yang Andrew lakukan barusan. Ketika Andrew berbalik badan, Ibu guru tersenyum nyinyir dan membuat kami semakin bingung.
"Anak-anak dilarang mencontek ya, nanti Ibu akan bikin jelek nilai kalian kalau ketahuan!" sambil sedikit tertawa nyinyir Ibu guru mengancam kami.
Bukan takut dengan ancaman Ibu guru , murid X-4 malah tersenyum lebar mendengarnya, termasuk ane. Ane terkejut dengan kelakuan Andrew yang sangatlah tidak merakyat sekali dimata murid, dia jauh mementingkan dirinya sendiri dan juga ane dibuat terkejut lagi karena Ibu guru malah menganggap perbuatan Andrews adalah hal lucu, hal yang tak umum terjadi di dunia pendidikan Indonesia.
Orang seperti Andrew kadang sangat dibutuhkan untuk dunia pendidikan Indonesia agar murid-murid bisa jauh lebih jujur dan disiplin sepertinya, namun buat kami murid X-4 yang orang seperti Andrew akan menjadi penghalang prestasi kami yang sangat berharap pada contek mencontek.
Selepas membisiki Ibu guru, Andrew balik ke bangkunya dengan wajah yang puas, kami yang asik menyontek menjadi diam dan terbingung apa yang Andrew lakukan barusan. Ketika Andrew berbalik badan, Ibu guru tersenyum nyinyir dan membuat kami semakin bingung.
"Anak-anak dilarang mencontek ya, nanti Ibu akan bikin jelek nilai kalian kalau ketahuan!" sambil sedikit tertawa nyinyir Ibu guru mengancam kami.
Bukan takut dengan ancaman Ibu guru , murid X-4 malah tersenyum lebar mendengarnya, termasuk ane. Ane terkejut dengan kelakuan Andrew yang sangatlah tidak merakyat sekali dimata murid, dia jauh mementingkan dirinya sendiri dan juga ane dibuat terkejut lagi karena Ibu guru malah menganggap perbuatan Andrews adalah hal lucu, hal yang tak umum terjadi di dunia pendidikan Indonesia.
Orang seperti Andrew kadang sangat dibutuhkan untuk dunia pendidikan Indonesia agar murid-murid bisa jauh lebih jujur dan disiplin sepertinya, namun buat kami murid X-4 yang orang seperti Andrew akan menjadi penghalang prestasi kami yang sangat berharap pada contek mencontek.
Quote:
Selepas istirahat makan siang berakhir kami melanjutkan latihan drama kami, kami sangat semakin percaya diri karena dari kami secara teknis semua tak ada yang bermasalah dengan tugas kami masing-masing. Namun secara batin hati ane masih sangat iri kepada Derman, semakin kami berlatih semakin sering Marika menyentuh Derman, ane sang gitaris juga sangat ingin disentuhnya. Selama latihan Marika sama sekali tidak membuka obrolan ke ane, ini tak seperti yang ane bayangkan, karena ane membayangkan Marika akan terpukau dengan permainan gitar ane dan meminta ane untuk mengajarinya gitar atau sekedar bertanya mengenai gitar. Namun apalah daya , ane hanyalah ilalang dipinggir jalan yang kosong, tak ada yang melihat, tak ada yang peduli, hanya angin yang tak sengaja lewat yang menghargai ane.
Letih berlatih kami mulai melantur dan bercanda. Marika, Abie dan Ririn balik ke bangku mereka masing-masing, sedangkan ane dan yang lainnya bernyanyi lagu lain yang umum, cowok-cowok lainnnya yang tak terlibat di drama ini juga ikut bergabung bersama kami dan bernyanyi bersama. Kami menyatu dalam irama pop sederhana,bersenandung bersama dalam balada demi balada, sungguh menyenangkan kelas X-4 ini. Kenangan masa muda yang akan ane selalu ingat nanti ketika ane sudah tak mampu keluar kamar tak mampu berdiri tak mampu bangun dari tidur, tapi karena koleksi kenangan masa muda, otak ane akan terus hidup dan berimajinasi masa muda ane yang menyenangkan ini.
Ane juga tak lupa rencana ane hari ini dengan Baywatch yaitu mengikuti Marika pulang menaiki bus butut , tak sabar ane menanti bell pulang .
"Tenoneeeeettt tenonet nonettt nonetttt" Toa bising yang sangat ane nantikan berbunyi.
