Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#7
Selamat tidur kekasih gelapku
Semoga cepat kau lupakan aku
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk melupakanmu
Selamat tinggal kasih tak terungkap
Semoga kau lupakan aku cepat
Kekasih sejatimu takkan pernah sanggup untuk meninggalkanmu


Malam yang sama, diam diantara denting dan keadaan yang tak tau harus apa dan bagaimana. Hanya nada-nada rendah yang terkadang.. mampu mengejawantahkan segala rasa. Sebagai manusia, kadang memang sulit tuk sekedar mengatakan, selamat tidur kekasih.., berat. Apalgi saat tak punya kekasih, namun.. lagu tak pernah peduli, ada pun nggak ada, sesedih dan sedalam apapun liriknya, kena aliran Koplo, kita auto goyang, minimal.. keadaan akan sedikit mencair.

Yak, malam ini gw nongkrong di atas, setelah sore tadi gw mojok di depan perapian, bikin mie sekalian ngehangatin badan.

Untuk malam ini, gw mau pegang ponsel, ada rasa nggak enak juga sama mereka, nanti dikira apa. Termasuk juga temen gw itu, apalagi tau alau gw pulang, ya sudah pasti dia Tanya ini itu, dan menyuruh gw main ke rumah dia. Gimana ya, gw nggak semurah itu lah. Ya kalau ada urusan atau apalah yang urgen, mungkin gw masih bisa mentolerir, nah.. kalau sudah tua gini, terus main kerumah gadis? Apa nggak dikira macem-macem, mulai dari calonya atau apalah itu. Ah, gw bukan orang receh macam itu. Mending, kalau mau ketemu, janjian di luar.. beres.
Terlalu gimana ya, pokoknya begitulah.

Eh ya, temanku itu sekarang ngajar. Calon guru lah pokoknya, pantas juga kalau dia jadi guru, sabar orangnya.

Dan untuk Wa darinya yang kesekian kali, dan itu pun masih sebetas recehan belaka, jujur gw jadi bad mod. Rasa-rasanya datar.. sopan dan nggak ada joke-joke-nya, formal.. ah sumpah, gw nggak bisa sama manusia macam ini. Apalagi, dia sering nggak nyambung sama apa yang gw katakan. Itu yang bikin gw bête.

Suka, sinkron dan sepandangan itu nggak mudah. Ya kalau masih bocah, kelihatan bening dikit auto gasak, nggak seperti sekarang. Kita.. kalau mau berhubungan paling nggak harus punya beckground yang senada, entah itu cara berfikir, cara pandang dan cara menyikapi keadaan. Lagipula, kalau kita jauh berbeda, bisa-bisa saling berat memberatkan, missal gw mau lari.. nah dia masih mau jalan, itupun masih harus di ajarai, susah.

Mangkanya, gw lebih mengutamakan prinsip. Meski kita beda prinsip, kadang lebih keren daripada menyamakan prinsip tapi harus mengajari. Kita akan sangat keren jika memiliki sebuah prinsip, intinya.. kamu adalah manusia merdeka, manusia dengan ke kamuan yang haq. Bukan ikut-ikutan atau meniru orang lain.

Absurd memang, tapi gw begitu orangnya.

Lupakan bahasa-bahasa manusia, terlalu receh untuk sekedar di cerna. Mending, main-main sama pikiran. Semacam apa yang akan gw lakukan jika gw harus hidup di desa? Dan apa yang akan gw lakukan sebagai manusia?

Jika gw harus hidup di desa, sacara aktifitas.. mungkin gw akan sama seperti mereka kebanyakan, bedanya.. gw masih bisa hidup diantara kemayaan yang kini bisa dijadikan sumber mata pencarian. Modalnya satu, gw harus pasang internet sendiri, sebenarnya.. dulu gw sudah mau pasang internet, tapi.. jaringanya nggak sampai kalau harus nebeng punya jaringan kantor desa, mungkin.. alternatifnya gw nyari temen buat bisa dipasang satu tower lagi. Itupun harus sepuluh orang minimal, atau kalau sendirian ya agak mahal, ya kalau digunaan untuk hal-hal yang sifatnya produktif, nggak jadi masalah, kalau Cuma nyediain buat Youtuban, facebookan.. bisa rusak generasi ini. Apalagi mereka nggak dibekali wawasan perihal dunia maya, kalau sampai terjebak bisa gawat. Apalagi, mereka-mereka yang memiliki tujuan nggak baik, selalu mengunakan media untuk lahan cuci otak. Mengerikan.

Tapi, itu juga masih masuk dalam hal receh bagi gw, lagipula sudah umum kan.

Yang nggak receh adalah pikiran kita, akan ejawantah.. sebagai makhluk ciptaan senama manusia
.
Menurutmu, manusia itu apa? Bagaimana dan untuk apa?

Perihal ini saja bisa berlainan, tinggal kita lihatnya dari sudut apa dan sudut mana.

Haragah..

Firus mulai muncul satu persatu, yang kadang terlalu muak tuk sekedar di cerna, apa.. apa.. dan bagimana. Tanya.. Tanya dan terus bertanya, kenapa.. kenapa dan kenapa.

