- Beranda
- Stories from the Heart
[True Story] Mengejar Marika
...
TS
anrhee
[True Story] Mengejar Marika
Halo gan , ini pertama kalinya ane buat trit di forum ini , dari dulu ngaskus biasa ane maen2 di lounge aja hehe. Dan sekarang ane mau coba menuangkan true story perjalanan , perjuangan kisah ane hampir 10 tahun mengejar marika (wanita pujaan hehe), ke dalam bentuk cerita ke forum ini. mungkin ane ga pandai cerita tapi isi dari cerita ane mudah2n ada yg baca dan bisa memotivasi agan2 semua . mohon izin ya gan
gedung SMA ane:
![[True Story] Mengejar Marika](https://s.kaskus.id/images/2019/02/26/1339754_20190226025945.jpg)
bersambung gan,
tahun pertama masih panjang hehe
Quote:
Index:
1. Tahun Pertama part 1- Bangku Belakang
2. Tahun Pertama part 2 - Bus Butut
3. Tahun Pertama part 3 - Lia dan Miara
4. Tahun Pertama part 4 - Lantai 3
5. Tahun Pertama part 5 - Senior dan Debu-Debunya
6. Tahun Pertama part 6 - Cemburu Buta
7. Tahun Pertama part 7 - Jejak Marika Pulang
8. Tahun Pertama part 8 - Drama
9. Bonus Part - Mengejar Marika Song #1
1. Tahun Pertama part 1- Bangku Belakang
2. Tahun Pertama part 2 - Bus Butut
3. Tahun Pertama part 3 - Lia dan Miara
4. Tahun Pertama part 4 - Lantai 3
5. Tahun Pertama part 5 - Senior dan Debu-Debunya
6. Tahun Pertama part 6 - Cemburu Buta
7. Tahun Pertama part 7 - Jejak Marika Pulang
8. Tahun Pertama part 8 - Drama
9. Bonus Part - Mengejar Marika Song #1
Quote:
1. Prolog
Panggil aje ane nuka , nuka adalah pria yang biasa - biasa saja, bisa dibilang ane cukup tinggi untuk sebayanya , berkacamata namun menolak untuk memakainya , soal cinta2an ane cukup beruntung dan cukup sial .
Mengapa cukup beruntung ? pada masa sekolah ane adalah pria yang biasa biasa saja , tidak pintar , tidak populer , berantakan , namun ada beberapa wanita yang suka pada ane yang notabene bisa dibilang oke.
Mengapa cukup sial ? ane sangat sulit untuk menyukai wanita gan, bukan karena ane pemilih gan tapi karena ane hanya tertarik kepada wanita yang berkarakter kuat dari wajahnya, penampilannya dan juga sifatnya . ane tak tertarik wanita yang cantik dengan wajah yang hanya cantik , dan sekalinya ane menemukan apa yang ane cari, sangat sulit buat mengungkapkan dan mendapatkannya. Perlu waktu bertahun2 untuk mengetahui jawabannya dimulai dari ane masih duduk di bangku SMA hingga bekerja jauh dari kota Jakarta, dan disinilah cerita pertualangan ane dimulai...
Panggil aje ane nuka , nuka adalah pria yang biasa - biasa saja, bisa dibilang ane cukup tinggi untuk sebayanya , berkacamata namun menolak untuk memakainya , soal cinta2an ane cukup beruntung dan cukup sial .
Mengapa cukup beruntung ? pada masa sekolah ane adalah pria yang biasa biasa saja , tidak pintar , tidak populer , berantakan , namun ada beberapa wanita yang suka pada ane yang notabene bisa dibilang oke.
Mengapa cukup sial ? ane sangat sulit untuk menyukai wanita gan, bukan karena ane pemilih gan tapi karena ane hanya tertarik kepada wanita yang berkarakter kuat dari wajahnya, penampilannya dan juga sifatnya . ane tak tertarik wanita yang cantik dengan wajah yang hanya cantik , dan sekalinya ane menemukan apa yang ane cari, sangat sulit buat mengungkapkan dan mendapatkannya. Perlu waktu bertahun2 untuk mengetahui jawabannya dimulai dari ane masih duduk di bangku SMA hingga bekerja jauh dari kota Jakarta, dan disinilah cerita pertualangan ane dimulai...
gedung SMA ane:
![[True Story] Mengejar Marika](https://s.kaskus.id/images/2019/02/26/1339754_20190226025945.jpg)
Quote:
2. Tahun pertama
Di Jakarta Pusat menjorok ke utara Juli 2007 , hari pertama ane untuk masuk sekolah menengah atas , ane bersekolah di satu-satu nya SMA negeri di dekat rumah ane , sisanya sekolah swasta, kebetulan hanya sekolah negeri itu yang bisa ane dapat karena keterbatasan nilai ane. Tapi ane bersyukur karena ane adalah 3 dari salah satu murid SMP ane yang bisa masuk ke SMA negeri itu dan bahkan cuma ane satu2nya cowok diantara 3 murid itu. Sedikit informasi, SMP ane adalah sekolah yg bisa dibilang sangat rata2, tidak banyak siswa berprestasi, gemar tawuran dan juga gurunya gemar memukul murid , maklum pada masa itu guru memukul murid masih hal biasa .
Kembali ke hari pertama ane ospek SMA , pagi-pagi ane datang dengan baju yang masih berlogo kuning di kantung baju , celana pendek biru dan aksesoris untuk mos. Ane memakai name-tag yang dibuat dari kardus yg ditempel foto ane waktu balita dan memakai topi setengah bola . Di dalam name-tag tertulis biodata ane dan cita2 ane yg semu .
Ane berbaris di lapangan sekolah sesuai kelas yang ane dapatkan yaitu kelas 1-empat atau X-4 , dengan diawasi kakak-kakak osis yang bisa dibilang lebih banyak ingin menggoda dibanding mengawasi dan juga dilihat kakak kelas cowok maupun cewek bermata elang dari balkon2 kelas yang siap menerkam junior2 barunya yg mudah untuk dibohongi dengan keseniorannya.
Pada saat berbaris ada satu kakak osis cewek datang ke ane , perawakannya tak jelek dengan rambut berponi dan juga tak terlalu tinggi . dengan nada manja dia nanya ke ane
"Hii , namanya siapa ? lucu banget foto waktu kecilnyaa, boleh aku minta ga ?"
