Kaskus

Story

chieleevanAvatar border
TS
chieleevan
AM I INDIGO???
Quote:


Quote:



Quote:



Bogor, Tahun 1998

AM I INDIGO???


Bogor di juluki sebagai kota hujan, seperti julukannya tak jarang hujan turun membasahi kota kecil ini. Ane masih berumur lima tahun. Ane duduk di pinggir jendela ruang tamu melihat anak-anak seumuran ane bermain di bawah derasnya hujan sore itu.
"Ini minum obatnya dulu." Ibu ane keluar dari dalam dapur sambil membawa sebotol obat sirup penurun demam. Ya, ane terkena demam sudah 3 hari karena ane bandel main hujan-hujanan terus. Ibu nyodorin sendok putih kecil yang sudah ada sirupnya.
"Besok aku bisa sekolah bu,? Aku kangen sama Ira." Tanya ane sambil menjilat sisa-sisa obat di sendoknya.
"Iya dong. Besok udah bisa masuk sekolah lagi. kamu udah nggak demam kok." ucap Ibu sambil menempelkan tangan kanannya ke dahi dan leher ane.
Wuzzzzz!!!
Angin kencang berhembus menerpa wajah ane. Aneh ini, jendela nya kan ane tutup terus angin darimana coba. Ane mencoba berfikir positif. mungkin dari ventilasi di atas.



Tik tok tik tok ....
Bunyi detik jam dinding menggema keseluruh ruangan. Suara jangkrik dan rintikan hujan terdengar jelas dari dalam kamar ane yang gelap. Ane terbangun dari tidur ane mencoba melirik ke arah jam dinding di samping Ane. Jam menunjukan pukul 02.00 pagi.
"Ah, masih pagi." pikir ane sambil menarik selimut bermotif polkadot warna biru. Namun, tiba-tiba ane merasa hawa panas di belakang ane. Ane pikir mungkin karena ane baru sembuh dari demam jadi wajar panas. Tapi ternyata semakin lama semakin panas. Bulu kuduk ane merinding. Ane nengok ke Ibu ane yang tidur di samping ane, mencoba teriak sekencang-kencangnya. Tapi nggak bisa. Ane udah teriak nangis-nangis tapi suara ane nggak keluar, ane juga nggak bisa gerakin tangan ane sedikit pun.
tiba-tiba Nyokab di samping ane nengok ke ane, "Ada harapan ..." pikir ane. Tapi ternyata yang ane lihat bukan muka Ibu ane, tapi muka mahluk serem, matanya merah melotot ke ane, hidungnya berdarah, mukanya penuh sayatan kayak orang habis kena cambuk, dan lidahnya panjang. Ane yang udah ketakutan setengah mati cuma bisa tutup mata dan berdoa.
"Tolong, jangan begitu. Aku mau berteman sama kamu." katanya
entah kenapa suaranya menggema di kepala ane berulang-ulang. Ane fokus berdoa dan kemudian semuanya gelap.


"Chil, bangun." Nyokab bangunin Ane. Ane langsung bangun dan cubit pipi ane. Ane takut kalau ini semua mimpi serem kayak semalam. Ane kemudian bangun dan berangkat sekolah.

Setelah kejadian malam itu ane nggak pernah nyenyak tidurnya. Entah ya, ane selalu merasa ada yang merhatiin ane. Sampai suatu ketika ane kebangun jam 1 pagi. Ane haus dan kedapur buat ambil minum. Tiba-tiba terdengar pelan suara langkah kaki.

Tap ... Tap ... Tap ...
Suara itu arahnya dari ruang tamu, semakin lama semakin jelas ane denger itu suara. Ane pelan-pelan kembali menaruh gelas di meja makan dan berlari ke kamar. Sekilas ane lihat ada sosok bayangan hitam di ujung ruang tamu. Kyaaaa!!!! Ane nggak tau apaan deh tuh, ane buru-buru ngumpet di selimut ane. Tapi makin lama, semakin terdengar jelas suara langkah kaki itu. Ane coba nyalain lampu kamar. Adik perempuan ane tidur di samping ane.
"Heh, bangun." ane coba bangunin dia. Dia diam aja.

