Kaskus

Story

andmseAvatar border
TS
andmse
Warna Luka
Spoiler for Cover:


Hallo agan-agan dan mba-mba dan kakak-kakak dan semuanya...
Sebelumnya saya mau minta izin terutama untuk sesepuh SFTH buat bikin thread disini hehe...
Setelah sekian lama jadi silent reader, dan berbanjuran air mata terus lama-lama terinspirasi buat berani nulis...tadinya sempet bingung buat index part , bodoh bgt yak? haha... sampe akhirnya bisa dan langsung semangat buat nerusin nulis lagi hehe curhat emoticon-Big Grin

Ini cerita tentang laki-laki yang cenderung cupu dengan yang namanya cinta cieelahh...emoticon-Big Grin
Maaf kalau penulisannya kurang rapih... sambil dibantu yak hehe biar bisa lebih baik lagi...emoticon-Big Grin



Spoiler for Prolog:


Index Part:

Part 1
Part 2
Part 3 ( Tentang Sebuah Nama )
Part 4
Part 5
Part 6 ( Sekolah, Murid Baru, Bintang Sekolah )
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10 ( Sosok Yang Tak Terduga )
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15 ( MABIS "Masa Bimbingan Siswa" )
Part 16
Part 17 ( Akhrinya )
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24 ( Cedera )
Part 25
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 6 suara
Bagaimana Ending Cerita Ini ?
Happy Ending
33%
Sad Ending
67%
Diubah oleh andmse 20-04-2019 00:42
afterindAvatar border
ikushaAvatar border
jonet1994Avatar border
jonet1994 dan 27 lainnya memberi reputasi
26
13.7K
121
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
andmseAvatar border
TS
andmse
#52
Part 17 ( Akhirnya)

Hari ini, entah kenapa aku memikirkan Diva, memikirkan kata-kata Bunda. Mengingat aku yang sering bertemu dengan Diva, pergi bersama. Dan mungkin rasa takut kehilanganku pun muncul.
Ku coba untuk menelepon Diva untuk pergi keluar.
"Hallo div..." Kataku.
"Iya na ada apa?" Kata Diva.
"Hari ini sibuk gak?" Kataku.
"Enggak ko... kenapa?" Kata Diva.
"Jalan yu... kalau gak nonton" Kataku.
"Bolehhh... wahh ada apa nih tumben ngajak jalan heheh" Kata Diva.
"Enggak... lagi bosen aja dirumah hehe" Kataku.
"Yaudah jam berapa?" Kata Diva.
"Jam 7 malam ya nanti gue jemput" Kataku.
"Oke deh see you" Kata Diva.

Malamnya aku bersiap-siap untuk jalan sama Diva.
"Div, udah siap belum?" Kataku lewat chat WA
"Bentar, lagi dandan dulu hehe, lo kerumah gue aja" Kata Diva.
"Oke" Kataku.
Lalu aku berpamitan ke Bunda.
"Bun aku pergi dulu ya" Kata ku.
"Mau kemana ini rapih banget?" Kata Bunda.
"Mau jalan bun sama Diva hehe" Kataku.
"Yaudah hati-hati yaa" Kata Bunda
"Iya Bun, Assalamualaikum" Kataku.
"Wa'alaikumsalam" Kata Bunda.

Lalu aku pergi kerumah Diva.
Sesampainya dirumah Diva aku langsung mengabarinya.
Lalu ada Bi Asri keluar.
"Eh na Warna, mari masuk dulu"
"Divanya lagi dandan katanya" Kata Bi Asri.
"Iya bi, buset dandan dari tadi gak selesai-selesai" Kataku.
"Biasalah... namanya perempuan mau ketemu pacarnya hehe" Kata Bi Asri.
"Hehe doain ya bi" Kataku.
"Loh kalian belum pacaran?"
"Bibi kira udah pacaran" Kata Bi Asri.
"Belum bi, niatnya nanti saya mau ngomongnya hehe" Kataku.
"Hmm... jaga Diva ya na, Bibi tau kamu baik, Bibi juga tau Diva suka kerumah mu, jadi Bibi percaya sama kamu dan keluarga mu" Kata Bi Asri.
"Iya bi, makasih ya" Kataku sambil tersenyum.

