- Beranda
- Stories from the Heart
Bintang Itu Bersinar
...
TS
kurniawanjack
Bintang Itu Bersinar

Tentang Jack dan tentang masa remajanya
Cowok SMK yang gak jauh-jauh dari kata:
-Nyebelin
-Rusuh
-Brengsek
-Absurd
-Trouble maker
Karna moto hidupnya waktu SMK adalah
" Mumpung masih sekolah. Cari warna! Soalnya kalo udah gede di tuntut cari duit terus, gak ada waktu buat cari warnanya. Kalo bisa pun, gak jauh-jauh dari cari warna buat istri sama anak"
Moto yang aneh bukan? Memang, dan jack baru sadar saat dia sudah dewasa.
Quote:
Semoga kalian juga mendapatkan Bintang kalian sendiri
Quote:
Quote:
Silahkan dibaca ya
Diubah oleh kurniawanjack 16-01-2022 02:40
nona212 dan 9 lainnya memberi reputasi
10
6.2K
48
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.6KAnggota
Tampilkan semua post
TS
kurniawanjack
#7
Eps 3 Bintang Itu Menjadi Milikku
Jum'at sore itu gue baru selesai sholat magrib, dan rumah gue juga lagi sepi karena nyokap sama bokap gue lagi keluar kota untuk 4 hari selanjutnya,dirumah gue cuman sama pembantu gue namanya bi imah.
Gue putuskan untuk jalan-jalan (gak jalan juga sih tapi naik motor) keluar untuk sekedar nyari makanan.
Gak lama kemudian gue sampai di warung mie ayam dan gue parkirin tuh motor gak jauh dari warung itu (kalo jauh bisa-bisa ilang dong). Setelah gue pesen makanan tiba-tiba hp gue geter, gue gak buka tuh hp "palingan cuma notif grup kelas" pikir gue. Dan ketika gue duduk ada notif lagi "apa sih, lagi laper juga" gue buka tuh hp, ternyata riska chat gue.
riska
: "mau makan mi ayam ya? "
riska
: "ih kok gak di bales"
Buru-buru lah gue bales chat nya dia.
gue
: "kok tau, kamu di sini juga"
riska
: "coba deh liat belakang "
Gue balikin badan gue.
Gue
: "eh ngagetin aja"
Riska
: "kan tadi udah di kasih tau kalo aku di belakang "
Gue
: "gak, kamu cuman bilang coba deh liat belakang "
Riska
: "hehe, boleh gabung? " duduk di sebelah gue.
Gue
: "sama siapa ke sini? "
Riska
: "sama kakak, tuh di belakang " nunjuk belakang pakek jempol.
Gue liat belakang dan ada cowok yang lagi liatin gue.
Gue
: "kok kakak nya malah di tinggal, ajak kesini napa? "
Riska
: "emang boleh? "
Gue
: "boleh lah buat calon kakak ipar"
Riska
: "bisa aja"
dia balikin badan dan melambaikan tangannya ke kakaknya .lalu kakaknya menghampiri kita berdua.
Riska
: "kenalin nih kak namanya jack, dia kakak kelasku "
Gue
: "aku jack, temennya riska"
Mengulurkan tangan
…
: "aku ardi, kakaknya riska"
Riska
: "ini nih kak, kakak kelas yang sering aku ceritain "
Mas ardi
: "sama siapa ke sini,sendirian?"
Gue
: "iya, orang rumah pada pergi, terpaksa deh cari makan sendiri "
Makanan kami udah jadi, kemudian kami makan dan gak jarang kami ngobrol tapi gue lupa ngobrolin apa aja
pokoknya gak penting lah.
Di saat gue selesai dan mau bayar makanan, mas ardi ngomong.
Mas ardi
: "riska kalo mau main dulu sama jack gakpapa kok"
Riska
: "boleh" noleh ke gue.
Gue
: "yaudah mumpung aku lagi gak ada kerjaan"
Gue keluar warung bareng riska dan mas ardi, Lalu kami berpisah.
Mas ardi
: "pulangnya jangan malem-malem " ngebuka pintu mobilnya.
Riska
: "kakak juga langsung pulang lho"
Mas ardi
: "gamao, kakak mau jalan-jalan dulu, jack nitip riska yak"
Gue acungin jempol dan mas ardi pergi.
