- Beranda
- Stories from the Heart
Feraldi Dan Kisah Cintanya
...
TS
vizum78
Feraldi Dan Kisah Cintanya
GIF

7 tahun bersamanya.....
7 tahun masa terindah...
7 tahun masa tergelap bagi aku...
Feraldi menuliskan ini dengan hati yang berduka saat itu, semua berlalu di hadapannya,sunyi dan begitu cepat.
"Aaaaaah,seandainya Ibu tau keadaan hubungan kami yang mulai terasa hambar dan sekarang ini sudah jarang kami berkomunikasi lagi!",
keluh Feraldi dalam hati.
Seminggu kemudian Echie mengirim kabar,bahwa dia akan ikut proyek Ayahnya keluar kota kepada Feraldi dan semenjak itupun feraldi dan kekasihnya mulai jarang berkomunikasi atau lebih tepatnya,Feraldi mulai pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti dengan hubungan dia dan kekasihnya.
Harus diakui selama ini Echie lah yang sering membantu Feraldi dalam segala kesulitan finansial dan hal tersebut masuk ke zona nyaman Feraldi,membuat Feraldi terkesan jadi pemalas.
Belum lagi keberanian kekasihnya tuk meninggalkan aliran kepercayaan orang tuanya demi bersama Feraldi,
Semuanya mungkin tidak begitu di perhatikan Feraldi,tertutup dengan masalah keluarga Feraldi yang lagi jatuh ekonominya.
Selepas mengantar ibunya,Feraldi mengendarai mobilnya menuju rumah sahabatnya Adek yang merasa sok ganteng,
Bagai disambar petir,sekejap wajah Feraldi memerah seperti wajah orang yg lagi marah lalu perlahan pucat sedih mulai tampak menghiasi wajahnya.
Tampak disana Echie lagi memposting foto-foto pra weddingnya dilanjutkan dengan foto-fotonya saat menikah,semua terasa menusuk dada Feraldi begitu dalam.
"Akhirnya terjawab semua,segala kerisauanku dalam sikapmu beberapa bulan ini,akhirnya engkau kembali ke kepercayaanmu semula dan menikah dengan seseorang yang telah di jodohkan olehmu,
Ternyata inilah endingnya dari hubungan kita Chie!",
keluh Feraldi dalam hati.
Feraldi merebahkan tubuhnya di pembaringan kamarnya sembari di iringi lagu "Knife" dia berkata pelan tuk dirinya sendiri.
7 tahun engkau berjuang sendirian tuk cinta kita.....
7 tahun pula aku terlalu malas dan manja padamu....
Maapkan aku yank selama ini egois akan cintaku sendiri....
Maapkan aku yank selama ini membiarkanmu berjuang sendirian....
Maapkan aku yank menjadi cowok yang berjiwa penakut...
Seiring dengan tertutupnya mata feraldi yang masih berhiaskan airmata,suasana kamar feraldi terasa sunyi hingga....

7 tahun bersamanya.....
7 tahun masa terindah...
7 tahun masa tergelap bagi aku...
Feraldi menuliskan ini dengan hati yang berduka saat itu, semua berlalu di hadapannya,sunyi dan begitu cepat.
Spoiler for :
"Feraldiiiii....!!",
sebuah panggilan yang menyadarkan Feraldi dari lamunannya,
"Antar Ibu ke rumah Tante Hesti yaa, sekarang!",
perintah sang Ibu,
"iyaa Bu,sebentar,Feraldi mau cuci muka dulu",
jawab Feraldi dari dalam kamar.
"Kog Echie nggak pernah kerumah lagi Fer ?",
tanya Ibu karena lama tidak melihat kekasih Feraldi datang kerumah lagi.
"Kmaren-kmaren katanya dia lagi sibuk Bu,ikut proyek Ayahnya di Riau selama 3 bulan Bu!",
jawab Feraldi,sembari fokus mengendarai mobil tuanya menuju rumah Tante Hesti,Adik dari Ibunya.
"Jadi kabarnya gimana Fer?",
tanya Ibu,sesampainya di rumah Tante Hesti,
"Entahlah Bu,Feraldi lagi malas ganggu dia yang lagi kerja disana!",
jawab Feraldi sekenanya.
"Lha gimana sih,kamu kan pacarnya,masa nggak pengen tau keadaanya disana?",
tanya Ibu lagi.
"Iyaa Bu, nanti Feraldi tanyain dah,oya Bu,jam berapa mau Feraldi jemput Bu, nanti kalo mau pulang?",
tanya Feraldi.
