- Beranda
- Stories from the Heart
Kumpulan Kisah Cerita Pendek
...
TS
c4punk1950...
Kumpulan Kisah Cerita Pendek
Assalamualaikum, salam hangat, salam damai dan salam sejahtera buat kalian penikmat cerita pendek dimanapun kalian berada. Mungkin sering kita lihat cerita dari para sepuh disini baik itu based on true story maupun fiksi namun semuanya bersambung. Ada beberapa cerpen yang personal dan berserakan, terkadang membuat pembaca bingung untuk mencari cerpen yang sudah di baca namun tak tuntas.

Perkenalkan saya c4punk yang ingin membuat kompilasi cerpen dalam berbagai genre, ini aku lakukan agar thread cerpen dari karyaku bisa ada disatu thread dan tidak terserak dimana-mana. Berhubung aku nubie, dimohon untuk gan and sis memberikan masukkan agar karyaku menjadi lebih baik dan baik lagi.
Serta jangan lupa juga untuk coment, share and like serta follow akun aku ya, ingat lohh semua itu gratis..!!
Enjoyyyyy
INDEX
Bercinta Dengan Mahluk Tak Kasat Mata
Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman
"Love You"
Perjalanan Menuju Solo
Mutiara Hati Yang Hilang
Apalah Arti Seraut Wajah
Maafkan Aku

Bercinta Dengan Mahluk Tak Kasat Mata

Malam itu terasa seperti berbeda dengan hari biasanya, udara dingin malam tak membuat diriku mengigil malah terkesan sebaliknya, rasa hangat menjalar pada tubuhku ada gelora birahi yang bangkit dalam diriku. Entah mengapa aku seperti ingin "bercinta" rasa hangat, dan perasaan yang tak menentu memberikan efek yang absurd pada tubuhku.
Geliat-geliat sang pejantan yang mencari lawan seperti hewan yang sedang terangsang sangat berat. Aku bertanya dalam hati kenapa dengan tubuhku, apa yang terjadi ? Ohh...gilaaa....Aku seperti sangat bernafsu untuk melampiaskan gairahku yang tertahan.
Kulihat seorang wanita dengan berpakaian putih bersih tersenyum memanggil namaku "Zainal" ada rasa takut dan bingung namun sia-sia bibir tipisnya membuatku tergoda, dari wajahnya sepertinya ku kenal. Ia pun datang menghampiriku, astaga.... Ia Guru Biologiku, mengapa ia datang disaat aku sedang menahan nafsu yang menggelora. Padahal aku sudah bikin PR, apalagi salahku ? Tak disangka pelajaran anatomi tubuh pun langsung ku cerna, guruku tampil semakin menggoda. Maaf karena ini cerita bukan di forum tetangga maka tak diungkap secara detil yang jelas hal-hal yang selayaknya dilakukan oleh mahluk jantan dan betina pun terjadi, hingga aku menahan rasa, sebuah rasa yang aneh ingin pipis namun nikmat.
"Ouchhhh.... " aku pun berhasil mengeluarkan aroma dari hasil olahraga yang membuat tubuhku hilang kesadaran barang sejenak, peluh dan keringat membasuh tubuhku. Lemas dan tak berdaya, maka berangsur-angsur tubuh ini melemah hingga segalanya terasa gelap gulita dalam kenikmatan.
Suara ayam lantang di pagi hari membangunkan orang-orang agar segera sembahyang, begitu juga dengan diriku. Aku terbangun dengan wajah lelah, astaga! Kasurku terlihat berantakan ada noda-noda seperti aku habis ngompol, malu dan bingung itu yang kurasa.
Apa kata ibuku nanti sudah besar masih ngompol, langsung kurapihkan hasil dari kelakuanku dan menaruhnya di kamar mandi begitu juga dengan diriku kubasuh diriku hingga bersih lalu seperti rutinitas biasanya sembahyang di subuh hari.
