Kaskus

Story

seenueAvatar border
TS
seenue
Tak Punya Hati ?
Ada saat, dimana kehidupan hanyalah omong kosong belaka.


Spoiler for Index:


Adakah Senyum di Semarang,


Spoiler for Index:

Diubah oleh seenue 06-05-2020 14:27
ipppsssAvatar border
anton2019827Avatar border
dbase51Avatar border
dbase51 dan 25 lainnya memberi reputasi
26
30.5K
264
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
seenueAvatar border
TS
seenue
#17
Sore itu, kita ngobrol di ruang keluarga, ditemani kopi dan banyak camilan.

"Kamu kapan masuk la.."

"Masuk apanya,"

"Masuk kerja, emang masuk apa.."

"Hahahaha, masuk hati kamu gimana,"

"Garing tau,"

"Buat mu garing, buatku nggak ki, eh ya.. aku tahun depan mau resign om,"

"lah kenapa?"

"La om gitu orangnya, aku kan butuh kejelasan.."

JLEB.. gw nggak salah dengar kan? atau.. dia lagi bercanda! ah ngerjain gw kali. Haya, gw borong kalau emang gw di kerjain.

"Emang kurang, perhatian sama waktu ku selama ini.. kan bedanya, aku masih belum mau nikah, ya nggak.."

Dan bener, pipinya tambah merah, gw sempet yakin kalau ini bukan lelucon, tapi gw salah.. sehabis dia melo, akhirnya ngakak juga. Benerkan gw di tipu.

"GKGKGKGK... aku tau lah om, tapi.. tahun depan aku mau masuk kampus lagi, tapi di luar negeri.. aku mau ikut mama, disini.. mau sama om juga om-nya seperti itu, sakit tau nggak.."

"Keren.. terus, kapan kamu balik," ah elah, pertanyaan macam apa itu, seolah gw peduli dan mengharapkan dia, padahal ??

"Berangkat aja belum om, sudah tanya kapan pulang, lagian kalau aku pulang.. om mau nikah sama aku?"

"Aku pengen tertawa la, kira-kira salah nggak, lagian lu juga sudah tau siapa gw, gimana gw dan apa yang terjadi sama kehidupan gw, mungkin bisa aku nikah atau apalah itu sama kamu, tapi.. aku takut nyakitin kamu la, kamu erlalu baik, cantik lagi.. la gw?"

"tau nggak om, aku paling nggak suka lihat cowok kek gitu, payah.. seharusnya, cowok itu sudah selesai sama dirinya sendiri, dan.. kalau bisa buat pasanganya bahagia, kamu kenapa sih om.. masih belum bisa move on,"

"Gw nggak tau la, mungkin.. gw aja yang lemah, padahal gw dulu nggak gini-gini amat,"

"Mangkanya, hidup itu harus punya tujuan, misal aku yang kamu tuju.. pasti kamu bakalan jadi manusia utuh, bukan macem sekarang, sesuka hati dan semaunya sendiri, ingat umur om.. ingat orang lain juga, bahwasanya masih ada orang yang peduli sama om.., "

"Ah jadi kelihatan tua gw,.." lanjut lola sambil ngakak. Lebih tepatnya ngakak miris.

"La,.."

"Apa!"

"Masa iya, gw mencoba suka sama lu.."

"Kalau iya, gimana caranya?"

"Sumpah, gw baru sekarang nemuin cowok keren, kelihatanya.. tapi dalemnya bego"

Kitapun ngakak.

Dan malam itu, gw jadi bahan bulyan lola. sebenarnya gw tau permainan kata-kata itu, tapi.. gw nggak cukup mampu buat mendeskripsikan apa yang gw mau, apa yang gw inginkanso.. kalau nggak ambigu ya nggak nyambung. Jujur, gw masih belum bisa sepenuhnya terbuka, apalagi jujur. Berat.

Back to Lola yang mau lanjut study ke luar negeri, dalam kenyataan gw bangga sekaligus kagum, tapi.. lain sisi gw ngerasa bakal kehilangan. dan apa iya, setelah tiada baru terasa?. Jika memang gw harus nekat suka sama lola, tapi hati gw dimana? seharusnya kan gayung bersambut, apalagi jelas.. lola suka sama gw, tapi gw..? suka. Tapi.. hati gw dimana, itu yang jadi masalah.

Perlu kamu ingat, gw pergi dari peradaban manusia curah sudah lama, ada kalau empat tahunan, hidup juga demikian.. hanya hidup di balik layar dari bisingnya dunia maya. Dan baru beberapa tahun ini gw bersosialisasi, entah itu sama Lola, HRD, pun sama rania. Memang, kita sudah lama kenal.. tapi, gw yang acuh. gw ya gw, mereka ya mereka. gw sekarang kadang masih seperti itu, acuh. Misal ngopi di tempat X, nah mereka yang gopi disana mungkkin sudah hapal sama gw, tapi.. gw-nya yang nggak peduli. Sampai suatu ketika, gw di tanyain eh mas.. nama kamu siapa sih, sering kesini tapi nggak tau namanya.. dan mereka yang sudah lama melihat gw saling nyeletuk, entah mangil gw si kecil, mas rambut panjang, mas tukang diem dan lainya. Tapi gw cuma senyum sama mereka, seperti biasanya.. modal gw sebatas senyum, dan pertanyaan siapa nama gw juga nggak gw jawab. Dipikiran gw, biar mereka saja yang menamai gw siapa, aku juga nggak peduli.

Dulu, gw pernah kepikiran buat mati, tapi nggak tau gimana caranya. maunya sih yang langsung hilang, semacam moksa, seperti orang-orang sakti masalalu, buat apa? ya biiar kematian gw nggak ngerepotin.

Sumpah, koplak bener saat itu.

Sampai suatu ketika, temen jauh gw bilang.. kalau gw ini masih dalam tahap pencarian jati diri?.

Dah, lupakan. Gw mau balik, sudah melem juga.. nggak enak sama tetangganya Lola.

"Om, besok sini lagi ya.. aku mau sama om agak lama-an, hari ini om nggak asik.. banyak absurdnya.. siapa tau kalau kita banyak ngobrol aku jadi tau om i kena santet dari arah mana.."

"Hust.. becandamu jelek, dah ya aku pulang..."

...CUP..

Sebuah ciuman mendarat di pipi gw, gw nggak kaget, nggak ngerasa juga.. kan gw mati rasa? kalau ditanya rasanya, ya macam kulit nempel kulit, hanya saja yang gw sukai dari saat-saat seperti itu adalah bahasa mata, gw suka kalimat-kalimat yangnggak pernah gw dengar, tapi jauh bisa gw rasakan, apa yang ia rasakan. Mungkin, itu keahlian gw.. bisa menimati tatapan mata. mana tulus dan mana nggak.

Next.., gw geber si item, cukup berisik dan sadis untuk membelah kesunyian. Dan malam itu, gw sepi lagi, jiwa gw tentunya. rasanya ada gumpalan kabut yang teramat pekat, sesak dan nggak enak buat di cerna. sekamin kesini gw semakin kenceng naik motornya, bodo sama mereka. lagian, wajar juga silinder dua setengah. Lagian jarang-jarang gw bawa si Item, entah kenapa gw pengen bebas aja. Dan minggu depan, gw mau jual ini motor, pesenan gw sudah mau dateng, brand-nya sama seperti si Biru, bedanya.. di piston doang, yang biru kemaren itu masih satu setengah, nah yang mau dateng mingu depan itu yang kakaknya, sama-sama fairing cuma sudah enam setengah, mau ambil yang tuju setengah, lama datengnya. mau nggak mau ya yang enam setengah dulu, itupun bukan barang Indo, mangkanya lama. Dan harus inden dulu.

Gw nyampe rumah jam duabelasan, nggak pake apa.. langsung tidur. Bodo amat nggak mandi.
Diubah oleh seenue 19-03-2019 13:01
i4munited
yusufchauza
tikusil
tikusil dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.