"Nggak usah Fer,paling Om Bima yang antar Ibu pulang",
jawab Ibu sambil menutup pintu mobil,
"Oke dah Bos,Feraldi jalan dulu yaa Bu",
kata Feraldi,
"hati-hati di jalan Feraldi!",
sahut Ibu sembari masuk kerumah Tante Hesti.
sebuah panggilan yang menyadarkan Feraldi dari lamunannya,
"Antar Ibu ke rumah Tante Hesti yaa, sekarang!",
perintah sang Ibu,
"iyaa Bu,sebentar,Feraldi mau cuci muka dulu",
jawab Feraldi dari dalam kamar.
"Kog Echie nggak pernah kerumah lagi Fer ?",
tanya Ibu karena lama tidak melihat kekasih Feraldi datang kerumah lagi.
"Kmaren-kmaren katanya dia lagi sibuk Bu,ikut proyek Ayahnya di Riau selama 3 bulan Bu!",
jawab Feraldi,sembari fokus mengendarai mobil tuanya menuju rumah Tante Hesti,Adik dari Ibunya.
"Jadi kabarnya gimana Fer?",
tanya Ibu,sesampainya di rumah Tante Hesti,
"Entahlah Bu,Feraldi lagi malas ganggu dia yang lagi kerja disana!",
jawab Feraldi sekenanya.
"Lha gimana sih,kamu kan pacarnya,masa nggak pengen tau keadaanya disana?",
tanya Ibu lagi.
"Iyaa Bu, nanti Feraldi tanyain dah,oya Bu,jam berapa mau Feraldi jemput Bu, nanti kalo mau pulang?",
tanya Feraldi.
"Nggak usah Fer,paling Om Bima yang antar Ibu pulang",
jawab Ibu sambil menutup pintu mobil,
"Oke dah Bos,Feraldi jalan dulu yaa Bu",
kata Feraldi,
"hati-hati di jalan Feraldi!",
sahut Ibu sembari masuk kerumah Tante Hesti.
"Aaaaaah,seandainya Ibu tau keadaan hubungan kami yang mulai terasa hambar dan sekarang ini sudah jarang kami berkomunikasi lagi!",
keluh Feraldi dalam hati.
Spoiler for :
"Yank,aku di jodohkan Ibuku ama kenalannya di tempat Ibadahnya!",
kata Echie saat itu,ketika mereka duduk berduaan,didepan teras rumah Feraldi.
"trus,kamu gimana Yank reaksimu?",
tanya Feraldi tampak gelisah.
"Kapan kamu kerumah Yank?",
sahut Echie dengan nada tinggi,membuat Feraldi bungkam dan langsung bingung menjawabnya.
"Yank,kita udah 7 tahun eh,kog kamu nggak berani bertamu ke rumahku?",
tanya Echie dengan wajah serius,
"Kamu kan tau Yank,berulang kali aku gagal mencoba usaha sendiri,nanti kalo aku ke rumah, trus ditanyain,kerja apa,masa aku bilang lagi nganggur yank, kan malu aku Yank!",
jawab Feraldi mencoba ngeles.
"Belum lagi masalah keyakinan kita yang berbeda yank,Apa iya,ortumu bisa terima?",
sambung Feraldi bingung.
"Trus mau sampai kapan Yank kalo begini trus?",
ketus Echie menatap ke arah lain,
Feraldi hanya terdiam dan merasa serba salah dan malam itu makin terasa dingin sekali,Sedingin hati Echie kekasih Feraldi.
kata Echie saat itu,ketika mereka duduk berduaan,didepan teras rumah Feraldi.
"trus,kamu gimana Yank reaksimu?",
tanya Feraldi tampak gelisah.
"Kapan kamu kerumah Yank?",
sahut Echie dengan nada tinggi,membuat Feraldi bungkam dan langsung bingung menjawabnya.
"Yank,kita udah 7 tahun eh,kog kamu nggak berani bertamu ke rumahku?",
tanya Echie dengan wajah serius,
"Kamu kan tau Yank,berulang kali aku gagal mencoba usaha sendiri,nanti kalo aku ke rumah, trus ditanyain,kerja apa,masa aku bilang lagi nganggur yank, kan malu aku Yank!",
jawab Feraldi mencoba ngeles.
"Belum lagi masalah keyakinan kita yang berbeda yank,Apa iya,ortumu bisa terima?",
sambung Feraldi bingung.
"Trus mau sampai kapan Yank kalo begini trus?",
ketus Echie menatap ke arah lain,
Feraldi hanya terdiam dan merasa serba salah dan malam itu makin terasa dingin sekali,Sedingin hati Echie kekasih Feraldi.