Gue naik motor duluan dan riska nanya gue.
Riska
: "gak bawa helm? " gue menggeleng.
Gue
: "enggak, kan malem gak ada polisi"
Riska
: "tapikan helm buat keselamatan kamu juga, masa bawa helm cuma pas ada polisi"
Gue
: "iya deh iya " gue noleh ke riska yang lagi ngeliatin gue.
Gue
: "kenapa?"
Riska
: "dingin"
trus gue copot jaket gue, untunglah tadi gue pakek baju panjang jadi gak terlalu dingin.
Gue
: "salah sendiri cuman pakek kaos"
Riska
: "ya kan aku gak tau kalau mau jalan sama kamu, lagian tadi aku kira bakalan keringetan jadi cuman pakek kaos"
Gue
: "iya iya, udah cepetan pakek jaketnya terus naik"
Kemudian gue sama riska menjauh dari warung mie ayam itu.
Gue
: "mau kemana? " gue pelanin laju motor gue.
Riska
: "terserah, kan aku cuman nemenin kamu"
Gue
: "ke taman mau?, lagi ada event di sana" mirip pasar malem gitu.
Riska
: "boleh"
Gue
: "pegangan dong, nanti jatoh gimana? " eksperimen pertama
.
Riska
: "modus"
Dia rangkul pinggang gue. Entah ngawur atau emang bener Gue merasakan dia sedang tersenyum di belakang, kemudian gue raih kedua tangannya dengan tangan kiri gue.
Sesampainya di taman gue parkirin motor dan langsung mengajak riska masuk. Gue gandeng tangan riska dan dia malah ngerangkul tangan kiri gue. Lalu kami berjalan dan ngobrolin beberapa hal yang gak penting, dan sesampainya di stand makanan kami beli beberapa makanan dan minuman, lalu kami menemukan tempat duduk yang deket air mancur.
Gue lihat riska makan eskrim dan ada yang tertinggal di pipinya, entah reflek atau apa tiba-tiba gue ngusap pipi yang ada eskrim nya.
Gue
: "nakannya pelan-pelan, kayak anak kecil aja"
Riska ngeliatin gue dan gue juga, kami mematung, bertatap mata, tangan kanan gue masih di pipinya dan setelah cukup lama gue langsung membuang muka.
Gue
: "eskrim nya cair tuh, cepet di habisin" gue nunduk dan langsung main hp gue.
Dia habisin tuh eskrim dan gue bisa merasakan kalo riska masih ngeliatin gue. Dan tiba-tiba dia ngomong sesuatu yang membuat gue kaget.
Riska
: "aku suka sama kamu jack" gue noleh, pipinya memerah.
Gue
: "Gue juga" dia langsung membuang muka.
Gue berdiri dan meraih kedua tangannya pertanda mengajaknya untuk berdiri. Gue genggam erat kedua tangan dia di depan dada dan kami berdua berdekatan.
Gue
: "riska, kamu mau jadi pacarku, jujur aku udah suka sama kamu sejak kita pertama kali ketemu di aula waktu itu "
Dia mengangguk kemudian tersenyum manis dan disusul air mata bahagia. Gue peluk dia agar dia bisa tenang. Lalu kami duduk dan gue rangkul dia dengan tangan kiri gue, gue cium rambut harumnya dan dia membuka pembicaraan.
Riska
: "aku seneng"
Gue
: "maaf gak bisa seromantis yang kamu harapkan " dia memainkan jari-jari gue.
Riska
: "gakpapa, yang aku harapkan cuman selalu bersama kamu selamanya "
Gue
: "termasuk di kamar mandi " pinggang gue di cubit .
Riska
: "seriusan iiihh"
Gue
: "iya iya, becanda"
Kemudian kami ngobrol-ngobrol (gue lupa ngobrol apa aja
). Gue liat jam tangan udah menunjukkan pukul 10:30 dan gue mengajak riska untuk pulang, takut dia dicariin kalo gue mah sebodo amat di rumah juga cuman ada gue sama pembantu gue.
Sesampainya di rumah dia, dia ngajak gue untuk masuk ke rumahnya tapi gue tolak karena ini udah malem banget. Gue pamit sama dia dan gue cium keningnya kemudian pulang.