Yes, ane harus cepat berbenah merapikan barang-barang ane kedalam tas agar cepat pulang dan membuntuti Marika. Kami meninggalkan Gitar dan tam-tam di lemari kelas agar kami bisa leluasa mengikutinya. Tanpa basa-basi kami berdua keluar kelas dan menuju jalan raya tempat bus Marika lalu, kami bersembunyi dibalik bengkel motor di samping sekolah menunggu Marika datang. Ane harap rencana ini tak akan gagal, tak sabar menunggu Marika muncul ane semakin uring-uringan karena Marika tak muncul juga.
"Wat!!! Mane itu kok dia ga nongol-nongol!?? jangan-jangan dia lewat jalan lain atau di jemput didepan gerbang sekolah", tanya ane panik kepada si crazy frog.
"Yee mane gue tau, harusnya kita nuggu aja di depan gerbang jangan nunggu sini!", Baywatch menjawab.
"Kalao di gerbang nanti ngikutinnya susah, malah ketauan nanti kita", Ane menimpali.
"Serahh lu lahhhh, yowess nunggu aje nape sih, orang sabar pantate lebar..!!" Baywatch memberi motivasi ane dengan kalimat klasik.
Setelah menunggu 5 menit , akhirnya Marika muncul juga, wajahnya masih saja cerah padahal hari sudah petang, sungguh mempesona. Dia berdiri kurang lebih 4 meter dari tempat ane bersembunyi. Mata ane tak lepas darinya, sampai pada akhirnya bus itu pun datang dan Marika menaikinya dari pintu depan. Beruntungnya kami, kami jadi bisa menaiki bus itu dari pintu belakang tanpa terlihat Marika. Setelah itu kami langsung mengejar bus itu dan berteriak pada kondektur bus anti masuk angin yang berdiri di pintu bus, bus pun berhenti dan kami berhasil naik. Ane melihat Marika duduk di bangku di sisi sebelah kiri dekat pintu depan ,kami pun memilih tempat duduk dibelakang yang jauh dari pandangannya agar tidak ketahuan. Bus berjalan pelan dan perlahan menambah kecepatannya menembus jalan sunter kemayoran yang masih belum teratur kala itu, angin sore masuk membawa kesegaran ane yang sedang tegang menanti dia turun dari bus.
Sekitar 15 menit sudah bus berjalan, Marika tiba-tiba berdiri padahal bus sedang kencang-kencangnya, Ane dan Baywatch menutupi diri kami sambil membuang muka agar tidak terlihat jelas . Dan akhirnya bunyi atap bus terdengar diketuk 3 kali oleh sang kondektur "Trek Trekk Trekk!!", bunyi tanda untuk supir agar segera berhenti karena ada penumpang akan turun, bunyi yang tak akan terdengar lagi di masa depan ketika Jakarta sudah maju transportasinya.
Marika turun tepat di pinggir jalan raya angkasa, tak lama setelah bus berjalan kembali beberapa detik kami langsung meminta kondektur untuk berhenti. Kami harus segera turun agar tidak kehilangan jejak Marika. Setelah kami berhasil turun Marika sudah hilang karena sudah masuk ke jalan lain di dekat sekitar tadi dia turun dari bus, kami berlari kecil mencari jejaknya. Beruntungnya kami dapat melihat marika dari kejauhan setelah kami memasuki jalan itu, Marika berjalan sangat cepat, mungkin dia ingin cepat pulang karena takut ada orang jahat seperti kami ditengah perjalanannya pulang . Ini sangat merepotkan kami yang tak boleh terburu-buru dan juga tak boleh terlalu cepat. Hati ane semakin berdebar menanti dia memasuki rumahnya yang masih misteri. Dari kejauhan Tibat-tiba Marika belok dan menghilang, kami pun mempercepat jalan kami menuju ujung jalan itu , tapi setelah kami sampai di tikungan itu Marika menghilang!
Oh no!, Dia menghilang dan ada banyak tikungan setelah ujung tikungan tadi, ane dan Baywatch mencari ketiap-tiap jalan kecil yang ada di jalan itu,tapi tak ada tanda-tanda darinya.
"Yah Watt!! Marika hilang Watt! Apa dia sudah masuk rumah ya!?" Ane bertanya lesu .
"Yah lu sih, Kelamaan lu jalannya bego!" Baywatch malah menyalahkan ane.
"Apa kita nanya orang aje ye?" Ane memberi ide.