Seminggu kemudian Echie mengirim kabar,bahwa dia akan ikut proyek Ayahnya keluar kota kepada Feraldi dan semenjak itupun feraldi dan kekasihnya mulai jarang berkomunikasi atau lebih tepatnya,Feraldi mulai pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti dengan hubungan dia dan kekasihnya.
Harus diakui selama ini Echie lah yang sering membantu Feraldi dalam segala kesulitan finansial dan hal tersebut masuk ke zona nyaman Feraldi,membuat Feraldi terkesan jadi pemalas.
Belum lagi keberanian kekasihnya tuk meninggalkan aliran kepercayaan orang tuanya demi bersama Feraldi,
Semuanya mungkin tidak begitu di perhatikan Feraldi,tertutup dengan masalah keluarga Feraldi yang lagi jatuh ekonominya.
Selepas mengantar ibunya,Feraldi mengendarai mobilnya menuju rumah sahabatnya Adek yang merasa sok ganteng,
Spoiler for :
"Wooyyy Adek !!,ngedekam di kamar mulu kaya cewek lagi di pingit aja bro!",
canda Feraldi kepada sahabatnya tersebut.
"Fer,kamu masih sering buka facebookmu kah?"
tanya Adek dengan wajah cukup serius,
"Malas Dek,gitu-gitu aja isinya membosankan"
sahut Feraldi sembari duduk di tempat tidur,
"Berarti kamu nggak pernah buka fbmu kan Fer?",
tanya Adek sekali lagi,
"Yaelah Dek,kan aku udah bilang bosan maen di facebook Dek!",
sahut Feraldi dengan nada jengkel liat kelakuan sahabatnya ini.
"Fer...?",
tanya Adek dengan wajah yang serius.
"Apalagi sih Dek!",
jawab Feraldi dengan ketus.
"Coba dah liat status Echie,Pacarmu Fer !",
kata Adek serius memperlihatkan laptopnya dengan tampilan facebook Echie.
canda Feraldi kepada sahabatnya tersebut.
"Fer,kamu masih sering buka facebookmu kah?"
tanya Adek dengan wajah cukup serius,
"Malas Dek,gitu-gitu aja isinya membosankan"
sahut Feraldi sembari duduk di tempat tidur,
"Berarti kamu nggak pernah buka fbmu kan Fer?",
tanya Adek sekali lagi,
"Yaelah Dek,kan aku udah bilang bosan maen di facebook Dek!",
sahut Feraldi dengan nada jengkel liat kelakuan sahabatnya ini.
"Fer...?",
tanya Adek dengan wajah yang serius.
"Apalagi sih Dek!",
jawab Feraldi dengan ketus.
"Coba dah liat status Echie,Pacarmu Fer !",
kata Adek serius memperlihatkan laptopnya dengan tampilan facebook Echie.
Bagai disambar petir,sekejap wajah Feraldi memerah seperti wajah orang yg lagi marah lalu perlahan pucat sedih mulai tampak menghiasi wajahnya.
Tampak disana Echie lagi memposting foto-foto pra weddingnya dilanjutkan dengan foto-fotonya saat menikah,semua terasa menusuk dada Feraldi begitu dalam.
"Akhirnya terjawab semua,segala kerisauanku dalam sikapmu beberapa bulan ini,akhirnya engkau kembali ke kepercayaanmu semula dan menikah dengan seseorang yang telah di jodohkan olehmu,
Ternyata inilah endingnya dari hubungan kita Chie!",
keluh Feraldi dalam hati.
Spoiler for :
"Adek,aku pamit pulang dulu yaa!",
kata Feraldi beranjak keluar kamar Adek.
"Aku antar yaa Fer,kan kamu lagi galau,takutnya kaya di sinetron noh,kalo lagi galau pasti bawa mobil kenceng-kenceng sembari menangis fer!",
kata Adek dengan lugunya.
"Aku cowok Dek,boys don't cry de apalagi segitu alaynya!",
jawab Feraldi mencoba tegar.
"Kenapa?",
tanya Feraldi ke Echie melalui sms,setibanya Feraldi di rumah,
"Maafkan aku Yank",
balas Echie.
"Ini mungkin smsku yang terakhir yank,jangan hancurkan hidupmu yaa Yank karna aku tidak di sisimu lagi."
sebuah pesan terakhir Echie tuk Feraldi cukup singkat namun terasa menyakitkan di dada Feraldi.
"Semoga engkau bahagia yaa Yank,semoga dia bisa menjadi yang terbaik tuk dirimu Yank,
seperti janji kita dulu,jikalau kita menemukan yg terbaik tuk aku atau tuk dirimu,
hubungan kita akan cukup sampai disitu,Aku mencintaimu Yank....always!!",
Sms Feraldi terakhir tuk Echie.
kata Feraldi beranjak keluar kamar Adek.