Setelah sampai di rumah gue chat riska.
gue
: "besok sore jadi? "
Setelah dua menit dia bales.
riska
: "jadi dong, paginya juga bisa kok, tadinya mau buat jemput kakak aku di bandara tapi malah pas waktu aku pulang sekolah dia malah udah ada di rumah"
gue
: "kakak kamu yang tadi di warung itu"
riska
: "iya hehe"
gue
: "paginya kita lari aja gimana, mau? "
riska
: "boleh, sekalian mau balikin jaket kamu"
gue
: "bawa aja gakpapa kok"
riska
: "beneran? "
gue
: "iya, udah gih tidur udah malem ini"
Riska
: "oke, selamat tidur sayang "
gue
: "semoga mimpi indah"
Dan dia gak bales lagi, kemudian mata gue udah berat dan gue putuskan untuk tidur.
Gue putuskan untuk jalan-jalan (gak jalan juga sih tapi naik motor) keluar untuk sekedar nyari makanan.
Gak lama kemudian gue sampai di warung mie ayam dan gue parkirin tuh motor gak jauh dari warung itu (kalo jauh bisa-bisa ilang dong). Setelah gue pesen makanan tiba-tiba hp gue geter, gue gak buka tuh hp "palingan cuma notif grup kelas" pikir gue. Dan ketika gue duduk ada notif lagi "apa sih, lagi laper juga" gue buka tuh hp, ternyata riska chat gue.
riska
: "mau makan mi ayam ya? "
riska
: "ih kok gak di bales"Buru-buru lah gue bales chat nya dia.
gue
: "kok tau, kamu di sini juga"
riska
: "coba deh liat belakang "Gue balikin badan gue.
Gue
: "eh ngagetin aja"Riska
: "kan tadi udah di kasih tau kalo aku di belakang "Gue
: "gak, kamu cuman bilang coba deh liat belakang " Riska
: "hehe, boleh gabung? " duduk di sebelah gue. Gue
: "sama siapa ke sini? "Riska
: "sama kakak, tuh di belakang " nunjuk belakang pakek jempol. Gue liat belakang dan ada cowok yang lagi liatin gue.
Gue
: "kok kakak nya malah di tinggal, ajak kesini napa? "Riska
: "emang boleh? "Gue
: "boleh lah buat calon kakak ipar"Riska
: "bisa aja" dia balikin badan dan melambaikan tangannya ke kakaknya .lalu kakaknya menghampiri kita berdua.
Riska
: "kenalin nih kak namanya jack, dia kakak kelasku "Gue
: "aku jack, temennya riska"Mengulurkan tangan
…
: "aku ardi, kakaknya riska"Riska
: "ini nih kak, kakak kelas yang sering aku ceritain " Mas ardi
: "sama siapa ke sini,sendirian?"Gue
: "iya, orang rumah pada pergi, terpaksa deh cari makan sendiri "Makanan kami udah jadi, kemudian kami makan dan gak jarang kami ngobrol tapi gue lupa ngobrolin apa aja
pokoknya gak penting lah. Di saat gue selesai dan mau bayar makanan, mas ardi ngomong.
Mas ardi
: "riska kalo mau main dulu sama jack gakpapa kok"Riska
: "boleh" noleh ke gue. Gue
: "yaudah mumpung aku lagi gak ada kerjaan"Gue keluar warung bareng riska dan mas ardi, Lalu kami berpisah.
Mas ardi
: "pulangnya jangan malem-malem " ngebuka pintu mobilnya. Riska
: "kakak juga langsung pulang lho"Mas ardi
: "gamao, kakak mau jalan-jalan dulu, jack nitip riska yak"Gue acungin jempol dan mas ardi pergi.
Gue naik motor duluan dan riska nanya gue.
Riska
: "gak bawa helm? " gue menggeleng. Gue
: "enggak, kan malem gak ada polisi"Riska
: "tapikan helm buat keselamatan kamu juga, masa bawa helm cuma pas ada polisi"Gue
: "iya deh iya " gue noleh ke riska yang lagi ngeliatin gue. Gue
: "kenapa?"Riska
: "dingin"trus gue copot jaket gue, untunglah tadi gue pakek baju panjang jadi gak terlalu dingin.
Gue
: "salah sendiri cuman pakek kaos"Riska
: "ya kan aku gak tau kalau mau jalan sama kamu, lagian tadi aku kira bakalan keringetan jadi cuman pakek kaos"Gue
: "iya iya, udah cepetan pakek jaketnya terus naik"Kemudian gue sama riska menjauh dari warung mie ayam itu.
Gue
: "mau kemana? " gue pelanin laju motor gue. Riska
: "terserah, kan aku cuman nemenin kamu"Gue
: "ke taman mau?, lagi ada event di sana" mirip pasar malem gitu. Riska
: "boleh"Gue
: "pegangan dong, nanti jatoh gimana? " eksperimen pertama
.Riska
: "modus" Dia rangkul pinggang gue. Entah ngawur atau emang bener Gue merasakan dia sedang tersenyum di belakang, kemudian gue raih kedua tangannya dengan tangan kiri gue.
Sesampainya di taman gue parkirin motor dan langsung mengajak riska masuk. Gue gandeng tangan riska dan dia malah ngerangkul tangan kiri gue. Lalu kami berjalan dan ngobrolin beberapa hal yang gak penting, dan sesampainya di stand makanan kami beli beberapa makanan dan minuman, lalu kami menemukan tempat duduk yang deket air mancur.
Gue lihat riska makan eskrim dan ada yang tertinggal di pipinya, entah reflek atau apa tiba-tiba gue ngusap pipi yang ada eskrim nya.
Gue
: "nakannya pelan-pelan, kayak anak kecil aja"Riska ngeliatin gue dan gue juga, kami mematung, bertatap mata, tangan kanan gue masih di pipinya dan setelah cukup lama gue langsung membuang muka.
Gue
: "eskrim nya cair tuh, cepet di habisin" gue nunduk dan langsung main hp gue. Dia habisin tuh eskrim dan gue bisa merasakan kalo riska masih ngeliatin gue. Dan tiba-tiba dia ngomong sesuatu yang membuat gue kaget.
Riska
: "aku suka sama kamu jack" gue noleh, pipinya memerah. Gue
: "Gue juga" dia langsung membuang muka. Gue berdiri dan meraih kedua tangannya pertanda mengajaknya untuk berdiri. Gue genggam erat kedua tangan dia di depan dada dan kami berdua berdekatan.
Gue
: "riska, kamu mau jadi pacarku, jujur aku udah suka sama kamu sejak kita pertama kali ketemu di aula waktu itu "Dia mengangguk kemudian tersenyum manis dan disusul air mata bahagia. Gue peluk dia agar dia bisa tenang. Lalu kami duduk dan gue rangkul dia dengan tangan kiri gue, gue cium rambut harumnya dan dia membuka pembicaraan.
Riska
: "aku seneng"Gue
: "maaf gak bisa seromantis yang kamu harapkan " dia memainkan jari-jari gue. Riska
: "gakpapa, yang aku harapkan cuman selalu bersama kamu selamanya "Gue
: "termasuk di kamar mandi " pinggang gue di cubit .Riska
: "seriusan iiihh"Gue
: "iya iya, becanda"Kemudian kami ngobrol-ngobrol (gue lupa ngobrol apa aja
). Gue liat jam tangan udah menunjukkan pukul 10:30 dan gue mengajak riska untuk pulang, takut dia dicariin kalo gue mah sebodo amat di rumah juga cuman ada gue sama pembantu gue. Sesampainya di rumah dia, dia ngajak gue untuk masuk ke rumahnya tapi gue tolak karena ini udah malem banget. Gue pamit sama dia dan gue cium keningnya kemudian pulang.
Setelah sampai di rumah gue chat riska.
gue
: "besok sore jadi? "Setelah dua menit dia bales.
riska
: "jadi dong, paginya juga bisa kok, tadinya mau buat jemput kakak aku di bandara tapi malah pas waktu aku pulang sekolah dia malah udah ada di rumah"
gue
: "kakak kamu yang tadi di warung itu"
riska
: "iya hehe"
gue
: "paginya kita lari aja gimana, mau? "
riska
: "boleh, sekalian mau balikin jaket kamu"
gue
: "bawa aja gakpapa kok"
riska
: "beneran? "
gue
: "iya, udah gih tidur udah malem ini"
Riska
: "oke, selamat tidur sayang "
gue
: "semoga mimpi indah"Dan dia gak bales lagi, kemudian mata gue udah berat dan gue putuskan untuk tidur.
2