Dengan segala rasa tidak perduli dan berpura2 terpuji , ane hanya sekedar senyum saja dan tidak mengatakan iya . Akhirnya dia pun pergi , dan lucunya sekarang dia menjadi kakak ipar ane , dia menikah dengan abang ane di tahun 2017 . Canggung sekali kalo ane inget moment ini , mudah2an dia sudah lupa.
Di barisan kelas ane, ada satu yang jadi perhatian ane , ane melihat di barisan depan ada satu wanita dengan rambut tipis berwarna tidak terlalu hitam , dia tinggi , berkulit putih kekuningan seperti pantai Tanjung tinggi yang terkena sinar matahari terbenam. Ane tidak terlalu jelas melihat wajahnya dan juga tidak terlalu berniat ingin tau karena ane pun sudah mempunyai pacar pada masa itu dari hasil pengkhianatan ane ke temen baik ane waktu SMP hehe , pacar ane waktu itu bersekolah di tempat lain di Jakarta Utara . Usai berbaris kami siswa baru diarahkan untuk masuk ke kelasnya masing2 dan ini saat yang ane tunggu2 , karena ane harus cepat-cepat memilih tempat duduk paling belakang .
Di kelas , ane berhasil mengambil tempat duduk paling belakang , ane duduk dengan orang yang ane kenal lama gan yg kebetulan tetangga, ane pun tidak tau menau dia masuk ke SMA yang sama dengan ane. Nama dia Iza tapi ane biasa memanggilnya "baywatch" , sama seperti judul tv series favorit anak muda kotor pada masa itu , tapi dia bukan penjaga pantai , dia hanya pelajar bergaya necis dengan baju slim fit, bercelana sempit potongan beggie, berbicara kotor layaknya pelatih bola antar kampung, perut buncit melebar seperti bukit teletubbies di kaki gunung bromo dan selalu up to date dalam apapun.
Baywatch sedari ane kecil dia anak yang sangat labil dalam memilih apa yg dia sukai, tapi apa yang dia lakukan tidak pernah tanggung , bisa dibilang over obsesi, ane kadang merasa risih dengan sikapnya , tapi selagi positif ane selalu dukung dia gan .Karena ada baywatch jadi ane tidak terlalu bengong sana bengong sini untuk mencari teman ngobrol . Di kelas ane orang-orangnya menyeramkan , rata2 berperawakan seperti preman , muka seram , tinggi , berkulit hitam dan sawo matang berbadan gempal , berada di kelas baru ini seperti tersesat di hutan mati , bisa dibayangkan kalo tak ada baywatch ane mau ajak ngobrol mereka pun takut .
Kakak-kakak osis pembimbing kelas ane pun ikut masuk ke kelas , mereka memberi arahan kepada kami apa yang harus kami lakukan selama 3 hari MOS kedepan , semua siswa nampak pura2 mendengarkan apa yg mereka beritahu . Apalagi ane , jiwa berontak ane waktu SMP masih ada tersisa sedikit , Waktu SMP ane sangatlah bandel dan tidak tau aturan, mungkin karena masa SMP itu sedang dalam masa labil-labilnya dan didorong dengan lingkungan yang kurang mendukung. Ketika semua murid telah mendapatkan bangku masing2 , di depan kelas kakak osis kami bertanya kepada kami yang membuat kami diam.
"Adik2 ! , Siapa diantara kalian yang bisa membuat YEL-YEL untuk kelas kita ini ? Ayo maju kedepan.."! . Kami sekelas pun diam , dan sang kakak osis bertanya lagi
"Tidak ada yg mau ? Oke , kakak tunjuk kalian ya dan kalian harus bersedia", kakak osis mengancam kami.
Shit! dammit! , kami makin diam dan menganggap pertanyaan itu adalah angin lalu yang hanya lewat di samping daun telinga. Kami terus diam dan menunggu untuk salah satu dari kita bersedia untuk maju dan menyanyikan yel-yel konyol yg hanya di gunakan untuk mempermalukan kita . Namun ada satu orang diantara kami yang menunjukan jarinya, dia adalah orang yg duduk tepat di meja sebelah kanan ane , ane seketika kaget . Bagaimana ane tak kaget , seseorang dengan perawakan seram berkulit hitam kasar seperti pasir vulkanik mahameru , berambut ikal dan duduknya pun dibelakang yang biasanya di tempati anak nakal mau bersedia maju kedepan kelas untuk membuat dan menyanyikan yel-yel konyol di depan kelas , sungguh bermental baja . Setidaknya ane merasa tenang , ane tak harus ditunjuk dan maju untuk bernyanyi di depan orang2 yang ane tak kenal sama sekali. Dan si seram itu pun maju ke depan kelas
" Ayo perkenalkan siapa nama kamu ? " Kakak osis bertanya kepada si seram itu di depan kelas.
" Nama saya Estu , saya berasal dari jakarta dan tinggal tak jauh juga dari sini " Si seram menjawab.
" Oke Estu , nyanyikan yel-yel kamu dengan jelas ya ke teman2 mu " Kakak osis menyuruh.
SI seram pun menatap kami semua di depan kelas dan tanpa gugup dia pun dengan lantang menyanyikan yel-yel buatannya itu .
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 mabok rame-rame " (Seperti lagu supporter club liga indonesia) , Estu bernyanyi kencang.
"Hahahahahahaha!!!" , Semua siswa riang tertawa kecuali siswa yang terlihat baik2 dan pintar.
"Huuuss!!!!!, ga boleh mabok-mabok ya , di ganti liriknya!! Ulangi!" , kakak osis sontak menyangkal sambil sedikit tersenyum.
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 kompak rame-rame " Estu mengulangi yel-yel nya.
"Ayo semua , ikuti Estu bernyanyi ya" Kakak osis dengan kencang berbicara kepada kami.
Siswa pun semua bernyanyi dan suasana di kelas menjadi cair berkat si seram bermental baja yang tak dikira-kira mau menyanyikan lagu konyol di depan anak2 baru . Setelah itu Estu pun balik ke bangku di sebelah ane , ane pun akhirnya memperkenal kan diri ke dirinya .
"Hei Estu , gw Nuka , gila berani banget lo maju kedepan kelas nyanyi ?" ane bertanya kepada estu.
"Iya , gw emang biasa nyanyi2 gitu buat dukung Persija " Estu menjawab .
"Oalah , lo the jak mania ? pantesan pede banget lu, keren " , Tanya ane lagi yg padahal ane kurang suka sama beberapa oknum supporter bola itu .
"Yo'iiii gw the jek!" Estu dengan singkat menjawab dengan aksen anak Jakartanya .
