- Beranda
- Stories from the Heart
Tak Punya Hati ?
...
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.
Spoiler for Index:
Adakah Senyum di Semarang,
Spoiler for Index:
Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.7K
264
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
seenue
#19
Hari minggu, emang enak buat malas-malasan, pun kalau sudah bangun.. ya tidur lagi, nunggu laper baru bangun. Gw tidur lagi..
Belum sampai mimpi, pintu apartemen gw bunyi berkali-kali, padahal gw nggak pesen sesuatu. Dengan muka bantal gw intip lewat lcd pemantau, awalnya gw nggak percaya.. atau mungkin masih mimpi. Di depan cewek yang semalem, sekali lagi.. pipi gw tampol, sakit ternyata.
Gw chat buat nunggu sebentar, padahal gw mau pake celana plus cuci muka. Baru setelah itu gw bukain pintu.
"Hey, beru bangun ya.. ini aku bawain pecel, tadi aku lihat pecel yang biasanya kamu beli, jadi.. ya gw beli sekalian,"
"Kamu juga tau, kalau aku sering beli di sana?"
"Ya nggak juga sih, tapi kan kamu sering kelihatan di sana, kalau nggak beli pecel ya beli yang lain, nah karena gw pinter.. jadi ya tanya sama penjualnya, eh taunya pecel.. ya udah aku beliin."
"Cie, baik bener sih adek gw ini.. btw, kamu nggak takut disini, ntar aku apa-apain gimana,"
"Hahaha, nggak ada tampang begituan deh.. kayaknya"
"Masa sih.." gw balik dan ngaca sesaat, iya.. gw ini aneh tapi keren juga.
"Aku ini anak sikolog mas, jadi cukup tau manusia macam mas e i kek gimana..'
"Ah nggak percaya,"
"Gini ya mas, masnya ini tipe manusia mod-mod an, kalau suka ya suka kalau nggak ya nggak, dan nggak bisa semua orang bisa sama masnya.. maksudnya, masnya ini orang nggak mudah.. gimana ya, itulah pokoknya,"
"Dasar.. peramal"
Dan memang iya, gw emang gitu orangnya, meskipun gw juga nggak begitu juga. gw masih bisa berubah, toh.. gw seperti ini juga bukan tanpa alasan.
Dah lupakan, gw mau makan sama temen baru gw.
Belum sampai mimpi, pintu apartemen gw bunyi berkali-kali, padahal gw nggak pesen sesuatu. Dengan muka bantal gw intip lewat lcd pemantau, awalnya gw nggak percaya.. atau mungkin masih mimpi. Di depan cewek yang semalem, sekali lagi.. pipi gw tampol, sakit ternyata.
Gw chat buat nunggu sebentar, padahal gw mau pake celana plus cuci muka. Baru setelah itu gw bukain pintu.
"Hey, beru bangun ya.. ini aku bawain pecel, tadi aku lihat pecel yang biasanya kamu beli, jadi.. ya gw beli sekalian,"
"Kamu juga tau, kalau aku sering beli di sana?"
"Ya nggak juga sih, tapi kan kamu sering kelihatan di sana, kalau nggak beli pecel ya beli yang lain, nah karena gw pinter.. jadi ya tanya sama penjualnya, eh taunya pecel.. ya udah aku beliin."
"Cie, baik bener sih adek gw ini.. btw, kamu nggak takut disini, ntar aku apa-apain gimana,"
"Hahaha, nggak ada tampang begituan deh.. kayaknya"
"Masa sih.." gw balik dan ngaca sesaat, iya.. gw ini aneh tapi keren juga.
"Aku ini anak sikolog mas, jadi cukup tau manusia macam mas e i kek gimana..'
"Ah nggak percaya,"
"Gini ya mas, masnya ini tipe manusia mod-mod an, kalau suka ya suka kalau nggak ya nggak, dan nggak bisa semua orang bisa sama masnya.. maksudnya, masnya ini orang nggak mudah.. gimana ya, itulah pokoknya,"
"Dasar.. peramal"
Dan memang iya, gw emang gitu orangnya, meskipun gw juga nggak begitu juga. gw masih bisa berubah, toh.. gw seperti ini juga bukan tanpa alasan.
Dah lupakan, gw mau makan sama temen baru gw.
tikusil dan 3 lainnya memberi reputasi
4