"Lu aja ah , gw malu nanya-nanya orang", Baywatt menolak.
"Yah lu dong watt!!", Ane mengharapakan Baywatch karna ane juga malu.
"Yaudah sih gini, kalo dia ilang didaerah sini berati dia rumahnya daerah sini kan, besok-besok lo sering-sering aja lewat sini iseng, nah kalo udah tau lo kasih tau gw, HAHAHAHA!!", Baywatch mengide.
"Kamprettt!! Bener juga tapi lu!!" , Ane setubuh dengan Baywatch.
"Dah yuk ah balik, malu nih masih pake baju SMP kemana2", kata Baywatch yang gengsi masih menggunakan seragam SMP dalam masa MOS padahal sudah SMA
"Yaudah yuk deh!!" , ane singkat menjawab dengan kecewa .
Gagal sudah rencana ane, rasa kecewa semakin menebal semakin ane pikirkan. Kami pun pulang dengan menaiki bus yang sama namun dengan arah yang sebaliknya menuju Sunter Kemayoran. Tapi ada rasa yang semakin tumbuh di dalam kekecewaan ane ini, yaitu rasa ingin tau yang semakin mendalam tentang Marika. Mungkin ini cara ane untuk mengaguminya, ane rasa ane tak akan berani berbicara dua mata dengannya tentang apa yang ane alami ini. Seharian ini ane sama sekali tak memikiran pacar ane Lia, ane merasa semakin jauh dengan Lia, suatu hari ane ingin sekali Lia tau apa yang ane rasakan tapi itu sangat jahat. Namun setelah ane berfikir panjang, ini saatnya ane untuk menjauhi Lia perlahan.
Letih berlatih kami mulai melantur dan bercanda. Marika, Abie dan Ririn balik ke bangku mereka masing-masing, sedangkan ane dan yang lainnya bernyanyi lagu lain yang umum, cowok-cowok lainnnya yang tak terlibat di drama ini juga ikut bergabung bersama kami dan bernyanyi bersama. Kami menyatu dalam irama pop sederhana,bersenandung bersama dalam balada demi balada, sungguh menyenangkan kelas X-4 ini. Kenangan masa muda yang akan ane selalu ingat nanti ketika ane sudah tak mampu keluar kamar tak mampu berdiri tak mampu bangun dari tidur, tapi karena koleksi kenangan masa muda, otak ane akan terus hidup dan berimajinasi masa muda ane yang menyenangkan ini.
Ane juga tak lupa rencana ane hari ini dengan Baywatch yaitu mengikuti Marika pulang menaiki bus butut , tak sabar ane menanti bell pulang .
"Tenoneeeeettt tenonet nonettt nonetttt" Toa bising yang sangat ane nantikan berbunyi.
Yes, ane harus cepat berbenah merapikan barang-barang ane kedalam tas agar cepat pulang dan membuntuti Marika. Kami meninggalkan Gitar dan tam-tam di lemari kelas agar kami bisa leluasa mengikutinya. Tanpa basa-basi kami berdua keluar kelas dan menuju jalan raya tempat bus Marika lalu, kami bersembunyi dibalik bengkel motor di samping sekolah menunggu Marika datang. Ane harap rencana ini tak akan gagal, tak sabar menunggu Marika muncul ane semakin uring-uringan karena Marika tak muncul juga.
"Wat!!! Mane itu kok dia ga nongol-nongol!?? jangan-jangan dia lewat jalan lain atau di jemput didepan gerbang sekolah", tanya ane panik kepada si crazy frog.
"Yee mane gue tau, harusnya kita nuggu aja di depan gerbang jangan nunggu sini!", Baywatch menjawab.
"Kalao di gerbang nanti ngikutinnya susah, malah ketauan nanti kita", Ane menimpali.
"Serahh lu lahhhh, yowess nunggu aje nape sih, orang sabar pantate lebar..!!" Baywatch memberi motivasi ane dengan kalimat klasik.
Setelah menunggu 5 menit , akhirnya Marika muncul juga, wajahnya masih saja cerah padahal hari sudah petang, sungguh mempesona. Dia berdiri kurang lebih 4 meter dari tempat ane bersembunyi. Mata ane tak lepas darinya, sampai pada akhirnya bus itu pun datang dan Marika menaikinya dari pintu depan. Beruntungnya kami, kami jadi bisa menaiki bus itu dari pintu belakang tanpa terlihat Marika. Setelah itu kami langsung mengejar bus itu dan berteriak pada kondektur bus anti masuk angin yang berdiri di pintu bus, bus pun berhenti dan kami berhasil naik. Ane melihat Marika duduk di bangku di sisi sebelah kiri dekat pintu depan ,kami pun memilih tempat duduk dibelakang yang jauh dari pandangannya agar tidak ketahuan. Bus berjalan pelan dan perlahan menambah kecepatannya menembus jalan sunter kemayoran yang masih belum teratur kala itu, angin sore masuk membawa kesegaran ane yang sedang tegang menanti dia turun dari bus.