Tak lama Diva keluar, dan dia cantik sekali, dengan celana ripped jeans warna hitam, dengan hoodie warna putih bergambar bunga kecil ditengahnya, dan sepatu convers.

"Hayoo pada ngomongin gue ya" Kata Diva.
"Dih apaan geer"
"Lo dandan lama banget deh, gak ada yang berubah" Kataku.
"Masa sih? Gak lebih cantik apa gitu?" Kata Diva sambil memegang wajahnya.
"Enggak"
"Ayok ah...nanti keburu malam" Kataku.
"Bi.. pamit dulu ya" Kataku sambil berpamitan ke Bi Asri.
"Iya hati-hati yaa" Kata Bi Asri.

Lalu kami bersiap untuk jalan.
"Udahh?" Kataku saat diatas motor.
"Udaah.." Kata Diva.
"Turun..." Kata Ku.
"Apaan sih woo" Kata Diva sambil menoyor kepalaku.

Sesampainya di Mall kami langsung masuk kedalam bioskop untuk membeli tiket.
"Mau nonton apa nih?" Kataku.
"Ini aja niihh horror kayaknya seru" Kata Diva.
"Hah serius horror?" Kataku.
"Kenapa? Takut yaaaa..." Kata Diva sambil meledek.
"Dih apaan enggak, kan biasanya cewek nontonnya yang romance-romance gituu" Kataku.
"Lagi pengen nonton yang horror-horror hehe" Kata Diva.
"Yaudah deh..." Kataku.
Lalu aku memesan tiketnya.

"Cari minum dulu yuk... haus nih gue" Kataku.
"Ayuuk..." Kata Diva.

"Mau pesen apa div?" Kataku.
"Es cream hehe" Kata Diva.
"Rasa apa?" Kataku.
"Rasa Rinduku padamuu..." Kata Diva dengan nada yang sok imut.
"Apaan sihh haha... serius nih apaa?" Kataku.
"Rasa Vanilla aja" Kata Diva.
"Okee.. tunggu ya mbaaakk" Kataku.

Saat sedang mengantri, tiba-tiba ada yang menepuk pundahku.
"Na.." Katanya.
"Ehh... dis"
"Lo lagi ngapain disini?" Kataku.
"Ini lagi mau nonton aja sama temen-temen"
"Lo ngapain disini?" Kata Gadisya.
"Sama ini mau nonton juga hehe" Kataku.
"Sama siapa?" Kata Gadisya.
"Ituu... sama Diva" Kataku sambil menengok ke arah Diva.
"Ohh... lo pacaran sama ka Diva?" Kata Gadisya.
"Belum sih hehe" Kataku.
"Wahh gila lo na, bisa jalan bareng kakak kelas yang cantik itu"
"Pake pelet lo ya? Haha" Kata Gadisya.
"Sembarangan lo haha"
"Gue juga gak tau kenapa bisa deket, mungkin karena Diva temennya kakak gue, trus suka main kerumah gue"
"Dan juga gue dulu SMPnya sama kayak Diva" Kataku.
"Ohh gituu..."
"Eh gue duluan ya, udah ditungguin nih sama temen gue" Kata Gadisya.
"Oke dis... have fun" Kataku.
Gadisya hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum.

Setelah selesai mengantri, aku menuju ke tempat dimana Diva berada.
"Nih..." Kataku.
"Makasihh hehe..."
"Itu tadi siapa na?" Kata Diva.

"Itu temen sekelas gue..." Kataku.
"Oohhh..." Kata Diva.
Lalu kami mengobrol-gombrol ringan sambil menikmati minuman masing-masing.

"Ehh ayok, udah mau mulai nih" Kata Diva.
"Oh iya ayok" Kataku.
Lalu kami menuju bioskop untuk menonton film.
Aku yang memang orangnya cenderung penakut, alhasil ditengan film lebih sering tutup muka.
Dan Diva jadi sering menjailiku dengan memaksa ku untuk buka mata.