Tap ... Tap ... Tap....
Suaranya makin jelas dan dekat. Ane udah merinding. Hawa kamar juga udah nggak enak. Ane coba berusaha berdoa. Dan setelah ane berdoa, bener aja suara langkah kaki itu udah nggak ada. Ane masih duduk terjaga, takut tiba-tiba dia muncul dari balik pintu kamar.
Ane rasa udah aman, ane matiin lampu kamar ane dan coba buat tidur lagi.

Klik ... Kliikk ...
Suara kunci pintu kamar ane. "Bah, ini apa lagi?" pikir ane. Ane langsung duduk dan menatap pintu kamar ane. Terlihat jelas gagang pintu yang bergerak-gerak sendiri. Ane udah nggak tau deh mau ngomong apa lagi. Adik perempuan ane nggak bisa di bangunin.
Tiba-tiba ane lihat di atas ventilasi pintu kamar ane kayak ada sosok manusia liliput. Dia di atas sana seakan-akan ngomong gini ke ane, "Aku turun ya, aku samperin. Kita main sama-sama. Aku kesepian" (pada saat si manusia liliput ngomong ke ane emang nggak ada suaranya sih, tapi dia kayak ngomong ke batin ane)

Ane menggelengkan kepala. Ane nggak bisa teriak saat itu. Jawab apa yang dia bilang aja nggak bisa. Ane lihat dengan jelas liliput sebesar ibu jari orang dewasa itu melemparkan tali kebawah ventilasi supaya dia bisa turun dari situ.
"Jangan turun. Tolong jangan." ucap ane dalam hati. Ane nggak bisa lihat jelas liliput itu mukanya kayak apa. karena kamar ane gelap banget cuma dapet penerangan dari luar.
"Oke, aku samperin kamu" kata itu liliput sambil turun dari ventilasi. Ane langsung teriak.
"Kyaaaa!!!!!!!!!!"
Orangtua ane langsung samperin ane ke kamar, adik perempuan ane juga langsung kebangun. Semua langsung lihat ane yang berkeringat dingin.Ane langsung nangi saking takutnya. Ibu ane langsung meluk ane.
Ane coba lirik ke arah ventilasi kamar ane, liliput itu masih ada disana, "Yah, kapan-kapan deh aku main sama kamunya." ucapnya dan kemudian ane nggak lihat lagi wujudnya.


Ane coba cerita ke orang tua ane soal ini, tapi mereka bilang mungkin itu hanya imajinasi ane aja atau cuma mimpi. Ane masih ingat jelas wajah hantu pertama yang ane lihat waktu ane sakit.
Quote:


Kejadian demi kejadian ane alami sampai saat ini, meskipun pindah rumah dan beda kota. Ane masih mengalami banyak hal misterius. Ane nggak tau deh kenapa harus ane yang ngalamin. Ane bakal share cerita terbaru setiap minggunya.

Quote:



Thanks!!!! emoticon-Malu

Jangan lupa emoticon-Toast emoticon-Toast emoticon-Toast gan ane dehidrasi nulis ini cerita.

emoticon-Sundul Up emoticon-Sundul





Quote:
Diubah oleh chieleevan 01-07-2021 23:36
a9r7aAvatar border
alexshandraAvatar border
edamAvatar border
edam dan 34 lainnya memberi reputasi
35
42.7K
178
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
chieleevanAvatar border
TS
chieleevan
#117
Quote:


kaskus-image



Quote:



“Kali ini, aku akan berhasil mengambil jiwa mu, dan tubuh mu yang ada di alam sana dapat ku pakai. Hahaha” vampire itu menyeringai memperlihatkan kedua taringnya yang tajam.

Gue terus berfikir untuk mencari apa yg dimaksud dengan tanda-tanda kehidupan itu. Dan, gue melihat semut kecil di sebelah kanan vampire itu. Semut yang merayap di pintu kayu yang sudah lusuh. Gue harus bisa ke sana.

Bug!

Vampir itu mendorong gue hingga terjatuh. Gue mencoba bangkit dan berlari kea rah pintu itu. Vampire itu mengejar dengan cepat.

Gue mencoba membuka pintu itu, ‘Shit, nggak bisa!!!! Gimana nih!” gue cemas pintunya terkunci. Vampire itu mengeluarkan kukunya yang tajam dan siap menusuk jantung gue. Gue terus mencoba membuka pintu itu tapi tetap tidak bisa.