Aku bingung dengan apa yang terjadi !! Malam itu aku sedang apa? Sepertinya aku sedang bersama guruku, lalu aku tertidur dengan perasaan nikmat. Ingin rasanya memberitahu Ibu, tapi aku malu...bahkan nanti di ejek oleh kakakku biarlah kupendam sendiri lebih baik kutanyakan nanti pada kawanku di sekolah.
Quote:
Ceritaku pun menyebar diantara temanku satu kelas mereka pun berpendapat sama dengan Ujang bahwa aku dianggap sudah bercinta dengan mahluk tak kasat mata. Bulu kudukku bergidik, entahlah hari itu pikiranku kalut pelajaran yang diberikan guru tak masuk di otakku.
Hingga tiba giliran bu Maya memberikan jam pelajaran Biologi, aku takut bu Maya itu hantu yang menyamar. Berat nafas dan keringat yang mengucur deras membuatku tak konsentrasi. Hingga bu Maya pun menatapku, aku tertunduk dan terdiam penuh rasa takut.
Detik demi detik terasa lambat, hingga tibalah waktunya jam pelajaran pun usai. Ada perasaan lega dihatiku, kemudian nampak bu Maya masih di balik meja.
Quote:
Akhirnya aku mengerti, dan aku pun merasa lega rasa takut ini terlalu berlebihan. Aku merasa bodoh sudah besar pun masih takut dengan hantu.
Aku pun pamit kepada bu Maya, tak lupa untuk salim tangan tanda hormatku sebagai siswa dengan guruku yang memang cantik ini untuk kembali ke dalam kelas. Namun sebelum aku melangkahkan kaki, bu Maya menunduk mengambil penggaris yang jatuh pakaiannya pun tertarik sedikit kebawah dan kulihat tanda tahi lalat titik tiga di bagian dadanya persis dan sama dengan apa yang kulihat di malam itu, padahal aku belum pernah sama sekali melihat dada bu Maya selama ini..
"Ya Tuhan."
END
Diubah oleh c4punk1950... 19-07-2020 22:04
0
3.3K
30
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
c4punk1950...
#2
"Kupinang Dirimu Dengan Ar Rahman"


"Namaku Ramdoni, sebut saja aku Doni saat ini aku hanya ingin kenalan denganmu namamu Vita kan ?" tulisku di sebuah layar smartphone kepada seseorang yang sering mengusik hari-hari diriku di sekolah.
Kutunggu hingga hampir dua jam tak ada balasan, mungkin saja dirinya memang tak suka denganku maklum saja aku memang lelaki yang berperawakan tidak sebaik kawan-kawanku di sekolah, hanya saja tubuhku terlihat athletis karena suka bermain olahraga.
"Kringgg....kringggg....kringgg.." bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran telah usai, tak lama berselang para siswa pun berlarian untuk segera pulang.
Aku pun berjalan santai menuju halte seperti biasa, kutatap layar Handphone ku tetap tak ada balasan, remuk redam hatiku melihat cinta yang tak terbalas.
Entahlah bayangan dirinya susah kuusir dari setiap lamunanku, bahkan untuk bermain bersama kawanku pun aku malas gerak alias "mager", aku lebih banyak diam menatap hari-hariku saat ini.
Gadis manis dengan balutan hijab yang menarik itu memang telah menawan hatiku, sayang pribadinya terlalu tertutup apakah dia tak mau di ganggu lelaki, entahlah yang jelas aku seperti terkesima dengan kelembutan tutur bahasanya dan matanya yang memancarkan keteduhan.
Tak terasa sudah berapa bus yang harusnya kunaiki telah kulewati, sambil duduk terdiam di pojok halte bus dengan pikiran yang menerawang "apakah aku bisa mendapatkan cintanya".