Namanya juga manusia, kalau nggak terus berfikir.. bukan manusia namanya.

Lupakan segala, gw Cuma mau berdamai dengan diri dan damai dengan keadaan yang seperti ini. Cukup diam dan menikmati suasana, beriring music yang kadang membuat jiwa tenang.

Meski begitu, masih saja banyak diksi yang ingin gw sampaikan, kepada malam dan kepada ketiadaan yang sudah lama gw rasakan. Bukan perihal cinta, bukan perihal harta dan bukan pula senama derita. Namun, perca alam nyata dan yang tak nyata, kadang berkelindan, tumpang tindih dan bertolak belakang.

Apakah ini sudah zamanya, zaman edan seperti yang dulu pernah Kakek gw bilang, semacam cerita.. kalau suatu hari nanti, orang-orang seperti gabah den interi, pasar sudah hilang gemuruhnya? Dan siapaun bisa jadi lebih binatang dari binatang, itu sudah terjadi sekarang.

Zaman dulu, manusia masih mengandalkan hidup dari pekarangan dan apa adanya dari hasil tanaman ini dan itu, sekarang.. demi sebuah status social dan pandangan, kita rela jauh dari sanak saudara, bertahun-tahun merantau, dan tak jarang lupa akan jatidiri, lupa akan siapa kita dan darimana asal kita. Dan akan pulang saat nyawa sudah nggak ada di badan.

Banyak, manusia-manusia ini kehilangan kehangatan keluarga, termasuk juga gw, tapi gw nggak mau jauh ngebahas itu, percuma.
Entah karena keadaan, pelarian atau apa.. begitulah kenyataan, kita tidak bisa menolak pun menghindar, sadar nggak disadari.. kita sendiri uang membuat doktrin dan kita sendiri yang merealisasikan doktrin itu, meski kita tau doktrin itu salah dan merusak.

Jauh menyusup diantara ilmu sikologi, apa dan siapa kita hari ini adalah kita dari asupan yang telah lalu. Semacam siapa kita lima tahun mendatang, adalah buku apa yang kita cerna sekarang.

Setiap kehidupan, akan hidup dan berciri sesuai narasi apa yang sudah tertanam di alam bawah sadar, kita nggak bisa menolak.. karena sudah ber-gen-gen yang menjadi bahan apa-apa yang ada di tubuh kita, entah itu yang bersifat materi atau imateri.

Mangkanya, gw kadang merasa risi dengan apa yang banyak dipertontonkan orang-orang. Meski begitu, gw juga nggak sepenuhnya menutup mata, kalau sekarang banyak kemajuan dimana-mana, entah kemajuan yang siatnya fisik maupun non fisik.

Gw juga sadar, Tuhan memang maunya seperti ini, kalau Tuhan nggak menghendaki.. ya nggak mungkin ada manusia koplak macam gw atau mereka. Maka, nikmati saja.

Dulu, gw juga pernah marah sama Tuhan, mungkin juga sampai sekarang.. meski jauh di dalam dada gw sudah tertanam kalimat, Tuhan pasti punya alasan.. atas segala yang mbulet dan gelap ini. Pun kalau gw mengunyah semuanya, gw yang bakalan down. Lagipula, gw juga bukan siapa-siapa, hanya sebats manusia yang masih menjunjung nilai-nilai kemanusiaan yang gw miliki, semata-mata tuk memanusiakan manusia tanpa pandang suku, ras maupun agama. Kalaupun ada yang salah, itulah manusia. Sudah kodratnya seperti itu. Mau sok surgawi juga silahkan, tapi inggat.. di dalam perutmu masih ada TAI-nya.

Pun yang jelas-jelas di labeli calon gedibal neraka, belum tentu juga.

Bagi gw, selama bumi ini masih bulat, benar salah itu nggak ada. Yang ada hanyalah pembenaran, pembenaran pribadi, kelompok maupun kesepakatan. Kita lo nggak tau.. apa-apa yang ada sekarang ini hanyalah product manusia, semacam teori ini itu.. sebenarnya masih terbuka lebar untu dikoreksi dan di kembangkan, tapi.. manusia sekarang maunya instan.

Tak banyak hal yang bisa gw lakukan selain terus berfikir, meski nggak ada gunanya.. tapi gw suka melakukan itu. Topiknya beragam, dan nggak perlu juga menanyakan hasilnya apa, cukup teriima nikamti dan syukuri. Toh, sebagus-bagunya pemikiran, ide dan gagasan, kalau hanya di otak juga nggak ada untungnya. Mending, kerjakan saja. Lagipula kita masih dialam nyata, belum di alam yang nggak membutuhkan makan.

Mari jaga kewarasan diantara gemerlap zaman yang kian nggak waras. Itupun masih belum tentu waras yang memang waras, toh.. waras bisa dinarasi dan di usahakan.

Mending kita ngopi dan menjadi manusia hangat antar sesame manusia, perkara kesurgawian, itu urusan kita sama Tuhan.
i4munited
yusufchauza
tikusil
tikusil dan 3 lainnya memberi reputasi
4
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.