“Selamat tinggal, Chiel …” ucap vampire itu dan kukunya mulai mendekat ke dada gue. Gue sudah pasrah, apapun yang terjadi. Gue memejamkan mata saat kukunya mulai menyentuh dada gue.

Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!

Dan seketika semua gelap. Apakah ini yang dinamakan mati. Gue nggak bisa lihat apa-apa. Gue harap gue bisa masuk surga.
*****


“Chiel, bangun. Jangan tinggalin gue” gue mendengar suara seorang perempuan yang gue kenal. Gue membuka mata, di sekeliling gue ada Putri, Bayu, dan Saeful. Gue udah berada di sofa ruang tengah. Putri menangis terisak.

“Aih, akhirnya lo sadar juga!” ucap Bayu senang.

“Gue kira lo gak bakalan selamat, Chiel. Lain kali jangan pergi sendirian dong!” ucap Saeful.

Lalu tiba-tiba lampu mati. Damn! Ini kenapa lagi. Kami berempat mendengar suara wanita yang tertawa cekikikan. Suaranya itu bukan dari satu arah, tapi seperti berputar mengelilingi kami.

“Bay, aku takut!” ucap Putri.

Kita berempat saling rangkul, nggak boleh ada yang terpisah. Dan benar aja ada 3 sosok wanita memakai baju warna merah, rambut panjang, dan memiliki taring. Mereka menatap kami satu persatu .

“Mereka mempelai vampire.” Ucap Bayu.

Gue terkejut, ternyata terror vampire ini belum berakhir. “Apa yang harus kita lakukan?” Tanya Saeful.

“Gue juga gak tau, gue gak pernah ada di situasi yang kayak begini. Yang pasti kita harus saling pegangan, jangan ada yg sendiri.”
Gue mengangguk.

Ketiga mempelai vampire itu berdiri di hadapan kami, salah satunya yang mungkin lebih senior daripada yang lain berdiri lebih ke depan.

“Kalian telah melukai tuan kami. Kami akan membunuh kalian semua.” Ucapnya seraya mencekik kami secara bersamaan dgn yang lain.
Gue Cuma bisa berdoa di situ, kalaupun kali ini gue gak selamat gue harap bisa masuk surga. Cuma itu yang ada di pikiran gue. Leher gue terasa panas, gue pun udah kesulitan untuk bernafas begitu juga dengan yang lain.

Di ujung pintu ruang tengah ke arah dapur gue melihat sesosok pria tampan seperti orang eropa dengan pakaian ala 80an, dan rambut pirang. Dia tersenyum ke arah gue.

“Ini siapa? Apalagi ini?.” Batin gue dalam hati.

Dia tersenyum lagi, “Tenang saja, selamanya aku akan menjaga mu. Jangan takut.” Ucapnya.

Lalu tiba-tiba semuanya gelap. Gue hanya mendengar teriakan para mempelai vampire itu dan kemudian hening.

Listrik menyala. Gue membuka mata sambil memegangi leher gue yang masih sakit. “Uhukkk uhukkkk … Put, Bay, Saeful kalian baik-baik aja kan?” gue mencoba merangkak menghampiri mereka.

Saeful menganggukan kepala, ia menarik nafas panjang berkali-kali. Bayu mencoba membangunkan Putri.

Kami semua selamat. Waktu menunjukan pukul 5 pagi. Bayu cerita sama gue di detik terakhir itu ada yang nolongin gue. Dia laki-laki parasnya tampan, dan penuh dengan cahaya. Dia yang menolong gue, dan melawan vampire itu pula.

Mungkin itu pria yang sama yang tadi gue lihat.

Dan ternyata, dari awal yang pergi ke alam sana cuma gue. Yang tadinya gue kira ke sana sama mereka, ternyata itu semua tipu muslihat si vampire. Dia memang sudah tau apa yang akan kita lakukan, dia mencoba menjebak gue dan memanipulasi semuanya. Untungnya, Bayu bisa kontak gue dari sini.

Kami gak masuk sekolah hari itu, alesannya sakit. Kita juga gak cerita sama orang tua kita apa yang terjadi. Kita Cuma bilang kita masuk angin karena belajar sampai pagi.

Quote:
200kmlna
kemintil98
erman123
erman123 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.