Kami yang duduk di bangku belakang akhirnya saling berkenalan gan , di sebelah kanan ane ada Estu sang supporter bola , dia duduk bersama Derman . Derman bertubuh tinggi dengan hidung mancung seperti orang turkey , badannya tergolong besar tak gemuk dan tak kurus , kalau melihat jauh matanya getar2 menyipit seperti lensa kamera yang susah mencari fokus . Mereka berdua sangat lucu sering kali ane tertawa karena tingkah mereka selama MOS .
Didepan ane ada Hanako dan Mido , Hanako berasal dari surabaya , hidungnya besar meyamping berkulit hitam kecoklatan , kalau berbicara sangat kental sekali medoknya , terlihat seperti anak yang pendiam namun berwajah seram , sangat mudah ditebak dia baru pertama kali sekolah di Jakarta karena banyak bahasa jakarta yang belum ia pahami gan.
Mido , dia berbadan gempal bermuka tua berkumis tipis berjambang layaknya elvis dan berkulit tak terlalu putih cenderung cokelat , ada kecocokan sifat dengan teman sebangku ane baywatch , mereka sama2 up to date , Mido menyukai musik emo namun berambut keriting padat , kebiasaannya menarik2 rambut depannya ke samping seperti poni anak emo namun rambutnya tetap kembali ke bentuk aslinya karena rambutnya yg ikal , kasihan sekali dalam hati ane berfikir , seharusnya Mido bisa mempunyai rambut lurus agar bisa bergaya emo layaknya band2 emo. Awal perkenalan ane dengan Mido dan Hanako ketika ane sedang istirahat dan menyantap makanan yg kami bawa masing2 , ane menawarkan tahu goreng yang dibelikan ibu ane dari tukang nasi uduk pagi , namun mereka menolaknya , ya tapi tujuan ane memang bukan untuk menawarkannya tapi untuk sekedar membuka pembicaraan agar kenal dengan mereka .
Hari semakin siang , pada saat istirahat siang terlihat beberapa siswa diam-diam menyembunyikan makanannya yang belum habis karena akan ada hukuman bagi siswa yang tidak menghabiskan makan siangnya dan ane pun menyembunyikan tahu goreng ane ke dalam tissue yang ane bawa dan ane masukkan ke dalam tas ane . Para kakak Osis pun mengecek tempat makanan kami satu persatu , akan tetapi perilaku siswa2 baru di kelas ane ini nampak sudah lihai dalam hal kelicikan , semua kompak tak ada yg terlihat tak suka dengan kecurangan kami, hingga tak ada satu pun tempat makanan yang terlihat tersisa dan selamatlah kami semua.
"Oke , Sudah kenyang semua ? sudah segar semua ?" salah satu kakak osis bertanya kepada kami .
"Sudah kaaaak!!!" kami dengan kompak menjawab.
"Di hari ke tiga MOS , akan di adakan drama musikalisasi dan akan di pentaskan dilapangan didepan semua siswa. Siapa diantara kalian yang bisa bermain musik dan bermain peran ?" kakak osis bertanya dengan enteng sekali .
Derman tiba-tiba angkat tangan membuat ane kaget kembali , dalam hati ane berfikir ada apa ini ? murid di bangku belakang seharusnya menghindar malah berlomba2 untuk menunjukan jati dirinya , seharusnya ajang mos ini di ganti dengan ajang "Bangku Belakang Idol" saja . Ane yang tadinya ingin menghindar dengan kegiatan apapun akhirnya rela untuk unjuk diri ane dan di ikuti dengan Baywatch dan Estu , lalu kami semua maju ke depan kelas. Ane maju kedepan kelas sambil menundukan kepala ane gan karena malu , ane sama sekali tidak melihat ke arah siswa kelas ane.
"Cewek nya mana ceweknya ? Kalah nih sama cowok2 pembangkang, penghuni meja dan bangku belakang" , kakak osis bertanya di depan kelas.
Tak ada satu pun siswi yang menjawab , semua nampak menjaga image mereka masing2 karena hari ini adalah hari penentuan seberapa spesialkah mereka dimata pria2 kelas kami , para wanita harus membuat first impression yang baik, tidak terlalu menonjol tapi ingin dilihat. Semakin diam wanita itu semakin misterius dan semakin mempunyai harga diri lah mereka, apalagi yang mempunyai paras cantik . Tentu saja para wanita tidak mau terlihat konyol dimata semua orang apalagi akan disaksikan oleh seluruh siswa di sekolah ini.
"Oke , kakak akan langsung menunjuk kalian ya , dan kalian tidak bisa menolak " salah satu kakak osis berbicara ke para siswi .
Para kakak osis terlihat berunding sambil melihat siswi2 di kelas ane , ane tak bisa mendengar perundingan mereka yang ane harapkan mereka memilih siswi yang tidak terlalu menjaga imagenya agar penampilan kami nanti tidak membosankan . Selesai berunding , para kakak osis langsung mendatangi siswi tersebut , ane tetap merunduk namun ane tau kemana kakak osis itu berjalan , akhirnya terpilihlah 3 siswi yang akan menemani kami pria2 bangku terbelakang .
Tiga siswi itu pun maju ke depan kelas dan berjabat tangan dengan kami . Ane berdiri di paling ujung gan , so ane dapat jabatan tangan paling terakhir , dengan setengah menunduk ane berjabat tangan sambil memperhatikan mereka .
"Hi aku abie" siswi pertama yg berjabat tangan dengan ane mengenalkan diri ke ane , ane sambil menatap sebentar dan lanjut menunduk.
"Hi aku ririn" disusul siswi yang kedua , dan akhirnya yang terkahir ,
"Hi gw marika " , sapa siswi terakhir kepada ane , terdengar bahasa yg berbeda dgn nama yg tak umum di Jakarta , ane langsung menatap mukanya dan tak lagi menunduk gan , rupanya dia yang menjadi perhatian ane waktu berbaris tadi pagi gan ane pun senyum dan riang seketika!.
"Perasaan ane kagum sumringah bahagia seperti pertama kali melihat keindahan Senggigi dari sudut puncak Malaka. Ada keindahan didalam dirinya , semakin lama melihat semakin nyaman perasaan hati, ah hati ini serasa berlibur jauh dari ramainya kota ketika melihatnya. Dia adalah keindahan yang terperangkap didalam manusia , dia adalah bunga daisy diantaranya liarnya alam , dia adalah penghangat dalam dinginnya malam ranupani, dia adalah Marika.
Bangku Belakang
Di Jakarta Pusat menjorok ke utara Juli 2007 , hari pertama ane untuk masuk sekolah menengah atas , ane bersekolah di satu-satu nya SMA negeri di dekat rumah ane , sisanya sekolah swasta, kebetulan hanya sekolah negeri itu yang bisa ane dapat karena keterbatasan nilai ane. Tapi ane bersyukur karena ane adalah 3 dari salah satu murid SMP ane yang bisa masuk ke SMA negeri itu dan bahkan cuma ane satu2nya cowok diantara 3 murid itu. Sedikit informasi, SMP ane adalah sekolah yg bisa dibilang sangat rata2, tidak banyak siswa berprestasi, gemar tawuran dan juga gurunya gemar memukul murid , maklum pada masa itu guru memukul murid masih hal biasa .
Kembali ke hari pertama ane ospek SMA , pagi-pagi ane datang dengan baju yang masih berlogo kuning di kantung baju , celana pendek biru dan aksesoris untuk mos. Ane memakai name-tag yang dibuat dari kardus yg ditempel foto ane waktu balita dan memakai topi setengah bola . Di dalam name-tag tertulis biodata ane dan cita2 ane yg semu .
Ane berbaris di lapangan sekolah sesuai kelas yang ane dapatkan yaitu kelas 1-empat atau X-4 , dengan diawasi kakak-kakak osis yang bisa dibilang lebih banyak ingin menggoda dibanding mengawasi dan juga dilihat kakak kelas cowok maupun cewek bermata elang dari balkon2 kelas yang siap menerkam junior2 barunya yg mudah untuk dibohongi dengan keseniorannya.
Pada saat berbaris ada satu kakak osis cewek datang ke ane , perawakannya tak jelek dengan rambut berponi dan juga tak terlalu tinggi . dengan nada manja dia nanya ke ane
"Hii , namanya siapa ? lucu banget foto waktu kecilnyaa, boleh aku minta ga ?"
Dengan segala rasa tidak perduli dan berpura2 terpuji , ane hanya sekedar senyum saja dan tidak mengatakan iya . Akhirnya dia pun pergi , dan lucunya sekarang dia menjadi kakak ipar ane , dia menikah dengan abang ane di tahun 2017 . Canggung sekali kalo ane inget moment ini , mudah2an dia sudah lupa.
Di barisan kelas ane, ada satu yang jadi perhatian ane , ane melihat di barisan depan ada satu wanita dengan rambut tipis berwarna tidak terlalu hitam , dia tinggi , berkulit putih kekuningan seperti pantai Tanjung tinggi yang terkena sinar matahari terbenam. Ane tidak terlalu jelas melihat wajahnya dan juga tidak terlalu berniat ingin tau karena ane pun sudah mempunyai pacar pada masa itu dari hasil pengkhianatan ane ke temen baik ane waktu SMP hehe , pacar ane waktu itu bersekolah di tempat lain di Jakarta Utara . Usai berbaris kami siswa baru diarahkan untuk masuk ke kelasnya masing2 dan ini saat yang ane tunggu2 , karena ane harus cepat-cepat memilih tempat duduk paling belakang .
Di kelas , ane berhasil mengambil tempat duduk paling belakang , ane duduk dengan orang yang ane kenal lama gan yg kebetulan tetangga, ane pun tidak tau menau dia masuk ke SMA yang sama dengan ane. Nama dia Iza tapi ane biasa memanggilnya "baywatch" , sama seperti judul tv series favorit anak muda kotor pada masa itu , tapi dia bukan penjaga pantai , dia hanya pelajar bergaya necis dengan baju slim fit, bercelana sempit potongan beggie, berbicara kotor layaknya pelatih bola antar kampung, perut buncit melebar seperti bukit teletubbies di kaki gunung bromo dan selalu up to date dalam apapun.
Baywatch sedari ane kecil dia anak yang sangat labil dalam memilih apa yg dia sukai, tapi apa yang dia lakukan tidak pernah tanggung , bisa dibilang over obsesi, ane kadang merasa risih dengan sikapnya , tapi selagi positif ane selalu dukung dia gan .Karena ada baywatch jadi ane tidak terlalu bengong sana bengong sini untuk mencari teman ngobrol . Di kelas ane orang-orangnya menyeramkan , rata2 berperawakan seperti preman , muka seram , tinggi , berkulit hitam dan sawo matang berbadan gempal , berada di kelas baru ini seperti tersesat di hutan mati , bisa dibayangkan kalo tak ada baywatch ane mau ajak ngobrol mereka pun takut .
Kakak-kakak osis pembimbing kelas ane pun ikut masuk ke kelas , mereka memberi arahan kepada kami apa yang harus kami lakukan selama 3 hari MOS kedepan , semua siswa nampak pura2 mendengarkan apa yg mereka beritahu . Apalagi ane , jiwa berontak ane waktu SMP masih ada tersisa sedikit , Waktu SMP ane sangatlah bandel dan tidak tau aturan, mungkin karena masa SMP itu sedang dalam masa labil-labilnya dan didorong dengan lingkungan yang kurang mendukung. Ketika semua murid telah mendapatkan bangku masing2 , di depan kelas kakak osis kami bertanya kepada kami yang membuat kami diam.
"Adik2 ! , Siapa diantara kalian yang bisa membuat YEL-YEL untuk kelas kita ini ? Ayo maju kedepan.."! . Kami sekelas pun diam , dan sang kakak osis bertanya lagi
"Tidak ada yg mau ? Oke , kakak tunjuk kalian ya dan kalian harus bersedia", kakak osis mengancam kami.
Shit! dammit! , kami makin diam dan menganggap pertanyaan itu adalah angin lalu yang hanya lewat di samping daun telinga. Kami terus diam dan menunggu untuk salah satu dari kita bersedia untuk maju dan menyanyikan yel-yel konyol yg hanya di gunakan untuk mempermalukan kita . Namun ada satu orang diantara kami yang menunjukan jarinya, dia adalah orang yg duduk tepat di meja sebelah kanan ane , ane seketika kaget . Bagaimana ane tak kaget , seseorang dengan perawakan seram berkulit hitam kasar seperti pasir vulkanik mahameru , berambut ikal dan duduknya pun dibelakang yang biasanya di tempati anak nakal mau bersedia maju kedepan kelas untuk membuat dan menyanyikan yel-yel konyol di depan kelas , sungguh bermental baja . Setidaknya ane merasa tenang , ane tak harus ditunjuk dan maju untuk bernyanyi di depan orang2 yang ane tak kenal sama sekali. Dan si seram itu pun maju ke depan kelas
" Ayo perkenalkan siapa nama kamu ? " Kakak osis bertanya kepada si seram itu di depan kelas.
" Nama saya Estu , saya berasal dari jakarta dan tinggal tak jauh juga dari sini " Si seram menjawab.
" Oke Estu , nyanyikan yel-yel kamu dengan jelas ya ke teman2 mu " Kakak osis menyuruh.
SI seram pun menatap kami semua di depan kelas dan tanpa gugup dia pun dengan lantang menyanyikan yel-yel buatannya itu .
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 mabok rame-rame " (Seperti lagu supporter club liga indonesia) , Estu bernyanyi kencang.
"Hahahahahahaha!!!" , Semua siswa riang tertawa kecuali siswa yang terlihat baik2 dan pintar.
"Huuuss!!!!!, ga boleh mabok-mabok ya , di ganti liriknya!! Ulangi!" , kakak osis sontak menyangkal sambil sedikit tersenyum.
"Neng kene aku ngenteni kowe
Adoh-adoh kowe sing tak enteni
X-4 ayo dimenangke
X-4 kompak rame-rame " Estu mengulangi yel-yel nya.
"Ayo semua , ikuti Estu bernyanyi ya" Kakak osis dengan kencang berbicara kepada kami.
Siswa pun semua bernyanyi dan suasana di kelas menjadi cair berkat si seram bermental baja yang tak dikira-kira mau menyanyikan lagu konyol di depan anak2 baru . Setelah itu Estu pun balik ke bangku di sebelah ane , ane pun akhirnya memperkenal kan diri ke dirinya .
"Hei Estu , gw Nuka , gila berani banget lo maju kedepan kelas nyanyi ?" ane bertanya kepada estu.
"Iya , gw emang biasa nyanyi2 gitu buat dukung Persija " Estu menjawab .
"Oalah , lo the jak mania ? pantesan pede banget lu, keren " , Tanya ane lagi yg padahal ane kurang suka sama beberapa oknum supporter bola itu .
"Yo'iiii gw the jek!" Estu dengan singkat menjawab dengan aksen anak Jakartanya .
Kami yang duduk di bangku belakang akhirnya saling berkenalan gan , di sebelah kanan ane ada Estu sang supporter bola , dia duduk bersama Derman . Derman bertubuh tinggi dengan hidung mancung seperti orang turkey , badannya tergolong besar tak gemuk dan tak kurus , kalau melihat jauh matanya getar2 menyipit seperti lensa kamera yang susah mencari fokus . Mereka berdua sangat lucu sering kali ane tertawa karena tingkah mereka selama MOS .
Didepan ane ada Hanako dan Mido , Hanako berasal dari surabaya , hidungnya besar meyamping berkulit hitam kecoklatan , kalau berbicara sangat kental sekali medoknya , terlihat seperti anak yang pendiam namun berwajah seram , sangat mudah ditebak dia baru pertama kali sekolah di Jakarta karena banyak bahasa jakarta yang belum ia pahami gan.
Mido , dia berbadan gempal bermuka tua berkumis tipis berjambang layaknya elvis dan berkulit tak terlalu putih cenderung cokelat , ada kecocokan sifat dengan teman sebangku ane baywatch , mereka sama2 up to date , Mido menyukai musik emo namun berambut keriting padat , kebiasaannya menarik2 rambut depannya ke samping seperti poni anak emo namun rambutnya tetap kembali ke bentuk aslinya karena rambutnya yg ikal , kasihan sekali dalam hati ane berfikir , seharusnya Mido bisa mempunyai rambut lurus agar bisa bergaya emo layaknya band2 emo. Awal perkenalan ane dengan Mido dan Hanako ketika ane sedang istirahat dan menyantap makanan yg kami bawa masing2 , ane menawarkan tahu goreng yang dibelikan ibu ane dari tukang nasi uduk pagi , namun mereka menolaknya , ya tapi tujuan ane memang bukan untuk menawarkannya tapi untuk sekedar membuka pembicaraan agar kenal dengan mereka .
Hari semakin siang , pada saat istirahat siang terlihat beberapa siswa diam-diam menyembunyikan makanannya yang belum habis karena akan ada hukuman bagi siswa yang tidak menghabiskan makan siangnya dan ane pun menyembunyikan tahu goreng ane ke dalam tissue yang ane bawa dan ane masukkan ke dalam tas ane . Para kakak Osis pun mengecek tempat makanan kami satu persatu , akan tetapi perilaku siswa2 baru di kelas ane ini nampak sudah lihai dalam hal kelicikan , semua kompak tak ada yg terlihat tak suka dengan kecurangan kami, hingga tak ada satu pun tempat makanan yang terlihat tersisa dan selamatlah kami semua.
"Oke , Sudah kenyang semua ? sudah segar semua ?" salah satu kakak osis bertanya kepada kami .
"Sudah kaaaak!!!" kami dengan kompak menjawab.
"Di hari ke tiga MOS , akan di adakan drama musikalisasi dan akan di pentaskan dilapangan didepan semua siswa. Siapa diantara kalian yang bisa bermain musik dan bermain peran ?" kakak osis bertanya dengan enteng sekali .
Derman tiba-tiba angkat tangan membuat ane kaget kembali , dalam hati ane berfikir ada apa ini ? murid di bangku belakang seharusnya menghindar malah berlomba2 untuk menunjukan jati dirinya , seharusnya ajang mos ini di ganti dengan ajang "Bangku Belakang Idol" saja . Ane yang tadinya ingin menghindar dengan kegiatan apapun akhirnya rela untuk unjuk diri ane dan di ikuti dengan Baywatch dan Estu , lalu kami semua maju ke depan kelas. Ane maju kedepan kelas sambil menundukan kepala ane gan karena malu , ane sama sekali tidak melihat ke arah siswa kelas ane.
"Cewek nya mana ceweknya ? Kalah nih sama cowok2 pembangkang, penghuni meja dan bangku belakang" , kakak osis bertanya di depan kelas.
Tak ada satu pun siswi yang menjawab , semua nampak menjaga image mereka masing2 karena hari ini adalah hari penentuan seberapa spesialkah mereka dimata pria2 kelas kami , para wanita harus membuat first impression yang baik, tidak terlalu menonjol tapi ingin dilihat. Semakin diam wanita itu semakin misterius dan semakin mempunyai harga diri lah mereka, apalagi yang mempunyai paras cantik . Tentu saja para wanita tidak mau terlihat konyol dimata semua orang apalagi akan disaksikan oleh seluruh siswa di sekolah ini.
"Oke , kakak akan langsung menunjuk kalian ya , dan kalian tidak bisa menolak " salah satu kakak osis berbicara ke para siswi .
Para kakak osis terlihat berunding sambil melihat siswi2 di kelas ane , ane tak bisa mendengar perundingan mereka yang ane harapkan mereka memilih siswi yang tidak terlalu menjaga imagenya agar penampilan kami nanti tidak membosankan . Selesai berunding , para kakak osis langsung mendatangi siswi tersebut , ane tetap merunduk namun ane tau kemana kakak osis itu berjalan , akhirnya terpilihlah 3 siswi yang akan menemani kami pria2 bangku terbelakang .
Tiga siswi itu pun maju ke depan kelas dan berjabat tangan dengan kami . Ane berdiri di paling ujung gan , so ane dapat jabatan tangan paling terakhir , dengan setengah menunduk ane berjabat tangan sambil memperhatikan mereka .
"Hi aku abie" siswi pertama yg berjabat tangan dengan ane mengenalkan diri ke ane , ane sambil menatap sebentar dan lanjut menunduk.
"Hi aku ririn" disusul siswi yang kedua , dan akhirnya yang terkahir ,
"Hi gw marika " , sapa siswi terakhir kepada ane , terdengar bahasa yg berbeda dgn nama yg tak umum di Jakarta , ane langsung menatap mukanya dan tak lagi menunduk gan , rupanya dia yang menjadi perhatian ane waktu berbaris tadi pagi gan ane pun senyum dan riang seketika!.
"Perasaan ane kagum sumringah bahagia seperti pertama kali melihat keindahan Senggigi dari sudut puncak Malaka. Ada keindahan didalam dirinya , semakin lama melihat semakin nyaman perasaan hati, ah hati ini serasa berlibur jauh dari ramainya kota ketika melihatnya. Dia adalah keindahan yang terperangkap didalam manusia , dia adalah bunga daisy diantaranya liarnya alam , dia adalah penghangat dalam dinginnya malam ranupani, dia adalah Marika.
bersambung gan,
tahun pertama masih panjang hehe
Diubah oleh anrhee 02-07-2020 12:19
ytf007 dan 21 lainnya memberi reputasi
22
10.1K
Kutip
70
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•2Anggota
Tampilkan semua post
TS
anrhee
#27
Lanjutan Tahun Pertama part 6

Hari ini sangat terik sekali, dari jendela kelas ane hanya terlihat awan-awan kecil yang bisa sedikit mengahalau cahaya dari matahari Jakarta , berharap ada angin darat disiang bolong yang sejuk masuk ke kelas ane terlebih dahulu sebelum mengarah ke laut di utara, baju seragam ane yang masih berkantung osis berlatar kuning ini sudah basah karena menghisap peluh ane. Padahal baru sebentar ane memasuki kelas ini selepas class tour tadi, ane menunggu intruksi dari kakak osis pebimbing kelas untuk berlatih drama musikalisasi sambil mempersiapkan gitar ane yang belom tune ini dengan senar gitar nomer 4 yang sudah pecah-pecah, sulit sekali mencari nadanya karena kelas ane sangat berisik semua murid2 baru terlihat mulai akrab, mereka saling berbicara mengadu napas tertawa dan bercanda. Sementara ane fokus dengan gitar ini agar nanti ketika ane mulai memetik gitar harus sesuai dengan nadanya, agar terdengar ane benar2 bisa bermain gitar di depan Marika, ane memang tak tahu apakah benar seorang wanita bisa diambil perhatiannya hanya dengan permainan gitar, ya semoga saja Marika bisa sedikit memperhatikan ane dan mengingat ane yang pernah mengiringinya.
"Team drama, ayo maju semua, bawa alat musik kalian kedepan kita mulai berlatih ya..", Kakak osis akhirnya memberi intruksi .
"Iya kakakkk,,", Jawab Derman kencang.
Sepertinya Derman tak sabar ingin menggandeng Ririn,Abie dan Marika selama latihan, hanya dia yang terlihat paling bersemangat . Derman memang anak yang tidak punya urat malu, tidak punya muka, yang dia punya hanya kepercayaan diri, sesuai lah karakter dia dengan lagu yang kita akan bawakan "Lelaki Percaya Diri" . Ketika kami semua sudah di depan kelas kakak osis memberi wejangan kepada kami.
"Kalian latihan lah sesuka hati kalian , ga perlu malu atau takut, buktikan kalau kelas kita yang terbaik, kita akan dukung kalian" , Kakak osis menyemangati kami .
"Konyol-konyolan boleh kak ?" Derman bertanya .
"Ya boleh bebas , asal sopan ya!" Kakak osis menjawab .
"Shiaaappppp!!" , jawab Derman dengan riang.
Tanpa rasa canggung Derman langsung membuka pembicaraan di antara kami team drama, ane masih tak bisa berkata apa2 karena
grogi Marika akan mendengarkan permainan gitar ane yang biasa saja .
"Yuk coba kita main lagunya dulu", Estu tiba2 menyaut.
"Yuk Yuk!!" baywatch sudah siap menabuh tam-tam pinjamannya .
Marika , Abie dan Ririn langsung menatap ke ane, tapi ane masih terdiam karena grogi, ingin mengeluarkan satu suara dari gitar ini pun susah, rasanya seperti pertama kali belajar gitar . Ane menunduk dan tanpa sadar hanya memencet-mencet fret gitar akustik murahan ini, ane semakin diam dan malah membayangkan ketika dulu ane dipermalukan di depan khalayak ramai waktu pensi di SMP. Ane tak mau dipermalukan lagi karena permainan musik ane ini.
bersambung..

Quote:
Cemburu Buta
Hari ini sangat terik sekali, dari jendela kelas ane hanya terlihat awan-awan kecil yang bisa sedikit mengahalau cahaya dari matahari Jakarta , berharap ada angin darat disiang bolong yang sejuk masuk ke kelas ane terlebih dahulu sebelum mengarah ke laut di utara, baju seragam ane yang masih berkantung osis berlatar kuning ini sudah basah karena menghisap peluh ane. Padahal baru sebentar ane memasuki kelas ini selepas class tour tadi, ane menunggu intruksi dari kakak osis pebimbing kelas untuk berlatih drama musikalisasi sambil mempersiapkan gitar ane yang belom tune ini dengan senar gitar nomer 4 yang sudah pecah-pecah, sulit sekali mencari nadanya karena kelas ane sangat berisik semua murid2 baru terlihat mulai akrab, mereka saling berbicara mengadu napas tertawa dan bercanda. Sementara ane fokus dengan gitar ini agar nanti ketika ane mulai memetik gitar harus sesuai dengan nadanya, agar terdengar ane benar2 bisa bermain gitar di depan Marika, ane memang tak tahu apakah benar seorang wanita bisa diambil perhatiannya hanya dengan permainan gitar, ya semoga saja Marika bisa sedikit memperhatikan ane dan mengingat ane yang pernah mengiringinya.
"Team drama, ayo maju semua, bawa alat musik kalian kedepan kita mulai berlatih ya..", Kakak osis akhirnya memberi intruksi .
"Iya kakakkk,,", Jawab Derman kencang.
Sepertinya Derman tak sabar ingin menggandeng Ririn,Abie dan Marika selama latihan, hanya dia yang terlihat paling bersemangat . Derman memang anak yang tidak punya urat malu, tidak punya muka, yang dia punya hanya kepercayaan diri, sesuai lah karakter dia dengan lagu yang kita akan bawakan "Lelaki Percaya Diri" . Ketika kami semua sudah di depan kelas kakak osis memberi wejangan kepada kami.
"Kalian latihan lah sesuka hati kalian , ga perlu malu atau takut, buktikan kalau kelas kita yang terbaik, kita akan dukung kalian" , Kakak osis menyemangati kami .
"Konyol-konyolan boleh kak ?" Derman bertanya .
"Ya boleh bebas , asal sopan ya!" Kakak osis menjawab .
"Shiaaappppp!!" , jawab Derman dengan riang.
Tanpa rasa canggung Derman langsung membuka pembicaraan di antara kami team drama, ane masih tak bisa berkata apa2 karena
grogi Marika akan mendengarkan permainan gitar ane yang biasa saja .
"Yuk coba kita main lagunya dulu", Estu tiba2 menyaut.
"Yuk Yuk!!" baywatch sudah siap menabuh tam-tam pinjamannya .
Marika , Abie dan Ririn langsung menatap ke ane, tapi ane masih terdiam karena grogi, ingin mengeluarkan satu suara dari gitar ini pun susah, rasanya seperti pertama kali belajar gitar . Ane menunduk dan tanpa sadar hanya memencet-mencet fret gitar akustik murahan ini, ane semakin diam dan malah membayangkan ketika dulu ane dipermalukan di depan khalayak ramai waktu pensi di SMP. Ane tak mau dipermalukan lagi karena permainan musik ane ini.
Quote:
Jadi dulu ketika ane SMP, ane pernah mengikuti festival band di sekolah ane sendiri. Semua band nampak keren dengan membawa peralatan band yang mereka bawa sendiri, sedangkan band ane tak mempunyai alat2 apapun jadi kami hanya menggunakan alat seadanya yg disediakan di atas panggung, saat itu ane bermain drum untuk band SMP ane, kami akan membawakan 3 lagu didepan ratusan orang-orang. Namun sebelum lagu pertama usai tom-tom salah satu part dari drum ane copot dan menggelinding kebawah panggung. Lagu pertama pun gagal dimainkan sampai habis, semua penonton tertawa terbahak2 karena peristiwa itu, panitia pun langsung sigap mengambil tom-tom tersebut dan memasangnya kembali . Lanjutlah kami di lagu kedua, belum verse pertama habis tom-tom drum ane copot kembali, Alamak malu sekali ane, diambilah dan dipasangkan lagi oleh panitia, dan kami mengulang lagu kami yang kedua, tak lama sebelum reff pertama mulai, tom-tom biadab itu copot dan menggelinding kembali , semakin malu ane . Lagu kedua harus berhenti kembali , panitia kali ini memasang kembali dan mengikatnya dengan tali. Ketika itu ada senior ane datang ke ane dan berbicara.
"Hei , udah turun, sini gue kasih liat lo cara main drum yang bener" Celetuk senior.
Ane diam saja tak memperdulikan senior sombong itu, belum selesai drum di betulkan panitia, waktu penampilan band ane sudah habis dan tidak bisa melanjutkan lagu kedua apalagi lagu ketiga. Band ane dengan wajah tertunduk pun turun dengan menanggung malu didepan ratusan orang, terdengar suara tepuk tangan yang terasa seperti hinaan buat ane. Sial karena peralatan yang tak baik ane jadi kena malunya, ane menyadari memang butuh modal lebih untuk bermain band. Kejadian tersebut selalu teringat buat ane, sangat malu namun juga sangat menyadarkan ane.
"Hei , udah turun, sini gue kasih liat lo cara main drum yang bener" Celetuk senior.
Ane diam saja tak memperdulikan senior sombong itu, belum selesai drum di betulkan panitia, waktu penampilan band ane sudah habis dan tidak bisa melanjutkan lagu kedua apalagi lagu ketiga. Band ane dengan wajah tertunduk pun turun dengan menanggung malu didepan ratusan orang, terdengar suara tepuk tangan yang terasa seperti hinaan buat ane. Sial karena peralatan yang tak baik ane jadi kena malunya, ane menyadari memang butuh modal lebih untuk bermain band. Kejadian tersebut selalu teringat buat ane, sangat malu namun juga sangat menyadarkan ane.
Quote:
"Wey ayok , mana aba2-nya!!" Celetuk Baywatch menyadarkan ane dari rasa grogi yang dalam.
"Oh iya, yuk yuk yuk", Jawab ane yg langsung tersadar dari masa lalu ane yang memalukan.
"Estu , lo udah tau kan nada lagunya", tanya ane ke sang vokalis the Jak Mania, Estu.
"Udah cuy. Sikaaat!!!", Estu enteng menjawab ane.
Marika terlihat masih melihat ke arah ane, namun kali ini ane lebih bisa fokus dengan mengumpulkan segala kekuatan alam yang ane punya, energi positif sudah masuk menjalar ke ujung-ujung jari ane seakan jari ane dirasuki oleh hantu abang kurt cobain yang membuat ane semakin yakin untuk menggenjreng gitar memulai intro lagu yang akan ane bawakan.
"Jreeeeeenggg Jreeeeeng Jreeeeeng", Suara intro gitar ane setelah lama mengumpulkan energi.