Sekitar 15 menit sudah bus berjalan, Marika tiba-tiba berdiri padahal bus sedang kencang-kencangnya, Ane dan Baywatch menutupi diri kami sambil membuang muka agar tidak terlihat jelas . Dan akhirnya bunyi atap bus terdengar diketuk 3 kali oleh sang kondektur "Trek Trekk Trekk!!", bunyi tanda untuk supir agar segera berhenti karena ada penumpang akan turun, bunyi yang tak akan terdengar lagi di masa depan ketika Jakarta sudah maju transportasinya.
Marika turun tepat di pinggir jalan raya angkasa, tak lama setelah bus berjalan kembali beberapa detik kami langsung meminta kondektur untuk berhenti. Kami harus segera turun agar tidak kehilangan jejak Marika. Setelah kami berhasil turun Marika sudah hilang karena sudah masuk ke jalan lain di dekat sekitar tadi dia turun dari bus, kami berlari kecil mencari jejaknya. Beruntungnya kami dapat melihat marika dari kejauhan setelah kami memasuki jalan itu, Marika berjalan sangat cepat, mungkin dia ingin cepat pulang karena takut ada orang jahat seperti kami ditengah perjalanannya pulang . Ini sangat merepotkan kami yang tak boleh terburu-buru dan juga tak boleh terlalu cepat. Hati ane semakin berdebar menanti dia memasuki rumahnya yang masih misteri. Dari kejauhan Tibat-tiba Marika belok dan menghilang, kami pun mempercepat jalan kami menuju ujung jalan itu , tapi setelah kami sampai di tikungan itu Marika menghilang!
Oh no!, Dia menghilang dan ada banyak tikungan setelah ujung tikungan tadi, ane dan Baywatch mencari ketiap-tiap jalan kecil yang ada di jalan itu,tapi tak ada tanda-tanda darinya.
"Yah Watt!! Marika hilang Watt! Apa dia sudah masuk rumah ya!?" Ane bertanya lesu .
"Yah lu sih, Kelamaan lu jalannya bego!" Baywatch malah menyalahkan ane.
"Apa kita nanya orang aje ye?" Ane memberi ide.
"Lu aja ah , gw malu nanya-nanya orang", Baywatt menolak.
"Yah lu dong watt!!", Ane mengharapakan Baywatch karna ane juga malu.
"Yaudah sih gini, kalo dia ilang didaerah sini berati dia rumahnya daerah sini kan, besok-besok lo sering-sering aja lewat sini iseng, nah kalo udah tau lo kasih tau gw, HAHAHAHA!!", Baywatch mengide.
"Kamprettt!! Bener juga tapi lu!!" , Ane setubuh dengan Baywatch.
"Dah yuk ah balik, malu nih masih pake baju SMP kemana2", kata Baywatch yang gengsi masih menggunakan seragam SMP dalam masa MOS padahal sudah SMA
"Yaudah yuk deh!!" , ane singkat menjawab dengan kecewa .
Gagal sudah rencana ane, rasa kecewa semakin menebal semakin ane pikirkan. Kami pun pulang dengan menaiki bus yang sama namun dengan arah yang sebaliknya menuju Sunter Kemayoran. Tapi ada rasa yang semakin tumbuh di dalam kekecewaan ane ini, yaitu rasa ingin tau yang semakin mendalam tentang Marika. Mungkin ini cara ane untuk mengaguminya, ane rasa ane tak akan berani berbicara dua mata dengannya tentang apa yang ane alami ini. Seharian ini ane sama sekali tak memikiran pacar ane Lia, ane merasa semakin jauh dengan Lia, suatu hari ane ingin sekali Lia tau apa yang ane rasakan tapi itu sangat jahat. Namun setelah ane berfikir panjang, ini saatnya ane untuk menjauhi Lia perlahan.
Bersambung...
Diubah oleh anrhee 19-11-2019 14:32
mmuji1575 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas