Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#6
Sebelum adzan duhur, gw sudah sampai rumah, sepi tentunya.

Setelah nurunin belanjaan, gw ke atas.. ambil ponsel. Lebih tepatnya ngehidupin ponsel, kenapa? Ya karena jaringan sulit.. kalau nggak dimatiakn cepet habis batrainya.

Setelah hidup plus datanya gw aktifin, beberapa Wa masuk, Rania, HRD juga masih sama, Cuma satu yang belum ada namnya, tapi.. gw juga sudah tau siapa dia.

Dialah gadis yang aku bilang sebelumnya, yang datang dan pergi sesuka hati. Di wa dia Cuma Tanya, apa benar aku pulang?. Tapi nggak gw bales, Cuma gw baca doang. Nah, gimana dia bisa tau kalau gw pulang, ya karena.. temennya dia rumahnya deket rumahku, mungkin tetangaku yang bilang ke dia.

Begitu. Mereka berteman saat mondok dulu, nah gw kenal sama dia.. yang ngenalin juga tetanggaku itu. Hahahaha, baru.. pas lebaran gw main ke rumahnya. Eh nggak taunya gw aja yang kagak tau keluarga, entah darimana darahnya.. Bapak Ibuk-nya bilang kalau kita masih ada hubungan saudara, meski sudah jauh.. dan kalaupun nikah juga boleh. Sudah jauh soalnya.

Cuma, waktu itu jalan penghubung agak sulit, jadi dia nggak berani main ke rumah, kalau nggak ada yang nyetir-in. kalau sekarang, jalan sudah bagus, meski masih COR. Yang jelas sudah tidak seperti dulu.

Oh lupa, namanya Nadia. Dia hijaber, nggak tinggi-tinggi amat dan kalah cantik sama Lola, kalah manis juga sama Ezii, dang w baru sadar kalau Ezii yang pernah tukar keringat sama gw itu gingsulnya kek Nadia selinda artis tik tok itu, hahahaha. Sumpah, baru nyadar gw, bedanya.. Ezii ini tomboy-nya kelihatan, kalau Nadia artis tik tok, meski tatoan masih banyak sisi perempuanya. Nadia yang ini plusnya di kedewasaan, baik, intinya.. istriable lah, sekali sentuh.. auto hamil.

Semua way g masuk Cuma gw baca doang, si Budi partner gw juga Cuma Tanya, gw lagi dimana. Ya sudah, gw bilang aja kalau gw sedang di rumah.

Ngak ada yang penting, gw pun turun.

Ambil ini itu, cus ke rumah Bede. Yang juga kakak perepuanya Ibuk gw.

Nggak lama, paling sepuluh menitan, hanya saja.. jalanya masih batu, rencananya tahun ini di COR.

Yang namanya di desa, sekarang sudah banyak rumah yang menghadap ke jalan utama, kalaupun masih ada yang mencil, suatu saat akan mendekat juga ke pingir jalan.

Selama jalan, meski modal gw Cuma senyum, mereka yang gw lewati saling sapa dan menyuruh gw mampir, lamis.. tapi—itulah keramahan desa.

Gw pun sampai, seperti rumah gw.. rumahnya Bude, halamanya juga luas, kiri kanan tumbuh-tumbuhan, mulai sayuran, jagung, dan macem-macem.. namanya juga di desa. Karena rumahnya cukup mencil, ayamnya bude banyak, kelincinya juga banyak, kambing.. dan sapinya dua, katanya lagi hamil.

“Lah, kapan pulang..” sapa bude gw.

“Kemaren, la Nina belum pulang?”

“Belum..”

“Roy kemana?”

“Si ro, bantu panen pak muji..”

“La ini la, bantuin.. aku punya rambutan, nggak tak kasih nanti..”

Dan kitapun masuk sembari bawa perca-perca kebutuhan dapur. Yang tadi gw suruh namanya Lana, yang masih TK. Sedangkan Nina kakaknya Lana. Nina masih SD kelas tiga, sedangkan Roy, yang aku bilang seumuran gw itu. Untuk ayahnya nggak tau dmana, mungkin masih cari rumput.

Kita ngobrol alakadrnya, biasa dan ya emang seperti itu. Yang jelas, kopi nggak ketinggalan. Sudah khas di desa, setiap ada tamu, ada tetanga main, kopi sudah bukan barang baru.

***
Gw balik saat adzan ashar, Lana sama Nina ikut. Katanya mau lihat Ladusing.

Tv di rumahnya mati soalnya, jadi.. kalau mau nonton Tv ya kadang ke rumah gw.

Gw nampe rumah lanjut beres-beres dan nyiapin apa-apa yang akan gw pakai buat nganti pot nanti.

Mulai dari pisau, sapu, cangkul, gunting ranting dan banyak lagi.

Satu persatu yang potnya sudah usang, robek dan yang awalnya Cuma ember biasa, gw ganti sama pot. Biar awet. Meski Cuma Bougenvil, tapi akan Nampak indah kalau mau merawat, lagian.. kalau sudah tua dan sudah jadi, minim harganya duaratusan. Kalau bentuknya bagus ya lebih.

***
Tak terasa, hari sudah sore. Tadi, gw di pesen buat ambil jagung di deket sawah.

“La.. aku mau ambil jagung, kamu di rumah aja ya..”

Mereka pun menganguk, gw cus ke tempat penjemputan. Karena mobil gw bukan mobil buat bawa-bawa, ya Cuma masuk sedikit. Al hasil gw balik dua kali.

“Wah. Wah, mobil kota kok mau masuk tempat seperti ini to mas, nggak eman-eman..”

“Hahahaha, malah kalau di Kalimantan lebih dari ini pak,”

Kita pun tertawa, karena mereka yang jadi tukang angkat, ya selepas itu kita bayar plus kita kasih rokok. Oh ya, tenaga di desa gw dihargai 65.000, dapet makan, kopi, rokok dan kalau jauh dapet bensin.

Kalau tukang, sudah 100.000 dapet makan, kopi, rokok pula. mungkin agak mahal, dari desa-desa sebelah, kenapa? Ya karena orang-orang desaku bekas anak rantau semua, jadi.. apa-apa yang sudah umum di rantauan juga di bawa pulang. Tenaga itu mahal pak.

Sungguh hari yang melelahkan, tapi asik. Apalagi ada sensasi adventurenya juga, serasa ten tausand miles. Hahahaha.

Sesampai di rumah, yang nurunin jagung Cuma gw sama bapak, banyak Bapak tapi. Fisik gw lemah. Hahaha. Nggak terbiasa soalnya, tapi.. beberapa hari gw di rumah, pasti sudah kebal sendiri. Kalau belum kebal, kesengol dikit saja, kulut sudah lecet-lecet.

Dah ya.. aku mau mandi, sudah sore. Mumpung masih hangat ini tubuh, kalu sudah mendingin, bisa-bisa gw nggak berani mandi.

See u…




irazz1234
i4munited
tikusil
tikusil dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.