"Aku antar yaa Fer,kan kamu lagi galau,takutnya kaya di sinetron noh,kalo lagi galau pasti bawa mobil kenceng-kenceng sembari menangis fer!",
kata Adek dengan lugunya.
"Aku cowok Dek,boys don't cry de apalagi segitu alaynya!",
jawab Feraldi mencoba tegar.
"Kenapa?",
tanya Feraldi ke Echie melalui sms,setibanya Feraldi di rumah,
"Maafkan aku Yank",
balas Echie.
"Ini mungkin smsku yang terakhir yank,jangan hancurkan hidupmu yaa Yank karna aku tidak di sisimu lagi."
sebuah pesan terakhir Echie tuk Feraldi cukup singkat namun terasa menyakitkan di dada Feraldi.
"Semoga engkau bahagia yaa Yank,semoga dia bisa menjadi yang terbaik tuk dirimu Yank,
seperti janji kita dulu,jikalau kita menemukan yg terbaik tuk aku atau tuk dirimu,
hubungan kita akan cukup sampai disitu,Aku mencintaimu Yank....always!!",
Sms Feraldi terakhir tuk Echie.
Feraldi merebahkan tubuhnya di pembaringan kamarnya sembari di iringi lagu "Knife" dia berkata pelan tuk dirinya sendiri.
7 tahun engkau berjuang sendirian tuk cinta kita.....
7 tahun pula aku terlalu malas dan manja padamu....
Maapkan aku yank selama ini egois akan cintaku sendiri....
Maapkan aku yank selama ini membiarkanmu berjuang sendirian....
Maapkan aku yank menjadi cowok yang berjiwa penakut...
Seiring dengan tertutupnya mata feraldi yang masih berhiaskan airmata,suasana kamar feraldi terasa sunyi hingga....
Quote:
Daptar cerita
:
1.Feraldi.....kekasihku menikah dengan orang lain
2.Diary Echie
3.Feraldi dan cinta pertamanya
4.Adek dan cinta pertamanya.Part one
5.Adek dan cinta pertamanya.Part two
:1.Feraldi.....kekasihku menikah dengan orang lain
2.Diary Echie
3.Feraldi dan cinta pertamanya
4.Adek dan cinta pertamanya.Part one
5.Adek dan cinta pertamanya.Part two
Diubah oleh vizum78 27-12-2019 16:40
m4ntanqv dan 17 lainnya memberi reputasi
18
8.4K
Kutip
108
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
vizum78
#37
FERALDI DAN KISAH CINTA ADEK

Quote:
"Whattttt.....Adek lagi jatuh cinta!!",
serempak Feraldi dan Laskar kaget mendengar kabar dari Rocha.
"Kog bisa Rocha....?",
tanya Feraldi dan laskar bareng lagi,
"Manknya si Adek itu nggak punya hati yaaa!",
kata Rocha kesal sembari melotot melihat kedua sahabatnya yg rada ajaib kelakuannya hari ini.
"Bukannya kaya gitu Cha,si Adek itu kan terlalu cuek kalo urusan wanita,
setelah kenalan biasanya tuh anak malah menjauh dengan alasan kurang cocoklah atau bukan tipe dialah!",
Feraldi menjelaskan sembari mencomot beberapa kentang goreng.
Suasana sore itu di kafe Boss bpln cukup ramai tapi di pojok kafe yg terisi tiga anak muda itu,lebih riuh lagi suasananya karena kelakuan mereka bertiga mirip penjual kaki lima yg kalo lagi berdagang suaranya cetar membahana,
"Jadi penasaran siapa cewek yg bisa menaklukan hatinya adek yaa, hehehehe?",
tanya Laskar sembari cekikikan tak percaya,
"Yap,aku juga penasaran Cha, padahal aku yg paling akrab sama Adek di banding kamu Cha,tapi kog dia nggak pernah curhat yaaa ke aku!",
kata Feraldi kesal.
"Penasaran kan kalian...hahahha,oke dah,aku ceritakan dah biar kalian tambah penasaran",Rocha tertawa,
"begini ceritanya!!",
lanjut Rocha dgn mimik wajah tampak seperti pembawa acara horor .
"Kog aku jadi merinding yaa Cha!!",
sahut Feraldi jengkel,
"sebenarnya kamu itu mau cerita kisah romantis si Adek,apa mau cerita horor sih Cha?",
celutuk Laskar kesal juga liat prilaku Rocha yg saat itu cekikikan bahagia,
"oke2,sori to say hehehe,jadi ceritanya gini yaa bro!",
Rocha mulai bercerita.
"Adekkkkkk......!!",
Mima memanggil adiknya dari pintu luar kamar Adek,
"Tolong dong belikan mbak gula Dek!",
pinta Mbak mima,
"sebentar Mbak, Adeknya masih tidur ini!",sahut Sdek dari dalam kamarnya.
"Kog tidur bisa nyahut Dek?",
tanya Mbak Mima sembari menahan dongkol liat jawaban adiknya,
"Heheehe,becanda kali Mbak Mima",
Adek tersenyum jail saat wajahnya muncul di balik pintu.
"Ini beli sekilo atau setengah kilo mbak gulanya?",
tanya adek menuju pintu keluar rumahnya,
"Setengah kilo aja yaa Dek,di warung Mak iyah yaa belinya!",
jawab Mbak Mima di ruang tamu sedangkan adek udah bersiap2 menaiki sepedanya di halaman depan rumahnya.
"Dek...kalo ada angsulnya ambil aja yaaa anggap aja ongkir dek",
sahut Mbak Mima,
"palingan cuman lima ratus perak Mbak angsulnya,mana bisa di bilang ongkir ini Mbak!",
Adek mengerutu sembari menaiki sepadanya lalu mengayuhnya ke depan jalan,sementara itu mbak mima asyik tertawa melihat Adek ngomel2.
Sepulang dari membeli gula,Adek pun dengan sengaja melihat pohon mangga di sebuah rumah besar berwarna kuning milik Oma Tetty (seperti biasa,si adek mank kagak bisa liat pohon buah yg lagi banyak buahnya) dan tampak Oma Tetty sang pemilik pohon mangga tersebut, lagi duduk santai di teras depan rumahnya.
"Oma,boleh minta mangganya nggak?",
pinta Adek saat sudah di halam rumah Oma Tetty,
"Ambil aja Dek,jangan lupa ambilin buat Oma juga, lima buah yaa Dek!",jawab oma sembari berdiri lalu masuk ke dalam rumahnya,
Tanpa basa basi si Adek pun dengan lincahnya memanjat pohon mangga tersebut."untungnya tadi aku udah siapin nih kantung plastik dari warung tadi",
Adek berkata dalam hati.
Kantong plastik yg dibawa Adek mulai terisi penuh dan lagi asyik2nya Adek di atas,tiba2 melayang sebuah batu kerikil kecil mengenai punggung si Adek,
"Aduhhh,sapa ini yg nimpuk aku pake batu"
Adek teriak2 dan langsung dia turun dari pohon tersebut, lalu mencari orang yg nimpuk dia tdi pas di atas pohon.
Tampak didepan adek seorang cewek mungil nan manis tertawa cekikikan,
"Maap Kak,Mitha kira mangga besar jdi mitha timpuk!",
kata cewek mungil tersebut sembari tertawa manis banget,begitulah yg di liat Adek sekarang ini,
"busetttt....segede ini dikira mangga,mana ada mangga segede ini kalee!",
Adek misah misuh nggak karuan.
"Kamu cucunya Oma yaa?",
tanya Adek mulai mereda rasa jengkelnya karna meliat cewek mungil nan manis ini,
"Bukan,Mitha pembantu baru dirumah oma!",
ledek Mitha,"ooooo,pantesan mirip hahaha!",ledek Adek,
sedangkan cewek mungil tersebut masih tersenyum senang,melihat Adek kesal tadi,
Lalu Adek beranjak ke teras rumah rumah Oma Tetty,mengeluarkan beberapa mangga hasil jarahannya hari ini sesuai pesanan Oma Tetty.
"Buat Mitha mana Kak?",
canda Mitha lalu duduk di kursi beranda depan,
"noh,di atas pohon, khusus buat kamu ,ambil aja sepuasnya,hehehe",
seloroh Adek pergi menaiki sepedanya dan mengayuh sepedanya menuju rumahnya.
"Kog aku teringat tuh cewek trus yaaa",
keluh Adek dalam hati saat merebahkan tubuhnya di tempat tidur,
Harus Adek akui cewek mungil itu punya pesona sendiri di mata Adek dan sekarang adek tersenyum2 sendiri mengingat kejadian tdi sore.
Esok sorenya,Adek sengaja lewat rumah Oma Tetty,berharap bisa liat tuh cewek mungil tersebut,sayangnya sore itu Adek tidak cukup beruntung karna cewek mungil tersebut tidak terlihat dihalaman rumah Oma Tetty,
"aisshhh,nggak ada lagi tuh cewek muncul",
keluh Adek sembari mengayuh sepedanya balik kerumahnya sendiri dengan perasaan hampa.
Malam itu selepas isya,Ade lagi sibuk belajar,tiba2 Mbak Mima kakaknya Ade muncul di balik pintu kamar Adek,
"Dek,dicari tuh ama cewek cantik,katanya membawa nota tagihan buah mangga yg kamu ambil,hehehe"
M bak Mima menjelaskan,sembari tersenyum2 melihat wajah Adek yg terkejut bercampur gusar mendengar kata2 Kakaknya,
"Lha kan Mbak,Adek udah izin ama Oma Tetty?",
kata Adek lalu berdiri dan beranjak keluar kamar,
"mana Mbak tau, kan mbak dirumah aja dek kmaren!",
sahut Mbak Mima lalu pergi ke dapur.
Sesampainya di ruang tamu,Adek langsung terdiam dan terpukau melihat cewek mungil tersebut,
Dengan memakai kaos warna pink dipadu dengan celana putih dan memakai topi putih membuat cewek mungil tersebut makin manis dan gemesin banget buat Adek,yg awalnya Adek emosi skrg hatinya langsung terguncang.
"Ada angin apa ini mampir kerumahku?",
Adek sok cool ketika duduk berhadapan di ruang tamu rumah Adek,
"Nggak boleh yaa Mitha main kerumah Kak Adek!",
jawab cewek mungil tersebut tampak kesal,Langsung Adek kelabakan sendiri,
"yaelah nanya doang bkn ngelarang,btw kita blom kenalan dah dari kmaren bertemu,oya namaku Adek",
jawab Adek mencoba mencairkan suasana,
"namaku Mitha,Kak Adek",
jawab Mitha sang cewek mungil tersebut,
sebentar kemudian mereka berdua langsung akrab dan Mbak Mima hanya tersenyum melihat betapa bahagianya adiknya yg semata wayang sekarang ini.
Seiring berjalannya waktu adek dan mitha semakin sering bertemu dan jalan bareng,mereka semakin akrab dan terlihat sangat mesra.
"Mitha,aku suka sama kamu dan pengen jadi pacarmu,boleh nggak Mitha?",
kata Adek mencoba memberanikan diri mengungkap isi hatinya.
"Yaaa,begitulah ceritanya bro!",
kata Rocha mengakhiri ceritanya,
"Lha trus,jawaban Mitha apa Cha?",
tanya Feraldi dan Laskar bareng,
"Nah kalo itu mending nanya aja, langsung ama Adeknya yaaa bro!",
kata Rocha sembari tertawa terbahak2,
"sialan,kena gantung ini kita Kar!",
gerutu Feraldi.
"kalo kalian penasaran besok kita rame2 kerumahnya kalo nanya di sekolahan pasti Adek nggak mau jawab Fer",
sahut Rocha dengan mimik serius.
"Bau2nya ditolak kayanya si Adek fer",
kata Laskar bergaya detektip,
"ooohhhh,belum tentu Ferguso",
sahut Rocha sembari cekikikan menahan tawa,
"kalo bukan sahabat aja udah aku sablon mulut Rocha ini Fer,bahagia bgt bikin temennya penasaran!",
ketus Laskar keki berat.
"udah daripada penasaran besok kita kerumahnya Adek aja,kali ini ane serius dah,karna masalahnya nggak seperti yg kita bayangkan!",
kata Rocha.
"Oke besok kita kerumah Adek dah bareng,yuk kita cabut!",
sahut Feraldi sembari merapikan tasnya lalu beranjak pergi diikuti Laskar dan Rocha
.serempak Feraldi dan Laskar kaget mendengar kabar dari Rocha.
"Kog bisa Rocha....?",
tanya Feraldi dan laskar bareng lagi,
"Manknya si Adek itu nggak punya hati yaaa!",
kata Rocha kesal sembari melotot melihat kedua sahabatnya yg rada ajaib kelakuannya hari ini.
"Bukannya kaya gitu Cha,si Adek itu kan terlalu cuek kalo urusan wanita,
setelah kenalan biasanya tuh anak malah menjauh dengan alasan kurang cocoklah atau bukan tipe dialah!",
Feraldi menjelaskan sembari mencomot beberapa kentang goreng.
Suasana sore itu di kafe Boss bpln cukup ramai tapi di pojok kafe yg terisi tiga anak muda itu,lebih riuh lagi suasananya karena kelakuan mereka bertiga mirip penjual kaki lima yg kalo lagi berdagang suaranya cetar membahana,
"Jadi penasaran siapa cewek yg bisa menaklukan hatinya adek yaa, hehehehe?",
tanya Laskar sembari cekikikan tak percaya,
"Yap,aku juga penasaran Cha, padahal aku yg paling akrab sama Adek di banding kamu Cha,tapi kog dia nggak pernah curhat yaaa ke aku!",
kata Feraldi kesal.
"Penasaran kan kalian...hahahha,oke dah,aku ceritakan dah biar kalian tambah penasaran",Rocha tertawa,
"begini ceritanya!!",
lanjut Rocha dgn mimik wajah tampak seperti pembawa acara horor .
"Kog aku jadi merinding yaa Cha!!",
sahut Feraldi jengkel,
"sebenarnya kamu itu mau cerita kisah romantis si Adek,apa mau cerita horor sih Cha?",
celutuk Laskar kesal juga liat prilaku Rocha yg saat itu cekikikan bahagia,
"oke2,sori to say hehehe,jadi ceritanya gini yaa bro!",
Rocha mulai bercerita.
"Adekkkkkk......!!",
Mima memanggil adiknya dari pintu luar kamar Adek,
"Tolong dong belikan mbak gula Dek!",
pinta Mbak mima,
"sebentar Mbak, Adeknya masih tidur ini!",sahut Sdek dari dalam kamarnya.
"Kog tidur bisa nyahut Dek?",
tanya Mbak Mima sembari menahan dongkol liat jawaban adiknya,
"Heheehe,becanda kali Mbak Mima",
Adek tersenyum jail saat wajahnya muncul di balik pintu.
"Ini beli sekilo atau setengah kilo mbak gulanya?",
tanya adek menuju pintu keluar rumahnya,
"Setengah kilo aja yaa Dek,di warung Mak iyah yaa belinya!",
jawab Mbak Mima di ruang tamu sedangkan adek udah bersiap2 menaiki sepedanya di halaman depan rumahnya.
"Dek...kalo ada angsulnya ambil aja yaaa anggap aja ongkir dek",
sahut Mbak Mima,
"palingan cuman lima ratus perak Mbak angsulnya,mana bisa di bilang ongkir ini Mbak!",
Adek mengerutu sembari menaiki sepadanya lalu mengayuhnya ke depan jalan,sementara itu mbak mima asyik tertawa melihat Adek ngomel2.
Sepulang dari membeli gula,Adek pun dengan sengaja melihat pohon mangga di sebuah rumah besar berwarna kuning milik Oma Tetty (seperti biasa,si adek mank kagak bisa liat pohon buah yg lagi banyak buahnya) dan tampak Oma Tetty sang pemilik pohon mangga tersebut, lagi duduk santai di teras depan rumahnya.
"Oma,boleh minta mangganya nggak?",
pinta Adek saat sudah di halam rumah Oma Tetty,
"Ambil aja Dek,jangan lupa ambilin buat Oma juga, lima buah yaa Dek!",jawab oma sembari berdiri lalu masuk ke dalam rumahnya,
Tanpa basa basi si Adek pun dengan lincahnya memanjat pohon mangga tersebut."untungnya tadi aku udah siapin nih kantung plastik dari warung tadi",
Adek berkata dalam hati.
Kantong plastik yg dibawa Adek mulai terisi penuh dan lagi asyik2nya Adek di atas,tiba2 melayang sebuah batu kerikil kecil mengenai punggung si Adek,
"Aduhhh,sapa ini yg nimpuk aku pake batu"
Adek teriak2 dan langsung dia turun dari pohon tersebut, lalu mencari orang yg nimpuk dia tdi pas di atas pohon.
Tampak didepan adek seorang cewek mungil nan manis tertawa cekikikan,
"Maap Kak,Mitha kira mangga besar jdi mitha timpuk!",
kata cewek mungil tersebut sembari tertawa manis banget,begitulah yg di liat Adek sekarang ini,
"busetttt....segede ini dikira mangga,mana ada mangga segede ini kalee!",
Adek misah misuh nggak karuan.
"Kamu cucunya Oma yaa?",
tanya Adek mulai mereda rasa jengkelnya karna meliat cewek mungil nan manis ini,
"Bukan,Mitha pembantu baru dirumah oma!",
ledek Mitha,"ooooo,pantesan mirip hahaha!",ledek Adek,
sedangkan cewek mungil tersebut masih tersenyum senang,melihat Adek kesal tadi,
Lalu Adek beranjak ke teras rumah rumah Oma Tetty,mengeluarkan beberapa mangga hasil jarahannya hari ini sesuai pesanan Oma Tetty.
"Buat Mitha mana Kak?",
canda Mitha lalu duduk di kursi beranda depan,
"noh,di atas pohon, khusus buat kamu ,ambil aja sepuasnya,hehehe",
seloroh Adek pergi menaiki sepedanya dan mengayuh sepedanya menuju rumahnya.
"Kog aku teringat tuh cewek trus yaaa",
keluh Adek dalam hati saat merebahkan tubuhnya di tempat tidur,
Harus Adek akui cewek mungil itu punya pesona sendiri di mata Adek dan sekarang adek tersenyum2 sendiri mengingat kejadian tdi sore.
Esok sorenya,Adek sengaja lewat rumah Oma Tetty,berharap bisa liat tuh cewek mungil tersebut,sayangnya sore itu Adek tidak cukup beruntung karna cewek mungil tersebut tidak terlihat dihalaman rumah Oma Tetty,
"aisshhh,nggak ada lagi tuh cewek muncul",
keluh Adek sembari mengayuh sepedanya balik kerumahnya sendiri dengan perasaan hampa.
Malam itu selepas isya,Ade lagi sibuk belajar,tiba2 Mbak Mima kakaknya Ade muncul di balik pintu kamar Adek,
"Dek,dicari tuh ama cewek cantik,katanya membawa nota tagihan buah mangga yg kamu ambil,hehehe"
M bak Mima menjelaskan,sembari tersenyum2 melihat wajah Adek yg terkejut bercampur gusar mendengar kata2 Kakaknya,
"Lha kan Mbak,Adek udah izin ama Oma Tetty?",
kata Adek lalu berdiri dan beranjak keluar kamar,
"mana Mbak tau, kan mbak dirumah aja dek kmaren!",
sahut Mbak Mima lalu pergi ke dapur.
Sesampainya di ruang tamu,Adek langsung terdiam dan terpukau melihat cewek mungil tersebut,
Dengan memakai kaos warna pink dipadu dengan celana putih dan memakai topi putih membuat cewek mungil tersebut makin manis dan gemesin banget buat Adek,yg awalnya Adek emosi skrg hatinya langsung terguncang.
"Ada angin apa ini mampir kerumahku?",
Adek sok cool ketika duduk berhadapan di ruang tamu rumah Adek,
"Nggak boleh yaa Mitha main kerumah Kak Adek!",
jawab cewek mungil tersebut tampak kesal,Langsung Adek kelabakan sendiri,
"yaelah nanya doang bkn ngelarang,btw kita blom kenalan dah dari kmaren bertemu,oya namaku Adek",
jawab Adek mencoba mencairkan suasana,
"namaku Mitha,Kak Adek",
jawab Mitha sang cewek mungil tersebut,
sebentar kemudian mereka berdua langsung akrab dan Mbak Mima hanya tersenyum melihat betapa bahagianya adiknya yg semata wayang sekarang ini.
Seiring berjalannya waktu adek dan mitha semakin sering bertemu dan jalan bareng,mereka semakin akrab dan terlihat sangat mesra.
"Mitha,aku suka sama kamu dan pengen jadi pacarmu,boleh nggak Mitha?",
kata Adek mencoba memberanikan diri mengungkap isi hatinya.
"Yaaa,begitulah ceritanya bro!",
kata Rocha mengakhiri ceritanya,
"Lha trus,jawaban Mitha apa Cha?",
tanya Feraldi dan Laskar bareng,
"Nah kalo itu mending nanya aja, langsung ama Adeknya yaaa bro!",
kata Rocha sembari tertawa terbahak2,
"sialan,kena gantung ini kita Kar!",
gerutu Feraldi.
"kalo kalian penasaran besok kita rame2 kerumahnya kalo nanya di sekolahan pasti Adek nggak mau jawab Fer",
sahut Rocha dengan mimik serius.
"Bau2nya ditolak kayanya si Adek fer",
kata Laskar bergaya detektip,
"ooohhhh,belum tentu Ferguso",
sahut Rocha sembari cekikikan menahan tawa,
"kalo bukan sahabat aja udah aku sablon mulut Rocha ini Fer,bahagia bgt bikin temennya penasaran!",
ketus Laskar keki berat.
"udah daripada penasaran besok kita kerumahnya Adek aja,kali ini ane serius dah,karna masalahnya nggak seperti yg kita bayangkan!",
kata Rocha.
"Oke besok kita kerumah Adek dah bareng,yuk kita cabut!",
sahut Feraldi sembari merapikan tasnya lalu beranjak pergi diikuti Laskar dan Rocha
Diubah oleh vizum78 25-04-2019 19:12
radityodhee dan kakekane.cell memberi reputasi
2
Kutip
Balas