Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#68
Part 19

Sorenya kami ngobrol-ngobrol diteras... bersama dengan Sherin dan juga Alfy. Berbicara banyak hal, tentang sekolah dan lain-lain.

"Lo gak pulang?" Kata ku, karena hari sudah mulai gelap.
"Nanti aja agak maleman ya" Kata Diva.
"Kenapa sih suka gak betah dirumah?" Kataku.
"Aku udah capek dengan suasana rumah itu... sunyi tanpa adanya kasih sayang keluarga..." Kata Diva sambil melihat ke langit.
"Tapikan disana ada Bi Asri...kasian dia sendirian mulu" Kataku.
"Iyaa sih... kadang suka gak enak sama dia"
"Dia udah kayak ibu kedua... yang ngerawat dari kecil" Kata Diva.
"Nah yaudah sekali-sekali temenin Bi Asri... bantu-bantu dia, biar lo juga gak suntuk dirumah"
"Nanti gantian gue yang kerumah lo" Kataku.
"Hhmm iya juga sih" Kata Diva.
"Mau pulang?" Kataku.
"Iyaa yuk...pulang sekarang aja, nanti takut kemaleman...kasian Bi Asri nungguin pasti" Kata Diva.
"Nah gitu dong, anggap dia Orang Tua lo juga" Kataku.

Lalu aku bersiap-siap untuk kerumah Diva.
Disepanjang perjalanan pulang kerumah Diva, dia memeluk ku dengan erat. Dan aku telah sadar sekarang, aku harus bisa jadi orang yang berani buat menjaga dan menyayangi dia.

Tak lama kami sampai dirumah Diva.
"Mau mampir dulu?" Kata Diva.
"Enggak... langsung pulang aja, lo istirahat sana tidur..." Kataku.
"Ciyee udah mulai perhatian..." Kata Diva sambil meledek.
"Ya kan gue pacar lo haha"
"Besok gue jemput" Kataku.
"Siapp pak!!" Kata Diva sambil melakukan postur hormat.
Lalu aku membalas juga dengan hormat, dan kami tertawa.

Ketika aku menyalakan motor dan hendak memakai helm, tiba-tiba tanganku dipegang oleh Diva.
"Cup..." Diva mencium pipiku.
"Hati-hati ya sayang" Kata Diva dengan lembut sambil tersenyum.
Aku yang dari tadi mendadak diam, karena terkejut dicium perempuan dan dipanggil sayang hehe.
"Hehe iyaa"
"Assalamualaikum..." Kataku.
"Wa'alaikumsalam..." Kata Diva.
Lalu aku pulang kerumah.

Sesampainya dirumah aku langsung masuk kekamar, dan memasang headset dan menikmati lagu-lagu yang ada diplaylist ipodku.

"Drett...drett..." Hpku begetar dan muncul notifikasi Whatsapp dari Diva.
"Have nice dream na..." Kata Diva.
"Yes... have nice dream too, semoga mimpiin gue yak hehe" Kataku.
Setelah kami chattingan sebentar, kamipun tertidur.

Paginya aku terbangun oleh suara alarm setia yang paling ku sayang, yaitu Bunda hehe.

"Nanti ini jangan lupa kasih pacarmu ya" Kata Bunda.
"Buat aku gak ada bun?" Kataku sambil melihat roti berisi selai coklat yang sedang dimasukkan kedalam kotak makanan.
"Kamu bikin sendiri..." Kata Bunda.

Setelah sarapan, aku bersiap-siap untuk berangkat sekolah...dan tak lupa menjemput Diva.
Saat diparkiran sekolah aku memberikan pesanan Bunda untuk Diva.
"Nih...dari Bunda... dimakan ya..." Kataku sambil tersenyum.
"Dih apaan senyum-senyum sok manis gitu.. kan rotinya dari Bunda bukan dari kamu..." Kata Diva.
"Biar tambah manis hehe"
"Yaudah yuk ke kelas..." Kataku.
Lalu kami pun berjalan kekelas masing-masing.

Hari ini adalah pelajaran kejuruan.
Oh iya aku lupa belum memberitahu, aku sekolah disekolah kejuruan atau disebut SMK.
Jurusan yang ku ambil adalah Multimedia, kalau Diva dan Sherin jurusan Administrasi Perkantoran.

"Cuk ayok ke Lab" Kataku kepada Alfy dan Rakha.
"Ah mager banget gue dengerin Pak Gofar ngoceh" Kata Alfy.

Memang Pak Gofar ini orangnya kalau sedang mengajar, dia bodoamat dengan muridnya.. mau mendengarkan atau tidak juga dia tak perduli. Kadang aku juga suka sebal sih, masa guru cuma ngasih video tutorial yang ia download dari Youtube... buat apa ? Mending belajar sendiri dirumah kan... tapi dia kadang-kadang kalau ngasih contoh suka salah, dan malah dikasih tau yang benar caranya sama muridnya.

"Mengerti kan? Nanti coba kerjaan... Bapak keluar dulu..." Kata Pak Gofar.
"Ngertiii pak...." Kata Murid.
Ketika Pak Gofar keluar dari Lab, kami bukannya mengerjakan malah ngobrol dan main hp atau malah main game.

Alfy dengan tingkah konyolnya itu tiba-tiba mencolokan kabel jack ke hpnya dan memutar lagu dangdut, dan dia langsung joget didepan...
Gila emang ini anak.
"BUKAN TEMEN GUEE!!!" Kataku.
Tapi entah kenapa, anak-anak kelas pun ikutan joget dan merekamnya.

"Drett..drett"
Hpku bergetar menunjukkan notifikasi dari Diva.
"Kamu masih lama gak? Aku dikantin..." Kata Diva.
"Enggak ko...gue kesitu nih..." Kataku.
"Kantin gak lo pada?" Tanyaku kepada Alfy dan Rakha.
"Lo duluan deh...bentar gue masih pw" Kata Rakha.
"Yaudah gue kekantin duluan..." Kataku. Lalu aku keluar lab dan menuju kantin.

Sesampainya dikantin, aku mencari-cari keberadaan Diva... tak lama kemudian aku melihat dia melambaikan tangannya, lalu aku menuju ketempatnya.
"Kok tumben sendirian? temen kamu mana?" Kata Diva.
"Iya nih... itu anak lagi pada ngadem diLab..."
"Lah ini belum dimakan rotinya?" Kataku.
"Maunya makan sama kamu hehe" Kata Diva.
"Dih dih biar apa? Biar sosweet gitu ya haha?" Kataku.
"Iya dongg... yaudah nih makan" Kata Diva.

"Enak ya..." Kata Diva.
"Iyaa... katanya bikinnya pake cinta yang spesial..."
"Tapi anaknya malah suruh bikin sendiri..." Kataku.
"Uuhh kasian dehhh" Kata Diva sambil mengelus pipiku.
"Hhmmm!!! mesra banget ini Bapak sama Ibu" Kata Alfy dari belakang.
"Yee gangguin aja lo pada gatau orang lagi bahagia apa" Kataku.
"Eh sini gabung..." Kata Diva.
"Dih apaan gausah" Kataku.
"Gaboleh gitu..." Kata Diva.
"Noh na... pacar lo aja baik gak kayak lo" Kata Alfy.
"Hehe iya ka, kita mau pesen makan dulu" Kata Rakha. Lalu mereka pergi untuk memesan makan.

Tak lama mereka pun kembali dengan membawa makanan dan minuman...
"Lah gue gak dipesenin sekalian?" Kataku.
"Ohh maaf Tuan... saya lupa"
"Tuan mau pesan apa ya?" Kata Alfy.
"Saya pesan kamu mending jauh-jauh jangan ganggu saya" Kataku.
Kulihat Diva tertawa.
"Haha...saya pesan es teh manis aja ya mas..." Kata Diva.
"Siap Nyonya laksanakan..." Kata Alfy dan dia langsung pergi membeli es tehnya.
"Lah... dibeliin beneran..." Kataku.

Lalu kami pun ngobrol bersama-sama, terlihat Diva mulai berbeda dari apa yang kulihat sewaktu SMP dulu. Dia lebih bisa membaur, lebih ceria... tapi aku tau masih ada sesuatu yang akan membuatnya sedih, dan itu akan datang entah kapan.


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.