"Huuh... katanya tadi gak takuttt" Kata Diva sambil mengejek.
"Enggak ko... itu tadi cuma pura-pura takut... ehh kaget sih bukan takut" Kata ku.
"Halaaahhh" Kata Diva.
"Eh... kita ke warung bude yu, ngeteh.. udah lama gak kesitu" Kata Diva.
"Ayukkk" Kataku.
Lalu kami keluar Mall dan menuju ke warung bude.

Sesampainya diwarung bude aku langsung memesan teh hangat, dan duduk dikursi depan seperti biasanya.
Aku bergetar, deg-degan hehe biasa namanya juga mau nyatain cinta.
"Kenapa mas ? Kok pucet gitu mukanya" Kata Bude.
"Hehe enggak ko bude... cuma deg-degan" Kataku.
"Walahhh... deg-degan kenapa toh mas?" Kata Bude.
"Biasa bude... anak muda yang lagi mau menyatakan cinta hehe" Kataku sambil berbisik.
"Wahhh... semoga sukses yo mas..." Kata Bude.
"Aamiin... makasih ya Bude doanya hehe" Kataku sambil membawa dua gelas teh hangat kembi kedepan.

"Nih div teh nya" Kataku sambil memberikan teh nya.
"Makasih Na" Kata Diva sambil tersenyum manis seperti biasanya.
Ya Tuhan... gemetar ku makin menjadi saja, bibirku tak berkutik untuk berbicara... serasa ada lem power yang menempel dibibir.
Suasana menjadi hening.

"Na..." Kata Diva.
"Naa..." Kata Diva sambil menepuk pundakku membuatku tersadar dari lamunanku.
"Ehh... kenapa div?" Kataku.
"Lo kenapa diem aja? Gak kayak biasanya..."
"Kok gemeteran gitu?"
"Lo lagi sakit?" Kata Diva dengan raut wajah yang bingung.

Aku yang seperti sedang terkena panas dingin hanya bisa ngomong dengan nada yang patah-patah atau belibet hehe.
"Enggak ko hehe" Kataku.
"Serius?"
"Kalau lo sakit, kita pulang aja yu sekarang" Kata Diva.
"Ehh gapapa ko div... serius gapapa" Kataku.

Aku diam sejenak.
"Ayo ah berani ngomong dong na..."
"Abis ini pasti lega..." Gumamku dalam hati.

"Div... pacaran yu" Kataku.
"Uhuukkk" Diva mungkin kaget mendengarku bicara seperti itu.
"Hahh? Pacaran?" Kata Diva.
"Ehh... gue salah ngomong ya?" Kataku dengan nada yang makin melemas.
"Haha... oohh ternyata lo dari diem kayak orang sakit itu karena lo pengen nembak gue?" Kata Diva.
"Hehe... gak romantis ya?"
"Gak pake kata-kata atau puisi gitu ya?" Kataku.

Diva diam sejenak.
"Na... gue gak perduli ko lo nyatain cinta ke gue dengan cara apa"
"Gue juga gak butuh kata-kata manis atau puisi-puisi romantis... kalau nyatanya itu cuma kata-kata yang keluar dimulut"
"Cinta tau kok dari bagaimana perlakuan lo ke gue"
"Walaupun lo orangnya jutek dan gak romantis" Kata Diva.

"Jadi?" Kataku.
"Iya na, gue mau ko" Kata Diva sambil tersenyum.
"Yes!!!"
"Ehh..." Teriakku.
"Wahhh kayaknya ada yang baru jadian nih..." Kata Bude yang tiba-tiba keluar, mungkin karena ku teriak.
"Hehe Alhamdulillah Bude" Kataku.
"Semoga langgeng yaa, saling mengerti... kalau ada masalah diomongin baik-baik loh yaa" Kata Bude.
"Iyaa Bude" Kata Aku dan Diva.

Lalu setelah kami selesai minum teh dan ngobrol-ngobrol ringan dengan bude kami pamit pulang, karena hari sudah larut malam, dan besok juga harus sekolah.

Diatas motor seperti biasa, aku menawarkan untuk memutar lagu.
"Mau denger lagu? Kataku.
"Mau hehe" Kata Diva.
Lalu aku mencari lagu yang pas untuk suasana ini.
Mungkin lagu Danilla - Ada disana.

Quote:
Diubah oleh andmse 18-03-2019 21:27
2
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.