Quote:
Aku pun tersenyum sendiri mengingat masa lalu itu ketika ku masih bersekolah, kini aku bersandar di sebuah halte sekolah tempatku dahulu. Entah sudah berapa tahun yang lalu hal itu terjadi aku lupa pastinya karena kejadian itu sudah berlangsung lama, namun hingga kini hafalan Ar Rahman itu tak pernah ku ucapkan kepada sosok gadis yang bernama Vita hingga lulus sekolah, walau berkat Maria memang aku bisa berdekatan dengannya tapi hafalan itu yang sudah susah payah aku menghafalnya tak pernah keluar dari bibirku.
Suara adzan magribpun memanggilku, aku bersegera mencari masjid terdekat "Allahu Akbar....Allahu Akbar" lafadz takbir terdengar memanggil jiwa-jiwa yang hendak berserah diri padaNya. Seperti diriku saat ini yang merasa tersentuh dengan panggilan dari sang muadzin yang mendayu-dayu.
Kuambil air wudhu dengan berserah diri padaNya, teringat sebentar lagi ramadhan akan tiba. Bulan yang penuh berkah akan kembali menyapa, setidaknya inilah yang membuatku berubah dengan menghafal Ar Rahman ada sesuatu yang membuat diriku lebih dekat padaNya.
" Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? " ayat itu selalu terngiang ditelingaku dengan segala kebesaran Nya manusia banyak yang teramat sombong untuk mengakui Nya.
Aku pun lantas menunaikan kewajibanku beserta jamaah yang lain, hingga tak terasa di tengah shalat yang kulakukan air mataku jatuh mengingat banyaknya dosa yang telah kuperbuat di dunia yang penuh dengan kenikmatan semu ini.
Shalat pun berakhir ketika Imam sudah megucapkan salam, banyak jamaah yang sudah meninggalkan rumah Allah ini, namun diriku tetap tak beranjak pergi aku masih ingin rasanya berlama-lama bersenda gurau dengan Tuhanku. Tapi waktu yang membatasiku karena aku harus segera pulang untuk mengajar pengajian anak-anak remaja di karang taruna.
Aku bergegas meninggalkan rumah yang membuatku nyaman ini, ketika ku sedang memakai sepatu dan melihat langit yang mulai merambat gelap, hatiku bersyukur masih diberikan nikmat hidup sampai saat ini.
Quote:
Pertemuan itu telah membuatku kembali akrab, aku ingin memberitahukannya pada Maria. Ya Maria sahabatku dahulu ia memang sampai detik ini tetap menjadi sahabat terbaikku, bahkan Maria sudah kuanggap adik sendiri karena ia sering berkunjung kerumahku, walau banyak orang menyangka kami berpacaran. Namun sahabat tetaplah sahabat tak lebih dari itu lagipula keyakinanku berbeda, terlalu banyak rintangan bila kita bersama.
Quote:
Dari pertemuan tersebut menumbuhkan kebersamaan kami kembali seperti waktu masih bersekolah, hingga dua tahun dari pertemuan pertama kami pada tanggal yang sama aku memutuskan akan meminang vita, tepat sekali di bulan ramadhan yang penuh berkah sama dengan saat kami bertemu dahulu ketika Ramadhan sebentar lagi tiba, walau keadaan saat ini tentu berbeda, karena bulan sudah memasuki waktu Ramadhan dan sebentar lagi akan merayakan hari kemenangan Idul Fitri.
Hingga tibalah saat aku ingin mengutarakan isi hatiku kepada Vita dan Maria sebagai saksi dari niat tulusku, karena ia yang selama ini mensuport aku untuk bersama Vita. Aku pun dengan perasaan gundah gulana menelepon Vita untuk bertemu dan berhubung ini hari minggu aku dan Vita akan menjemput Maria di Gereja tempatnya beribadah.
Tibalah kami di dekat Gereja sepertinya sebentar lagi peribadatan akan selesai karena puji-pujian kepada Tuhan sudah tak terdengar lagi, Vita sendiri sedang sibuk dengan gadgetnya, duduk disamping pagar Gereja. Kemudian aku melihat sosok cantik dengan dress berwarna putih.
Quote:
Teriakan penuh kesedihan terdengar ada beberapa korban pejalan kaki yang terluka, entahlah yang ada dipikiranku hanya Vita, dia mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan banyak orang.
Akhirnya bantuan datang ambulans membawanya pergi ke rumah sakit terdekat, aku sedang di interogasi polisi sebagai saksi apa yang terjadi, kusuruh Maria dengan dress yang putih dengan banyak noda darah mendampingi Vita, raut wajah Maria tak berhenti dari kesedihan entah sudah berapa banyak air matanya yang keluar.
Aku hanya dapat melihatnya sampai akhirnya pintu ambulans tertutup, ketika aku sudah memberikan kesaksian kulihat seorang anak kecil terluka sedang memasuki ambulans karena aksi bom bunuh diri ini. Entah apa yang ada di pikiran mereka hingga tega melukai orang lain. Tega dan tak bisa dipikir dengan logika, pikirannya telah disesatkan oleh iblis ucapku dalam hati penuh amarah.
Tak ada dalam Islam melakukan kekejaman seperti ini, sudah pasti ini aliran sesat yang mengikuti Iblis karena sombongnya, bahwa ia yang paling benar di hadapan Tuhan seakan-akan surga sudah menjadi miliknya. Sungguh jiwa-jiwa yang tersesat ini pasti akan selalu ada karena pemahaman yang salah, entahlah apa yang mereka ikuti yang jelas bukan cara Rasull yang selalu berbuat baik kepada mereka yang menghinanya. Mereka bukanlah Islam melainkan Iblis yang mengaku Islam, untuk menghancurkan Islam dari dalam.
Aku pun menyusul Vita dan Maria di rumah sakit terdekat, kulihat para pemburu berita sudah datang dan sibuk dengan dunianya sendiri walau ada korban yang ada mereka seakan tak perduli entah itu bentuk keprofesionalan hingga berita lebih penting daripada korban, entahlah aku tak sanggup berfikir jernih.
Di rumah sakit aku mencari kamar yang di mana Vita di rawat, entah sudah berapa kali aku salah kamar hingga kamar mayatpun kumasuki, untung saja tidak ada kamar janda bisa masalah nanti bila kumasuki.
Akhirnya Kamar Mawar No 3 pun kutemui, kulihat Maria masih menangis sedangkan Vita dengan infus di tangan dan beberapa balutan perban sudah dipakainya. Ia tampak sudah siuman namun masih lemah, ketika aku datang aku terharu dengan apa yang diucapkannya.
Quote:
********************
Di pusara yang masih baru aku dan Maria terdiam sambil berdo'a, Maria mengeluarkan kalung salibnya dan menaruh tepat di atas pusara itu.
Quote:
Hari perlahan terlihat mulai gelap, mendungpun bergelayut menaungi pusara, hatiku memang berduka tapi setidaknya aku tahu Di Ramadhan ini ada kemenangan yang hakiki, kemenangan jiwa-jiwa yang tenang yang hatinya ridha kepada Tuhan, aku pun berjalan menjauhi pusara itu dengan hati yang ikhlas dan berharap akan bertemu kembali di dunia yang berbeda dengan membacakan Ar Rahman. Sementara dari kejauhan takbir dan tahlil bergema menyongsong hari kemenangan esok hari.
“Wahai jiwa yang tenang! (27), Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya (28). Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hambak-Ku (29), dan masuklah ke dalam surga-Ku (30).” (Al-Fajr 27-30)
*TAMAT*
Semoga cerpen ini menambah ketakwaan kita kepada Allah, dan di bulan Ramadhan ini saya mengucapkan mohon maaf lahir dan batin kepada warga kaskus semua, semoga dari cerita yang sederhana ini menjadi berkah untuk semua, monggo seruuputt dolo.

Diubah oleh c4punk1950... 19-03-2019 13:08
0