Disusul dengan tabuhan tam-tam Baywatch kemudian terdengar semakin harmonis ketika Estu mulai menyanyikan lagu tersebut, mereka nampak sudah paham betul lagunya, sepertinya semalam mereka berlatih dengan sungguh2. Meskipun Estu mempunyai perawakan yang seram dengan kontur wajah seperti dinding goa, dia mempunyai suara yang lumayan bagus diantara kami sekelas. Tak perlu banyak latihan lagu kami pun dibawakan dengan sukses sampai habis, bahkan semua anak-anak X-4 pun bertepuk tangan untuk kami. Ane tak sadar kalau murid2 di kelas memperhatikan kami di depan.
Kami semakin percaya diri karena ada dukungan dari teman-teman yang lain, kami pun mengulangi kembali permainan musik kami namun kali ini Derman, Marika, Abie dan Ririn mulai memainkan perannya masing-masing. Selama latihan ane merasakan kecemburuan pada orang yang tak selayaknya ane cemburukan, ane cemburu karena didrama ini mengharuskan Marika menggandeng tangan Derman dengan erat. Derman itu orang yang konyol bukan main dan over active, ane yakin Marika tidak akan tertarik padanya. Marika itu wanita yang kemarin baru ane kenal dan berhasil membuat ane semangat untuk cepat2 masuk sekolah kembali untuk melihatnya. Ini tak wajar, ane masih punya pacar yang dimana lebih pantas untuk ane cemburui. Ane sadar ane semakin dekat dengan apa yang dinamakan cinta , perasaaan yang tak pernah ane rasakan sedikitpun ke pacar ane Lia.
Ane cemburu buta, semakin bingung harus ane apakan perasaan ini, hati ane sangat telak mengakuinya. apakah ane harus ceritakan perasaan yang cemburu ini ke Baywatch, Derman dan Estu? ataukah kesemua teman-teman ane? ataukah ke pacar ane Lia . Yang pasti ane belum punya nyali untuk menceritakan ini ke Marika. Karena ane takut Marika malah akan menjauhi ane sejauh2nya, pasti akan terasa lebih jauh dari jarak antara kedua kutub di planet biru ini.
"Tenonetttttt, Tenoneeeettt, Tenoneeeeeet Noo neetttt" Toa tua yang bising berbunyi menandakan waktu istirahat siang tiba.
Kami di persilahkan makan siang terlebih dahulu oleh kakak osis, selama 3 hari MOS ini kami ditugaskan untuk membawa bekal siang dari rumah yang harus dihabiskan dan akan di cek setiap hari seperti di hari pertama kemarin. Hari ini ane dibawakan nasi goreng balado oleh ibu ane, dengan lahap ane makan dengan mata kosong penuh cemburu dan mengunyah keras nasi yang semakin perak semakin lezat ini .
"Oh iya, yuk yuk yuk", Jawab ane yg langsung tersadar dari masa lalu ane yang memalukan.
"Estu , lo udah tau kan nada lagunya", tanya ane ke sang vokalis the Jak Mania, Estu.
"Udah cuy. Sikaaat!!!", Estu enteng menjawab ane.
Marika terlihat masih melihat ke arah ane, namun kali ini ane lebih bisa fokus dengan mengumpulkan segala kekuatan alam yang ane punya, energi positif sudah masuk menjalar ke ujung-ujung jari ane seakan jari ane dirasuki oleh hantu abang kurt cobain yang membuat ane semakin yakin untuk menggenjreng gitar memulai intro lagu yang akan ane bawakan.
"Jreeeeeenggg Jreeeeeng Jreeeeeng", Suara intro gitar ane setelah lama mengumpulkan energi.
Disusul dengan tabuhan tam-tam Baywatch kemudian terdengar semakin harmonis ketika Estu mulai menyanyikan lagu tersebut, mereka nampak sudah paham betul lagunya, sepertinya semalam mereka berlatih dengan sungguh2. Meskipun Estu mempunyai perawakan yang seram dengan kontur wajah seperti dinding goa, dia mempunyai suara yang lumayan bagus diantara kami sekelas. Tak perlu banyak latihan lagu kami pun dibawakan dengan sukses sampai habis, bahkan semua anak-anak X-4 pun bertepuk tangan untuk kami. Ane tak sadar kalau murid2 di kelas memperhatikan kami di depan.
Kami semakin percaya diri karena ada dukungan dari teman-teman yang lain, kami pun mengulangi kembali permainan musik kami namun kali ini Derman, Marika, Abie dan Ririn mulai memainkan perannya masing-masing. Selama latihan ane merasakan kecemburuan pada orang yang tak selayaknya ane cemburukan, ane cemburu karena didrama ini mengharuskan Marika menggandeng tangan Derman dengan erat. Derman itu orang yang konyol bukan main dan over active, ane yakin Marika tidak akan tertarik padanya. Marika itu wanita yang kemarin baru ane kenal dan berhasil membuat ane semangat untuk cepat2 masuk sekolah kembali untuk melihatnya. Ini tak wajar, ane masih punya pacar yang dimana lebih pantas untuk ane cemburui. Ane sadar ane semakin dekat dengan apa yang dinamakan cinta , perasaaan yang tak pernah ane rasakan sedikitpun ke pacar ane Lia.
Ane cemburu buta, semakin bingung harus ane apakan perasaan ini, hati ane sangat telak mengakuinya. apakah ane harus ceritakan perasaan yang cemburu ini ke Baywatch, Derman dan Estu? ataukah kesemua teman-teman ane? ataukah ke pacar ane Lia . Yang pasti ane belum punya nyali untuk menceritakan ini ke Marika. Karena ane takut Marika malah akan menjauhi ane sejauh2nya, pasti akan terasa lebih jauh dari jarak antara kedua kutub di planet biru ini.
"Tenonetttttt, Tenoneeeettt, Tenoneeeeeet Noo neetttt" Toa tua yang bising berbunyi menandakan waktu istirahat siang tiba.
Kami di persilahkan makan siang terlebih dahulu oleh kakak osis, selama 3 hari MOS ini kami ditugaskan untuk membawa bekal siang dari rumah yang harus dihabiskan dan akan di cek setiap hari seperti di hari pertama kemarin. Hari ini ane dibawakan nasi goreng balado oleh ibu ane, dengan lahap ane makan dengan mata kosong penuh cemburu dan mengunyah keras nasi yang semakin perak semakin lezat ini .
bersambung..
Diubah oleh anrhee 18-03-2019 16:28
mmuji1575 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas