Kaskus

Story

panpanochioAvatar border
TS
panpanochio
Milk & Mocha
Milk & Mocha

Halo semua, ijinin gue seorang newbie untuk menceritakan sebuah kisah dari pengalaman gue, mungkin bagi beberapa orang pengalaman gue ini ga menarik. Perkenalkan nama gue Rendra, selamat datang di thread ini.

Cerita ini sepenuhnya real bagi orang-orang yang mengalaminya. Maka, gue bakalan pake nama asli mereka demi melindungi privasi. Nggak, becanda.


Quote:



Jangan lupa RATE and REPLYemoticon-Betty


Spoiler for Prolog:



Spoiler for Index:
Diubah oleh panpanochio 16-07-2020 21:04
Rindaoktavia009Avatar border
sitinur200Avatar border
fauzan.rifazaAvatar border
fauzan.rifaza dan 55 lainnya memberi reputasi
52
21K
169
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
panpanochioAvatar border
TS
panpanochio
#7
PART 5

Weekend di akhir bulan ini gue menghadiri sebuah undangan pernikahan temen gue di kampus yang dulu pernah sekelas sama gue. Ya, temen gue udah nikah duluan dan bukan karna adanya ‘accident’ emang karna mereka memutuskan untuk nikah aja, kadang gue heran sama orang yang nikah pas masa kuliah, nabungnya dari SD apa gimana? dan berpikiran ah gue mau nikah waktu kuliah, gue harus nabung dari SD.

Gue dan temen-temen kampus rombongan naik motor ke pernikahan temen gue yang resepsinya di adakan di kawasan puncak bogor, lumayan sambil main juga. Gue memakai kemeja merah marun dan dengan setelan bawah jeans serta sepatu kasual yang sukses membuat ketampanan gue bertambah sepersekian persen emoticon-Big Grin.

Kampretnya, udah ganteng-ganteng gini tapi dateng ke nikahan gak ada gandengan, dan gue harus membawa motor pulang-pergi sendirian alias ga ada temen boncengan, ngenes bener. Gak mungkin kan gue ngajak Cita, baru juga kenal. Sesampainya disana, resepsi di adakan di sebuah vila yang cukup luas, sesi bersalaman dengan kedua pengantin, makan-makan, dan sesi foto-foto selesai. Hari udah sore, dan gue bersama temen-temen deket gue mampir ke sebuah warung yang terkenal di kawasan puncak Bogor.

Seperti biasa, menu favorit yang gue pesen kalo ke warung ini adalah.. indomie rebus+telor dengan minuman teh susu ditemani sebatang rokok. Mantep bre emoticon-Big Grin.

Kita semua kumpul dan mengobrol-ngobrol, kebanyakan temen gue sibuk mencari-cari cewek cantik, cuci mata katanya, maklum aja selama dua semester ini satu kelas kita berisikan 2 orang cewek, gimana gak stress tuh emoticon-Big Grin. Hari semakin malem, gue asik stalking steller Cita

Biru

Biru adalah warna yang melambangkan ketenangan dan kedamaian

Seperti lagit indah berwarna biru

Meski langit kelabu dan akan hujan, kau tahu di atas awan-awan warna langit tetaplah biru

Bahkan seperti laut yang berwarna biru, begitu pula sikapmu denganku

Kadang setenang laut, tapi tidak saat diterjang ombak


Gue menekan ikon berbentuk hati, gue suka tulisannya, ini adalah tulisan yang paling gue suka dari sekian tulisan yang ia buat. Gue sengaja menekan tombol like itu, lagi-lagi berharap Cita meresponnya. Dan yang gak di sangka-sangka setelah setengah jam berlalu, Cita mengirim chat ke gue melalui dm di ig mengirimkan secreenshoot notifikasi stellernya bahwa gue telah menyukai postingan tulisannya

“Itu akun lu ya?” Oh shiiit, ga menyangka Cita bakal merespon

“Ehiyaa, kepencet” jawab gue mengelak “Tapi suka sih tulisannya”

“Malu ada yang baca”

“Gapapa bagus kali. Kalo malu kenapa di post atuh”

“Biasanya tuh ga ada yg liat atau like. Shock aja tadi ada notif like”

“Gapapa biar gua aja yang baca/like hehe”
. Tiba-tiba gue teringat, kalo gak salah gue menyimpan foto kue lapis yang terkenal di bogor, dan ide nekat muncul di kepala gue. Gue mengirimkan foto tersebut ke Cita

“Mau gak?” tanya gue menawarkan

“Dari bogor yaa? Btw, emang udah lama main steller?”

“Iya masih di Bogor, gua bawain ya. Baru aja sih main steller wkwk”

“Ih gausah”


“Yah udah kebeli wkwk” alibi gue, padahal mah gue masih nongkrong, buat alibi aja biar bisa kenalan langsung kan emoticon-Big Grin

“Yauda buat makan di rumah aja ”

“Gak abis kalo buat dirumah. Mau besok dibawain kerumah atau senin di kampus?” tanya gue basa-basi padahal mah belom tentu gue berani ke rumahnya emoticon-Big Grin

“Ha kerumah? Jangan”

“Yaudah senen ya”

“Ih ga enak baru kenal udah dikasi. Senin jg kelas B libur. Paling ke kampus Cuma kasih surat sakit aja”

“Gapapa citaa, tapi lu ke kampus?”

“Iya ke kampus. Ih gausa, buat makan di rumah aja. Atauga nanti diganti deh uangnya”
hahaha geregetan sendiri gue bacanya emoticon-Big Grin

“Oke kalo udah di kampus kasi tau aja ya. Gausah gapapa kan emang mau beliin buat lu gitu”

“Jadi ngerepotin nantii”

“Kalo ditolak malah ngerepotin nanti”

“Ih ko gitu”

“Iya udah makanya nurut yak wkwk”

“Gamau ”

“Pokoknya senen gua bawa”

“Hmm, gimana ya kalo langsung tu susah nolaknya”
Diubah oleh panpanochio 26-03-2019 21:32
alizazet
nuryadiari
nurwaati
nurwaati dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.